MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
The last wedding


__ADS_3

Glekk!


Keenan menelan saliva nya,dia langsung tegang begitu mendengar mahar yang Mariam minta.


"Apa?!Surat Ar Rahman?!Apa aku sanggup


menghapal nya?!"Batin Keenan begitu,ia menggaruk kepalanya meskipun tidak gatal.


"Bagaimana?Apa kamu sanggup?!Jika tidak sanggup juga tidak apa-apa,Kamu bisa mengganti nya dengan surat yang lain, atau cukup dengan seperangkat sholat aja, Aku gak apa apa kok, semampunya kamu saja!"Kata Mariam, sebenarnya dia hanya menguji Keenan saja,apa ia mampu menghafal surat Ar Rahman sampai akad mereka nanti.


"Sanggup kok sanggup!Aku akan berusaha menghafal surat Ar Rahman,aku cepat tanggap kok orang nya,kamu lihat saja nanti,aku akan membuktikan jika aku akan mampu menghafal nya dalam waktu singkat!"Jawab Keenan begitu percaya diri.


"Baguslah kalau begitu! tapi jangan maksain diri juga,jika kamu tidak sanggup,aku beneran gak apa apa!"


Keenan mengangguk sambil tersenyum miris,ia memang sedikit ragu, tapi dia yakin dia pasti bisa,demi menjadikan halal perempuan yang ia cintai selama ini.


"Kalau begitu ayo kita menemui Satrya, sudah lama juga Aku tidak bertemu dengan nya,dia juga pasti sudah kangen banget sama kamu!"Ucap Keenan.


Mariam hanya mengangguk tanda setuju.


...****************...


Sesampainya di sana, Satria yang memang sudah rindu kepada Ibunya itu langsung berhamburan memeluk Mariam,dia juga sangat senang dengan kedatangan Keenan, pria yang sudah ia anggap sebagai Papahnya sendiri itu memang selalu mampu mencuri hatinya, apalagi sekarang Satria melihat ada perbedaan dengan Ibunya setelah bertemu Keenan,dia terlihat lebih bahagia,itu yang terpenting baginya selama ini, kebahagiaan Ibunya adalah kebahagiaan baginya juga.


"Tria, kedatangan Om Ken kesini sebetulnya ada sesuatu yang ingin Om sampaikan!"Kata Keenan,dia sengaja mengajak Satria ngobrol berdua untuk bicara dari hati ke hati sebagai calon Ayah baru baginya.


"Ada apa Om emangnya?!Oh iya,kapan sih kalian akan menikah?! maksud Satria Om Keenan sama Umi nya Satri!?lebih cepat lebih baik Om, jangan terus di tunda tunda!"Kata Satria malah memulai pembicaraan yang ingin disampaikan oleh Keenan.


"Itulah yang ingin Om bicarakan sama kamu sekarang,Om sama Umi kamu berencana untuk segera menikah dalam waktu dekat,tadi sebelum kami kesini,kami sudah memilih perhiasan sebagai mas kawin, namun sebelum itu, tentu saja Om ingin meminta izin dulu sama Kamu, kamu gak keberatan kan,jika Om ingin menua dan hidup bahagia sama Umi kamu dan juga sama kamu Tria!?"Kata Keenan dengan penuh kepastian.


Satria tersenyum mendengar penuturan Keenan,tentu saja raut bahagia tersirat dari wajah cerah nya.


"Tentu saja Om, Satria bahkan sangat senang mendengar niat baik Om sama uminya Satria.


Satria yakin Om pasti bisa membuat kami bahagia, semoga semuanya lancar dan senantiasa berada dalam keridhoan Allah SWT ya ,Om?!"Ucap Satria dia sangat mendukung keputusan Ibunya untuk menikah lagi.

__ADS_1


"Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati Om, Tria!"


Kata Keenan dengan wajahnya yang penuh kecemasan.


"Apa om?!ada apa?! katakan sama Tria, mungkin Tria bisa membantu!"Kata Satria ikut merasa cemas.


"Ibu kamu meminta Om menghafal surat Ar Rahman dan membacanya nanti sebagai mahar pernikahan kami!Om cemas tak bisa menghafal nya, sebenarnya Ibu kamu juga tidak memaksa,tapi tentu saja Om ingin memberikan yang terbaik untuk Ibumu,apa kamu bisa membantu Om untuk menghafal nya!?"Jawab Keenan setengah berbisik.


"Ahahahha!Aku pikir apa!Om,om!Itu mah gampang! Surat Ar Rahman sangat mudah dihafal, dengan sering mendengar nya dengan di ulang ulang,lama kelamaan Om juga nanti pasti hafal,nih pakai! dengar kan terus!lalu nanti setelah hafal,Om setor sama Tria , secara online juga bisa!Ayo semangat Om,demi mendapatkan Umi!"Kata Satria sambil memasangkan earphone di telinga Keenan,dia memberikan MP3 yang ia biasa pakai untuk mendengarkan murojaah agar Keenan bisa mudah untuk menghafal surat Ar Rahman.


Keenan tersenyum,dia sangat terharu dengan sikap Satria yang begitu dewasa dan sudah mau menerima nya sebagai ayah sambung baginya.


Mereka berdua pun tos ,satu masalah akhirnya bisa terselesaikan.


Keenan kini bisa bernafas lega dan dia semakin percaya diri untuk maju ke pelaminan dengan memberi mahar surat Ar Rahman nanti untuk Mariam.


"Bagaimana kalau Minggu depan, lebih cepat lebih baik bukan,Abah yakin Nak Ken sudah tidak sabar untuk segera menghalalkan Nak Mariam,benar begitu bukan?!Kata Kiai Mus, setengah menggoda Keenan yang terlihat antusias dan bahagia dengan rencana pernikahan ini.


Keenan hanya tersenyum mesem,dia terlihat malu malu kucing sambil melirik ke arah Mariam yang duduk berjauhan dengan nya.


"Bagaimana jika pernikahan nya diadakan di pesantren saja,Apa kamu tidak keberatan,dan apakah Pak Kiai juga memberi Izin?!"


Kata Keenan mengutarakan pendapat nya yang datang tiba-tiba begitu saja dipikiran nya.


"Menurut Abah itu ide yang bagus,jika kedua belah pihak keluarga setuju, Abah tidak keberatan sama sekali, dari awal pesantren ini juga semua santri menjadi saksi hubungan kalian hingga akhirnya naik ke pelaminan,ini adalah sejarah dan Abah yakin pernikahan kalian akan senantiasa ada dalam ridho Allah SWT."Jawab Kiai Mus menyetujui pendapat Keenan kemudian doanya di Amini semua orang yang hadir.


"Bagaimana nak Mariam?!Atau mungkin memiliki keinginan yang berbeda?!"Tanya Umi Siti sambil menyentuh lembut bahu Mariam.


"Saya setuju setuju saja Umi, memang dari awal saya pun ingin menikah di pesantren saja , namun sepertinya Tuan Keenan malah mendahului pendapat saya !"Jawab Mariam sambil melirik ke arah Keenan yang ternyata sedang mencuri curi pandang ke arah nya.


"Wahh!kalian benar benar berjodoh ya! bahkan keinginan kalian pun sama, semoga kalian selalu bersama dan bahagia sampai ke Jannah kelak!"Goda Umi Siti di ikuti gelak tawa orang yang hadir diantara mereka serta meng amin kan doa' nya.


"Baiklah, semuanya sudah jelas sekarang,kalian akan melangsungkan pernikahan minggu depan, tepat sehari sebelum melaksanakan ibadah puasa,dan Abah harap semua orang bisa membantu acara ini sampai selesai agar berjalan lancar dan penuh khidmat,Nak Keenan, apakah kamu sudah menyiapkan mahar nya?!"Kata Kiai Mus diakhir pertemuan.


Keenan langsung gelagapan begitu ditanya tentang mahar yang akan ia berikan.

__ADS_1


"Satu Minggu lagi?! gila!apa aku akan sanggup menghafalkan surat Ar Rahman?!"Batin Keenan,ia begitu gugup setelah hari pernikahan nya sudah ditetapkan tanggal nya.


Dia takut tak dapat menghafal sampai akhir surat Ar Rahman yang akan dia bacakan nanti pas akad nikah .


"Nak,Nak Keenan!?Kok malah melamun!?"Kiai Mus membuyarkan lamunan Keenan.


"Ah ,i iya Pak kiai! sudah,mahar nya sudah saya siapkan!"Jawab Keenan dengan lantang hingga mengundang gelak tawa semua orang.


...****************...


Akhirnya tibalah hari bahagia yang dinanti nanti oleh semua orang.


Keenan nampak sudah bersiap sedari subuh dengan pakaian tuksedo berwarna putih yang ia kenakan.


Ia nampak begitu tampan dan gagah, namun ia terlihat sangat gugup,tak henti hentinya dari tadi ia mondar mandir sambil mulutnya berkomat kamit, sepertinya dia masih terus menghafal surat Ar Rahman.


"Sudah siap Ken?!Ayo kita berangkat, jangan sampai kita terlambat!"Tanya ibunya Keenan sambil merapikan kembali pakaian putera satu satunya itu.


Nyonya Glory begitu bahagia karena Anak kesayangan nya itu akhirnya menikah juga dengan seorang wanita idaman yang begitu ia dambakan.


Doa nya selama ini akhirnya terkabul juga, Keenan mendapatkan seseorang yang begitu cantik dan Sholeha seperti Mariam.


Semua orang terdekat Mariam dan Keenan hadir ke pernikahan Akbar itu, pesantren milik Kiai Mus sekaligus tempat Satria menimba ilmu di sulap begitu megah dengan aneka hiasan yang begitu indah, sederhana namun terlihat sangat elegan dan terhormat.


Sampai akad berlangsung, Mariam masih belum nampak di pelaminan.


Keenan masih belum selesai membaca surat Ar Rahman sebagai mahar yang ia berikan bersama seperangkat alat sholat juga satu set perhiasan yang ternyata bernilai fantastis.


Setelah selesai,dan semua saksi menyatakan jika akhirnya Keenan sudah sah memperistri Mariam, Keenan langsung sujud syukur dan berhambur memeluk Satria,dia begitu terharu hingga sampai ia menitikkan air mata bahagia.


"Alhamdulillah! Akhirnya Teteh menikah lagi,Fat doakan semoga kalian bisa sampai ke Jannah! Selamat ya Teh!"Ucap Fatimah memberi selamat sambil memeluk Kakaknya itu, diikuti saudaranya yang lain.


Suasana kebahagiaan begitu terpancar dari semua tamu yang hadir di sana, seakan semua nya ikut merasakan rasa indah yang dirasakan kedua mempelai.


Kehidupan baru , perjalanan baru yang akan diarungi Keenan dan Mariam menyimpan sejuta harapan dari semua pihak keluarga dan orang terdekat, semoga ini menjadi yang terakhir hingga ke Jannah, itulah doa yang terpanjat yang menjadi tumpuan dan asa yang terbesar bagi Mariam juga Keenan.

__ADS_1


__ADS_2