MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Takdir yang mempertemukan


__ADS_3

Wira tidak tidur sampai pagi.


Ia tak berhenti mencari Mariam kemana mana, tapi hasilnya nihil,Mariam tak ada di manapun.


Wira sudah berusaha menghubungi keluarga Mariam,dia pun tak ada disana.


"Assalamu'alaikum A Wira!Ada apa A?!Teh Iyam mana?!"Teriak Rasyid yang memang dia kalau bicara suka teriak teriak.


Jawaban Rasyid menunjukkan kalau Mariam tidak sedang bersama mereka.


"Ada ,Teh Iyam kamu sudah tidur, bagaimana kamu suka Motor yang Aa kirim?!"tanya Wira pura pura menanyakan perihal motor.


"Suka banget A,Teh Fatimah langsung pake buat dia pergi ngajar tadi."Jawab Rasyid antusias.


"Iya ,Syukur kalau kalian senang! Besok akan datang bahan bahan bangunan dari Toko bahan bangunan,nanti Aa akan transfer buat bayar tukang nya ,ya?!"Kata Wira,ia tidak keluarga Mariam tahu kalau Mariam kabur dari rumahnya dan belum ditemukan.


"Wah,makasih A,salam buat Teh Iyam ya,Umi bilang sehat sehat semuanya!"


"Iya ,kalian juga ya?! Assalamu'alaikum!"


"Waalaikum salam,,A!"


Wira mengusap wajah nya kasar.


Ia tak memperdulikan panggilan dari Sofi.


Pikiran nya penuh dengan Mariam,ia khawatir dengan kondisi nya yang sangat lemah.


"Dimana kamu Iyam!!Maaf kan Aku tak bisa menjaga mu!"


Adzan subuh berkumandang,ia mampir ke sebuah mesjid di dekat pantai.


Dengan khusyu ia berdoa meminta pertolongan kepada yang maha kuasa, meminta petunjuk agar segera menemukan Mariam,dan berjanji akan menjaganya.


Mata Wira terlihat sangat kuyu karena ia tidak tidur sama sekali,ia menghubungi para pengawalnya,dan mereka pun tidak membuahkan hasil.


Dia menyalakan rokoknya untuk sekedar menghilangkan stres sambil duduk di kursi sebuah restoran yang menghadap ke arah laut.


Hari masih begitu pagi,sinar matahari pun belum menampakkan dirinya,masih terlihat remang remang.


Restoran itu pun belum buka.


"Uhuk uhuk Uhuk!Maaf Pak Sebaiknya Anda merokok di tempat khusus!Asap rokok Anda menganggu saya!"Kata seorang perempuan yang tidak begitu nampak sosok nya.


"Ini tempat umum mbak, lagipula disini masih sepi Kok!Belum ada pengunjung,nanti saya akan pesan kok jika resto nya sudah buka!"Jawab Wira tidak mau kalah.Dia pikir perempuan itu adalah pelayan resto.


Tapi perempuan itu tak berhenti batuk batuk.


"Mbak kedinginan kali, lagipula sedang apa pagi pagi sudah ada disini,mbak?!ini masih pagi buta!"Kata Wira kesal,dia merasa istirahat nya terganggu,baru saja ia ingin bersantai sejenak sebelum melanjutkan mencari Mariam lagi.


Perempuan itu terus batuk dan tak menjawab perkataan nya.


"Mbak?!Mbak tidak apa apa kan?!"Tanya Wira sambil mematikan Rokok nya.


Dia mendekati perempuan yang duduk terhalang oleh tembok pagar restoran tersebut.


"Mariam?!Itu kamu kan?!"Wira benar benar yakin perempuan itu adalah Mariam.


Mariam menoleh masih dalam keadaan batuk batuk.


"A Wira?!"


Mariam berlari sekuat tenaga menghindari Wira,dia tidak menyangka kenapa bisa ketahuan dia disitu.


"Mariam!Heii,jangan lari!Nanti kamu jatuh!!Mariam!"


Dengan mudah Wira meraih tangan Mariam dan menarik nya ke dalam pelukannya.


"Jangan Lari! Tolong!Aku tak bisa berhenti mengejar mu Mariam!"


"Lepas!! Lepas kan Aku !!"Teriak Mariam,dua memukul mukul dada Wira sambil menangis.


Wira malah mendekap erat tubuh mungil istri kedua nya itu,hingga Mariam sulit bernafas.


Akhirnya Mariam menyerah,ia menangis di pelukan suaminya.


Setelah mereka lebih tenang,Wira membawa Mariam menikmati sunrise di tepi pantai,Wira tak sedikit pun melepaskan tangan Mariam.


"Tanganku sakit A!"Kata Mariam.


"Aku takut kamu lari lagi!"Kata Wira sambil menatap dalam istri mudanya itu.

__ADS_1


Mariam tersipu malu, mengingat ia kabur dari rumah dan sudah membuat Wira susah.


"Bagaimana keadaan dia?!"Tanya Wira menunjuk perut Mariam.


"Aku rasa baik!"


"Boleh aku menyentuh nya?!"Tanya Wira dengan ragu.


Mariam Mengangguk pelan.


"Kamu yang kuat ya Sayang!"Kata Wira sambil mengelus perut Mariam,ia berbicara kepada calon buah hatinya.


"Kamu tahu?Aku pikir dia sengaja memilih kamu sebagai ibunya!"Kata Wira lagi kepada Mariam.


"Bukan dia A,,Tapi Tuhan yang menakdirkan!"Jawab Mariam sambil menatap matahari yang baru muncul dari peraduannya.


"Aku berharap anak ini akan seperti mentari yang tak pernah lelah memberi cahaya bagi dunia,aku tak pernah menyesalinya tumbuh di perutku,dia anugrah dan kini aku mulai ingin memiliki nya!maaf kan Mariam Jika egois A!"


Kata Mariam dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku mengerti!Kita serahkan saja semuanya kepada Tuhan Yam,aku pun berharap yang terbaik untuk semua nya!"


Kata Wira.


"Kita pulang yah?!"Tanya Wira,hari sydah semakin terang,sudah mulai banyak orang berlalu lalang.


"Gak mau ah,kayak nya teh Sofi belum siap ada Iyam dirumah!"Jawab Mariam.


"Bagaimana kalau ke rumah orangtuaku?!Mamah akan senang ada kamu disana!"


"Itu juga kurang baik A,Teh Sofi akan merasa tersisihkan oleh mertuanya.


"Kenapa kamu begitu takut kepada Sofi?!Aku akan menjagamu mulai saat ini!"


"Bukan takut A,aku gak mau ribut,aku takut akan berimbas kepada anak ini nantinya."


Kata Mariam sambil mengelus perutnya.


Mariam benar, Sofi bukan untuk dilawan saat ini, sebaiknya dia dihindari dulu.


"Baiklah!Kita ke apartemen ku saja,Sofi bahkan tidak tahu aku memiliki apartemen yang ini,kamu akan aman disana."


Kata Wira sambil menarik tangan Mariam,mereka pun masuk mobil dan segera pergi menuju apartemen rahasia milik Wira.


"Tidak usah A,Mariam lebih nyaman sendiri aja,gak apa apa Kok!"


"Tapi kamu nanti kecapean lagi!"


"Nggak usah dulu deh, kalau aku butuh pasti nanti akan bilang!"


"Ya sudah! Tapi jangan capek capek ya,aku khawatir sama kamu!"Kata Wira sambil mengelus kepala Mariam.


Mariam menyembunyikan senyuman nya ,dia menunduk malu malu.


Mereka pun masuk ke dalam apartemen mewah tempat persembunyian Wira.


Mariam melihat lihat isi apartemen itu dan berdecak kagum.


"A kamar nya kok cuma satu?Terus nanti iyam tidurnya dimana?!"Tanya Mariam polos.


Wira menggaruk kepala nya meskipun tak gatal,dia pikir Mariam sudah siap tidur satu Kamar dengan nya.


"Aku bisa tidur di sofa,kamu tidur saja di dalam!"Kata Wira gondok.


Tentu saja ia berharap Mariam akan mengajak nya tidur di dalam.


"Terus barang barang ku gimana?! Sekarang aja aku gak ada baju ganti A!"


"Aku akan bawakan satu persatu ya, soalnya takut Sofi curiga,aku harus tidur dulu sebentar,Aku ada meeting nanti siang."Kata Wira,sambil melepaskan jaket nya.


"Gak sarapan dulu?!"


"Oh iya sebentar lagi makanan nya datang,aku sarapan dulu deh, lalu tidur!"


Mariam pun mengangguk.


"Aku ingin mandi,tapi gak ada baju ganti."


Gumam Mariam.


****

__ADS_1


Setelah Wira istirahat sebentar ia pun pamit kepada Mariam, Assisten nya menelpon nya terus karena ada meeting penting siang ini.


Lagipula Mariam tidak ada baju ganti dan ia harus belanja untuk segala keperluan dapur dan keperluan Mariam di apartemen.


"Aku tinggalkan uang cash untuk kamu belanja apa saja kemauan kamu via online,pesan saja makanan jika lapar,dan kamu bebas lakukan apa saja asal kamu hati hati dan jangan sampai kelelahan,Aku akan segera pulang jika urusan ku sudah selesai,oke?!"


"Hemm,iya,baiklah!jika mampir ke rumah tolong bawakan barang barang ku A ,sebagian saja dulu,ya!?"


"Iya,aku berangkat dulu ya,hati hati dirumah!"


Mariam pun mengangguk.


Sebenarnya Wira enggan meninggalkan Mariam,tapi ia sedikit lega karena kini Mariam sudah aman bersama nya lagipula ia tak mungkin meninggalkan pekerjaan nya,Wira yakin Kini Mariam sudah aman di apartemen milik nya.


****


Kehebohan pun terjadi kediaman Irsyad.


Irsyad langsung mencari keberadaan Mariam begitu mendapat kabar dari pegawai nya jika Mariam kabur dari rumahnya.


Namun sampai saat ini pun,tak ada tanda tanda keberadaan Mariam,ia benar benar kehilangan jejak nya,ia sudah menyebar kan beberapa orang pengawal nya


untuk ikut mencari,dan masih belum ada kabar juga.


Dia sudah meremehkan Mariam,dia bukan perempuan sembarangan,dia begitu sulit digapai, bagaimana pun caranya, kemungkinan Irsyad akan kesulitan untuk mendapatkan Mariam disisinya, kecuali ia sudah lepas dari Wira dan tidak terikat hubungan apapun dengan pria manapun.


Irsyad mengintai rumah Wira,namun tak ada tanda tanda keberadaan Mariam disana begitu pula di kediaman orangtua Wira, Mariam pun tidak ada.


Irsyad begitu putus asa,ia tak berhenti mencari, setidaknya sampai melihat Mariam baik baik saja.


****


Wira pun belum bertanya kemana saja Mariam saat ia belum menemukan nya,tapi ia tidak peduli, yang penting sekarang Mariam sudah aman bersama nya.


Setelah urusannya selesai,ia mampir ke rumah untuk membawa sebagai barang barang keperluan Mariam.


Wira pun belanja segala keperluan dapur agar Mariam tidak jenuh berdiam diri saja di apartemen milik nya.


Mariam bisa memasak dan membuat aneka kue kesukaan nya dan apapun yang ia inginkan.


Seperti biasa Sofi tidak ada dirumah saat ia pulang.


Kelihatannya Sofi semakin sibuk setelah skandal Wira dengan perempuan bercadar mencuat.


Ia lebih sering tampil di beberapa acara televisi dan sering diwawancarai perihal rumahtangga yang dikabarkan sedang retak.


Dan momentum itu di manfaatkan manager Sofi untuk menaikkan popularitas nya.


Dan benar saja,nama Sofi kini lebih mencuat Karena kehidupan pribadi nya yang sudah menjadi konsumsi publik.


Hanya Bi Inah yang menyambutnya,ia menanyakan apakah Mariam sudah ditemukan,namun Wira menjawab belum,ia tak ingin siapapun tahu keberadaan Mariam, karena takut membahayakannya,Sofi pasti akan dengan mudah mengancam siapapun agar buka mulut.


"Mas kenapa gak angkat telepon Aku?!kamu masih marah?!"


Tanya Sofi yang pulang saat Wira sedang berada dikamar Mariam hendak mengambil beberapa barangnya.


Wira diam tak menjawab dan berpura pura melihat lihat saja barang milik Mariam.


"Apa dia masih belum ditemukan?!"Tanya Sofi lagi.


Wira menggeleng tanpa melihat ke arah Sofi.


"Aku benar benar menyesal Mas,gara gara aku,kita kehilangan bayi kita,maaf kan aku mas!"Kata Sofi sambil memeluk Wira dari belakang.


Wira masih tak merespon.


"Jangan siksa aku seperti ini Mas!aku tahu kamu marah!Tapi tolong Mad,jangan diamkan Aku kayak gini hanya gara gara wanita itu!"


Namun tiba tiba ponsel berdering dan Sofi segera mengangkat nya.


"Mas aku masih ada syuting sampai malam, mungkin aku akan pulang terlambat!"


"Jangan kau jual kehidupan pribadi ku demi popularitas mu, atau aku akan menghancurkan mu,Sofi!"tegas Wira.


Sofi cukup terkejut dengan pernyataan Wira seperti itu.


"Tenang saja Mas,aku akan tetap menjaga nama baikmu!kamu tenang saja, berita tentang kita sebentar lagi pun akan menguap begitu saja,aku berangkat dulu ya Mas,jika aku menemukan Mariam di jalan atau dimanapun,aku akan segera menghubungi mu,dah, sayang,muach!!"


Kata Sofi sambil mencium bibir Wira sekilas dan ia pun pergi.


Kali ini Wira benar benar tidak peduli bahkan jika Sofi tidak kembali.

__ADS_1


Toh Wira pun tidak akan tidur di rumah,ada seseorang yang menunggu nya di apartemen rahasia nya.


__ADS_2