
"Irsyad?! bagaimana kamu bisa ada disini?!"Mariam cukup terkejut bisa bertemu Irsyad di tempat seperti ini.
"Aku sengaja ingin bertemu kamu dan Umi,apa kalian ada waktu?!"Irsyad balik bertanya.
"Aku harus segera pulang,Bima menunggu ku di rumah,dia ingin makan siang bersama ku katanya!"Jawab Mariam.
"Apa Aku boleh bergabung?!"Tanya Irsyad ragu.
"Tentu saja,ayo kita ke rumah ku!"Ajak Mariam
"Baiklah, naiklah ke mobilku!"
kata Irsyad sambil membuka kan pintu untuk Umi Salamah dan Mariam.
sesampainya di rumah,benar saja ,Bima sudah tiba disana lebih dulu,ia berhambur memeluk Mariam seperti seorang anak yang baru kehilangan Ibunya,dia tidak menyadari jika ada Irsyad disitu.
"Kamu kemana aja,sih?!Aku pulang kamu malah gak ada!"Rengek Bima.
"Maaf Sayang,Aku dan Umi kebablasan belanja aja terus!"Jawab Mariam.
"Ya ampun, sekali keluar aja, gitu ya kamu!"
kata Bima sambil mencubit pipi istri nya.
"Aku pulang bareng Irsyad sayang!"
Kata Mariam menghentikan tingkah manja Suaminya itu.
"Masa?!kok bisa?!"Bima merasa heran bagaimana Irsyad bisa ada disini sekarang.
"Assalamualaikum, Bim Apa kabar?!"Sapa Irsyad.
"Waaliakumsalam salam,Syad!Kapan datang dari Jogja?!"
"Aku baru saja sampai,Bim, Aku berniat menemui kalian, dan Alhamdulillah tadi di depan malah ketemu sama Umi dan Mariam dan langsung diajak kesini!"Jawab Irsyad.
"Alhamdulillah, kalau begitu,Ayo sini duduk!"Kata Bima.
"Kalian ngobrol aja dulu, Aku belum shalat Dzuhur soal nya!"Kata Mariam.
"Oke, Sayang!Suruh Bi Ijah untuk menyiapkan makan siang ya!"
"Oke,,!"
Mariam pun pergi ke kamar nya untuk melaksanakan shalat Dzuhur dulu, sedangkan Bima dan Irsyad berbincang di ruang Tamu.
"Silahkan diminum kopinya, Nak!"kata Umi Salamah sambil menyodorkan dua cangkir kopi.
"Makasih,Mi,Kok umi yang bikin kopi,Bi Ijah kemana?!"Tanya Bima,dia merasa tak enak dibikinkan kopi oleh mertuanya.
"Gak apa apa,Bi Ijah sedang menyiapkan makan siang!"Jawab Umi Salamah sambil duduk bersama mereka.
__ADS_1
"Nak Irsyad gimana kabarnya sekarang, Ayah nak Irysad gimana, sudah sehat?!"Umi Salamah membuka percakapan, sebenarnya dia ingin bertanya kenapa Irsyad datang menemui nya.
"Bapak sudah meninggal Umi, kemarin baru saja selesai 40 harian nya."Jawab Irysad.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un!"
Kata Bima dan mertua nya bersamaan.
"Kami turut berbela sungkawa,Syad!"Ucap Bima mewakili keluarga nya.
"Terimakasih Bim,Umi!
Dan maksud kedatangan saya kesini,,, sebelum nya saya minta maaf, mungkin sebenarnya ini tidak pantas lagi untuk Saya berbicara seperti ini,tapi Saya benar benar bisa gila jika saya tidak mengutarakan niat saya ini.
Sebenarnya saya ingin bertemu dengan Fatimah,Umi,jika umi mengizinkan itu juga!"
kata Irsyad,dia terlihat malu mengatakannya.
Umi Salamah tersenyum mendengar permintaan mantan menantunya itu.
"Fatimah tidak ada dirumah Syad! Setelah kalian bercerai dan dia sudah melewati masa Iddah nya,dia bekerja menjadi Assisten Arjuna Rain, seorang Artis sekaligus adik dari Mas Bima, bahkan saat ini dia masih berada di luar negeri, mendampingi Arjuna Tour Se Asia!"Jawab Mariam yang baru saja selesai melaksanakan Shalat dan dia datang untuk mengatakan jika makan siang sudah siap.
"Kapan dia pulang?!"Tanya Irsyad terlihat kecewa.
"Aku kurang tahu kalau soal itu!"Jawab Mariam lagi.
"Apa dia belum menikah lagi?!"
"Belum Syad, memang nya kenapa,kamu mau ajak dia rujuk?!"Tanya Mariam to the point.
"Jika kalian mengizinkan!"
"Bagaimana dengan Ibu mu, Syad? bukan kah kamu Sudah menikah lagi?!"
Mariam ingin semua nya jelas.
"Dia akhirnya menyerah dan minta cerai karena aku tak mau menyentuh nya sama sekali selama kami menikah, Ibu pun tak bisa berbuat banyak setelah Ayah meninggal,Ibu pun akhirnya merestui ku untuk kembali kepada Fatimah, mungkin karena kasihan melihat ku seperti mayat hidup setelah Aku bercerai dengan Fatimah.
Makanya Aku langsung terbang ke sini begitu Ibu mengizinkan ku,saking senangnya!Jika kalian mengizinkan,Aku berniat mengajak Fatimah untuk rujuk kembali!"
Irsyad menceritakan semuanya dan mengutarakan keinginannya di depan keluarga Fatimah.
"Kami tidak tahu kalau soal itu Nak,kita harus bertanya dulu kepada Fatimah, nanti kita coba bicarakan kepada nya jika Fatimah sudah kembali,ya!"Kata Umi Salamah,di ikuti anggukan kepala dari Mariam dan Bima tanda menyetujui perkataan Umi nya.
"Ya sudah sebaiknya kita makan dulu sekarang,Ayo Sayang, kamu pasti sudah lapar kan?!"Kata Mariam.
"Baiklah,Ayo Syad,kita makan dulu!"Ajak Bima sambil berdiri.
Irsyad hanya mengangguk dan mengikuti langkah Bima menuju meja makan.
Dia masih belum tenang karena belum bertemu dengan Fatimah secara langsung.
__ADS_1
Kerinduan yang ia simpan selama ini masih harus tertahan karena ternyata Fatimah kini sibuk dengan pekerjaan nya,apa mungkin Fatimah masih mau menerima nya kembali?Atau mungkin dia sudah memiliki tambatan hati yang lain?!
Batin Irsyad, berbagai pertanyaan berkecamuk didalam pikiran nya,dia benar benar tidak sabar untuk bertemu dengan Fatimah.
Usai Makan dan kembali berbincang sejenak, Irsyad pun pamit pulang.
Saat dia berjalan menuju pintu keluar dia melewati ruang keluarga yang terdapat televisi yang sedang menyala.
TV tersebut sedang menayangkan berita selebritis tentang Arjuna Rain yang disinyalir sedang dekat dengan seorang perempuan yang katanya adalah Assisten nya sendiri, yaitu Fatimah.
Irsyad sangat terkejut mendengar berita tersebut, meskipun itu masih sekedar gosip tapi menurut berita tersebut, kedekatan keduanya yang tak biasa,memicu gosip yang semakin santer beredar.
Bima dan Mariam yang melihat berita tersebut pun ikut terkejut,ada hubungan apa mereka sebenarnya?
"Telpon Fatimah agar segera pulang!dan jangan biarkan dia bekerja lagi dengan Arjuna, kecuali jika mereka menikah!"
Kata Bima kepada Istrinya,Dia berbicara begitu tegas, bukan karena merasa tak enak kepada Irsyad,tapi karena takut kedekatan Fatimah dan Arjuna takut menjadi Fitnah,dari rekan kerja,lama lama bisa tumbuh rasa suka karena terbiasa.
"I iya,Mas!"Jawab Mariam,dia ikut ikutan cemas akibat melihat berita tadi.
Bima ingat jika istri nya sedang hamil dan tidak boleh banyak pikiran.
"Sayang, sayang!Kamu gak usah banyak pikiran,ya!biar masalah ini Aku yang urus!"
Kata Bima sambil memeluk istrinya dan mengecup puncak kepala nya.
Sedangkan Irsyad langsung pergi begitu ia pamit tadi.
Dia benar benar kecewa melihat berita tentang Fatimah tadi.
"Apa benar Fatimah sedang dekat dengan Artis itu?!
Apakah Aku benar benar tidak punya kesempatan lagi?!
Ya Allah tolong persatuan kami lagi!Aku benar benar tak bisa hidup tanpamu, Fatimah!"
Irsyad bergumam sambil terus menyetir mobilnya.
Dia kehilangan Fokus, mobilnya tiba terasa oleng, Irysad tak bisa mengendalikan lagi kemudi nya dan,
"Brakkk!"
Mobil Irysad menabrak sebuah pohon kemudian terguling berkali kali ke bawah tebing.
Mobil Irysad pun mengeluarkan asap yang lumayan mengepul.
Semua orang yang melihat kejadian itu berteriak dan segera memberikan pertolongan.
Entah bagaimana kondisi Irsyad saat ini, badan nya terjepit di antara kemudi.
Tubuhnya berlumuran darah dan dia pun tak sadarkan diri.
__ADS_1
bersambung,,,,