MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Cinta Buta


__ADS_3

"Rul,kok kamu balik lagi?! Motor mu mana?!"Tanya Umi Nur kepada Puteranya yang baru saja berangkat kerja tapi belum satu jam sudah kembali lagi pulang diantar kan ojol.


"Iya, Mi,,Motor Arul mogok,terus masuk bengkel deh!"Jawab Sahrul sambil membuka helmnya.


"Jadi hari ini kamu gak masuk kantor,dong Rul?!"Tanya Mariam yang muncul dari dalam rumah.


"Kayak nya enggak Mbak,maaf ya!"


Jawab Sahrul,ia terlanjur membuat kebohongan agar Mariam berada di rumah nya lebih lama,kalau bisa selama nya.


Ia sengaja memasukkan Motor nya ke bengkel padahal tidak ada kerusakan apa pun.


"Kamu kan bisa pakai ojol ke kantor, Rul, malah balik lagi!"Bisik Umi Nur.


"Penyakit Mag Arul kayaknya kambuh Mi,kepala Arul pusing lagi,hari ini Arul mau istirahat dulu mi!"Jawab Sahrul sambil duduk di kursi teras sambil membuka tali sepatu nya.


"Tapi kasihan Neng Mariam,dia harus segera pulang, keluarga nya pasti sudah sangat khawatir!"Kata Umi Nur sambil melirik ke arah Mariam yang terlihat kecewa.


"Gak apa apa ,Mi, Biarkan Arul istirahat, mungkin Allah belum menakdirkan Mariam untuk pulang."Jawab Mariam ,dia berusaha selalu berbaik sangka.


"Maaf ya Mbak,mungkin nanti kalau sudah baikan,Arul akan segera pergi ke kantor dan menemui Pak Bima!"Kata Sahrul sambil pamit untuk masuk kamarnya di ikuti Umi Nur.


"Sebenarnya ada Apa Rul?! sebaiknya kamu jujur sama Umi!"Tanya Umi Nur terlihat mencurigai Putera nya, sebagai seorang ibu Umi Nur dapat menangkap gelagat aneh,dan dari sorot mata Sahrul Umi Nur dapat melihat tatapan cinta kepada Maryam.


Degh,


Jantung Sahrul berdebar,


Apa uminya mengetahui kebohongan nya?


"Apa maksud Umi?!"Tanya Sahrul berpura pura tidak mengerti.


Ia tidak berani menatap Umi nya itu,ia membuat baju kerjanya sambil membelakangi Umi Nur tanpa menoleh sedikit pun.


"Kamu tidak bisa berbohong kepada Umi, Rul,Apa umi pernah mengajarkan hal seperti itu kepadamu,Nak!sini, tatap mata umi dan katakan yang sebenarnya!"Umi Nur menarik tangan Sahrul agar dia menghadap ke arahnya.


"Lihat Umi!Kamu suka sama Mariam?!"Desak Umi Nur,


Sahrul tak berani menatap Umi nya,dia hanya menunduk dan tak menjawab pertanyaan Umi nya itu.


Umi Nur melepaskan tangan Sahrul lalu duduk di tepi ranjang putera nya, kemudian dia menarik Sahrul agar duduk di samping nya.


"Kalau kamu mencintainya, kenapa kamu malah mau menjauhkan dia dari keluarga nya?


Umi menemukan ponsel kamu di bawah bantal tadi, berarti kamu sengaja menyembunyikan agar Mariam tidak menelepon keluarganya, begitu?!Motor kamu itu baru di servis dan terlihat baik baik saja,kamu sengaja ya, merencanakan semua ini?!Kamu mau masuk penjara Sahrul?!kamu gak sayang sama Umi sama Nur,hah?!"Umi Nur tak habis pikir dengan apa yang dilakukan putera kesayangannya itu,dia tidak menyangka putera nya yang dia didik dengan Agama yamg yang kuat punya pikiran picik seperti itu.


"Sahrul tidak punya niat buruk Umi, Sahrul hanya ingin Mariam tinggal lebih lama disini, karena Sahrul tak mungkin memiliki nya jika dia bertemu lagi dengan Pak Bima!"Rengek Sahrul dengan mata berkaca kaca,ada rasa sesal kenapa ia bisa bertindak sejauh itu.

__ADS_1


"Apa maksudmu,,Nak?!jika kamu mencintai nya,maka perjuangan kan lah!dia malah akan membencimu jika tahu apa yang sudah kamu lakukan kepada nya!"Bujuk Umi Nur,ia khawatir putera nya semakin bertindak lebih jauh lagi.


"Sahrul mohon Mi! biarkan Mariam tetap disini,sampai Arul bisa mengambil hatinya!"Sahrul memohon kepada ibunya agar tak melarang nya menahan Mariam di rumah mereka.


"Tidak Rul, Umi tak bisa membiarkan mu melakukan itu!"Kata Umi Nur sambil berdiri hendak keluar menemui Mariam.


"Umi!!Sekali ini saja ,Tolong Sahrul!"Sahrul menarik tangan umi nya, tapi Umi Nur bersikeras keluar dari kamar Sahrul.


"Nur,dimana Kak Mariam?"Tanya Umi Nur yang sedang duduk di meja belajar nya.


"Tadi sih nyariin Bang Arul,tapi setelah mendengar suara Kalian dari luar kamar Bang Arul,Kak Mariam gak jadi ketuk pintu,dia ke kamar mandi kali!"Jawab Nur sambil asyik mewarnai gambar nya.


"Jangan jangan dia mendengar percakapan kita Rul,ayo cari dia Rul!"Kata Umi Nur sambil menarik tangan Sahrul agar segera mencari Mariam.


Tapi Mariam tidak ada di mana pun.


Sahrul dan Umi Nur sudah mencari kemana mana,dan tetangga nya bilang dia melihat Mariam tergesa-gesa berjalan ke arah jalan raya.


Kacau sudah semua rencananya, Sahrul tak dapat berkata kata lagi,dia terduduk lemas di depan rumah nya.


Hari ini cuaca begitu cerah, matahari sudah naik dan begitu menyengat menyentuh kulit setiap insan yang berjalan di bawah nya.


Sahrul menyesali perbuatannya, meskipun tidak ada niat jahat sedikit pun kepada Mariam,dia tetap bersalah karena sudah berniat menyembunyikan.


Terkadang Cinta mampu merubah seseorang,jika tak dapat mengendalikan nya,satu tindakan dapat membutakan segalanya,dan akhirnya bukan bahagia yang di capai,tapi sebuah kehancuran yang dirasakan.


"Sahrul harus minta maaf kepada nya Mi,dan Sahrul akan mengantarkan sendiri ke rumahnya!"Kata Sahrul sambil melepaskan tangan Ibunya,dia meminjam motor tetangga nya dan langsung mengejar Mariam.


**


Mariam berniat menanyakan apakah bisa meminjam ponsel kepada tetangga untuk menghubungi adiknya Fatimah,dia berniat mengetuk pintu kamar Sahrul,namun terdengar perdebatan Sahrul dengan Ibunya.


Ucapan mereka yang samar tapi masih dapat terdengar, membuat jantung Mariam terasa berhenti berdetak.


Tangannya terasa gemetar dan kakinya terasa lemas, begitu mendengar jika Sahrul sengaja ingin menyembunyikan dirinya di rumah nya itu dari Bima dan Fatimah.


Mariam berjalan mundur,tak ada cara lain selain dia harus lari lagi dan menemukan jalan pulang sendiri.


Sahrul menyukainya,dan rasa suka nya itu sudah membutakan nuraninya.


Setelah berhasil keluar dari rumah Sahrul,ia berjalan dengan tergesa gesa,dan bertanya kepada seorang anak seumuran Nuraeni arah menuju jalan raya.


Gang yang penuh liku ia susuri, sesekali ia menengok ke belakang,takut Sahrul mengejar nya.


Dia selalu bertanya kepada Orang yang ia temui jika menemukan jalan yang membingungkan,hingga akhirnya dia pun sampai di jalan utama yang menghubungkan ke pusat kota.


Mariam kembali menengok ke belakang sambil terus berjalan,ia kebingungan jalan mana yang harus ia tempuh.

__ADS_1


Mariam melihat sebuah sepeda motor melaju kencang ke arah nya,dan itu adalah Sahrul.


Mariam ketakutan dan lari secepat mungkin, Sahrul pun terus mengejar nya sambil memanggil manggil nama nya.


Sebuah mobil mewah terparkir dipinggir jalan tepat di depan sebuah mini market, pengemudi nya masuk ke dalam mobil, seperti nya ia habis berbelanja.


Tanpa pikir panjang Mariam ikut masuk ke dalam mobil tersebut dan duduk di samping sang pengemudi.


"Hei, Who are you?!"Tanya si pemilik mobil ,dia sudah bersiap dengan mesin mobil yang sudah hidup.


"Please help me!get me out of here! I'm being chased by someone! Hurry up the car!"


(Tolong Aku!Bawa aku pergi dari sini! Aku di kejar seseorang!Cepat lajukan mobilnya!"


Mariam memohon dengan sangat kepada pria sang pemilik mobil mewah tersebut yang sepertinya seorang warga negara Korea.


Pria tersebut melihat ke belakang mobil nya, dan benar saja sebuah motor berhenti lalu orang yang mengendarai motor tersebut menggedor gedor pintu mobilnya meminta perempuan yang masuk ke dalam mobilnya ini keluar dari mobil milik nya.


"Go go go!"


Teriak Mariam sambil menepuk nepuk lengan pemilik mobil tersebut.


Meski masih kebingungan, pria tersebut melajukan mobil sport nya dengan kecepatan tinggi dan membawa Mariam pergi untuk terlepas dari kejaran Sahrul.


Setelah mereka berkendara cukup jauh,pria tersebut menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang sangat mewah dan megah di dalam sebuah kompleks kawasan elite.


Pria itu tidak langsung keluar dari mobilnya,dia menatap Mariam yang sepertinya masih shock karena dia mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan sangat tinggi.


"Bisa cerita kan apa yang terjadi?!"tanya pria itu, setelah melihat Mariam lebih tenang.


Mariam terlihat bingung mau cerita dari mana.


"Oke,,aku gak peduli apapun ceritamu, Karena aku sudah menolong mu , berarti sekarang giliran mu harus menolong ku!"Kata Pria itu yang ternyata bisa berbahasa Indonesia.


"Menolong Apa!?"


Tanya Mariam, dia sedikit takut pria tersebut mau berbuat macam macam seperti yang sudah sudah,Mariam terus di timpa masalah dan selalu berurusan dengan pria jahat.


"Simpel aja!Temani aku makan siang dengan Keluarga ku!"Kata Pria tersebut sambil menunjuk ke arah Rumah mewah di depan mereka.


"Kalau mereka bertanya siapa aku,aku harus bilang apa?!"Tanya Mariam.


"Katakan saja kalau kita pacaran!"Kata pria tersebut dengan enteng.


"Tapi tak pantas bagiku untuk berbohong, lagi pula aku tidak mengenal pacaran,Kita bisa katakan teman saja!?"Jawab Mariam.


"Ya sudah lah,iya deh iya! daripada aku dijodohkan dengan perempuan pilihan Ibuku! lagipula kakak ku pasti senang aku membawa perempuan bercadar ke rumah,dia pasti akan sangat terkejut dan tidak menyangka kalau aku bisa seperti dia,Hahah!"Kata pria itu sambil memasukan mobilnya ke pekarangan rumahnya.

__ADS_1


Karena pria itu sudah menyelamatkan nya , Mariam tidak dapat menolak permintaan pria itu,dia hanya mengikuti pria tersebut masuk ke rumah besar nya itu.


__ADS_2