MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Was was


__ADS_3

"Lihat lah! siapa yang pertama datang dan memarkir kan mobilnya disini?"Ucap Pria tersebut sambil memperlihatkan layar iPad nya.


Ternyata mobil Juna lebih dulu datang dan terparkir disitu, lalu mobil Pria paruh baya itu masuk untuk parkir dan tanpa


Ia sadari mobil miliknya menggores mobil milik Juna.


"Bagaimana,apa Anda masih ingin mengajukan tuntutan?!"Tanya Pria yang menolong Mariam kepada Pria paruh baya itu.


Dia bungkam seribu bahasa,


"Ya sudahlah,,!"Pria paruh baya berniat pergi begitu saja setelah tahu kebenaran nya.


Namun Pria itu segera menghalangi nya dan menariknya untuk tetap diam disitu.


"Kesepakatan nya kan tidak begitu, Anda harus membayar kompensasi kepada Nona ini!"


"Mobilnya hanya tergores sedikit!"Jawab Pria paruh baya itu seenaknya.


"Tetapi tetap saja kau harus bayar!dan kau harus minta maaf padanya!"Bentak Pria itu sambil mencengkram kerah baju Pria paruh baya itu.


"Sudah Tuan! tidak apa apa!mobil Saya tidak apa apa kok!"Kata Mariam, Ia khawatir terjadi keributan gara gara dirinya.


"Oke,oke!Saya akan ganti rugi! lepaskan saya dulu!"Kata Pria itu akhirnya menyerah.


"Saya rasa segini cukup! Ambillah Nona!dan Saya minta maaf atas sikap Saya tadi!"Kata Pria paruh baya itu sambil menyodok segepok uang, sekitar berjumlah 10 juta.


Mariam terlihat bingung dan ragu untuk menerima nya.


"Sudah pergi sana!lain kali cari dulu kebenaran nya sebelum kau menyalahkan orang lain!"Kata Pria itu sambil mengambil uang itu dan menyimpan nya di telapak tangan Mariam.


"Iya,Tuan! Saya minta maaf!"Pria paruh baya itu baru sadar jika Pria dihadapan nya adalah pemilik Mall tersebut, Dia juga memiliki banyak cabang di setiap daerah, selain itu Dia juga memiliki show room mobil mobil mewah yang tersebar di dalam dan di luar negeri.


"Umi!"Teriak Satria begitu melihat Uminya berada di dekat mobil mereka.


"Ternyata Dia sudah berkeluarga!"Batin Pria itu sambil melihat ke arah Juna dan Satria yang datang menghampiri nya.


Dia pun segera berlalu tanpa pamit.


"Kalian lama sekali,kemana saja!?"Tanya Mariam sambil meraih tangan Satria.


"Satria beli dulu banyak makanan dan mainan Mi,nih!"Jawab Satria sambil menyodorkan banyak kantong kresek.


"Tadi siapa Kak?!"Tanya Juna sambil melihat ke arah pergi nya pria yang tadi.


"Gak tahu tuh! Nih uang 10 juta, katanya buat ganti mobil kamu tuh kena gores!"Kata Mariam sambil menyodorkan uang dan menunjuk ke arah mobil yang kena gores sedikit.


"Oh, sedikit juga!Simpan aja Kak uang nya buat Kakak!"Jawab Juna cuek.


Mereka pun segera pulang karena hari sudah semakin sore.


***


Acara anniversary pernikahan Juna dan Fatimah dihadiri banyak tamu undangan.


Juna sengaja mengundang semua rekan dan kerabat nya karena sekaligus ingin mengadakan tasyakuran karena Fatimah akhirnya hamil juga, Dia ingin membagikan kabar bahagia tersebut tepat di acara anniversary pernikahan mereka.


Terlihat Sarah juga datang mengapit tangan Wira.


"Assalamualaikum Mar!Kamu apa kabar,lama juga ya kita tak bertemu!"Sapa Sarah sambil mencium pipi kanan dan kirinya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam,Sar! Alhamdulillah, kabar baik,kamu gimana?Ayah kamu sudah sehat di kampung?!"Mariam balik bertanya.


Memang sudah hampir sebulan ini Sarah mengurus dulu Ayahnya yang tengah sakit di kampung,dan beberapa hari ini Ia baru kembali.


Mariam dan Sarah asyik berbincang di tengah berlangsung nya acara, sedangkan Satria terlihat menempel kepada Wira.


"Bagaimana dengan Wira Sar!Apa ingatan sudah kembali pulih,kata Juna di kantor pun Dia harus beradaptasi ulang,dia seperti orang baru tapi tetap orang yang sama, bagaimana perlakuan nya sama kamu sekarang?!"Tanya Mariam ingin memastikan kalau pernikahan sahabat nya itu baik baik saja paska Wira hilang ingatan.


Sarah membuang nafas nya kasar.


"Yah, begitulah,Mar!Aku yakin Mas Wira memaksakan diri untuk kembali mencintaiku, rumah tangga ku terasa hambar Mar, kini Dia dingin dan cuek, tak seperti dulu selalu hangat dan sayang padaku!"


Ucap Sarah begitu lirih,Dia memandang Wira yang sedang berbaur dengan tamu yang lain sambil menggendong Satria.


Dalam batin nya ia merasa miris dengan dirinya sendiri, sampai saat ini Ia belum mampu memberi Wira seorang Anak.


"Yang sabar Sar! Allah pasti lebih tahu yang terbaik untuk kalian!"Kata Mariam memberi kekuatan kepada Sahabat nya sambil menggenggam tangan nya.


"Aku tidak tahu sejak kapan mereka menjadi dekat, Satria merasa Wira adalah Papahnya kini, tapi mereka hanya bertemu saat Satria berada di sekolah aja kok!"


Mariam seakan menjawab isi pikiran Sarah yang tengah berkecamuk.


"Nggak apa-apa kok Mar,Aku seneng mereka dekat, setidaknya Mas Wira merasa ada teman, karena hanya nama kamu dan Satria yang Dia ingat setelah kecelakaan itu!"Jawab Sarah berusaha sebijak mungkin, meski dalam hatinya ada berbagai rasa ketakutan yang seharusnya tak boleh terjadi.


Terlihat Juna memberikan sambutan di atas panggung,dan semua hadiah terdengar bertepuk tangan meriah setelah Ia memberitahukan tentang kehamilan Fatimah.


Mariam dan Sarah ikut berdiri bertepuk tangan, satu persatu tamu undangan memberikan selamat, mereka seakan merasakan kebahagiaan yang Juna dan Fatimah alami saat ini.


"Sarah,Apa kamu dan Mas Wira mu itu sudah berkonsultasi ke dokter? coba kamu tanya sama Fat dan Juna deh,ke dokter mana mereka berobat, soalnya kata dokter disini,Juna itu sempat dikatakan sulit untuk membuahi,tapi Alhamdulillah atas kehendak Allah dengan doa dan ikhtiar Fat akhirnya bisa hamil juga!"Kata Mariam mencoba memberi saran.


Sarah malah menunduk dalam diam, matanya berkaca-kaca,ada sesuatu yang ia tahan.


"Aku di vonis kanker rahim Mar!"Ucap nya setengah berbisik.


Betapa tidak, ujian nya begitu berat.


Kini belum usai seakan Ia kehilangan Suami nya, karena meskipun Wira selamat dari kecelakaan itu, namun ingatan nya tak kunjung kembali,bagi Sarah sama saja Wira dengan menghilang meskipun jasadnya ada bersamanya.


"Sebenarnya Dia sudah tahu dari sebelum kecelakaan, tapi setelah kecelakaan itu sepertinya Dia lupa jika Aku sedang sakit sekarang.


Bahkan Mar,Dia tidak pernah menyentuh ku sejak Dia hilang ingatan!"Akhirnya pecahlah tangisan Sarah saat itu,ia tak mampu menahan nya lagi.


Mariam membawa nya ke area dapur agar Sarah lebih leluasa menumpahkan isi hatinya,tak ada siapa siapa disitu.


"Aku minta maaf Mar,ada rasa iri saat melintas kedekatan Mas Wira dengan Satria, Mar Aku takut kehilangan Mas Wira!"Ucapnya parau, matanya yang berlinang air mata seakan mengatakan jangan ambil suamiku, karena sesungguhnya Sarah menyembunyikan sebuah rahasia besar yang menyakitkan baginya.


Terkadang jika Wira sedang tidur dia sering mengigau berteriak memanggil nama Mariam.


Akan Sarah simpan saja rasa sakit itu untuk dirinya sendiri, jujur ada rasa takut jika Wira kembali lagi kepada Sahabatnya, Mariam.


Tak ada lagi cinta terpancar di mata Wira untuk dirinya, meskipun Wira masih memperlakukan nya dengan baik, tapi Sarah tahu itu karena terpaksa saja,Wira tak ingin menyakiti Sarah.


Mariam memeluk Sarah untuk menenangkan nya.


"Aku ambilkan minuman ya?!"Kata Mariam, disambut anggukan dari Sarah.


"Kita kembali lagi ke dalam!"Ucap Sarah sambil menghapus air matanya.


Mereka punya ikut bergabung kembali dengan para tamu yang sedang beramah-tamah.

__ADS_1


"Senang bertemu lagi dengan mu, Nona!"


Sapa seseorang saat Mariam hendak mengambil minuman untuk Sarah.


Tak sengaja tangan mereka bersentuhan sedikit, Orang itu mengambil gelas yang sama dengan gelas yang Mariam hendak ambil.


"Masih banyak gelas yang lain kenapa Anda mengambil gelas yang saya ambil!"Kata Mariam kesal, ternyata pria yang sama yang Ia temui saat diparkiran tadi, Pria yang sudah menolong nya.


"Mungkin kita jodoh,kita satu hati ingin mengambil gelas ini, ambil lah,Aku mengalah untuk Anda Nona!"Ucap Pria itu dengan nada rayuan gombal nya.


Mariam mendelik sebal.


Dia mengambil dua gelas lalu ingin segera menjauh dari Pria yang sengaja menggoda nya.


Pria itu sepertinya sudah tahu jika Mariam seorang singlenya parent, apalagi ternyata Pria yang bersama nya tadi sore adalah adik iparnya yang juga adalah rekan kerjanya,Tuan Arjuna.


Ia sengaja menyuruh orang nya untuk mencari informasi tentang Mariam.


"Apa Anda melupakan sesuatu?!"Kata Pria itu seakan mencegah Mariam untuk tidak terburu buru meninggalkan nya.


Mariam ingat belum mengucapkan terima kasih kepada nya, setelah Dia menolong nya tadi.


Mariam mendengus lagi kesal,lalu berbalik lagi,


"Terimakasih sudah menolong Saya tadi,Tuan!"Kata Mariam setengah terpaksa,Dia merengkuh kan badannya sedikit.


"Hanya kata maaf saja?! Kalau Aku tidak menolongmu,Kamu harus keluar uang 500 juta tadi,dan sepertinya Pria tua itu hendak melecehkan kamu jika saja Aku tidak datang tepat waktu!"Pria itu sengaja ingin memeras Mariam.


"Maksud Anda apa,ingin ganti rugi juga,berapa?!"Mariam mulai gerah menghadapi Pria tersebut.


"Tidak, bukan masalah uang?!Aku minta nomor ponsel mu saja!boleh dong!"Kata Pria itu sambil terus mendekati Mariam.


"Mar! Satria minta ke toilet!"Tiba tiba Wira datang, matanya penuh selidik terhadap Pria itu, dia sengaja datang menghampiri Mariam karena tak sengaja matanya menangkap Mariam sedang di dekati seseorang yang asing.


"Siapa lagi dia?!"Batin Pria itu, apalagi ada tatapan aneh terhadap nya.


"Satria nya dimana?!"


Tanya Mariam sambil melihat sekeliling mencari sosok puteranya.


"Eng,,,di,,,disana!"Jawab Wira ragu, sebenarnya Dia hanya berbohong saja,agar Mariam segera meninggalkan Pria itu.


"Kalian disini?!Udah pada makan belum!?! Wir, kenalkan ini rekan kerja kita yang baru!Mr.Keenan Kim, Dia baru kembali dari England dan sekarang menjadi CEO di perusahaan THE KIM Group,Tuan Wira ini adalah Wakil ku, Mr. Ken, dan ini adalah sekertaris baru ku,Miss Mariam Dia juga adalah Kakak ku sendiri!"


Kata Juna yang datang menghampiri Ke area pantry.


Pria yang ternyata sering disapa Ken itu mengangguk ngangguk sambil menyalami Wira juga juga Mariam, namun Mariam menghindari tangan Pria tersebut dan hanya mengangguk saja.


"Tuan Juna, sebagai hadiah anniversary pernikahan Anda dan Istri,Saya hadiah kan sebuah mobil sport untuk Anda, besok akan saya langsung kirim ke perusahaan Anda!"Kata Mr.Ken ,ia begitu royal kepada partner nya saja.


"Wow, sungguh Fantastis Mr.Ken, Thank You so much!"Kata Juna sambil memeluk Mr.Ken,ia sangat senang dengan hadiah luar biasa itu.


"You welcome,Tuan Juna, itu bukan apa apa!"


Kata Mr.Ken,namun matanya malah mengamati Mariam yang terlihat mencari sesuatu.


Sedangkan Wira terlihat tidak menyukainya.


"Oke,Mr.Ken,jika ada sesuatu Anda bisa menghubungi Miss.Mariam, Dia akan mengurus segala nya!"Kata Juna sambil pamit untuk menemui tamu yang lain.

__ADS_1


Tentu saja karena pekerjaan, Mariam terpaksa memberikan nomor ponsel nya, meskipun Ia sangat tidak rela, namun apa boleh buat.


Mariam segera berlalu untuk mencari Satria ke toilet,diam diam Wira mengikuti nya, tanpa Dia sadari, sepasang mata mengekorinya penuh rasa was was.


__ADS_2