
"Sayang, bagaimana kondisi Papah?!"Bima berhambur memeluk Mariam begitu melihat nya sedang duduk di ruang tunggu.
"Sabar sayang,Dokter sudah menangani nya tadi,Mamah Udah ada di dalam kok!"Mariam berusaha menenangkan Suaminya itu.
"Bim?!"
Bu Liana berhambur memeluk putera sulung sambil menangis.
"Papahmu Bim! Hiks hiks!"
"Bagaimana kondisi Papah saat ini Ma?!"
Tanya Bima ,dia terlihat begitu cemas.
"Dia terkena stroke,Bim,dan dia masih tak sadarkan diri!"
Ucap Bu Liana, tentu saja dia sangat terpukul dengan kondisi suaminya kini.
"Sabar Mah,kita doakan semoga Papah segera sembuh ya!?"
"Iya,Bim,Aamiin!"
"Juna dimana, Udah Mamah kasih kabar?!"
"Udah kok,dia sudah diperjalanan, bentar lagi juga pasti datang!"
"Bima boleh lihat Papah sekarang kan?!"
"Sebentar saja , sayang! Papahmu belum boleh banyak ditemui!"
Bima pun mengangguk sambil masuk ke ruangan tempat Papahnya di rawat.
Tiba tiba Juna yang baru saja sampai di rumah sakit langsung ikut menerobos masuk ke ruangan itu juga, sedang kan Fatimah duduk di dekat kakak nya juga Bu Liana.
"Pah maafin Bima gak bisa jagain Papah! Papah cepat sembuh ya, cepat bangun lagi,Papah kan mau cepetan gendong Cucu katanya,maka nya cepet bangun Pah!"Bisik Bima sambil menggemgam tangan Papahnya.
"Iya Pah, bangun dong! jangan bikin Mamah nangis, Juna janji ,Juna gak akan nakal lagi dan akan nurut sama Papah,asal kan Papah cepat bangun!"
Ucap Juna lirih,dia terlihat sangat cemas melihat kondisi Papah nya.
Tak berapa lama, tangan Tuan Danu terlihat bergerak,dia pun membuka matanya perlahan.
"Papah?!Jun, cepat panggil kan dokter jugs suruh Mamah masuk, katakan Kalau Papah sudah sadar!"
Teriak Bima, dia begitu bahagia melihat Papahnya sudah siuman.
Juna sesegera mungkin memanggil semua orang termasuk Dokter untuk melihat kondisi Papah nya kini.
"Bim,Juna,Papah titip Mamah kamu ya?!Papah juga minta maaf pada kalian semua, Papah gak bisa menjadi Ayah baik untuk kalian, Kalian juga yang akur ya!?Jun,bantu Kakak kamu di perusahaan dan Kamu Bim,jaga baik baik istri kamu juga Cucu Papah, sudah saat nya Papah pergi,Mah!jaga diri Mamah baik baik!
La ilaha ilallah!"
__ADS_1
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un!
Maaf Bu, Pak,Tuan Danu sudah tiada, beliau sudah meninggal!"Kata Sang dokter begitu ia memeriksa denyut nadi Tuan Danu.
"Papah!!!"
Mereka semua berteriak histeris, menangisi kepergian Tuan Danu yang dirasa sangat mendadak.
"Bim,Aku turut berdukacita ya!Tuan Danu orang yang baik, beliau pasti akan di tempatkan di tempat paling baik di sisinya."
Wira mengucapkan rasa belasungkawa nya di pemakaman Tuan Danu.
"Makasih Wir! Maafkan Papah ku Ya,jika dia punya salah!"
Kata Bima sambil memeluk Wira yang sudah menjadi sahabatnya nya kini.
"Mar! Sebaiknya kamu segera pulang,Kamu terlihat sangat pucat, Kamu pasti kelelahan, kasihan bayi kamu!"Kata Sarah,dia khawatir dengan kondisi sahabat yang tengah mengandung itu.
"Iya Kak, sebaiknya kita pulang sekarang,biarkan Kak Bima sendirian dahulu!"
"Iya sayang, kamu pulang lah dulu bersama Fatimah dan Sarah,Aku masih harus mengurus pemakaman Papah,biar Wira temani aku dulu, Kalian tolong jaga Mariam,ya?!"
Mereka pun membawa Mariam untuk segera pulang dan beristirahat.
"Mah,Mamah mau pulang sekarang?!"
Tanya Mariam kepada Ibu mertua nya.
Bu Liana yang terlihat sangat bersedih hanya menggeleng kan kepala nya pelan.
***
Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga Bima.
Kepergian Tuan Danu Diningrat menyisakan rasa kehilangan yang amat sangat bagi seluruh keluarga juga para kerabat dan sahabat.
Meskipun kita sadar setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, tetapi rasa sedih dan kehilangan tak dapat dipungkiri lagi dan seringkali menyisakan kepedihan yang mendalam.
Bu Liana sampai tak mau makan berhari hari sehingga harus dilarikannya ke rumah sakit untuk di infus karena kondisinya semakin lemah membuat Bima dan Juna semakin khawatir.
****
Satu bulan berlalu,,
Juna teemenung di depan meja kerja Sang Papah yang kini sudah tidak bersama nya lagi.
Penyesalan memang selalu datang belakangan dan itu pula yang dirasakan oleh Juna.
Selama ini Dia selalu saja membangkang keinginan Sang Papah.
Belakangan sebelum Papahnya meninggal,dia selalu wanti wanti agar Juna segera meninggalkan dunia keartisan dan segera membantu Sang Kakak mengelola perusahaan,Juna menolak mentah-mentah dan mengatakan bahwa dia tak butuh nama besar Papah nya atau pun Sang kakak, karena dia merasa mampu berdiri di kakinya sendiri.
__ADS_1
Mereka sempat bertengkar hebat karena Juna seringkali mengacuhkan kedua orang tua nya karena kesibukan dan jadwal nya yang sangat padat,dia jarang sekali menyapa kedua orang tua nya karena show nya dimana mana dan Juna tak pernah menyempatkan diri meskipun hanya sekedar menyapa mereka melalui ponsel.
Tuan Danu sering memarahi nya karena Bu Liana selalu bersedih karena sikap putera bungsu nya itu.
Terakhir bertemu,Tuan Danu menyuruh Juna segera menikah saja dengan Fatimah,dia mengatakan Fatimah adalah perempuan baik yang pantas mendampingi Juna dan dia pun sangat menyukai Fatimah karena Tuan Danu menilai Fatimah sangat mampu mengurus
Juna juga akhlak nya yang bagus membuat Papahnya menilai Fatimah adalah jodoh terbaik untuk Juna.
Juna mengambil ponselnya dan segera menghubungi manager nya.
"Persiapkan konferensi pers nanti malam,dan pastikan dihadiri seluruh media dari semua stasiun Televisi!"
Perintah Juna sambil langsung menutup kembali sambungan telepon nya.
"Ada apa dengan si Juna?!buat apa dia mengadakan konferensi pers?apa ini tentang promo album terbarunya nya?Ahh, sudah lah,Aku ikuti saja perintah nya."
Gumam Rey,dan dia segera menghubungi seluruh media dari semua stasiun televisi agar hadir dalam acara konferensi pers yang digelar Juna nanti malam.
Setelah semua nya siap,Juna ya sudah mempersiapkan diri untuk ini berjalan mantap penuh percaya diri di depan kilatan cahaya psra kameramen.
"Terimakasih atas kehadiran semuanya h-disini malam ini.
Sengaja saya mengumpulkan kalian disini, karena ada dua hal yang ingin saya sampaikan dan ingin kalian semua dan para fans ku mengetahui nya.
Sebelum nya saya ingin mengucapkan beribu-ribu banyak terima kasih untuk semuanya yang sudah mendukung Saya, hingga Saya bisa menjadi seperti saat ini,dan juga saya ingin mengucapkan beribu-ribu kata Maaf khusus nya untuk keluarga Saya yang merasa kecewa dengan sikap saya selama ini, juga kepada para Fans yang pastinya akan sangat kecewa juga dengan keputusan saya saat ini,
Saya, Arjuna Rain, menyatakan akan mundur dari dunia ke artis an mulai detik ini juga dan akan mulai Fokus membantu Kakak saya mengelola perusahaan peninggalan Papah!"
Semua orang tercengang dengan pernyataan Arjuna yang sangat tiba tiba.
Apalagi Sang manager yang juga tidak mengetahui dari awal jika Juna akan mengatakan hal itu.
"Jun,Apa maksud semua ini?;"Bisik Rey yang tak digubris oleh oleh Juna dan dia malah vs terus melanjutkan konferensi pers nya itu.
"Dan satu lagi akan Saya sampaikan disini juga, Saya juga akan segera menggelar pernikahan dengan perempuan yang sangat saya cintai sejak pertama kali Saya melihat nya,dia adalah wanita spesial yang sudah mampu merubah Saya menjadi lebih baik dan dia juga mampu membuat ku sadar jika uang dan popularitas bukan lah segalanya!"
Juna menghentikan sejenak Ucapan dan membuat semua orang penasaran siapa sebenarnya wanita yang dimaksud oleh Juna.
Dan mereka pun menerka nerka wanita beruntung itu dan mereka menyangka jika wanita itu adalah Selena, Artis pendatang baru yang sempat digosipkan dekat dengan Juna akhir akhir ini karena mereka sedang ada kerja sama bareng.
Begitu juga Selena yang ikut menyaksikan acara konferensi pers yang di gelar Juna,dia sempat percaya diri jika nama nya lah yang akan di sebut Juna, Selena benar benar menyukai Juna apalagi setelah mereka di duet kan bareng dan berharap Juna benar benar akan melamar nya segera.
"Dia adalah Wanita sederhana tapi selalu membuat ku terpesona,dia bukan dari kalangan atas juga bukan dari kalangan artis seperti ku,dia adalah mantan Asisten ku, Fatimah!
Agar kalian mengetahui semuanya dan tidak lagi menerka nerka dan mengejar ngejar ku lagi untuk mencari berita! sekian pernyataan dari ku, mohon maaf aku sampaikan kepada semua Fans terutama kepada pihak management!"
Juna segera menyudahi konferensi persnya dan segera pergi dari situ, menyisakan keterkejutan dan kekecewaan yang mendalam bagi dunia keartisan.
Berita mundurnya Juna juga pengakuan perasaan nya kepada Asisten nya sendiri sontak langsung menjadi trending topik nomor satu saat ini.
Semua orang membicarakan nya dan menyayangkan semua keputusan yang tiba-tiba.
__ADS_1
Begitu juga Fatimah dan keluarga nya.
Fatimah marah karena Juna tak mengatakan nya terlebih dahulu kepada nya, Fatimah tidak suka urusan pribadi mereka menjadi konsumsi publik dan dia masih merasa belum siap untuk menikah lagi.