
"Sudah bangun Non? bagaimana Non,apa masih ada yang sakit?!Bibi panggilkan Tuan Wira dulu ya?!dia sedang bersama Dokter diruang sebelah!"
Kata Bi Inah begitu melihat Mariam sudah sadar.
"Gak usah Bi, buatkan saja Mariam makanan ya, Iyam lapar!"jawab Mariam.
"Baiklah, Non, tunggu sebentar ya,Bibi akan buat kan makanan kesukaan Non!"Kata Bi Inah,dia merasa iba melihat nasib Mariam, kenapa gadis sebaik ini harus terlibat hal semacam ini, pasti Mariam sangat merasa tersiksa.
Bi Inah pun pergi ke dapur untuk memasak makanan kesukaan Mariam.
Mariam bangkit dari tidurnya dan ia berjalan keluar kamar,ia berniat menemui Wira agar dimintakan obat penahan mual Kepada Dokter.
Namun saat ia berada balik pintu ruang kerja Wira,ia mendengar Sofi sedang marah marah.
"Gila aja kamu ya! kamu pikir aku mau dipoligami,kalau saja waktu itu tak terjadi kesalahan,Mas Wira tak akan pernah menikah lagi dengan siapa pun,titik!Aku hanya membutuhkan dia karena bayi yang dia kandung, setelah lahir,Sorry,ya!By!Aku akan menendang nya!"
Kata kata Sofi yang begitu pedas membuat jantung Mariam terasa berhenti berdetak.
Dia memang sudah tahu dari awal, karena tidak ingin menjadi aib keluarga dan ia tak ingin menyakiti Umi nya,Mariam terpaksa menerima Wira sebagai suaminya dan menjadi madu dari seorang artis terkenal.
Ia tak bisa berpikir panjang,Sofi yang awalnya bersikap baik kepada nya kini berubah drastis, padahal dia sudah bersikap baik dan tidak macam macam, tentang perasaan nya kepada Wira pun ia buang jauh jauh,dia sadar Wira tak mungkin bisa digapai olehnya.
Mariam berlari keluar rumah, seorang pengawal pribadi menyapanya di luar,dia bilang ingin mencari angin karena mual mual.
Ia terus berjalan tak tentu arah,tak mungkin ia kembali ke rumah nya sendiri,ia tak ingin membuat keluarga nya sedih dan berpikir Mariam sudah dicampakkan oleh Wira yang mereka sudah anggap pria baik.
Mariam sudah sampai di jalan raya yang padat oleh kendaraan di karena berjalan sudah cukup jauh, ditambah kondisi nya yang sedang tidak baik, kepala nya terasa pusing dan berputar putar.
Tubuh nya ambruk di di depan sebuah perkantoran,dan ia pun tak ingat apa apa lagi setelah itu.
"Ada orang pingsan!ada orang pingsan!"
Teriak seseorang.
Seketika orang disekitar mengerumuni tubuh Mariam yang terjatuh di trotoar.
Tak disangka itu adalah kantor milik Irsyad, Irsyad yang hendak keluar dari kantornya ikut penasaran siapa yang pingsan didepan kantor nya itu.
Dan ia pun sangat terkejut, sosok itu adalah sosok yang sedang ia pikirkan,Mariam.
Pucuk di cinta ulam pun tiba.
Irsyad merasa ini adalah takdir untuknya, dipertemukan dengan orang yang sangat ia cintai kembali,dalam kondisi yang menyedihkan.
"Mariam!?
tolong angkat dia ke dalam mobil saya!"perintah Irsyad kepada beberapa orang pegawai perempuannya.
"Baik,pak!"
Mariam pun di gotong oleh beberapa orang perempuan ke dalam mobil Irsyad.
"Hati hati dia sedang hamil muda!"l
Irsyad pun membawa Mariam ke kediaman nya, ia tahu pasti ada yang sedang tidak beres diantara Mariam ,Wira dan Sofi.
Kemungkinan besar Mariam kabur dari rumah Wira.
Sesampai nya di rumahnya, Irsyad menyuruh beberapa pembantu rumah tangga nya untuk membopong tubuh Mariam ke dalam kamar tamu.
Setelah itu ia segera menelpon teman nya yang seorang Dokter perempuan.
"Siapa yang sakit sad?!"
Tanya Dokter itu setelah datang ke rumah Irsyad.
"Teman,,ayo cepat periksa dia!"
Dokter itu terlihat terkejut melihat siapa yang akan ia periksa.
__ADS_1
Ternyata Dokter itu adalah Dokter Mira.
Mereka bertiga ,Wira, Irsyad dan Mira sudah saling kenal sejak lama.
Ia merasa curiga dengan wanita bercadar ini,seperti seseorang yang ia kenal,perlahan ia membuka Cadar nya dan ia semakin terkejut melihat wajah itu.
"Siapa dia Sad?!"Tanya Dokter Mira dengan menatap tajam ke arah irsyad.
"Aku bilang dia temanku,Mir!Cepat periksa dia!"
"Aku sudah memeriksa wanita ini beberapa jam yang lalu!"Kata Dokter Mira,dia mendesak Irsyad mengatakan sesuatu.
"Apa maksudmu?!"Irsyad mulai terkejut.
"Kamu tidak tahu?!Dia istri mudanya Wira, Irsyad!kenapa dia bisa ada di rumah mu dan apa hubungan nya dengan mu?!"
Irsyad terlihat gelagapan.
"Aku menemukan dia pingsan didepan kantorku!"jawab Irsyad gugup.
"Kenapa kamu malah bawa dia kesini?!telpon Wira kalau begitu!"
"Tidak Mir!!jangan!"
"Ada apa ini Irsyad?!"
"Kamu tidak tahu apa yang terjadi kepada nya kan?!Aku baru tahu tadi siang,dia,,,"
"Aku tahu Irsyad,Wira menceritakan nya kepada ku tadi!"
"Benarkah?!lalu kamu tidak kasihan kepada nya Mir?!Aku yakin dia kabur dari rumah Wira!"
"Tapi kita tidak berhak ikut campur Sad!"
"Periksa saja dia dulu Mir!Aku khawatir dia kenapa kenapa!"
"Baiklah!"
"Bawa semua yang dibutuhkan saja kesini Mir,aku gak mau Wira dan Sofi menemukan nya jika dibawa ke rumah sakit!"
"Sad!!"
"Mir!Aku gak mau berdebat,aku akan tetap memanggil Dokter lain jika kamu tidak sanggup!"
Mira menghela nafas panjang.
Kedua teman nya itu memang sama sama keras kepala.
Dokter Mira pun segera menyiapkan segalanya untuk merawat Mariam di rumah Irsyad.
"Kenapa kamu sampai begitu peduli pada wanita ini Sad? bahkan dia adalah istri saudara mu sendiri."Kata Dokter Mira setelah dia selesai merawat Mariam.
"Aku mengenal Mariam lebih dulu daripada Wira,,,"
Irsyad pun menceritakan awal pertemuan nya dengan Mariam, hingga ia mendapati Mariam sudah menjadi istri kedua dari Wira, setelah ia mencari nya kemana mana.
"Itu adalah takdir yang harus ia jalani,Sad.Aku tidak mau terlibat masalah kalian berdua,kalian adalah sama sama sahabat ku,aku tidak mau dianggap tidak adil ,Sad, setelah ini maaf ,jangan libatkan aku lagi!"
"Aku mengerti,maaf kan aku Mir!Aku tidak ingin Mariam disakiti Wira ataupun Sofi."
"Aku tahu Sad!Tapi tetap saja kamu salah m,Kamu sudah melarikan istri orang,dan itu Wira, Sad!dia adalah saudara mu!"
Irsyad terlihat bingung.
Terdengar suara ponsel Mira berbunyi.
"Wira!!"
Kata Dokter Mira,ia terkejut Wira menelpon nya disaat Mariam sedang bersamanya dan Irsyad.
__ADS_1
"Halo,Wir!?ada apa?!"
"Mir!Saat kamu tadi keluar dari rumahku,kamu lihat Mariam gak dijalanan?!"
"Enggak tuh?! kenapa emang?!"Mira harus berpura pura tidak tahu, Irsyad memberi kode agar Mira tak memberi tahukan keberadaan Mariam kepada Wira.
"Kayak nya dia kabur deh Mir!Mungkin dia tidak tahan dengan perlakuan Sofi!Aku sudah mencari nya kemana mana!tapi dia tak ada di manapun!"Kata Wira,dia terdengar sangat putus asa.
"Kok bisa sih Wir!Mana kondisinya sedang lemah lagi, bagaimana kalau dia kenapa kenapa!"
"Itu dia Mir!Aku sangat khawatir, tadinya aku berniat akan membawanya ke rumah orangtuaku,tapi dia sudah salah Faham dan keluar dari rumah!"
"Kau sudah coba cari ke rumah orang tuanya ?!"
"Dia tidak ada disana juga,Mir!Aku harus bagaimana,aku hampir putus asa!Aku khawatir kepadanya,apalagi dia sedang mengandung anak ku!"
"Aku akan coba bantu cari, Wir,kamu berdoa saja semoga dia baik baik saja!"
"Iya, Terim kasih,Mir,Aku akan terus cari dia!"
"Ya sudah Wir, semoga dia cepat ditemukan!"
Dokter Mira pun menutup sambungan telepon nya dengan Wira.
"Wira terdengar sangat frustasi mencari Mariam!"Kata Dokter Mira Kepada Irsyad.
"Biarkan saja,biar dia merasa kan akibat karena sudah berbuat semena-mena kepada Mariam!"Kata Irsyad,dia sangat geram setelah mengetahui kalau Mariam Sudah dimanfaatkan karena suatu kesalahan,ia harus mengandung Anak Wira hasil dari inseminasi buatan, Irsyad mendapatkan kabar itu dari Karin,yang sudah gagal dan malah Mariam yang jadi sasarannya.
"Aku harus pergi Sad!Aku tidak mau terlibat,jangan bawa bawa nama aku jika kamu Wira menemukan istrinya disini!"
"Iya tenang saja!"
Dokter Mira segera pergi dari rumah Irsyad,dia tak mau terlibat urusan mereka, keduanya adalah sahabat nya,dan Mira tidak ingin memihak siapapun.
"Dimana aku?!"Mariam bangun dari pingsan nya,dan dia bingung sedang berada dimana.
"Kamu sudah sadar?!"Tanya Irsyad.
"Kenapa kamu ada disini?!"Mariam benar benar bingung kenapa ia bisa bersama Irsyad.
"Aku menemukan mu pingsan didepan kantorku,dan ini adalah rumah ku,kamu jangan khawatir,aku tidak tinggal disini,kok!"
"Apa,?! Tidak-tidak!Ini salah,aku harus pergi dari sini?!"Kata Mariam,dia menarik selah infusnya dan bersiap untuk pergi dari situ.
"Mariam! tenang lah!Aku tidak akan menyakiti mu!Kamu akan baik baik saja disini!Aku jamin Wira tidak akan menemukan mu!"
"Aku tidak mau tinggal disini!Aku mau pergi! tolong jangan halangi aku!"
Teriak Mariam histeris.
Dia memang berniat pergi dari rumah Wira,tapi bukan dengan tinggal dirumah laki laki lain ,apalagi Irsyad adalah saudara Wira,dia cukup tahu ilmu agama dan Sebenarnya ia tidak boleh keluar dari rumah suami nya tanpa mendapatkan izin darinya.
"Oke,oke!Kamu boleh pergi tapi setelah keadaan mu membaik,kamu harus di infus karena kamu dehidrasi dan kekurangan cairan, kamu mau terjadi sesuatu dengan bayi itu?!"Kata Irsyad menenangkan Mariam.
Mariam terdiam, tubuhnya memang terasa sangat lemas dan kepala nya pusing.
"Kamu harus banyak makan agar kondisi mu cepat pulih!Aku ambilkan dulu makanan,ya?!"
Irsyad segera pergi ke dapur dan meminta pembantu nya menyiapkan beberapa makanan untuk ibu hamil.
Namun Mariam hanya makan sedikit,dan dia tak bicara pada Irsyad.
Irsyad mengerti Mariam adalah seorang wanita yang sangat menjaga kehormatan nya dan ia tak akan nyaman tinggal bersama nya.
Akhirnya Irsyad memutuskan untuk pulang ke apartemen nya dan membiarkan Mariam di jaga oleh perawat dan beberapa pegawai perempuannya di rumahnya.
Setelah shalat subuh,Mariam diam diam menyelinap keluar,dia tidak ingin hubungan Wira dan Irsyad memburuk,jika Wira tahu dia tinggal dirumah Irsyad,itu bisa akan memperparah keadaan.
Mariam dilanda kebingungan sekarang.
__ADS_1
Dia menyadari tindakannya yang kabur dari rumah Suaminya adalah salah, meskipun status pernikahan mereka tidak jelas,tapi dimata hukum atau pun agama Wira tetaplah suaminya yang sah,dan dia harus patuh dan taat kepadanya.