MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Rencana jahara


__ADS_3

Mariam terbangun ketika adzan subuh berkumandang.


Ia menggeliat sambil menguap,rasa kantuknya belum hilang, tubuhnya terasa remuk,lelah dan kesakitan.


"Hoammm!!Mimpi yang sangat indah!"Kaya Mariam Kepada dirinya sendiri.


Ia merentangkan tangan nya,namun tangan kirinya terasa menyentuh sesuatu,seperti kulit manusia,dia raba raba,


"eh,ada hidung nya,ini mulutnya,matanya,rambut!! Astagfirullah!!"


Ternyata Ia tidak bermimpi,benar benar ada Suaminya di tempat tidur nya dari semalam.


"Akhhhh!!!"


Mariam berteriak ketika ia sadar tubuhnya tidak memakai baju sehelai pun.


"Apaan sih,berisik!!"Kata Wira sambil menahan tawanya.


Akhirnya ia berhasil membobol gawang pertahanan Mariam.


"Ada apa nak?!"


Umi Salamah menggedor pintu kamar Mariam, diamau melaksanakan sholat subuh terkejut kenapa putri sulung nya itu berteriak teriak di subuh hari.


"Ti tidak ada Umi,ada kecoa!"Jawab Mariam Malu.


Mariam memukuli Wira menggunakan guling.


"A Wira kapan datang!Kok gak bilang bilang! terus apaan ini,kok aku gak gak pakai baju?!apa yang sudah kamu lakukan?!jangan bilang kalau semalam kamu sudah memperkosa ku ya!!"Kata Mariam sambil terus memukul Wira .


"Sutt! berisik tahu?!kamu gak malu kalau semua orang dengar?!"


kata Wira sambil membekap mulut Mariam.


"Masa kamu gak ingat!kamu sendiri yang menarik aku untuk naik ke ranjang!kamu yang bernafsu menciumku duluan,masa aku harus menolak!"Kata Wira sambil turun dari ranjang ,ia bersiap untuk mandi dan sholat.


"Jangan bohong kamu ya!"Kata Mariam sambil melempar Wira dengan bantal.


"Masa aku bohong!kalau gak percaya ya sudah!!"Wira tak sanggup lagi menahan tawanya,ia segera masuk ke kamar mandi.


"A,,!!A Wira ayo ke mesjid!!"Teriak Rasyid.


"Sebentar,,tunggu Aa ,Syid!!"Teriak Wira.


"Yaa cepat A,nanti keburu Qomat!"


Teriak Rasyid lagi.


Mariam masih termenung ditempat tidur sambil mengingat kejadian semalam.


Ya,, dia ingat semalam Wira datang lalu n


bilang


'Aku mencintai mu'


kemudian,,


"Akhhh!!Tidak tidak tidak!"


Teriak Mariam sambil geleng geleng kepala dan memegang kedua telinga nya.


"Buruan Siapkan baju buat ke mesjid,Aa sudah telat nih!"Kata Wira yang baru keluar dari kamar mandi.


Mariam hanya menunjuk pada baju yang sudah menggantung di pintu lemari.


Lalu ia pun masuk ke dalam kamar mandi.


Wira terkekeh geli melihat tingkah laku Mariam,dan ia pun berangkat ke mesjid bersama Rasyid.


Ponsel Wira dari tadi berdering terus, Mariam mengintipnya sedikit,ia hanya ingin tahu siapa yang menelepon Suaminya pagi pagi begini.

__ADS_1


"A,, Ponselnya bunyi terus tuh dari tadi!"Teriak Mariam dari dapur,dia sedang menyiapkan sarapan saat Wira baru pulang dari mesjid.


Wira terlihat sedang berbicara dengan seseorang lewat Ponsel nya,dan terlihat sangat serius.


"Sudah mau pergi lagi?Ayo sarapan dulu!"Kata Mariam sambil menata makanan di meja makan.


"Iya nih, pagi ini aku ada meeting dengan para investor pembangunan Mall baru,Doakan semoga semua nya lancar,ya!? semenjak hadirnya kamu dan anak kita ini,banyak proyek baru yang harus kutangani,,"Kata Wira sambil mencium tangan Mariam.


"Pagi pagi udah bucin aja,inget woyy,disini ada anak dibawah umur!dasar pengantin baru!"Goda Fatimah,ia sedang bersiap untuk pergi kuliah.


"Fatimah!!makan sambil duduk!"seru Umi memperingatkan Putri nya.


"iya mi,maaf!"


"Apa A Wira terburu buru?!"Tanya Mariam sambil menyuap makanan nya.


"setelah sarapan aku langsung berangkat, Kenapa?"


"Aku mau balik ke apartemen aja,boleh gak Umi?! Kasihan A Wira harus bolak balik ke sini, terlalu jauh, lagipula besok aku ada jadwal pemeriksaan kehamilan,Gimana menurut Aa?!"


"Seriusan?!kamu mau balik ke apartemen?!"Tanya Wira,dia terlihat senang.


"Iya A, lagipula di sana aku baru saja menanam beberapa tanaman,gak ada yang urus, kan kasian,nanti pada mati!"Kata Mariam.


"Lebih baik seperti itu,Nak ,Umi Sudah sembuh Kok, ikutlah lagi Suami mu,dia pasti senang!"Jawab Umi Salamah.


"Ya sudah,Aku siap siap dulu ya!"Kata Mariam,Wira pun mengangguk senang.


"Titip Teh Iyam ya ,Kakak ipar!jangan sampai dia menangis terus,banyak yang sudah dia korban kan demi untuk mempertahankan bayi itu! Fatimah berangkat ya Mi! Assalamu'alaikum!!"


Kata Fatimah sambil mengambil kunci motor lalu ia berangkat untuk kuliah.


"Maafkan Fatimah Ya,nak,dia memang seperti itu,judes dan galak."Kata Umi.


Wira hanya tersenyum sambil mengangguk.


Akhirnya Mariam pun memutuskan kembali ke Apartemen milik Wira,ia merasa kasihan kepada Suaminya itu jika harus terus bolak balik.


juga menerima jika suatu saat ia dilupakan.


****


"Bagaimana tindakan mu sekarang?!"Tanya Mario kepada Sofi yang sedang melihat foto foto Wira yang sedang bersama Mariam di rumah nya.


"Biarkan saja dulu perempuan itu menikmati hari hari bersama suamiku, sebelum waktunya tiba!"


"Maksud mu?!"Mario ingin tahu rencana Artisnya itu.


"Setelah anak itu lahir aku ingin kamu melenyapkan wanita itu untuk selamanya!"Jawab Sofi dengan mata berapi api.


"Wouw!!Aku tak menyangka kamu bisa sesadis itu!"Kata Mario sambil bertepuk tangan.


"Apapun akan ku lakukan demi mendapatkan segala yang dimiliki Wira,,,


Kau tahu?! sekarang aku harus berpura pura baik dihadapan nya,dan itu sangat menyebalkan!"


"Kau harus sedikit berkorban untuk mendapatkannya sesuatu yang besar bukan?!"


"Ya ya ya ya! Hahaha!"


Mereka berdua tertawa sambil menenggak minuman keras.


**


"Mas,,malam ini aku gak pulang ya,aku ada syuting di luar kota,mungkin besok baru selesai,,Maaf ya sayang!!!"


Sofi memberikan pesan singkat lewat WA.


"Selalu saja begitu!Sofi Sofi!apa benar kamu mampu merawat anak yang dikandung Mariam! Bahkan aku sendiri pun ragu ,,Ya Tuhan,apa yang harus aku lakukan?!"


Kata Wira sambil mengusap wajah nya dengan kasar.

__ADS_1


Dia tidak membalas pesan dari Sofi.


Sofi tak pernah berubah,dia hanya tidak pernah lagi mempermasalahkan jika Wira sedikit memperhatikan Mariam.


Sofi tahu jika Wira sering menemui Mariam di kampungnya,dia sengaja menyewa seorang mata mata untuk mengikuti Suami nya.


Sofi sudah membuat rencana besar untuk Mariam apabila dia sudah melahirkan bayinya.


Tentu saja ia tak akan membiarkan Mariam mengambil alih posisi nya sebagai Nyonya Wiranata,dan Sofi tak ingin kehilangan tambang emas nya.


**


Wira menuju apartemen miliknya dan ingin segera menemui Mariam.


Rasa penat nya langsung hilang ketika ia melihat sosok yang selalu membayangi pikiran nya akhir akhir ini.


Wira tersenyum bahagia dan langsung memeluk Mariam yang tengah melantunkan ayat suci Alquran di atas sajadah nya.


"Kamu belum tidur?!"Tanya Wira sambil meletakkan dagunya di atas bahu Mariam.


"Kenapa pulang kesini?! kemarin Aa sudah bersama ku,Aa harus bersikap adil kepada Teh Sofi."Kata Mariam sambil meletakkan Al-Qur'an di atas nakas.


Lalu ia membuka mukenanya.


"Dia tidak ada dirumah, lalu aku harus sama Bi Inah dirumah?!"Jawab Wira cemberut.


"Kamu tidak suka Aa datang?!"


"Bukan tidak suka! Tapi Iyam takut teh Sofi marah karena Aa jarang ada di rumah!"


"Dia yang jarang dirumah, lalu aku harus apa?!"Kata Wira sambil membuka jas nya dan membuka kancing kemejanya.


Mariam tersenyum.


"Tindakan seorang istri tergantung Suami nya,A,,jika Aa ingin teh Sofi menjadi istri yang baik buat A Wira, berarti tugas Aa untuk memperbaiki nya."Kata Mariam sambil mengumpulkan baju kotor Wira dan menyimpan nya di keranjang cucian.


"Mungkin sekarang sudah terlambat,memang aku yang salah, terlalu memanjakan dia dari awal kita menikah,dia jadi sulit dikendalikan."


Kata Wira sambil membuang nafasnya kasar.


"Tidak ada kata terlambat,A,berdoa sama Allah,hanya Dia yang mampu merubah hambanya agar jadi lebih baik!"


Mariam dengan senyuman nya yang hangat selalu membuat hati Wira teduh dan geregetan saat menatap nya.


Wira menarik tangan Mariam dan mendudukkan nya dipangkuan nya,


"Aku bersyukur kamu hadir disaat aku begitu membutuhkan pegangan,kadang aku berharap kamu hadir lebih awal,pasti hidup ku lebih baik dari dulu!"


Kata Wira sambil merangkul pinggang Mariam begitu erat.


"Aa mau mandi dulu,atau makan dulu?!Aku lapar A, kayaknya Dede bayi udah minta dikasih makan juga nih!!"


"Oke ,debay,ayo kita makan!"Kata Wira sambil mengelus perut Mariam yang sudah terlihat membesar.w


Mereka pun menuju meja makan dan Mariam makan dengan begitu lahap.


"Besok kamu jadwal periksa kandungan bukan?!Kalau Mamah yang anter ke rumah sakit,gak apa apa ya?!soalnya besok jadwal meeting ku padat banget,terus kemungkinan aku gak pulang,aku harus menghadiri acara pembukaan Mall baru bersama Sofi,kamu gak apa apa kan , Neng?!"


Kata Wira setelah mereka menghabiskan makanan nya.


Mariam hanya mengangguk dengan senyuman yang sedikit dipaksakan.


"Ya,gak apa apa,terus harus gimana lagi?!"Batin Mariam.


"Besok Mamah akan jemput kamu, bersenang senang lah dengan nya!dan satu lagi,aku akan mengajak Bi Inah pindah kesini,dia akan jaga in kamu,,


gak ada penolakan!Aku gak mau kamu terlalu lelah mengerjakan pekerjaan rumah sendiri!"Kata Wira lagi.


Mariam hanya manggut manggut saja ia berusaha tak membebani Wira dan mengikuti saja apapun keputusan nya.


Malam ini Mariam malas menggoda Wira,ia tidur lebih awal, entah kenapa hatinya agak kecewa setelah percakapan nya tadi di meja makan.

__ADS_1


Wira pun tertidur hanya memeluk Mariam dengan erat,ia tahu perasaan istri mudanya itu sedang badmood, tapi besok ia benar benar super sibuk tak bisa mengutamakan Mariam dulu.


__ADS_2