MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Dunia sedaun kelor


__ADS_3

"Brengsek!! kenapa kita bisa kecolongan!?"


Tuan Danu terlihat begitu murka setelah melihat bukti bukti kecurangan Wira terhadap perusahaan yang ditunjukkan oleh Bima.


"Papah terlalu baik kepada keluarga Wira, Papah nya Wira pun selalu memanfaatkan kebaikan Papah, papah nya aja yang gak nyadar!"Kata Bima.


Wajah Tuan Danu terlihat memerah menahan amarahnya kepada Wira, giginya gemeletuk dan kedua tangan nya mengepal,dia menggebrak meja makan lalu berdiri,dia pergi sambil menyalakan ponselnya dia berniat menelepon sahabat nya ,yaitu Papahnya Wira.


"Lalu bagaimana sekarang dengan perempuan yang bernama Mariam itu,Bim?!"Tanya Nyonya Liana ,dia menghawatirkan nasib Mariam yang malang.


"Sampai sekarang aku belum menemukan nya,aku sudah mengirimkan para pengawal ku untuk terus mencari nya!"Jawab Bima dengan wajah cemas.


"Pantas saja gak mau diganggu! pikiran nya ternyata sedang terganggu masalah cewek!"Ledek Arjuna.


Bima hanya memutar matanya dan mendelik ke arah adiknya.


"Mom!Aku mau ketemu sama temen temenku dulu ya!


Bang minta duit dong!"Kata Arjuna sambil menengadah kan tangan nya ke arah Bima.


"Tidak kalau untuk Dugem dan minum minum!Dan satu lagi,ini Indonesia bukan di LA,ganti penampilan mu itu,rambut kaya aromanis gitu, pakaian compang camping,kamu gak malu apa!"


Kata Bima sambil ngeloyor pergi.


"Yaelah,pelit amat sih Bos! Dasar kuno,ini penampilan ala ala artis korea gitu,Abang kan mantan selebriti juga,masa gak tahu sih!Mom,bagi uang dong!masa iya sih aku anak konglomerat tapi gak pegang uang,apa kata dunia?!"


Rayu Arjuna kepada Ibu nya.


**


Bima mendapati Papahnya yang sepertinya habis menelepon seseorang di ruang kerjanya.


"Papah gak usah cemas, semuanya sudah Bima tangani kok, Papah percaya aja sama Bima!"Kata Bima meyakinkan Papah nya bahwa dia bisa diandalkan.


"Papah nya Wira adalah sahabat Papah dari semasa SMA,papah gak nyangka aja dia dan anaknya malah menusuk papah dari belakang!"


Tuan Danu begitu terpukul mendapati sahabat nya sendiri bermain curang di belakang nya bahkan dia sudah menuduh putera melarikan istri Wira.


"Sudahlah Pah,kita jadikan saja pelajaran, kedepannya kita harus selalu hati hati meskipun itu adalah sahabat bahkan keluarga kita sendiri!"


Kata Bima berusaha menenangkan Papah nya.


Tuan Danu tersenyum sambil menatap putera nya dengan penuh rasa bangga.


Bima memang benar benar sudah pantas menjadi pewaris perusahaan nya.


"Papah bangga sama kamu, nak! gak sia sia Papah mengangkat kamu menjadi pimpinan perusahaan kini!"Tuan Danu memegang pundak putera nya penuh kebahagiaan.


"Bagaimana dengan perempuan bercadar itu,apa kamu mencintai nya?!"Tanya Tuan Danu kembali menanyakan Mariam.


"Papah janji akan mengabulkan tiga permintaanku jika aku mau kembali lagi ke perusahaan,papah masih ingat kan?!


dan permintaan ku yang kedua adalah,jangan pernah campuri urusan pribadi ku!"Jawab Bima dengan penuh ketegasan,dia tahu Papahnya pasti menginginkan nya segera menikah dengan perempuan yang setara dengan mereka.


"Papah hanya tidak ingin kamu terlibat masalah,Bim, Papahnya Wira adalah mantan seorang jenderal dan dia banyak sekali kenalan orang orang berpengaruh!"Tuan Danu mengingat kan putera nya.


"Kita harus takut hanya kepada Tuhan Pah, apalagi kita tidak berbuat kejahatan, kenapa harus takut kepada mereka!"

__ADS_1


"Apa kamu akan berpindah keyakinan?!"Tanya Tuan Danu agak sedikit ragu.


"Apa papah akan melarang ku?!"Bima malah balik bertanya.


"Apa karena wanita itu?!"


Mereka malah saling lempar pertanyaan.


Bima menggelengkan kepalanya.


"Aku sudah memikirkan nya sejak 15 tahun lalu, sejak kejadian aku di culik waktu Mami meninggal,dan seseorang sudah menyelamatkan ku, aku rasa Hidayah sudah datang kepadaku sejak saat itu,dan aku menyesal sudah menundanya begitu lama!"


Akhirnya Bima mengungkapkan keinginannya kepada Papah nya, awal atau akhir Papah nya harus tahu tentang keputusan penting yang akan Bima jalani dalam kehidupan di dunia dan akhirat nya kelak.


"Meskipun aku melarang mu,kamu tetap akan melakukan segala keinginan mu itu, sebagai orangtua,aku hanya bisa mendukung dan mendoakan mu, bersungguh sungguh lah dan bertanggung jawab lah atas apa pun keputusan mu,Bima!"Kata kata Tuan Danu begitu membuat terharu,Bima tidak menyangka Papah nya itu akan berkata demikian.


Bima tersenyum, mata nya berkaca kaca,ia tak dapat lagi menyembunyikan rasa bahagia nya.


"Meskipun kita berbeda, Papah tetap lah orang tua Bima yang akan selalu Bima hormati!"


Ucap Bima sambil memeluk Papahnya penuh kehangatan.


***


"Assalamualaikum,Umi!Nur!!Bang Arul pulang,lihat nih, Abang bawa apa?!"Teriak Sahrul dari luar pintu.


"Hore!!Bang Arul pasti bawa ayam bakar kesukaan Nur ,kan!"Teriak Nur sambil berhambur segera menemui Abang nya.


Mariam baru keluar dari kamar mandi sedangkan Sahrul berada di dapur menyimpan makanan yang ia bawa.


Sahrul berniat masuk ke kamar mandi,ia ingin mandi karena tubuhnya yang sangat lengket dan bau keringat setelah seharian beraktivitas.


"Bagaimana kamu bisa ada disini?!"Tanya Mariam.


Sahrul tak kalah terkejutnya,saat ia akan memasuki kamar mandi, sosok yang ia impi impikan malah keluar dari kamar mandi rumahnya.


Saat ia menemukan sosok perempuan tergeletak di depan mesjid setelah ia adzan subuh,Sahrul memang tidak menemui lagi sosok tersebut, karena para warga langsung mengevakuasi nya, sedangkan dirinya melaksanakan shalat subuh, setelah ia selesai shalat,sosok tersebut tak ada lagi di mesjid.


Mata Sahrul yang tadinya melotot melihat perempuan bercadar di hadapan nya, dan ternyata benar saja itu adalah Mariam, sekertaris Bos nya di perusahaan tempat ia bekerja,dia langsung menunduk kan pandangan nya dan mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak.


"Saya Mariam ,Rul, Sekertaris Pak Bima,kamu ingat Saya kan?!"Kata Mariam berusaha mengingat Sahrul yang terlihat linglung.


"Tentu saja saya ingat,setiap saat kamu ada dalam pikiran saya,,"Batin Sahrul.


"Rul?!kok malah bengong!?"Mariam ikut bingung karena Sahrul seperti nya tidak percaya bahwa dirinya benar benar Mariam,teman satu kantor yang baru saja berkenalan kemarin.


"Ahh,,i iya, Mbak! Saya Sahrul,maaf Mbak, saya kaget melihat Mbak berada di rumah saya!"Jawab Sahrul,ia terlihat sangat gugup.


"Oh,jadi ini rumah kamu?!Ya Allah,sempit sekali ya,dunia ini?!Kok bisa kita ketemu disini?!"Mariam juga hampir tidak percaya jika yang menolong nya adalah Sahrul,teman satu kantornya.


"Mungkin kita jodoh Mbak!"Batin Sahrul masih tetap ngarep.


"Iya, Mbak,saya juga tidak menyangka Mbak ada disini sekarang, pantesan tadi Mbak tidak ke kantor,Pak Bima juga cuma sebentar,terus pergi lagi."Kata Sahrul.


"Ya Allah,Bima pasti terus terus mencari ku, Fatimah juga pasti khawatir, kasihan dia!"Batin Mariam.


"Pak Bima pasti sedang mencari Mbak Mariam, bagaimana ceritanya sih Mbak,Mbak bisa berada di sini sekarang?!"Tanya Sahrul penasaran.

__ADS_1


"Saya di culik Rul,Lalu Saya kabur sampai pingsan di depan mesjid itu, lalu Umi dan Nuraeni membawa saya ke sini atas persetujuan RW setempat,Saya sudah cerita kan semuanya kepada Pak RW,dan semuanya sepakat untuk menyembunyikan Saya disini dulu sampai saya benar benar aman!"


Mariam membeber kan semuanya, tapi ia tidak mengatakan kalau ia di culik oleh mantan suaminya.


"Ya Allah,Nak siapa yang tega menculik kamu?!"Kata Umi Nur yang dari tadi berada di antara mereka.


"Dia adalah rekan Bisnis Bos Saya Bu, seperti nya dia ingin menjadikan saya sandera karena ada persaingan diantara mereka!"Jawab Mariam,dia tidak menggambarkan langsung siapa sebenarnya Wira.


"Kenapa tidak lapor polisi saja Mbak?!"Sahrul memberi saran.


"Pak RW juga memberi saran yang sama,tapi kalo lapor polisi kondisi nya akan semakin runyam,Pak Bima baru saja diangkat jadi pimpinan perusahaan,kan Rul?!Saya tidak ingin nama baiknya tercoreng gara gara kasus ini,media akan membesar besarkan masalah ini, membuat seolah olah Pak Bima yang bermasalah,Saya tak ingin itu terjadi!"kata Mariam ,dia begitu mengkhawatirkan Bima.


"Ya Allah,Mbak Mariam begitu peduli kepada Pak Bima,Apa mereka sebenarnya punya hubungan?!"Batin Sahrul,hatinya begitu sakit saat mendengar Mariam menyebut nama Bima dengan perasaan yang begitu dalam.


"Apa sebaiknya kita menghubungi pak Bima sekarang, Mbak?!"


"Sebaiknya begitu Rul, kasihan dia pasti khawatir nyariin Saya,saya juga ingin menghubungi adiknya Mbak, Fatimah namanya!"


Kata Mariam begitu antusias ingin segera bertemu Fatimah.


"Baiklah kalo begitu saya ambil ponsel saya dulu Mbak di tas,nanti biar Mbak sendiri yang menghubungi mereka!"Kata Sahrul sambil menunjuk ke arah kamarnya.


"Terimakasih,ya Rul,maaf sudah merepotkan!"


Kata Mariam,ia begitu senang akhirnya bertemu dengan orang orang baik yang Allah kirim ketika dia dalam kesulitan.


"Nggak kok Mbak,gak ngerepotin sama sekali!"


Jawab Sahrul sambil beranjak menuju kamarnya,dia berniat mengambil ponselnya yang ia simpan di dalam tas kerja nya.


Tak lama dia kembali dimana Mariam masih duduk di meja makan menunggu nya mengambil ponsel.


"Ya Allah Mbak! Ponsel ku kok aku cari cari nggak ada,ya?!Nur,Kamu lihat ponsel nya Abang nggak?!"Tanya Sahrul sedikit panik.


"Nggak kok bang,Nur gak lihat Abang bawa handphone kok tadi! "Jawab Nur sambil ikutan nyari ponsel Abang nya,begitu pun Umi Nur,ia ikut mencari nya.


Setelah lelah mencari dan ponsel Sahrul tak ada dimana pun, mereka pun akhirnya menyerah dan duduk di ruang tamu.


"Ya sudah tidak apa apa, Mungkin ponsel Sahrul tertinggal di kantor, besok aja Rul,kamu kan ngantor, segera temui Pak Bima diam diam ya, bilang kalau saya baik baik saja,nanti biar dia yang ambil keputusan gimana baiknya!"Kata Mariam.


Degh,,


Hati Sahrul kembali berdebar.


Dia kembali kecewa mendengar ucapan Mariam,untuk kehidupan nya saja, Mariam sudah memberi Bima wewenang untuk di memberi keputusan.


Sahrul harus kembali menyusun rencana agar besok tak masuk kantor,baru saja ia bisa menyembunyikan ponselnya agar Mariam tak menghubungi Bos nya dulu,dia ingin Mariam lebih lama tinggal bersamanya, Mariam akan percaya apapun yang dikatakan nya,


begitu pikir Sahrul.


Cinta membuatnya buta,,


dan gelap mata.


Kadang niat jahat seringkali bersembunyi di balik kebaikan, maka luruskan niat,dan ingat kan diri bahwa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Tuhan.


Dan apa yang ditakdirkan untuk kita, sudah pasti itu yang terbaik menurut Tuhan, meskipun kita enggan.

__ADS_1


**


Next..


__ADS_2