MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Mutasi


__ADS_3

"Ehem!apa kalian sudah saling kenal?!"Tanya Tuan Lee membuyarkan suasana yang ambigu.


"Ah,ti tidak!Kita baru bertemu sekarang kok! perkenalkan Bos,saya pegawai baru,nama saya Mariam!"Kata Mariam,ia berpura-pura tidak mengenal Keenan.


Keenan hanya terdiam menatap tajam Mariam, perasaan nya campur aduk saat ini, matanya terlihat berbinar.


"Akhirnya Aku menemukan mu,,,!"Gumam nya dalam hati.


Setelah sekian lama Mariam selalu terlepas dari genggaman nya, kali ini tidak, Keenan akan membuat Mariam tetap diam disisinya.


"Oh jadi ini pegawai baru yang kamu ceritakan Lee?"Keenan hanya bisa mengikuti keinginan Mariam dulu sekarang, berpura-pura tidak saling mengenal.


"Iya Bos!tapi dia tidak kompeten, pekerjaan nya lelet dan tidak pernah tepat waktu,Saya rasa dia tidak cocok kerja di perusahaan kita!"


Rena berusaha mencari muka di depan Bos besar.


"Benarkah?tapi Lee bilang kerjaan bagus!"Kata Keenan sambil masih menatap Mariam yang tertunduk.


"Tuan Lee belum tahu saja yang sebenarnya,kan Aku yang kerja sama dia setiap hari,Bos!"Rena terus saja memojokkan Mariam, pegawai yang lain hanya saling menatap, mereka tak berani membela Mariam.


"Oh begitu ya,kalau begitu aku akan pindahkan saja dia dari posisi nya sekarang!"Keenan mulai melangkah aksi nya.


"Nah ide bagus tuh Boss! posisi OB kayak nya cocok buat dia!"Rena semakin berani terhadap Mariam.


"Tapi Bos! kita kekurangan orang untuk posisi penerjemah!"Sanggah Lee,dia tahu karakter Rena yang memang suka cari muka.


"Tapi seperti nya Miss Rena lebih suka bekerja sendirian Lee, sudahlah Aku yakin Miss Rena sangat kompeten dan sanggup menyelesaikan semua pekerjaan sendiri! Iya kan Miss Rena?!"sebenarnya Keenan sedang mengerjai Rena,dia tahu betul sifat orang penjilat seperti itu, sebagai seorang Boss dia sudah terbiasa menghadapi berbagai macam karakter orang yang berbeda beda.


"A i iya,Boss! maksud ku euh, kita bisa merekrut lagi pegawai baru untuk membantu ku!"ucap Rena gelagapan,ia tak menyangka jika ucapan nya malah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.


Pegawai yang lain malah seperti sedang menahan tawa, mereka bahkan tidak menyangka jika Bos besar mereka itu sangat pintar dan tidak mudah terpengaruh, tadinya mereka pikir Bos besar akan percaya kepada Rena, namun ternyata jauh dari perkiraan.


"Baiklah posisi apa yang lebih cocok untuk dia Lee?!"Keenan meminta pendapat tangan kanan nya itu, yang ternyata adalah sepupu nya juga.


"Posisi apapun untuk nya cocok Bos!dia pintar dalam bidang apapun!"Jawaban Lee lebih kepada memuji Mariam.


"Hemm seperti nya kamu dekat dengan nya ya, buktikan kamu sudah mengenal dia sedalam itu!"Keenan sedikit agak cemburu, sepertinya sepupu nya menaruh perhatian khusus untuk Mariam, bahkan itulah yang membuat Rena tidak suka kepada Mariam,Tuan Lee lebih perhatian


kepada Mariam dari sejak awal dia masuk sebagai karyawan baru.


"Tidak seperti itu Bos! memang kenyataannya dia pintar dan cekatan, Anda bisa tanya kepada karyawan lainnya,bukan begitu kan anak anak?!"Lee menatap para karyawan yang lain, seperti meminta pembelaan.


"Iya Bos,Kak Mariam, pintar, cantik dan rajin,tiap hari pulang malam terus, karena begitu banyak kerjaan yang harus ia selesaikan!"Delon ikut membela Mariam.


Rena terlihat tidak suka.


"hemm begitu ya, kalau begitu aku akan pecat dia saja!"Kata Keenan sambil melirik ke arah Mariam yang masih terus menunduk.


Semua orang tercengang dengan keputusan Bos besar, bagaimana ia bisa lebih memihak Rena.

__ADS_1


Sedangkan Rena terlihat begitu senang mendengar Mariam akan dipecat.


"Tidak salah bos?Apa aku gak salah dengar,kita susah lagi lho nyari pegawai kayak dia!"Lee mencoba mempertahankan Mariam, kenapa keputusan Bos tidak seperti biasa nya kali ini.


"Besok kamu memang harus merekrut penerjemah baru, karena dia akan ku angkat jadi sekertaris baru ku!"Kata Keenan sambil duduk di atas kursi kebesaran nya sambil menumpang kan salah satu kakinya di atas kaki nya yang satu lagi, kemudian dia meminum minuman yang dari tadi sudah disediakan.


"Apa ?!sekertaris?!"Seru semua orang berbarengan, tentu saja mereka terkejut, Mariam tiba tiba diangkat jadi sekertaris Bos besar yang menjadi impian semua orang "Setelah sekian lama Keenan biasa nya tak memiliki sekertaris perempuan, kenapa akhirnya kini dia mengangkat Mariam menjadi sekertaris barunya,ada apa ini?*


batin Lee.


"Iya,kenapa?kalian gak suka?!Kalau begitu kalian semua aku pecat saja kalau banyak protes,sering menjatuhkan satu sama lain,aku gak suka ya! Kalian kerja ya kerja aja, jangan saling mendorong seperti itu, mulai saat ini biarkan Rena kerja sendiri aja,biar dia puas kerja seharian tanpa istirahat,itu adalah hukuman karena sudah membuat orang lain kesusahan! Masih untung kamu tidak aku pecat!"


"Jangan, jangan Bos! bukan tidak suka Bos,tapi kita mah setuju banget!Kak Mariam cocok banget jadi sekertaris Bos!iya kan manteman?!"Delon segera menetralisir keadaan,dia tidak ingin kena semprot seperti Rena.


"Iya Boss,cocok banget!tapi kalau Kak Mar jadi sekertaris nya Bos, berarti dia gak kerja lagi bareng kita dong?!"Kata Mia ikut menimpali agar hati bos nya senang.


"Iya lah!Dia akan ikut kemanapun aku pergi!"Kata Keenan,dia masih mencuri pandang ke arah Mariam,ia ingin melihat bagaimana reaksinya begitu Keenan ingin menjadikan sekertaris nya.


"Tapi saya keberatan!"Mariam akhirnya buka suara.


Semua orang heran dengan penolakan Mariam, kenapa sepertinya dia malah tidak suka diangkat jadi sekertaris Bos, bahkan semua orang berpikir itu adalah rezeki nomplok.


"Tapi aku tidak suka penolakan! lagipula kamu sudah terikat kontrak dengan perusahaan kami!apa kamu tidak membaca kontrak kerja dengan seksama?!Kamu harus ganti rugi jika kamu melanggar kontrak kerja nya!"Kata Keenan,dia sangat suka menggoda Mariam.


*Peraturan dari mana itu?*Batin Lee,jelas jika Keenan hanya mengada ada supaya Mariam terikat kerja dengan nya.


"Berapa memang saya harus ganti rugi?!"Mariam sedikit menantang.


"Apa ?! Perasaan itu gak ada di kontrak kerja deh!Pak Lee bagaimana ini?!"Mariam mencobanya meminta pembelaan dari Tuan Lee.


Tapi Lee Lee lebih takut jika Keenan marah, meskipun ucapan Keenan tidak masuk akal tentu saja Lee harus mendukung nya kali ini.


"Ya seperti itulah memang Miss M!Jika anda tidak bisa memenuhi kontak kerja,anda harus ganti rugi uang perusahaan seperti yang disebutkan oleh Bos besar tadi!"Tuan Lee jadi harus ikuti ikutan mengakali Mariam.


Mariam mendengus kesal.


"Apa apaan ini?!"Batin nya.


"Sudahlah! Semua sudah jelas bukan! silahkan kalian nikmati pestanya sekarang!"


Aku sudah siapkan bonus untuk kalian semua!"Kata Keenan sambil memberi kode kepada para pemain musik agar memainkan musik mereka.


Tepuk tangan serta sorak sorai dari para karyawan begitu terdengar menggema ke seluruh ruangan, mereka begitu histeris begitu di atas panggung ternyata yang tampil adalah Band favorit mereka, bahkan akan ada artis ibukota yang lain juga yang akan mengisi acara tersebut.


Semua begitu menikmati pesta yang diadakan oleh Keenan kecuali Mariam dan Rena.


Mariam tidak suka hingar-bingar seperti itu, sedangkan Rena kesal karena Mariam malah diangkat jadi vs sekertaris oleh bos besar.


Baju Mariam basah karena saat Rena mendorong nya tadi, bajunya tak sengaja mengenai gelas yang berisi minuman lalu tumpah mengenai bajunya.

__ADS_1


Keenan segera memanggil pelayan rumahnya lalu menyuruh mengantarkan Mariam ke kamar di lantai atas dan memberi nya baju ganti.


Kini penampilan Mariam menjadi berbeda, terlihat lebih fresh dan pakaian nya sesuai dengan acara.


"Kamu sudah ditunggu Bos besar di sebelah sana!"Kata Tuan Lee begitu melihat Mariam turun dari tangga dan seperti sedang kebingungan mencari tempat duduk.


Mariam Mengikuti langkah Lee,dari kejauhan terlihat Keenan yang tengah duduk terpisah dari keramaian pesta, dia duduk di atas pasir pantai menghadap ke arah laut yang terhampar indah,terlihat kelap kelip lampu mercusuar di malam hari, Mariam baru sadar ternyata villa tersebut memiliki pemandangan yang begitu indah.


"Mulai besok kamu tidak usah datang lagi ke kantor ku,tapi kamu harus datang ke kantor pusat milik Bos Keenan,dia datang ke kantor sekitar jam delapan pagi, berarti kamu harus datang lebih pagi darinya untuk mengatur jadwal kerja nya, ketika datang siapkan kopi hitam tanpa gula untuk nya dengan sepotong sandwich yang biasa dia beli dari kantin,dia harus terus diingatkan tentang makan, dia sangat gila kerja hingga terkadang mengabaikan tentang perutnya,dia paling suka makanan khas Korea, tapi juga suka makanan lokal jika dia sedang ingin, dia sangat perfeksionis,jadi jangan heran jika dia akan sering protes jika pekerjaan mu tidak sesuai dengan keinginan nya, ikuti saja setiap instruksi nya dan ingat baik baik setiap kebiasaan nya!"Tuan Lee memberi arahan panjang lebar kepada Mariam sambil berjalan menghampiri Keenan yang sudah menunggu Mariam dari tadi.


Mariam hanya diam mendengarkan sambil mengikuti langkah Lee dari belakang.


"Sepertinya kamu tidak senang menjadi sekertaris Bos besar, kenapa!?"Lee berhenti sejenak untuk menanyakan hal itu,dari tadi dia merasa jika ada sesuatu diantara Mariam dan Bos nya.


"Saya hanya merasa risih menjadi sekertaris karena kemanan pun Bos pergi pasti saya harus ikut,dan saya tidak terbiasa pergi berdua dengan Pria yang bukan muhrim saya!"Jawab Mariam.


Lee cukup mengerti,dari penampilan nya saja Lee sudah dapat menebak jika Mariam adalah seorang muslimah yang taat agama dan pasti dia tidak akan nyaman jika harus bekerja mendampingi kemanapun Bos nya pergi, terlebih dengan seorang pria.


"Untuk masalah itu kamu tidak usah khawatir, kemanapun pergi Bos besar selalu diikuti oleh para Bodyguard nya, jadi kamu tidak akan berduaan saja dengan nya!"


Mariam hanya menggaruk kepalanya meskipun tidak merasa gatal, tetap saja para bodyguard nya itu adalah pria,dia tidak akan merasa nyaman,tapi apa boleh buat, bisakah dia menolak nya ?


tentu saja tidak bisa!


"Bos?!"


Lee menyapa Keenan supaya dia tahu jika Mariam sudah ada disana, lalu Keenan mengangguk memberi kode agar meninggalkan mereka berdua disana.


"Kamu tidak usah khawatir,para bodyguard berjaga disana, disana dan disana!"Bisik Lee sambil melewati Mariam,dia pun pergi meninggalkan Mariam dan Keenan ditepi pantai.


"Kenapa?kamu takut aku berbuat macam-macam?"Kata Keenan yang melihat Mariam begitu menjaga jarak darinya,Lee juga tadi memberi tahu jika Mariam merasa tidak nyaman jika berduaan begitu dengan nya.


"Saya hanya tidak ingin menjadi fitnah!"Jawab Mariam tanpa menoleh sedikit pun ke arah Keenan.


"Kita sudah saling kenal sebelumnya, bisakah kita berbicara lebih santai?!"Tanya Keenan, rasa nya kurang enak di dengar ketika Mariam berbicara formal terhadap nya.


"Sekarang Anda adalah bos saya,jadi sudah seharusnya saya menghormati Anda!"


Jawab Mariam masih dengan nada formal nya.


"Tapi ini diluar jam kerja!Aku mohon Mar, berhenti lah berpura-pura tidak mengenal ku! rasanya sungguh sakit!apa kamu tidak tahu bahwa selama ini aku begitu merindukan mu! kenapa kamu selalu lari dari ku Mar?! sebegitu benci kah kamu kepada ku, Mar?


Aku mohon,beri Aku kesempatan satu kali lagi, meskipun kamu tetap ingin menolak ku, setidaknya biarkan Aku melihat mu terus,Aku bisa gila jika sehari tanpamu!"


Kata kata Keenan begitu menyentuh bagi setiap perempuan yang mendengar nya,dia bersimpuh dihadapan Mariam, membuat Mariam merasa risih diperlakukan seperti itu, Mariam celingukan melihat sekitar, takut ada orang yang melihat mereka.


"Bangun Ken!apa apa an sih kamu! jangan malu malu in kayak gini dong! Kalau ada yang lihat bagaimana, mereka akan berpikir macam-macam tentang kita!"Mariam begitu panik begitu Keenan bersimpuh dihadapan nya.


"Aku gak peduli!bahkan jika perlu Aku akan berteriak di depan semua orang, memohon agar kamu tidak lagi menghilang dari pandanganku!"Keenan semakin bertingkah merajalela.

__ADS_1


"Oke,oke, Aku mau jadi sekertaris kamu asalkan aku tidak mau para karyawan tahu tentang kita di masa lalu, tentang ke depan nya kita jalankan saja takdir yang Allah berikan kepada kita! Selama ini aku juga tidak bermaksud kabur dari mu, hanya saja Allah belum berkehendak untuk mempertemukan kita, dan pertemuan kita kali ini pun, Aku yakin tidak ada yang kebetulan!"


Keenan Tersenyum bahagia, sepertinya kini ada lampu hijau dari Mariam,dia tidak keberatan meskipun harus mulai dari nol lagi,mencuri hati sang bidadari pujaan hatinya yang begitu sulit didapatkan selama ini.


__ADS_2