
"Lo beneran udah insyaf emang?!hahaha gue ngerasa gak yakin aja gitu ,secara Lo berubah begitu drastis!pertama kali Lo ketemu sama cewek aneh itu Lo bilang cuma pengen nyenengin ortu Lo,karena takut semua warisan dihibahkan ke yayasan,nah sekarang kayak nya Lo ngebet banget pengen cepet cepet ngawinin dia!pasti Lo udah jatuh cinta kan sama tuh cewek!?"
Ucap salah seorang pria, teman nongkrong Ken yang berambut pirang.
Ken kini tengah nongkrong bersama ke tiga temannya di sebuah kafe,alih alih di club' yang biasanya hampir tiap weekend mereka kunjungi.
"Bener tuh kata si Aldo,sekarang aja Lo diajak nongkrong susah,apalagi entar kalo udah kawin,gue juga yakin Lo pasti udah kena pelet tuh cewek yang sok alim!"imbuh teman nya yang lain.
Ken hanya diam saja sambil meneguk minumannya.
"Gue berani bertaruh deh,dia bakalan bucin sama tuh cewek!Hahaha,iya kan Ken,gue berani lepas moge gue buat Lo Ken!"tambah Julian,seorang dokter muda yang baru lulus dari luar negeri.
Ken menaruh gelasnya dengan kasar.
"Gue harus baik sama dia sekarang!Gue ingin menghancurkan kesombongannya,nanti setelah gue berhasil nikahin tuh cewek,biar dia tahu rasa akibat udah berani nolak Gue,lagian Gue juga penasaran seberapa hebat sih dia,nyokap bokap Gue yakin dia bakalan bisa membuat Gue berubah!"Kata Ken dengan kesombongan nya yang tidak pernah luntur.
"Gue pikir Lo udah beneran bucin sama dia,kalo Lo hanya punya niat buat nyakitin dia ,sebaiknya Lo mundur aja deh,biar Gue yang maju buat dapetin dia!cewek kayak dia unlimited ,Bro!gak pantes dapetin cowok brengsek kaya Lo!"Julian mendadak serius dengan ucapan nya.
Mata Ken membelalak tanda tak suka,tapi ia masih menahan diri.
"Kayak yang Lo pernah ketemu aja Jul!Si Ken mah iya pernah lihat wajahnya yang katanya bak bidadari itu,iya gak Ken?!"Kata David.
"Gue pernah ketemu dia saat Juna ngadain pesta,gue langsung terpesona padanya pada pandangan pertama,tapi gue mundur begitu tahu ternyata Mariam adalah gebetan nya Ken,Gue tambah kesengsrem sama Mariam ketika dia memeriksakan Anaknya sama Gue,dan sekarang Gue semakin berani buat ngerebut Mariam dari Lo,Ken!setelah Gue tahu Lo hanya mau mainin dia aja!"Jawab Julian dengan tegas.
Ken naik pitam,dia terlihat begitu marah kepada Julian,Ia langsung berdiri dan mencengkram baju Julian dengan kasar.
"Lo jangan pernah bermimpi buat dapetin apa yang seharusnya menjadi milik Gue!menjauh darinya atau Lo bakalan berhadapan sama Gue!ngerti Lo!"
"Kita lihat saja nanti!siapa yang lebih pantes mendapatkan Mariam!Gue gak bakalan biarin Cowok kayak Lo menyakiti dia!"Julian tak mau kalah,dia membuat Ken semakin meradang.
"Lo jangan ikut campur ke dalam urusan pribadi Gue sama dia!Lo mau gue habisin sekarang juga!Huh!"
"Gue gak takut sama Lo!urusan Lo sama Dara gimana?!ngurus satu bocah aja Lo gak mampu!malah sok sok an mau dapetin Cewek yang seharusnya Lo ngaca,pantes gak Lo dapetin dia!"mereka semua tak pernah menyangka Julian akan seberani itu.
Suasana yang tadinya penuh keakraban berubah menjadi begitu tegang,pengunjung kafe yang lain sampai memperhatikan mereka ,takut ada keributan,David segera melerai keduanya.
"Ken!Tahan Ken!jangan buat keributan disini!pengunjung kafe Gue bisa pada kabur kalau begini!sebaiknya Lo pulang deh!Gue tahu Lo lagi banyak masalah!Dan Lo Jul!Lo apa apaan sih cari ribut sama teman sendiri!mending kalian pada pulang sana!"
Tegas David sambil memegang lengan Ken yang sudah siap menonjok Julian.
__ADS_1
Ken yang kesal menghempaskan tangan David,dengan penuh amarah dan matanya yang merah menyala ia pergi meninggalkan teman teman nya.
"Lo gila Jul!sejak kapan Lo berani nikung teman sendiri?!"Kata Romi dengan sedikit kesal,ia tak menyangka jika Julian punya perasaan yang sama dengan Ken terhadap satu perempuan.
Mereka tak ingin persahabatan mereka hancur hanya karena seorang perempuan.
"Dia begitu istimewa Rom,dan Gue gak rela jika Ken menyia nyiakan nya begitu saja!"
"Tapi bukan berarti Lo harus menjadi pagar makan tanaman Jul! persahabatan kita jadi taruhan nya!"Tambah David mencoba menasehati Julian.
"Kalian gak pernah merasakan saja bagaimana rasanya jatuh cinta pada wanita yang bukan seharusnya, pokoknya sampai kapan pun aku akan terus memperjuangkan nya, sampai dia berada di tangan yang tepat!"
merasa tidak ada yang memihak nya, Julian pun pergi meninggalkan Romi dan David dengan penuh kekesalan, mereka memang mengakuinya, diantara mereka hanya Julian lah yang tak pernah bertingkah macam macam sejak dulu,dia kaya, tampan, pintar dan baik hati.
...****************...
Keenan menyetir mobil nya dengan kemarahan terhadap Julian,dia marah kenapa Julian berani sekali menantang nya kali ini,selama ini diantara mereka belum pernah terjadi pertikaian apalagi soal perempuan, dalam hal apapun biasanya Julian lah yang sering mengalah diantara teman temannya itu.
"Ckk!sialan!Seperti nya si Jul serius dengan ucapan nya mengenai Mariam!Aku harus sesegera mungkin bertindak sebelum keduluan oleh nya! tapi bagaimana! bahkan perempuan sombong itu berniat untuk tidak melanjutkan hubungan ini dengan ku!Arghh!pusing sekali Aku!"
Umpat Ken sambil memukul setir yang sedang ia pegang.
Tangan Ken yang sedang memegang kemudi gemetaran , dia terlihat cemas dan panik,satu tangan nya memegang kepalanya yang agak terasa pening,ini tak beres!
Trauma masa lalunya kambuh jika ia mengemudi dalam hujan, kejadian saat ia menabrak mobil milik orang tua Dara kembali menghantui nya, sampai saat ini dia belum bisa memaafkan diri nya sendiri gara gara kejadian menakutkan waktu itu.
Ken segera menepi untuk berhenti sejenak,ia ingin menenangkan perasaan nya dulu.
Diambilnya obat penenang yang selalu ia bawa kemanapun.
Dia pun memasukkan satu pil itu ke dalam mulutnya kemudian merebahkan kepalanya,ia berusaha mengendalikan dirinya.
Tiba-tiba saja matanya tertuju ke seberang jalan,disana terlihat sebuah mobil berhenti sama seperti mobilnya,namu tiba-tiba terlihat seseorang keluar dari mobil tersebut dan memeriksa bagian mesin nya, sepertinya mobil itu mogok.
Ken menelisik sosok di tengah guyuran hujan itu dan seperti nya dia sedang dalam kesulitan,dia seperti seseorang yang dia kenal, begitu Ken yakin siapa sebenarnya dia,Ken segera bangkit dan mengambil payung miliknya,lalu ia pun turun menghampiri mobil yang mogok itu.
...----------------...
Hari ini terasa begitu berat bagi Mariam, ujian begitu datang bertubi-tubi, sejak kepergian Satria ke pesantren, hidupnya terasa begitu sepi,Ia merasa tak memiliki teman hanya sekedar tempat untuk saling bertukar pikiran,Bi Ntin memutuskan resign menjadi Art di rumah nya karena sudah sakit sakitan,ia pun tak dapat menghentikan nya.
__ADS_1
Tak hanya itu,siang ini Mariam pergi untuk memenuhi undangan dari Sarah dan Wira, mereka mengadakan acara syukuran karena akhirnya Sarah sembuh dari sakit nya, begitu juga Wira.
Di sana Sarah yang berubah menjadi sosok yang berbeda kini,mengatakan hal yang kurang mengenakan tentang Mariam,dan tanpa sengaja Mariam mendengar nya.
"Mas , selama kamu bekerja satu kantor dengan Mariam, rasanya Aku tidak akan merasa tenang!kamu gak bisa cari kerja ditempat lain?atau membangun perusahaan baru misalnya,uang kita sudah lebih dari cukup!Aku gak mau kamu selalu berdekatan dengan nya!"Kata Sarah setelah acara hampir selesai dan para tamu undangan sudah pada bubar, sedangkan Mariam baru selesai dari toilet tanpa disadari Sarah dan Wira, Mariam mendengar semua nya.
"Mariam kerja sama Juna Sar,Aku dan dia bahkan jarang bertegur sapa! Stop Sarah,kamu jangan begini, Mariam pasti akan kecewa jika teman nya sendiri tidak mempercayai nya,!"
Kaya Wira sambil mengelus lembut punggung jemari tangan Sarah.
"Tapi aku tetap tidak merasa nyaman mas! Sebaiknya kita kembali ke luar kota lagi aja!"Sarah tetap pada pendiriannya.
"Gak bisa Sar! Almarhum Bima sudah mempercayakan agar aku membantu perusahaan dan juga menjaga Satria!"Jawab Wira.
"Selalu saja alasan kamu seperti itu!Aku gak suka kamu selalu mengutamakan dia dibandingkan Aku!"kecemburuan Sarah semakin menjadi.
"Sar!kok kamu jadi begini sih!?"Wira mulai kesal.
Mariam akhirnya muncul menghampiri mereka.
"Kamu gak usah khawatir Sar!Aku yang akan berhenti membantu Juna di perusahaan!"Kata Mariam tiba tiba.
Sarah dan Wira sangat terkejut, ternyata Mariam mendengar semuanya.
"Mar,Aku,,,"ucap Sarah merasa tak enak.
"Gak apa apa Sar!Aku ngerti kok perasaan kamu,Aku gak tahu apa yang membuat kamu memiliki pikiran seperti itu terhadap Aku, padahal Aku gak mungkin mengambil Wira dari kamu,Aku adalah sahabat kamu,Sar,dan kini kamu adalah satu satunya teman yang aku miliki,tapi ternyata kamu sudah berubah tentang Aku,Aku benar benar minta maaf jika pernah menyinggung kamu!Aku permisi Sar! Assalamualaikum!"
Mariam merasa kecewa,kini Sarah benar benar sudah berubah.
"Mar,,,Aku tidak bermaksud seperti itu,Mar!"Teriak Sarah sambil mengejar langkah Mariam yang terburu buru masuk ke dalam mobilnya lalu ia pun segera pergi dari kediaman Sarah.
Perasaan Mariam benar benar merasa kalut, sekitar orang meninggalkan nya kini ,Umi nya,,Bima,Satria,Bi Ntin, bahkan kini Sarah.
Dan kini tiba tiba mobilnya berhenti ditengah jalan, seperti nya ada masalah dengan mesinnya.
Di tengah guyuran hujan,ia memaksakan diri untuk turun, berpura-pura mengecek bagian mesin mobilnya, padahal ia ingin menangis sekencang-kencangnya,di bawah hujan yang deras air matanya pun akhirnya tumpah.
Tiba tiba muncul sesosok yang memayunginya, terlihat bayangan seseorang berdiri tepat di belakang nya, perlahan ia memutar tubuhnya ke belakang dan sungguh ia terkejut melihat seseorang yang tengah menatapnya dengan tatapan sendu.
__ADS_1