MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Olahraga pagi


__ADS_3

"Bayi nya sehat dan tumbuh dengan baik! lihatlah ini detak jantung nya pun sangat teratur,apa anda ingin mengetahui jenis kelamin nya?!"Kata Dokter yang menangani kandungan Mariam.


"Sebaiknya jangan di kasih tahu dulu Dok,saya ingin menjadi kejutan saja nanti,,!"Kata Mariam.


"Iya, Dok,, sebaiknya jangan dulu,biar nanti saja pas lahiran kita mengetahui nya!"Kata Bu Halimah,dia begitu antusias dan senang melihat ke perkembangan calon bayi yang dikandung Mariam sehat dan baik baik saja.


Setelah pemeriksaan selesai,Bu Halimah mengajak Mariam berjalan jalan,dia membelikan banyak barang barang mewah untuk Mariam, mereka makan bersama,pokoknya hari ini Bu Halimah berusaha menyenangkan menantu kedua nya itu.


**


Mariam melihat penampilan Wira dan Sofi dari tayangan di televisi.


Acara pembukaan Mall baru milik Wira memang disiarkan secara Live di salah satu stasiun Televisi.


Wira dan Sofi terlihat begitu sangat serasi dengan balutan busana yang sepadan, sungguh pasangan yang terlihat sempurna, mereka begitu di elu elu kan, membuat hati Mariam sedikit teriris sembilu.


"Non,ayo makan, lalu minum vitamin!"Kata Bi Inah.


"Saya tidak lapar Bi, ngantuk mau tidur saja!"Jawab Mati sambil mematikan TV dan beranjak menuju kamarnya,dia sedang kesal.


"Minum susu dulu,Non!"


Kata Bi Inah lagi sambil menyodorkan segelas susu kepada istri muda majikan nya itu.


Mariam hanya minum sedikit lalu ia menutup tubuhnya dengan selimut dan pura pura tertidur.


Kepala nya sedikit pusing,dan dia mulutnya agak terasa pahit.


Dia mencoba untuk memejamkan matanya,meski sulit,otaknya tak mau beristirahat,banyak hal yang terasa berputar putar di otaknya.


***


Setelah acara selesai,Wira dan Sofi pun kembali ke rumah mereka di tengah malam.


"Sayang, Aku kangen banget sama kamu!"Kata Sofi sambil bergelayut manja di pangkuan Wira yang bersiap untuk tidur.


"Kamu pasti lelah, istirahat lah!"


Kata Wira, seperti nya dia kurang bernafsu untuk bersama Sofi malam ini.


Tapi bukan Sofi namanya jika ia tidak


mampu menaklukkan pria manapun termasuk Suami nya Wira.


Sofi memakai lingerie yang super super seksi nan transparan, dulu baju itu adalah kesukaan Wira karena warna nya yang cerah dan selalu membuat gairah Wira membuncah.


Tidak kali ini,Wira seperti sudah mati rasa, permainan nya biasa saja,dia hanya sekedar menunaikan memberikan nafkah batin saja kepada Sofi, tidak seperti dulu yang selalu tergila gila kepada Sofi,


Bahkan sekarang, setelah melakukan penyatuan yang dingin Wira pergi begitu saja ke ruang kerjanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Sofi terlihat sangat kesal,dia menyulut rokok dan berpikir di balkon.


"Ini pasti gara gara perempuan itu,Wira jadi begitu dingin kepada ku, ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera menyingkir kan nya,, tapi,,, bagaimana dengan anak itu?!Ahh kenapa jadi rumit seperti ini sih!!Ini malah menjadi bumerang bagiku,sial!!!"Gerutu Sofi.


***


"Mas Wira mana Bi?!Kok dia belum sarapan?!"Tanya Sofi kepada Bi Sum.


Hari ini dia bangun pagi karena ada syuting di acara pagi ini.


"Tadi Tuan berangkat pagi pagi,katanya ada hal yang harus dia urus,Nyah!"


Jawab Bi Sum sambil menunduk.


Sofi membuang nafas nya kasar.

__ADS_1


"Akhh!!Brengsek!!benar benar harus dikasih pelajaran itu perempuan, dia sudah mulai berani merebut Suamiku!!"


Dengan kesal Sofi melempar piring di depannya.


Bi Sum terlihat ketakutan ,dengan segera ia membereskan pecahan pecahan nya.


Sofi meninggal kan meja makan dan ia segera pergi ke kantor Wira,ingin memastikan keberadaan Suaminya.


*****


"Mariam dimana Bi?!"


Tanya Wira yang pagi pagi buta dia sudah tiba di apartemen tempat Mariam tinggal.


Bi Inah terlihat sedang sibuk di dapur sendirian,tak terlihat Mariam dimana pun,bahkan di balkon tempat ia biasa merawat bunga bunganya,ia pun tak ada disana.


"Non Mariam dari semalam tak keluar kamar nya Den!Bahkan ia belum makan dari semalam,Bibi baru saja mau menghubungi Aden!"Bisik Bi Inah,dia terlihat sangat khawatir.


"Apa?! Kenapa bisa begitu, biasa nya dia tak seperti itu!"Kata Wira sambil bergegas menuju kamar Mariam.


"Neng!!Neng!!ini Aa,Neng!!"Teriak Wira sambil menggedor gedor pintu kamar Mariam yabg terkunci.


"Bi ambilkan kunci cadangan di laci meja kerjaku!"Perintah Wira,dia sangat panik, takut ada apa apa dengan Mariam.


"Ini Den!"Kita Bi Inah sambil memberikan kunci cadangan kepada Tuan nya itu


Wira segera membuka pintu nya dan berhambur menghampiri Mariam yang masih tertidur dengan dibalut selimut nya.


"Neng,kamu kenapa?!sakit?!"Tanya Wira sambil menempelkan tangannya di kening Mariam.


Suhu tubuh nya agak panas dan wajahnya terlihat pucat, keringat dingin mengucur dari dahinya.


"Kamu kenapa, kenapa gak hubungi Aa kalau kamu sakit sih!Bi, Buatkan bubur,dan ambilkan air hangat, Mariam sakit!"


"Baik Den,ini air hangat nya,Buburnya bibi siapkan dulu sebentar ya!"


Wira mengangguk lalu mengambil gelas dari tangan Bi Inah.


"Hubungi Dokter Mira Bi,suruh dia segera datang!"Kata Wira lagi.


"Gak usah,Bi, Mariam gak apa apa kok! sebentar lagi juga sembuh!"Kata Mariam sambil memaksa kan bangun.


"Ya kamu kalau gak mau sakit,makan dong! jangan berpura pura baik baik saja dan katakan saja kalau kamu sedang tidak baik baik saja! bagaimana kalau kamu dan bayinya kenapa kenapa, hah?"Bentak Wira.


Kepala Mariam terasa pusing, di tambah Wira yang datang datang malah membentaknya.


"Ya kamu gak usah repot ngurusin aku segala, toh kalau aku atau bayi ini kenapa kenapa kamu tinggal cari ibu yang lain yang mau dititipin janin milik kamu,iya kan?!"Mariam kesal karena Wira tak pernah ngertiin dia.


"Mariam!!"Bentak Wira.


Air mata Mariam mengalir di pipinya.


Wira segera menyadari jika dia salah malah ngebentak Mariam barusan.


"Maaf kan Aa Neng?!Aa selalu gak ada saat kamu membutuhkan Aa!"Kata Wira sambil menyeka air mata di pipi Mariam.


"Kamu minum dulu ya biar kamu baikan, setelah ini kamu makan lalu minum obat!"


Kata Wira sambil menyodorkan gelas berisi air hangat ke mulut Mariam.


"Gak usah,aku bisa sendiri!"Seperti nya Mariam masih marah,dia menepis tangan Wira hingga air yang dipegang nya tumpah mengenai bagian dada Mariam.


"Aww,,panas,panas!!"Teriak Mariam.


Dengan refleks tangan Wira mengelap elap bagian dada Mariam yang sudah basah hingga terlihat jelas kulit mulus dadanya yang menonjol yang tertempel pada kain bajunya yang sudah basah itu.

__ADS_1


Tanpa sadar Wira memegang megang bagian itu.


Jantung nya berdegup kencang tak karuan,


"Ya Tuhan! Kenapa ini! Hatiku selalu berdebar saat aku dekat dengan Mariam, berbeda saat aku bersama Sofi, sedikit pun tak ada reaksi."Batin Wira yang terlihat salah tingkah.


Ada yang tegak tapi bukan keadilan.


"Kamu ganti baju ya,nanti kamu masuk angin lagi!"Kata Wira, dia terlihat gugup sambil membuka kancing baju Mariam.


Mariam beringsut sedikit, ada yang tidak beres juga dengan dirinya,jantungnya terasa dag digg dug serr,tatkala tangan Wira menyentuh bagian sensitif dirinya yang menonjol itu.


"Aku bisa sendiri!Minggir sana!"Kata Mariam mengusir Wira.


"Kamu Marah?!"Tanya Wira yang wajah nya malah semakin dekat didepan wajah Mariam.


"Nggak!"


"Semalam kamu nonton aku ya sama Sofi?!"


"Nggak!"


"Ahh,yang bener?!kamu cemburu ya!"


"Nggak ih, apaan sih!"Kata Mariam sambil mendorong Wira agar menjauh,namun tanpa sengaja tangannya menyentuh sesuatu yang keras di bawah sana.


Sesuatu yang keras tapi bukan batu.


Kedua nya terlihat kikuk, suasana begitu canggung dan mereka malah terlihat salah tingkah.


Wira merapikan rambut Mariam yang menghalangi wajahnya.


Dia mengecup kening istri mudanya itu yang membuat perasaan nya tak karuan setelah kehadiran nya.


Perlahan tangan nya membuka baju Mariam yang basah terkena tumpahan air tadi.


"Oh God!"


Dia semakin tak dapat menahan diri.


Wira menyingkirkan tali bra nya lalu mengecup bahu Mariam.


Sejenak mereka saling pandang.


di pegang eratnya pinggul Mariam dan ia tarik tubuhnya agar semakin mendekat.


Ia ***** habis bibir mungil dihadapan nya,


Mariam pun begitu,rasa peningnya mendadak hilang,meski tubuhnya terasa agak lemas, nalurinya tak bisa lagi digerakkan oleh otaknya,ia tak dapat lagi menolak.


Nafsu semakin memburu,tangan nakal milik Wira menggerayangi bagian bagian sensitif milik Perempuan kecil yang semakin menjadi candu baginya.


Seperti seorang bayi kelaparan,ia menyesap dengan rakusnya di dada Mariam,satu tangan nya memainkan bagian yang lain,Mariam mengerang tak mampu menahan dirinya,ia menjambak rambut Wira dan menarik kemeja nya yang serta merta membuat kancing nya terbuka berantakan.


Dada bidang Wira yang selalu ia sukai, digigit nya kecil,membuat Wira semakin kalap,membuka semua bagian pakaian mereka dan di pagi hari yang seharusnya ia sudah berada di kantor,Wira malah tergoda sesosok perempuan nakal yang selalu mendominasi pikiran nya kini.


Mereka pun melakukan penyatuan,Wira tak menghiraukan saat Bi Inah sesekali mengetuk pintu,


"Den,Pa Doni sudah menunggu dari tadi di depan!"


Wira hanya membekap mulut Mariam,agar tak berisik mengeluarkan suara ah ih ih eh oh,,


"Tanggung,,belum juga pelepasan!Awas aja kamu Don!berani ganggu aku pecat kamu!"


Gumam Wira, sambil dengan cuek nya melanjutkan aktifitas olahraga nya dipagi hari.

__ADS_1


__ADS_2