
"Brakk!!"
Sofi membuka pintu ruangan Wira dengan kasar,Wira sedang menandatangi dokumen penting yang disodorkan Doni.
"Kamu tuh kebiasaan banget deh,Sof!bisa gak sih kalau masuk ruangan ku itu ketuk pintu dulu?!"Kata Wira sambil sibuk tanda tangan.
"Memang nya kenapa?aku kan istrinya Big Boss,jadi aku berhak dong masuk kesini,cari kamu,kapan pun aku mau!"Jawab Sofi santai, lalu Sofi duduk dipangkuan Wira.
"Sof , ini kantor!kamu jangan seenaknya kayak gini,aku lagi sibuk banget nih!!"Kata Wira sambil menghindar.
Doni yang malu sendiri melihat kelakuan Sofi langsung undur diri.
"Sebentar lagi Anda ada meeting penting dengan para investor,Boss!"
"Aku juga akan segera pergi!Aku ada syuting di acara talk show pagi ini!"Jawab Sofi sambil melotot ke arah Doni,dia tahu Doni berusaha mengusir nya.
Doni pun keluar ,dia menggeleng kan kepalanya setelah berada di luar ruangan bos nya.
"Dasar si tukang huru hara!"Gumam Doni.
"Sayang, Aku mau ganti mobil baru!Kamu beliin,ya?!Aku pengen yang ini keluaram terbaru, harga nya murah kok,cuma 5 M!"
rengek Sofi sambil tak berhenti bergelayut di pangkuan Wira.
"Please Sof!! menyingkir lah?Aku sedang kerja,dan kamu sudah mengganggu ku!"
Kata Wira sambil menghempaskan tubuh Sofi agar berdiri.
"Kamu tuh kenapa sih?! Biasanya juga kamu senang aku gangguin, sekarang malah aku di usir usir Mulu!Kamu tuh ya,udah gak sayang lagi sama Aku, semenjak ada perempuan itu!"
"Apaan sih! Gak usah bawa bawa orang lain segala! kamu janji akan berubah,mana buktinya!"Teriak Wira.
"Aku adalah Aku dan aku bukan lah dia!jangan bandingkan aku dengan siapa pun,aku adalah Sofia,artis terkenal, cantik, seksi dan berkelas, tidak seperti dia yang Culun dan kampungan!"
"Bagus!! berarti seharusnya kamu harus bisa menjaga image kamu sebagai publik figur!Aku tak ingin berdebat, biarkan aku bekerja dengan tenang!"Kata Wira.
"Don!! Antar Bu Sofi keluar!"
"Bentar dulu sayang! Gimana dengan mobil baru ku!?"rengek Sofi masih menggelayuti tangan Wira.
"Mobil baru kamu yang kemarin masih juga belum setahun,di garasi juga masih banyak koleksi koleksi mobil yang lain, sorry! kali ini tidak, Sofi!!"Jawab Wira sambil mendorong badan Sofi agar segera keluar dari ruangan nya.
"Blugh!!"
Wira menutup pintu ruangan nya dan meninggalkan Sofi begitu saja di luar pintu.
"Sial!!Kamu sudah benar benar berubah Wiranata!"Sofi begitu kesal lalu ia pun segera berangkat untuk melakukan syuting.
**
"Benar benar Gila!!dia sudah sulit aku kendalikan!"Kata Sofi menggerutu di dalam mobilnya,dia mengungkapkan kekesalannya kepada Manager nya.
"Kenapa lagi sih Lo?!"Tanya Mario sambil memainkan ponselnya.
"Sepertinya Wira sudah gak sayang lagi sama gue,! biasanya gue minta aja dia kasih!eh sekarang,gue minta ganti mobil dia menolak gue mentah mentah!Lo tau?! semalam gue godain dia habis habisan, kayak nya udah gak nafsu sama gue! pokoknya Lo harus bantuin gue,gimana caranya agar Wira bertekuk lutut lagi dihadapan gue!!"Kata Sofi dengan berapi-api.
"Biarin aja dulu,Kan Lo yang mau anak itu doang,jadi ya sabar aja Non, setelah anak itu lahir,baru kita hempaskan perempuan itu!"Jawab Mario tak kalah sadisnya.
"Tapi sepertinya Wira sudah jatuh cinta sama dia, Mario,sebel deh gue!"
"Ya bodo amat lah Sof,Lo kan cuma mau pulus nya si Wira doang!ntar juga Cewek itu mampus, Si Wira pasti balik lagi sama Lo, kok!!"
__ADS_1
"Iya ,,sih! tapi gue gedek banget Mario!Gue pengen banget mobil keluaran terbaru itu,ntar gue keduluan lagi sama saingan Gue!"
"Mau Gue atur janji sama pengusaha tambang emas yang kemarin itu?!dia nanyain Lo terus lho!"Kata Mario.
"Boleh juga ,,asal aman aja,gue gak mau Wira sampai tahu!"
"Serius Lo?!Sipp pokoknya Aman!!Asal Lo ngerti aja, bagian gue harus nambah!"
"Iya deh iya!!mumpung gue lagi laku,bodo amat!!"Jawab Sofi,dia tak lagi memikirkan konsekuensi dari apa yang dia lakukan sejauh ini.
****
"Bi Iyam pengen bakso deh!!boleh gak kalau Bibi beliin ke bawah, kayak nya Iyam lihat ada kedai bakso deh deket deket sini!"
"Boleh,Non!sekalian Bibi Mau belanja keperluan dapur yang udah mau abis di supermarket,Non mau ikut?"
"Emmm,,,boleh deh,Ayo Bi!sumpek juga pengen jalan-jalan!Eh ntar dulu Bi, Iyam minta izin dulu sama A Wira."
Setelah mendapat izin dari suaminya,
Mereka pun turun dari apartemen untuk sekedar berjalan jalan sore.
Saat mereka berjalan hendak keluar,dari kejauhan mereka melihat sosok yang seperti nya mereka kenal.
Sofi,,
Mereka melihat Sofi sedang berjalan bergandengan dengan seorang pria paruh baya.
Mereka terlihat begitu mesra.
Mariam menarik Bi Inah untuk bersembunyi dibalik dinding.
"Sutt!"
Bi Inah terlihat sangat terkejut melihat Nyonya nya yang sedang masuk ke dalam apartemen bersama pria lain, mesra lagi!
Bi Inah mengeluarkan ponsel nya, lalu memotret Sofi diam diam.
"Siapa Pria itu Non?!"Kata Bi Inah setelah Sofi menghilang di balik Lift.
"Gak tahu Bi,mungkin rekan kerjanya!"Mariam berusaha berpikir positif.
Bi Inah terlihat memencet tombol ponsel nya, sepertinya dia mau melapor kepada Wira.
"Bibi mau apa?!"
Tanya Mariam.
"Mau bilang sama Den Wira!"
"Jangan dulu Bi,kita harus jelas dulu siapa pria itu, takut nya kita memberikan berita yang salah lagi!"Kata Mariam sambil mengambil ponsel Bi Inah dan mematikan nya.
"Iya deh Non!"
Kemudian mereka melanjutkan mencari kedai Bakso dan mereka jajan disana.
Lalu mereka pun berbelanja berbagai kebutuhan pribadi dan untuk kebutuhan dapur.
Sebenarnya pikiran Mariam terganggu setelah melihat Sofi tadi.
Mariam penasaran siapa pria itu dan bagaimana jika Wira tahu.
__ADS_1
Begitu juga Bi Inah dia jadi merasa serba salah,mau melapor bagaimana, tidak melapor juga bagi.
"Kasihan Den Wira, nyonya Sofi Sudah mengkhianati nya,untung sekarang ada Non Mariam, tapi kasihan juga Non Mariam inibagaimana nasibnya nanti setelah melahirkan bayi nya!"Batin Bu Inah,sambil memandang Mariam dengan tatapan iba.
"Kenapa Bi?!Kok melihat ku begitu banget?!"Tanya Mariam sambil menikmati Eskrim yang ia beli.
"Nggak Non,Bibi hanya berpikir bagaimana nasib Non setelah anak ini lahir Nanti, bagaimana juga nasib Den Wira,Nyonya Sofi berbeda jauh dengan Non, Bagaimana juga Nasib anak ini tanpa Non,Ya Allah Gusti!!"Kata Bi Inah sambil menangis.
" Bibi jangan nangis dong!Iyam kan jadi sedih,,!"Mariam pun akhirnya ikut menangis,mereka berdua saling berpelukan sambil menangis berdua.
***
"Teh,,Suami teteh kirim mobil ke rumah!mau disimpen Dimana coba?! terus siapa yang mau pake,kita kan bisa nyupir?!"Kata Fatimah,dia menelepon Mariam malam malam.
"Benarkah?!Ya Sudah biarkan saja!Kalau mau pakai,pakai saja, cobalah belajar nyupir kalau gak mau biarkan saja,nanti teteh ngomong ke Wira suruh diambil lagi!"
"Iya Teh,dia juga kirim perabot baru banyak banget!Aduh Kita mah seneng seneng aja sih, tapi teteh yang minta itu teh apa gimana? malu ih !"
Kata Fatimah.
"Nggak!Teteh mah gak tahu beneran, waktu rumah di renovasi juga teteh gak tahu,A Wira kirim motor juga gak tahu, bahkan saat kalian buka warung juga teteh gak tahu,itu mah inisiatif A Wira sendiri aja!"
"Oh gitu,ya Udah, karena udah kesini kita terima aja! Hehe!Dah teteh, Assalamu'alaikum!"
"Waalaikum salam!"
"Non!Ayo makan!"Teriak Bi Inah dari luar kamar nya.
"Iya Bi, bentar!"
Mariam pun keluar dari kamar nya dan duduk di meja makan.
"Den Wira pulang gak yah malam ini?!"Tanya Bi Inah sambil menata makanan di piring untuk Mariam.
"Gak tahu deh,Bi, Aku gak pernah tanya tanya dia mau pulang kemana,sedatang nya aja,kenapa bibi tumben nanyain dia?!"
Tanya Mariam penuh selidik.
"Ya,nggak Non,kalau Den Wira pulang,Non kan bisa tunggu dia pulang dulu,gitu!"
"Ah biarin aja Bi,dia juga pasti sudah makan di luar!"Jawab Wira.
"Assalamu'alaikum!"
Tiba tiba Wira sudah masuk aja, karena dia bawa sendiri kunci apartemen nya.
"Ohh,jadi gitu! Kamu gak suka kalau Aa pulang,ya udah Aa balik aja lagi deh,tapi pulang kemana ya,di rumah Sofi gak ada!"
Kata Wira pura pura cemberut.
"Jelas aja gak ada ,dia ada di sekitar sini den!"Batin Bi Inah.
Bi Inah segera pergi ke kamar nya, meninggalkan dua sejoli itu yang sebentar lagi akan bermesraan.
Bi Inah dilanda kegalauan yang luar biasa saat ini, apakah dia harus memberitahu Tuannya tentang apa yang dia lihat tadi sore tentang Istri pertama nya Sofi,atau diam saja seperti yang disarankan Mariam.
Dia terlihat terpaku di depan cucian piring dihadapan nya,bukan segera mencucinya,dia malah menatap nya saja, sambil melamun.
"Aduh!!Apa yang harus aku lakukan!Kasih tahu Den Wira Jangan ya?!"Bi Inah berbicara kepada dirinya sendiri.
"Kasih tahu apa Bi!?"
__ADS_1
Ternyata Wira ada di belakang nya dari tadi dan memperhatikan sikapnya yang aneh.