MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Tabir mimpi


__ADS_3

Ken bergegas bersiap untuk rutinitasnya wajib nya.


Hari ini Ken bangun kesiangan padahal ada meeting penting pagi pagi,Ia harus segera berangkat dan tergesa gesa menuruni anak tangga.


Dia melewati begitu saja kedua orang tuanya yang sedang sarapan diruang makan.


"Ken!Honey!hei!sini sarapan dulu!"Teriak Ibu nya mampu menghentikan langkah Ken.


"No,Mom!Aku sudah terlambat banget!nanti aja di kantor!"Jawab Ken sambil ingin segera berlalu lagi.


"Duduk di sini segera My Son! Segera!"Ibu Ken begitu memaksa,Ia berdiri sambil matanya melotot ke arah Ken.


Ken yang memang selalu penurut kepada Ibunya tak mampu lagi menolak, Ia kembali menuju ruang makan bergabung bersama kedua orang tua nya.


"Sarapan lah walaupun sedikit!"


Kata Ayah nya.


"Mah,jadi kan hari ini kita menemui Kiai Mus?!jam berapa kita berangkat?!"Kata Tuan Kim kepada istrinya.


"Aku sudah janjian sama Umi Siti sekitar pukul 10 pagi ini Pah,Papah bisa antar Mamah kan?!"Jawab nyonya Glory.


"Tentu Mah,Papah mau memberikan uang santunan seperti biasa ke pesantren,nanti kita berangkat bersama!"


"Kiai Mus?!siapa dia Pah?!"Tanya Ken penasaran,nama itu sama persis dengan nama yang disebut dalam mimpi nya.


"Dia seorang Kiai yang sering mengajari kita ilmu agama Ken, sekali-kali kamu harus ikut kesana!"Jawab Tuan Kim.


"Apa Papah punya Foto Kiai itu?!"Ken terlihat serius dengan pertanyaan nya.


"Tumben dia tertarik kepada seorang ulama?"batin Ibu nya Ken sambil menyembunyikan senyum bahagia nya.


"Ada,nih!ini yang tengah ini adalah Kiai Mus!kenapa, kamu kenal Dia?!"Kata Tuan Ken sambil menunjukkan Foto dirinya yang difoto saat bersama Kiai Mus.


"Enggak kok Pah,Ken gak kenal sama sekali, tapi seminggu yang lalu Ken menemukan sebuah kalung yang ada liontin cincin nya,terus malam nya Ken mimpi di datengin sama seseorang dan katanya kalung itu harus diserahkan sendiri oleh Ken kepada Kiai yang bernama Mustafa,mimpi itu terus-menerus datang berturut-turut,dan setelah melihatnya Fotonya, Kiai Mus itu sama persis dengan Kiai yang datang ke dalam mimpi Ken,Pah!Nanti anter Ken kesana Mom, Ken pusing diganggu terus tiap malam,jadi kurang tidur Ken tiap malam!"Kata Ken, akhirnya Dia pun menemukan jawaban dari teka-teki nya yang selalu datang lewat mimpi nya, yang membuat nya bingung dan kepikiran, apalagi dalam mimpinya itu terkait tentang jodoh nya, dia jadi penasaran.


"Oke, baguslah kalau begitu,jam 10 pagi ini kamu bisa?! sekalian Momy mau kenalin kamu sama seseorang!"


"Jam 10 gak bisa Mom!Ken masih sibuk, setelah makan siang,gimana? sharelok aja tempat nya ya,Ken pasti nyusul ntar!udah dulu ya,Mom,Pah!Ken buru buru sekarang,ada meeting penting pagi ini!"


Ucapnya sambil mengecup pipi Momy nya sekilas lalu Ken buru buru pergi.


Tuan Kim dan istrinya saling beradu pandang,kok bisa kebetulan ya, mereka berniat merayu Ken agar mau ikut ke pesantren untuk bertemu seseorang yang akan dikenalkan oleh Kiai Mus, namun tak perlu susah-susah,Ken seperti digiring agar pergi kesana.


...****************...


"Apa yang pria itu karena katakan kepada mu,Nak Ken!?"Tanya Kiai Mus begitu Ken menceritakan perihal mimpinya yang selalu datang berturut-turut,dan Dia pun menyerahkan kalung itu kepada Kiai Mus seperti amanah Pria yang mendatangi nya.


"Dia hanya bilang menitipkan pemilik kalung ini kepadaku,Pak Kiai!Aku bingung, bahkan Aku tidak mengenal orang nya!"Jawab Ken masih bingung,dia masih belum menemukan arti dari mimpinya.


Kiai Mus tersenyum,


"Datanglah lagi besok Nak Ken!maka kau akan menemukan jawaban dari kebingungan mu!"


"Gak bisa sekarang aja Pak Kiai?!Aku orang yang super sibuk,Aku tak ingin membuang buang waktu,bagiku waktu adalah uang!"Ken yang suka bicara seenaknya terkesan tidak sopan dihadapan Kiai Mus, Nyonya Glory langsung menegur Ken dengan mencubit lengan nya.


"Maafkan sikap putra ku Pak Kiai, besok saya akan kembali membawa dia kesini tepat waktu!"Kata Tuan Kim mewakili Ken yang suka ngomong serampangan bahkan dihadapan Kiai Mus yang semua orang bahkan segan kepada beliau.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, mereka pun undur diri dengan membawa berbagai pertanyaan, apalagi Ken yang tadinya berharap mendapatkan jawaban,dia malah semakin pusing dan penasaran tentang tabir mimpi nya selama ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Esok harinya di waktu yang sama seperti kemarin.


Ken berjalan tergesa-gesa karena Momy nya terus saja menelpon nya agar segera datang ke pesantren Kiai Mus seperti janji mereka.


Ken berjalan setengah berlari tanpa menghiraukan banyak nya anak anak Santri yang berlalu lalang karena sedang ada acara kenaikan kelas.


"Bugh!"


"Aduh!"


Teriak seorang Anak laki laki yang tak sengaja bertabrakan dengan nya.


"Aku minta maaf ,Aku tidak sengaja menabrak kamu! Apa kamu tidak apa apa?apa ada yang luka?"


Ken segera membangun anak tersebut dan menepuk nepuk bagian bajunya yang kotor.


Anak itu hanya diam menatap Ken, tatapan nya yang sendu, seperti menahan rasa rindu dan ingin meluapkan nya kepada Ken.


Entah kenapa Ken merasakan hal yang sama pula, padahal mereka baru saja bertemu,ada kehangatan saat ia menggenggam tangan nya, lalu tiba tiba,,


"Kamu tidak apa apa sayang?!"Tanya seorang perempuan bercadar sambil membantu anak itu bangun.


Dia terlihat begitu panik.


"Kalau jalan itu hati hati dong, Anak kecil ditabrak segala, kalau anak saya kenapa kenapa gimana?!"


"Kamu?!"Perempuan itu ternyata mengenali Ken.


"Miss Mariam?!"Ken mengenal mata Mariam yang sering terlihat marah kepadanya, begitu juga suaranya, bahkan saat Mariam marah marah pun ia begitu menyukainya.


"Dia Anak mu?!"Tanya Ken sambil mengelus rambut Satria, Anak itu menatap bergantian ke arah Ken dan Mariam.


"Iya! Kenapa Anda bisa ada disini!? kesasar,ya?!"Tanya Mariam begitu ketus,dia bahkan lupa jika kata Kiai Mus Pria yang menabrak Putera nya dialah Pria yang dijodohkan dengannya.


"Sembarangan!Kamu pikir Aku gak boleh datang ke tempat seperti ini apa?!"Kata Ken terlihat kesal, Pertanyaan Mariam seperti meledeknya,jika Ia tak pantas ada disini.


"Honey! Ayo cepat kesini!Pak Kiai sudah menunggu kita dari tadi!"Seru Nyonya Glory memanggil Putra nya.


"Iya,,,Aku segera kesana Mom!"Jawab Ken, namun bukan segera menemui seruan Ibunya,Ken malah jongkok lalu meraih tangan Satria.


"Aku minta maaf sekali lagi,Kamu benar-benar gak apa apa kan?!"


Satria menggelengkan kepalanya sambil tersenyum begitu manis.


Ken terlihat begitu menyukainya, mereka langsung akrab meskipun baru pertama kali bertemu.


"Anak hebat!Lain kali aku pasti akan menemui kamu lagi!ini adalah kartu namaku! hubungi Aku jika kamu ingin bertemu dengan ku, Oke,?!Ah Aku lupa,nama kamu siapa?!"Kata Ken sambil memberikan Satria kartu namanya.


"Baik Om! terimakasih, senang bertemu dengan Om,namaku Satria Om!"


"Namaku Ken, kamu bebas memanggil ku dengan sebutan apapun!Aku harus pergi sekarang!See you again Satria!"Ucap Ken sambil mengacak-acak rambut Satria yang tertata rapi.


Kemudian Ia pun segera pergi menemui Ibunya,Ken mengedipkan sebelah matanya ke arah Mariam, membuat Mariam semakin sebal kepada Ken.

__ADS_1


Mariam menggedikan kedua bahunya,ia merasa jijik dengan sikap Ken yang nyeleneh.


...----------------...


Ken masuk begitu saja ke kediaman Kiai Mus tanpa mengucapkan salam, membuat kedua orangtuanya malu dan ingin menegurnya, namun Kiai Mus mencegah mereka dengan memberi kode lewat tangan nya.


"Bagaimana Pak Kiai,ada apa ini sebenarnya, kenapa saya harus datang lagi kesini,saya sibuk Pak Kiai, ayolah segera katakan apa yang harus saya lakukan dengan kalung itu!?"Ken begitu to the poin tanpa basa-basi terlebih dahulu, meskipun kepada seorang Kiyai sekalipun.


"Ken! ucapkan dulu salam!dan hormati Kiai Mus! jangan buat Mamah Papah malu!"Bisik Ibunya.


Ken hanya terdiam sambil menatap Kiai Mus,hingga akhirnya Ibunya lah yang meminta maaf,dia sangat malu dengan ketidaksopanan Anak nya itu.


"Kamu kalah dalam memenangkan tender besar yang selama ini kamu idam idamkan,bukan?!Jika Ananda Ken mengikuti saran ku, maka tender itu bisa menjadi milik mu segera!"


Ucap Kiai Mus, Dia menerawang kejadian kurang mengenakkan sebelum Ken datang menemuinya.


Mata Ken langsung terbelalak.


"Dari mana Pak Kiai tahu tentang hal itu, bahkan kedua orangtuaku tidak mengetahui nya!"Ken benar benar merasa heran, ternyata orang dihadapan nya ini bukan orang sembarangan,apa dia seorang dukun?!


Batin nya.


"Bukan,Aku bukan seorang dukun!Aku hanya hamba Allah yang diberi kelebihan yang tak dimiliki orang lain!"Kiai Mus juga seperti dapat mendengar apa yang Ken katakan di dalam hatinya.


"Waow,hebat! Aku janji akan melakukan semua saran mu pak Kiai!tapi Anda harus membuktikan apa yang anda ucapkan tadi,aku ingin tender itu menjadi milikku!"


"Bukan Aku yang hebat Nak Ken! tapi Allah! sesungguhnya tender itu memang akan jatuh ke tangan mu,tapi harus ada mahar yang harus Ananda Ken bayar untuk itu!"


"Apa itu pak Kiai?!"


Ken begitu tak sabar, berapa pun yang harus ia bayar, pasti akan Ia keluarkan demi tender itu.


Dia pun kini mengakui kehebatan Kiai Mus sebagai orang yang dihormati semua orang.


"Maharnya adalah, jangan pernah tinggalkan sholat yang lima waktu!"


Ken pun tertegun dengan apa yang ia dengar,gak salah?!


batin nya, hatinya seakan enggan mengatakan iya.


"Bagaimana Nak Ken!? Apa Ananda sanggup?!"


Tanya Kiai Mus,sambil menatap Ken.


"Akan saya usahakan, Pak Kiai!"Jawab nya pelan, Dia ragu apa Dia bisa melakukannya, dia butuh seorang pembimbing.


"Seseorang akan membimbing mu!"Kembali Kiai Mus membaca pikiran Ken.


"Siapa Pak Kiai?!"kali ini nyonya Glory yang bertanya.


"Umi,bawa Dia masuk!"Kata Kiai Mus kepada istrinya.


Umi Siti pun undur diri dan tak lama masuk kembali dengan membawa seorang perempuan bercadar dan seorang anak kecil.


"Dialah pemilik kalung itu,Nak Ken! Mariam namanya!"


Kata Kiai Mus memperkenalkan Mariam untuk bertaaruf dengan Ken, pria yang sama sekali tidak disukai Mariam.

__ADS_1


__ADS_2