
*Wanita tidak boleh lemah, terkadang wanita sering lengah saat datang angin syurga.
Cinta terkadang mengalahkan segalanya,tak peduli bagaimana kondisinya hati ini kadang terbawa arus saat sang kumbang hinggap padahal hanya berniat menghisap madunya saja*
Mariam tak ingin salah mengambil langkah,
Ia berusaha tegak meski benar hatinya masih butuh seseorang untuk sekedar menjadi teman hidup.
Tapi ia tak ingin kecewa dan mengecewakan orang yang ia paling ia cintai,Satria.
Begitupula ketika Keenan hadir mengisi hari hari nya, meskipun Satria menyukai nya,tapi ia begitu waspada dan terkesan memilih milah.
Bukan sombong atau ingin mencari yang sempurna,tapi ini adalagi masalah hidupnya, bukan hanya di dunia saja tapi dia mencari juga teman hidup sampai ke akhirat nanti yang akan membawanya sampai Jannah.
Keenan kembali di buat kelabakan mencari cari keberadaan Mariam.
Dia mencoba mencari ke tempat dimana ia mengadakan donasi tempo hari,tapi disana hanya ada para relawan lain yang menangani proyek tersebut.
Mereka bilang Mariam memang tidak menetap tinggal disana,ia hanya mengontrak rumah kecil dan sekarang sudah kosong.
Keenan juga bertanya kemana Mariam pergi, mereka tak ada yang tahu, bahkan nomer ponsel nya pun sungguh sulit didapatkan.
Dia memang sering melakukan video call dengan Ibunya Keenan,tapi bahkan Ibunya itu bahkan tak mau memberikan nomor ponsel Mariam kepada nya.
*Sungguh Ibu yang kejam, padahal Aku kan yang anaknya,bukan dia!*Gerutu Keenan.
Keenan sudah berusaha merelakan Mariam,tapi dia tak dapat membohongi hatinya yang tetap menginginkan Mariam agar terus berada disisinya.
Keenan berusaha mencari tahu dari mana asal muasal rekaman itu.
Dia segera menemui Dara yang tinggal di rumah kerabat nya.
Tadinya Dara tinggal di rumah Keenan bersama Mom dan Dady nya sebagai tanda pertanggungjawaban nya karena kini Dara tak memiliki orang tua lagi,tapi semenjak ia ketahuan yang memperlihatkan rekaman itu kepada Mariam,Dara pergi dari rumah dan memilih tinggal dengan kerabat nya karena takut oleh Keenan.
Saat itu Dara begitu marah begitu mengetahui Keenan dekat dengan seseorang yang bernama Mariam.
Ia tahu tentang Mariam dari Julian, Julian adalah dokter yang dipercaya Keenan untuk menangani Dara.
Julian begitu terkejut begitu Dara langsung mengamuk dan mengancam bunuh diri begitu dia keceplosan jika Keenan sedang dekat dengan seseorang bahkan akan segera menikah.
Julian sesegera mungkin berusaha menenangkan Dara,namun usaha nya sia dia,dia tetap mengamuk dan mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung rumah sakit.
__ADS_1
Karena panik dan entah apalagi yang harus ia lakukan lagi untuk memenangkan Dara, Julian bilang jika Keenan hanya main main dan tidak serius ingin menikah dengan Mariam,ia memperlihatkan rekaman suara percakapan nya bersama Keenan waktu itu yang tak sengaja terekam.
Barulah setelah mendengar rekaman tersebut kemarahan Dara mulai reda, namun ia memindahkan rekaman tersebut ke dalam ponsel nya , niat jahat langsung muncul di kepala nya,Dara tak rela jika Keenan, pria yang pakai ia kagumi menikah dengan wanita manapun,Ia berharap bahkan terobsesi supaya Keenan akan menikahinya kelak.
Julian bahkan tak menyadarinya jika itulah penyebab pergi nya Mariam dari kehidupan semua orang, bahkan Ia saat Keenan kelabakan mencari Mariam, Ia terkadang ikut mencari nya.
"Dara benar benar minta maaf Kak!Dara hanya ingin wanita itu pergi dari kehidupan Kakak!Dara gak nyangka jika ternyata sampai membuat Mommy sakit!hiks hiks!Maaf ya Kak!kakak jangan benci ya sama Dara!"Dara langsung menangis begitu Keenan mendatangi nya.
"Sampai kapan kamu akan begini Dar! Kamu tuh udah jahat banget sama Kakak!Kamu tahu kan selama ini Kamu tuh udah anggap kamu sebagai Adik yang paling kakak sayangi!apa apa Kakak kasih buat kamu!Kamu kok malah gitu sih! tiap ada cewek yang deket sama Kakak, kamu pasti gak suka,pasti kamu akan berulah, yang kali ini please dong jangan! Kakak cinta banget sama dia!dan Kamu juga udah nyakitin hati Mommy, dia juga sayang banget sama Kak Mariam! Kalau kamu kayak gini terus,Kak Ken gak mau lagi nemuin kamu!"Ancam Keenan dengan lemah lembut, keadaan psikis Dara yang labil memang harus ekstra hati-hati menghadapi nya.
"Jangan ,jangan,Kak!Dara mohon! Oke Dara minta maaf,Dara janji jika ketemu sama pacar kakak itu Dara akan minta maaf kepada nya,tapi Kak Ken jangan benci sama Dara,ya,Dara mohon, Mommy juga pasti marah banget kan sama Dara!"Dara begitu ketakutan jika Keenan akan membencinya,ia berurai air mata ketika memohon kepada Keenan agar tak meninggalkan nya.
"Baiklah,Kakak akan memaafkan mu dan tak akan membencimu, Mommy juga pasti akan memaafkan mu,tapi kamu jangan mengulangi nya lagi,dan kasih tahu kakak kamu dapat rekaman itu dari mana!"
"Kak Julian! Dia yang memberikan rekaman itu pada Dara!"Keenan tidak begitu terkejut mendengar nama Julian yang disebut,dia memang menyukai Mariam,tapi Ken hanya tidak menyangka saja jika Julian akan bertindak sejauh itu.
"Baiklah kalau begitu kak Ken pamit dulu ya, kalau kamu mau balik ke rumah mommy kamu tinggal pulang saja, Mommy udah maafin kamu kok!"Kata Keenan pamit,ia langsung menuju tempat kerja Julian.
......................
"Bughh!"
"Ken!?Apa yang Lo lakuin?!"Julian begitu terkejut,ia mengusap sudut bibir nya yang berdarah.
Mata Keenan penuh amarah, Julian benar benar tidak tahu apa yang terjadi.
"Pengkhianat! ternyata selama ini Lo udah nusuk Gue dari belakang! sekarang Lo senang kan, akhirnya Mariam jauh dari Gue?!"Bentak Keenan sambil menarik kerah baju Julian.
"Lo ngomong apaan sih Ken!Gue gak ngerti!"Kata Julian sambil menghempaskan tangan Keenan dari leher nya.
"Lo kan yang merekam pembicaraan konyol teman teman kita waktu itu tentang Mariam waktu itu mereka bilang berani bertaruh jika sampai gue jatuh cinta sama Mariam,lalu Lo memberikan rekaman itu sama Dara,dan Dara memberikan kepada Mariam,dan ternyata itu penyebab dia pergi dari Gue, Mariam salah paham tentang itu dan dia benci banget sama gue sekarang!puas kan Lo!" Teriak Keenan.
Julian terlihat berpikir,Ia mengingat ngingat apa yang ia lakukan kepada Dara waktu itu.
"Rekaman?! rekaman apa?!"Julian masih terlihat bingung.
"oh,Iya! rekaman yang itu?! waktu itu Aku memang tak sengaja merekam pembicaraan kita waktu itu, sungguh Ken!aku tak sengaja!saat aku memberikan kepada Dara itu terpaksa aku lakukan karena waktu itu Dara mengamuk dan akan bunuh diri begitu tahu kam dekat dengan Mariam! Aku tidak menyangka jika Dara memindahkan nya ke ponsel miliknya lalu memberikan nya kepada Mariam,Aku gak nyangka jika akan menjadi sejauh ini Ken!Aku tahu ini salah ku,aku benar benar minta maaf,dan biar aku jelaskan semuanya kepada Mariam!"Julian sangat menyesal atas tindakan nya dan ia berjanji akan bertanggungjawab.
"Gak perlu, Mariam udah gak mau mendengarkan penjelasan apapun,Dia terlanjur sakit hati dan benci banget sama Gue!"Kata kata Ken seperti sudah menyerah tentang Mariam,ia benar-benar putus asa, tidak tahu lagi harus bagaimana,kini ia hanya bisa pasrah, benar,jika jodoh tak akan kemana .
Dia pergi dari hadapan Julian tanpa kata kata, membuat Julian semakin merasa bersalah.
__ADS_1
...----------------...
Julian mengendarai sendiri mobil nya dengan malas malam ini, hari ini terasa begitu berat, pasien nya semakin banyak,ditambah ia juga masih terus kepikiran tentang apa yang dikatakan Keenan tadi siang kepada nya,Ia begitu merasa bersalah,Ia memang pernah menyukai Mariam waktu itu,tapi ternyata Keenan lebih mencintai nya, terlihat dari kegilaan dia ketika Mariam menghilang tanpa jejak, Keenan sudah hampir gila mencari nya,dan ternyata gara gara dirinya lah Mariam menghilang.
Dari situ ia sadar jika Dia hanya mengagumi Mariam saja, tidak lebih, Keenan lebih dari pantas untuk mendapatkan Mariam.
Julian berhenti didepan sebuah minimarket untuk membeli minuman dingin dan makanan ringan pedas kesukaan nya, mungkin dengan sedikit cemilan otaknya akan sedikit lebih fresh.
Dia berjalan menyusuri lorong tempat makanan dijejerkan,tak sengaja tubuh nya bertabrakan dengan troli yang tengah didorong seseorang, perempuan bercadar yang langsung meminta maaf kepada nya.
Dia seperti Mariam,dia dapat mengenalinya dari tahi lalat yang berada di dekat matanya.
"Mbak Mariam?!"Dengan ragu Julian bertanya,ia ingin memastikan jika yang dihadapannya adalah Mariam nya Keenan.
"Iya,,Maaf Anda siapa ya?!apa kita saling kenal?!"Mariam terlihat begitu menjaga jarak.
"Saya Julian Mbak, Dokter Julian,Saya tenaga medis yang akan bertugas di klinik yang akan kita bangun itu lho!"Jawab Julian,ia begitu senang bisa bertemu Mariam disini, banyak yang harus ia jelaskan kepada nya.
"Oh! Dokter Julian, temannya Keenan kan?!"
"Iya Mbak!tuh inget!Apa kabar Mbak!?Mbak lagi belanja ya?!
"Iya Dok, Alhamdulillah saya baik, Dokter bari pulang kerja?!"
"Iya Mbak!Mbak jika tidak keberatan boleh kita ngobrol sebentar saja!Ada yang harus saya sampaikan kepada Mbak!"Kata Julian,ini sungguh kesempatan yang baik, untuk menebus kesalahannya.
"Tentang apa ya? ini sudah malam Lho!"Mariam terkesan hendak menolak.
"Sebentar saja Mbak!Aku akan sangat menyesal seumur hidup jika tidak memberitahukan sekarang kepada Mbak Mariam!"
"Baiklah! sebentar saja ya,tapi aku mau bayar dulu di kasir!"Kata Mariam akhirnya,ia pun berjalan menuju kasir dan mereka pun duduk di depan minimarket sambil menikmati mie instan cup yang panas.
Julian pun menjelaskan semuanya dari awal,jika taruhan yang sesungguhnya bukanlah diantara Keenan, itu hanya taruhannya main main diantara teman-teman nya yang lain, mereka yakin jika Keenan sudah jatuh cinta kepada Mariam,dan mereka bertaruh jika itu benar terjadi.
Julian juga mengatakan jika awalnya Keenan memang sepertinya tidak serius, namun akhirnya dia begitu tergila-gila kepada Mariam,dan bagaimana Keenan begitu putus asa ketika Mariam menghilang, Julian mengatakan jika Keenan benar benar sudah jatuh cinta kepada Mariam.
Mariam hanya tersenyum dan mengatakan dia hanya pasrah kepada ketentuan yang ditakdirkan untuk nya,jika memang dirinya berjodoh dengan Ken, pasti mereka akan dipersatukan bagaimana pun caranya.
Julian kini lebih lega,ia sudi melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1