MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Gadis bau kencur


__ADS_3

Jangan macam macam kamu!meskipun kamu Adik Bos,tak berarti dihadapanku!tunjukan saja kemampuanmu,baru Aku akan menempatkan mu di posisi yang sesuai dengan kemampuan mu!Untuk sementara kamu akan bekerja magang selama 3 bulan sebagai OB!"


Kata Roy begitu galak dan tegas,dia memang terkenal tak pandang bulu.


"Apa ?!OB?!"


Teriak Habibah.


"Iya!kenapa?!keberatan?!Kalau nggak mau ya sudah!cari kerja saja di tempat lain!"


Ucap Roy sambil melenggang meninggalkan Habibah.


"Ehh tunggu tunggu!iya ,mau kok mau!"


"Bagus!Sekarang ikuti aku!Kamu akan mendapatkan seragam mu dan kamu akan mulai bekerja hari ini!"


Kata Roy sambil membawa Bibah ke ruang loker tempat para OB berkumpul.


"Beri dia seragam!dia adalah pegawai magang mulai saat ini!tunjukan apa yang harus dia kerjakan,dan kamu!Kerja yang bener!"


Kata Roy dengan wajah juteknya dan ia pun pergi menuju ruangan nya sendiri


"Ya ampun kejam amat!"Gumam Habibah.


"Aku bisa mendengarmu!"


kata Roy tanpa berbalik dan terus melenggang pergi.


"Ya ampun!tajam banget pendengaran nya!Apa dia selalu seperti itu?!"Tanya Habibah kepada karyawan lain yang cekikikan begitu Roy pergi.


"Iya !Pak Roy emang seperti itu,bahkan dia dijuluki si manusia robot karena dia tidak punya hati dan kerjanya seperti robot gak ada matinya!kamu harus hati hati kepadanya,dia kepercayaan nya Bos besar!"Kata seorang OB perempuan yang sudah lama bekerja disitu.


Bibah hanya manggut manggut saja pura pura mengerti,dalam hatinya dia berkata'apalagi Gue adik nya Bos!'


Tapi Bibah tak ingin ada yang tahu jika dia adik iipar dari pemilik perusahaan ini.


Biarlah meskipun hanya menjadi seorang OB tapi dia tidak ingin mendompleng nama besar sang Kakak ipar.


Dia ingin sukses dengan hasil kerja kerasnya,dan dia yakin dia mampu bekerja sambil kuliah tanpa membebani keluarganya.


"Bibah!?sedang apa kamu disini!?terus itu kamu lagi ngapain?kok bawa bawa alat pel segala?!"


Juna cukup terkejut melihat Bibah berada di kantornya dengan memakai baju seragam OB.


"Suttt! Kak Juna bisa gak pura pura gak kenal aja sama Bibah,Bibah lagi kerja nih!kalau ketahuan Pak Roy,pasti kena semprot nanti!"Jawab Bibah sambil celingukan.


"Kamu kerja disini?! sebagai OB?!sejak kapan?!"Tanya Juna gak peduli dengan omongan adik ipar nya itu.


"Ih,Kakak berisik banget sih!udah ya Aku mau ke lantai atas dulu!dah Kak Juna!"


Bibah malah terburu buru masuk ke dalam lift karyawan sambil membawa alat kebersihan, meninggal kan Juna yang masih kebingungan.


Dengan cekatan Bibah membersihkan ruangan demi ruangan di kantor Kakak iparnya sendiri sambil melantunkan solawat yang terdengar sangat merdu.


Sifatnya yang ceria,mudah bergaul dan supel membuat semua orang suka kepadanya,tidak ada yang tahu jika dia adalah adik ipar dari sang pemilik perusahaan.


"Roy!Lo apa apa an sih!kok Bibah Lo posisi in sebagai OB?!Kalau Bang Bima tahu dia pasti marah!"Protes Juna,dia langsung memanggil Roy yang bertanggung jawab atas semua karyawan.


"Ya terus harus jadi apa coba?!Anak bau kencur gitu!baru aja lulus,belum ada pengalaman apa apa lagi!lagipula Bima sudah menyerahkan sepenuh nya sama Gue untuk mengurusnya!Tapi ya terserah Lo juga sih,kalo Lo gak suka,ya tinggal Gue pecat aja tuh anak!"


"Ya bukan gitu maksud Gue,Roy!"

__ADS_1


"Ya udah, Lo percaya aja sama Gue!Kita lihat aja dulu kemampuan dia,baru kita putusin lagi posisi yang bagus buat dia!"


"Ya udah deh terserah Lo aja,pusing Gue!"


Jawab Juna akhirnya,Ia pun membuka ponselnya karena sepertinya ada pesan yang masuk yang ternyata dari Kakak nya.


"Jun,kamu wakilin Abang buat ketemu investor dari Singapore nanti jam 10 ya?!Ajak aja Roy jika kamu butuh dia,Abang harus antar Teh iyam ke rumah sakit!"


Bima mengirimkan pesan lewat WA kepada adiknya.


"Teh Iyam kenapa Bang?!Satria sama siapa?!"


Juna membalas pesan Abang nya itu.


"Gak apa apa kok,kayaknya dia hamil lagi deh!kita cuma mau mastiin aja ke RS.Satria sama Mamah dulu tadi!"


"Oh gitu!Ya udah,Aku akan suruh Fatimah buat ke rumah Mamah jagain Satria!Abang gak usah khawatir,biar perusahaan Aku dan Roy yang handle,semoga ada kabar baik buat kita semua,semoga Teh Iyam baik baik aja!"


"Makasih Jun!"


Juna pun segera menelpon Fatimah dan menyuruhnya ke rumah Mamah nya untuk menjaga Satria dulu.


"Ada apa Jun!?"Tanya Roy,dia ingin tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Bang Bima lagi dirumah sakit,lagi cek Teh Iyam kayaknya dia hamil lagi katanya!"


Jawab Juna.


"Wah,Satria mau punya dede dong!Lo kapan Jun!Lo sengaja ya nunda punya anak!"


Tanya Roy,dia gak maksud menyinggung Juna,dia hanya heran aja Juna dan Fatimah sudah menikah hampir satu tahun,tapi belum juga punya anak.


"Iya sih,masih muda ini!Kalian puas puasin aja pacaran berdua dulu!"Kata Roy sambil tersenyum.


"Nah Lo kapan kawin!?Udah bangkotan gitu!Keburu kiamat baru tau rasa Lo!"ledek Juna.


Senyum Roy langsung menghilang dan wajahnya berubah masam.


"Sedikasih nya aja Gue juga!"


Jawabnya ketus.


"Hahaha,jodoh itu dicari dong Roy,Lo sih suka galak galak sama Cewek!jadi pada gak mau kan mereka sama Lo!?"


Juna malah terus terusan menggoda Roy.


"Tok tok tok!"


"Masuk!"Jawab Juna,terdengar ada yang mengetuk pintu ruangan nya.


"Ini Pak kopinya!Kopi hitam tanpa di aduk!"


Tenyata Bibah yang mengantar kopi pesanannya.


"Oke makasih Bibah!Lo mau Roy!?"Kata Juna sambil melirik ke arah Roy.


"Buatkan kopi satu lagi!Kopi hitam dengan gula yang sedikit!"


Kata Roy kepada Bibah.


"Di aduk gak Pak!?"Tanya Bibah.

__ADS_1


"Ya di aduk lah!dan gak pakai lama!"


Jawab Roy kesal.


"Baik Pak!"


Bibah pun kembali ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Roy.


Tak berselang lama ia pun kembali masuk ke ruangan Juna untuk memberikan kopi milik Roy.


"Puhh!"


"Lo mau racunin Gue ya!"


Roy memuntahkan kembali kopi yang baru saja dia minum.


"Kenapa Pak!"


Tanya Bibah heran.


"Lo minum aja sendiri!rasanya asin gitu!Lo sengaja ya mau ngerjain Gue karena dendam sama Gue! minum nih!"Roy begitu kesal kepada Bibah dan menyodorkan gelas kopi nya ke mulut Bibah.


Bibah pun terpaksa mencobanya dan benar saja rasanya asin,sangat asin bahkan.


"Iya kan asin!?"Kata Roy begitu melihat ekspresi wajah Bibah berubah setelah minum kopi itu.


"Iya Pak,maaf!sepertinya saya salah masukin gula!tapi saya benar benar tidak sengaja!Saya ganti yang baru aja ya ,Pak?!"Jawab Bibah merasa bersalah dan dia takut Pak Roy memecatnya,sedangkan Juna hanya nyengir sambil melihat.


"Ah,Gak usah,telat!mana lelet lagi!Gue mau pergi sekarang!Lo abisin tuh kopi asin nya!Ayo Jun!Ayo berangkat sekarang!nanti kita telat lagi!"Kata Roy sambil berdiri dan sebentar lagi mereka harus segera menemui investor asing.


"Lo jangan galak galak gitu sama Cewek Roy!


Ntar Lo naksir lagi sama dia!"Goda Juna di perjalanan.


"Lo kira kira aja dong Jun kalau ngomong!Anak bau kencur gitu juga!"Jawab Roy sedikit kesal.


"Ngeselin juga tuh bocah,kalau aja bukan adik kalian ,udah Gue pecat dia!"Kata Roy lagi.


"Hahaha,hati hati Bro,Lo beneran suka lagi sama dia!Biasanya kan gitu!berawal dari kebencian ujung ujungnya saling jatuh cinta ntar!"Goda Juna tak berhenti menggoda Roy yang semakin kesal.


"Itu gak bakal terjadi!Lo catat Jun!kalau gue sampai jatuh cinta sama Adik Lo,Gue bakal kasih motor kesayangan Gue sama Lo!"


Roy begitu yakin,tak mungkin dia akan jatuh cinta kepada adik ipar Bos nya itu,yang ngeselin dan suka membantah,masih kecil lagi.


"Ihh!"


Tiba tiba Roy bergidik sendiri memikirkan nya.


"Apaan sih Gue!Wajah dia malah ada dalam pikiran Gue terus sih!"


Batin Roy berusaha mengelak dari perasaan nya sendiri.


***


Jangan lupa mampir ya ke karyaku yang lain


-ROMANTIKA CINTA SANG MAFIA


-BLIND LOVE(Gadis Cupu pemikat hati)


Terrimaksih atas dukungan kalian semuanya Ya

__ADS_1


__ADS_2