MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Pantang menyerah


__ADS_3

Gerimis melanda hati.


Mariam menatap rintik hujan dari balik jendela kamar nya.


Dingin nya angin malam ini terasa menusuk sampai sanubari,hatinya kini terbagi.


Separuh jiwa nya yang baru saja mulai menyukai sosok Bima yang hangat mengisi relung hatinya,namun separuh jiwa nya di masa lalu nya mulai bangkit kembali,rasa tidak terima karena kehilangan sosok sang Ayah yang ternyata Bima lah penyebab nya.


Tak perlu seperti ini, keimanan memang meyakuni jika semuanya adalah takdir,tapi hati tak dapat dipungkiri, biarkan lah rasa ini hilang dengan sendirinya.


Batin Mariam menerawang berkata pada dirinya sendiri.


Hujan semakin deras,bias embun terlihat menetes satu persatu di kaca jendela kamarnya.


"Tok tok tok!"


"Teh,di luar kak Bima menunggu teteh, kata nya dia ingin bertemu sebentar saja! Umi bilang sebaiknya temui dia dulu sebentar!"Teriak Fatimah dari luar Kamarnya.


"Suruh saja dia pergi, Teteh kurang enak badan!"Jawab Mariam tanpa membuka pintu kamar nya.


"Teh,dia sudah lama nunggu,Umi yang dari tadi nemenin dia!"Teriak Fatimah lagi.


"Teteh ngantuk, suruh dia pergi sekarang!"


Bentak Mariam kesal.


Tak ada lagi jawaban dari Fatimah, seperti nya dia sudah tidak ada lagi di depan pintu kamar Mariam.


"Kak,maaf!Teh Mariam nggak mau nemuin kakak, katanya dia ngantuk!"Kata Fatimah menemui lagi Bima yang sedang ditemani ngobrol oleh Umi.


"Biar Umi coba ngomong lagi sama dia!"Kata Umi sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Nggak usah Mi, nggak apa apa, lagipula ini sudah malam,Umi silahkan istirahat saja,saya nunggu Mariam di luar, siapa tahu ia berubah pikiran dan mau menemui saya!"Kata Bima sambil berdiri dari duduknya.


"Besok saja Nak Bima kesini lagi, biarkan Mariam berpikir sendiri dulu,Umi akan coba bicara sama Mariam, sekarang pulang lah dulu,Nak Bima pasti capek!"Umi Salamah bingung menghadapi Mariam yang tiba-tiba bersikap demikian, biasa dia orang yang paling sabar dan selalu menerima apapun kehendak Allah atas hidupnya.


"Iya, Umi, kalau begitu saya pamit dulu, Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Bima pun akhirnya keluar dari rumah Mariam,


tapi bukan nya pulang,dia malah berdiri di bawah guyuran air hujan di depan kamar Mariam.


Dia mengirim pesan lewat WA kepada Mariam.


"Assalamualaikum."


"Mar!Aku tahu kamu belum tidur,Aku akan tetap disini sampai kamu mau memaafkan ku!"


Pesan dari Bima terkirim tapi tidak centang biru.


Tanda nya Mariam tidak membaca pesan darinya.


Bima tidak putus asa,dia tetap bersikukuh menunggu Mariam agar mau menemuinya barang sebentar.


***


Tring


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Mariam,dan ternyata itu adalah Bima.


Meskipun Mariam tidak membuka WA nya tapi dia dapat membaca dari notifikasi yang masuk.


Mariam mengintip sedikit dari kaca jendela.


Benar saja, dia melihat sosok Bima di bawah guyuran air hujan yang lumayan deras.


"Apa yang dia lakukan?!lebay banget!"


Gerutu Mariam.


Mariam tak peduli,dia kembali berbaring di tempat tidur nya tanpa menghiraukan Bima sedikit pun.


Hari sudah semakin malam, namun Mariam tak dapat memejamkan matanya sedikit pun,dia Kembali teringat kepada Bima, pasti dia sudah pergi, pikir nya.

__ADS_1


Mariam kembali mengintip ke luar lewat jendela,


"Astaghfirullah, kenapa dia masih berdiri di situ?!mana hujan semakin deras lagi!"Gumam Mariam khawatir.


Mariam mulai bimbang,


apa sebaiknya dia keluar menemui Bima?


Tapi tidak usah,nanti juga dia semakin kedinginan dan pasti akan segera pergi.


Pikir Mariam,


dia mengurungkan niatnya untuk menemui Bima.


Mariam kembali duduk di tempat tidur nya.


Sebenarnya dia khawatir juga, takut Bima kenapa kenapa.


Tapi ego nya mengalahkan nuraninya.


Hingga akhirnya dia tertidur dan kembali terbangun saat adzan subuh berkumandang.


Terdengar suara ribut di luar,


Mariam baru saja selesai melaksanakan shalat subuh.


Mariam keluar dari kamar nya karena penasaran apa yang sedang terjadi.


"Apa kamu puas?!Umi tidak pernah mengajarkan mu untuk menjadi seorang pendendam!


Fat, segera telepon Ambulan,bawa Bima ke rumah sakit!biar umi yang menghubungi orang tua nya!"Umi Salamah terlihat panik begitu Rasyid menemukan tubuh Bima yang sudah tidak berdaya pingsan di luar rumah mereka.


Mariam belum Pernah melihat Uminya se marah itu kepada nya,dia melihat Tubuh Bima basah kuyup, wajah nya pucat karena kedinginan dan bibir nya agak membiru,dia sudah tak sadar kan diri.


Mariam tertegun menyesali perbuatannya, kenapa dia membiarkan Bima melakukan hal nekad seperti itu.


Bagaimana jika sesuatu terjadi kepada Bima?


Ya Allah ,dia tidak ingin kehilangan lagi orang dia cintai.


Semua orang terlihat panik, Irsyad datang karena Fatimah menelepon nya,tak lama Ambulance datang dan dengan segera membawa Bima ke rumah sakit.


Terburu buru Mariam ikut naik ke dalam mobil ambulance itu, sedang kan Umi , Fatimah dan Rasyid menyusul dari belakang menggunakan mobil Irsyad.


Dengan cemas Mariam menatap wajah Bima sambil berdoa sepanjang perjalanan ke rumah sakit,dia berharap Bima cepat bangun.


"Ya Allah, tolong jangan ambil dia sekarang,aku tidak bisa hidup tanpanya, biarkan aku hidup bahagia dengan nya, Amiin YRa!"


Doa Mariam di dalam hati, sepanjang perjalanan dia tak berhenti berdoa.


"Aku sudah memaafkan mu Bim!bangunlah!"Bisik Mariam yang duduk di sebelah Bima.


**


"Apa yang terjadi kepada anak ku?!"


Bu Liana terlihat cemas.


Umi Salamah mendekati Bu Liana dan menjelaskan semuanya.


Sedangkan Mariam terduduk di lantai sambil menangis,dia menunggu Dokter yang sedang memeriksa Bima keluar.


"Mariam?!"


Bu Liana memanggil Mariam sambil memegang pundak nya.


"Bu,, Maafkan Mariam, Mariam tak bermaksud menyakiti Bima,Hua Hua Hua!!Mariam tak ingin kehilangan Bima!"


Mariam menangis di pelukan Bu Liana.


"Sudah Sayang! kamu jangan menangis,Ibu tak menyalahkan kamu,Bima pasti baik baik saja!"Kata Bu Liana berusaha menenangkan Mariam.


"Seorang laki laki sudah biasa seperti itu demi cintanya,Aku juga dulu begitu untuk meyakinkan Liana, bahkan dulu aku sampai rela berhari hari menunggu di luar kepanasan dan kehujanan agar dia mau menemui ku!"Tambah Pak Danu, mereka terlihat biasa saja saat mendapat kabar Bima jatuh pingsan gara gara menunggu Mariam semalam diluar dan kehujanan.


"Iya,ya Pah,Mamah jadi ingat masa pacaran kita dulu,Bima itu persis banget sama kamu, pantang menyerah dan keras,,hahaha!"Bu Liana meledek Suami nya.

__ADS_1


"Tapi Papah dulu kuat, gak kayak Bima,baru segitu juga udah tumbang!Payah dia!"Pak Danu malah meledek Bima, membuat Mariam dan Ibunya tersenyum geli.


Sedangkan Irshad sudah pamit ketika Orangtuanya Bima datang karena ada meeting penting,dia juga harus mengantar kan Fatimah dan Rasyid pulang.


Tak lama Dokter pun keluar dari ruangan Bima.


"Bagaimana keadaan anak saya,Dok?!"Bu Liana langsung mendekati dokter itu.


"Dia sudah membaik sekarang, Ibu tenang saja, setelah istirahat yang cukup dan minum vitamin, kondisinya akan segera pulih.


"Apa boleh kami menemuinya?!"


Tanya Pak Danu.


"Silahkan pak,Saya permisi dulu!"


Mereka pun masuk menemui Bima yang masih tergolek lemah.


"Sayang, bagaimana kondisi mu sekarang?!"Bu Liana berhambur memeluk putera sulung nya itu.


"Mendingan,Mah,Aku gak apa apa kok!"Jawab Bima menenangkan Ibu nya.


"Payah kamu,baru segitu sudah tumbang,malu malu in!"ledek Papah nya.


"Pah!"


Tegur Bu Liana.


"Jangan dengerin Papah kamu,kamu harus cepet sembuh,dengerin apa kata Dokter ,hmm?!"


Bu Liana begitu perhatian dan khawatir akan keadaan putera nya itu,tak terlihat jika sebenarnya Bima adalah anak tirinya.


"Nak,kamu tidak apa apa kan?! Maafkan Umi yah, sudah membiarkan mu di luar semalaman,andai saja umi tahu kamu menunggu di luar,tentu umi tidak akan membiarkan mu melakukan hal seperti itu."


Kata Umi, sedangkan Mariam hanya berdiri di belakang Umi nya sambil melirik sedikit ke arah Bima.


"Tidak apa apa Umi,Bima yang harusnya minta maaf sudah membuat kalian khawatir!"Bima berkata kepada Umi tapi matanya melirik ke arah Mariam yang terlihat malu malu.


"Sebaiknya kita cari sarapan dulu,Mah!Bu,Ayo kita cari sarapan dulu!Ibu juga pasti belum sarapan kan?!Kita biarkan dulu mereka bicara!"Kata Pak Danu,dia sengaja mengajak istrinya dan Umi nya Mariam untuk keluar kamar rawat terlebih dahulu,agar Bima dan Mariam dapat bicara secara leluasa.


"Saya Ikut ,,!"Kata Mariam sambil memeluk tangan Uminya.


"Kalian bicaralah, selesai kan masalah antara kalian berdua,yah!"Ucap Bu Liana.


"Tapi Mariam gak nyaman jika harus bicara hanya berdua saja dengan yang bukan muhrim!"Jawab Mariam sambil terus menunduk.


"Kalian berdua keluar lah dulu,ada yang harus aku bicarakan dengan mereka berdua!"Kata Pak Danu kepada Istrinya nya dan kepada Umi nya Mariam.


Sekarang jadi Mariam dan Bima yang merasa deg deg an , mereka penasaran apa yang akan dikatakan oleh pak Danu.


Setelah kedua perempuan paruh baya itu keluar,Pak Danu mendekati tempat tidur Bima dan duduk di sisi ranjang.


"Kemarilah Nak!"


Pak Danu memanggil Mariam agar mendekat ke arah nya.


Dengan malu, perlahan Mariam mendekati Pak Danu dan berdiri disampingnya.


"Saya tahu kejadian malam itu sama sama menorehkan luka untuk kalian berdua,sebelum malam kejadian Bima diculik,Bima harus kehilangan Ibunya,dan saat Bima diculik, Mariam harus kehilangan Ayah nya karena berusaha menyelamatkan Bima.


Aku pun sama,aku harus kehilangan dua orang terdekat dalam hidup ku, seorang istri yang sangat aku cintai,juga seorang sahabat yang setia yang rela melakukan apapun untuk ku.


Kalian tahu bagaimana hubungan ku dengan Anwar? kami sudah dekat saat SMA,Kami sudah berjanji untuk saling menjaga,kamu lihat bekas luka ini?!"


kata Pak Danu sambil menunjuk kan bekas luka di betis nya.


"Sampai sekarang kaki ku tidak bisa berjalan normal,Kaki kiriku patah dan ada lagi bekas luka di pinggang dan lenganku.


Saat kamu berumur 4 tahun,kamu hampir terlindas truk dan aku berusaha mengambil mu dari tengah jalan dan akhirnya,brak! truk tersebut menghantam tubuhku.


Aku tidak bermaksud pamer atau meminta kamu membalas budi,bukan seperti itu,Aku hanya ingin kalian tahu,bahwa aku dan Anwar sudah berjanji akan saling menjaga juga menjaga kalian dan kami juga berjanji akan menikah kan kalian berdua jika sudah dewasa!"


Bersambung,,,


Please like nya yah,komen dan Vote ya🥰

__ADS_1


Tqyu All😘


__ADS_2