
"Kalau menunggu A Wira bawa baju ganti, kayak nya lama deh,badan ku udah gerah banget,gak enak! aku pinjem baju A Wira gak apa apa kali ya?sambil nunggu kering baju ku yang ini!"
Gumam Mariam sambil melihat lihat baju milik Wira, kali aja ada yang bisa ia pake sementara.
Seharian ini Mariam membenahi bagian dapur apartemen Wira yang ia tempati agar ia nyaman memasak,kadang kadang ia membuka aplikasi belanja online dan memesan beberapa barang keperluan pribadi nya juga keperluan dapur yang ia butuhkan ia juga memesan berbagai macam tanaman beserta pernak perniknya,tak ketinggalan ia juga memesan beberapa baju,tas,sendal,sepatu dan hijab,karena ia yakin Wira akan kesulitan membawa barang barangnya dari rumah nya karena khawatir Sofi curiga.
Setelah puas berbelanja online,Mariam pun akhirnya memutuskan untuk mandi dan meminjam baju Wira sampai baju yang ia kenakan kering kembali.
Ia mengambil satu kemeja putih saja yang agak longgar untuk ganti karena kalau pinjam kaos,celana milik Wira kebesaran semua di badan Mariam,kalau kemeja lumayan lah bisa menutupi sampai paha nya,
"Gak apa apa kan,gak ada orang ini,Mas Wira bilang dia pulang nya paling malem."Gumam Mariam.
Karena lelah, setelah mandi Mariam pun ketiduran.
Ketika bangun kembali,ia ingat belum melaksanakan shalat isya,
Tapi ia merasa sangat haus,Mariam pun pergi ke dapur dan membuka kulkas dan meminum air dingin yang ada di situ,tanpa ia sadari sepasang mata menangkap dirinya tanpa hijab,tanpa cadar bahkan saat ini Mariam hanya memakai kemeja milik Wira yang ia ambil dari lemari yang hanya menutupi sampai paha saja rambut panjang nya terjuntai indah agak acak acakan karena baru bangun tidur,namun Mariam terlihat begitu seksi, karena biasanya ia selalu menutupi tubuhnya dengan balutan gamis dan hijab yang panjang juga cadar.
Wira baru saja sampai ke apartemen tempat ia menyembunyikan Mariam.
Ia banyak sekali membawa belanjaan keperluan dapur dan saat ia hendak menyimpan belanja an nya di kulkas, pemandangan luar biasa terpampang nyata di depan mata nya.
Mulutnya menganga melihat sesosok bidadari yang sudah mencuri kemejanya.
Matanya tidak berkedip menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang baru saja ia lihat.
Tadinya ia berniat akan menghindar, berpura pura tidak melihat, namun naluri kelelakian nya berontak dan ia hanya berdiri di belakang Mariam dan memperhatikan gerak geriknya.
Saat Mariam membalik tubuhnya dan berniat kembali ke kamarnya,ia sangat terkejut melihat sesosok yang sedang berdiri memperhatikan nya.
"Aa?!"
Mariam terlihat salah tingkah,Ia malu sekali Wira melihat bagian tubuh nya tidak tertutupi.
"Se sejak kapan Aa berdiri disitu?!"Tanya Mariam gugup,tangan nya berusaha menutupi pahanya yang terbuka tanpa memakai celana apapun,tadi ia ketiduran dan lupa kalau Wira akan segera pulang dan ia belum memakai kembali pakaiannya.
Wira tidak menjawab dan malah mendekati Mariam,Mariam terus mundur
untuk menjaga jarak.
Wira tidak dapat lagi menahan diri, selama ini ia berusah menahan diri agar tidak menyentuh Mariam sebelum Mariam dengan rela dan suka hati memberikan haknya sebagai suami,tadinya ia siap menunggu.
Tapi melihat Mariam dengan penampilan seperti itu didepan matanya,mana bisa ia menahan diri?!Toh Mariam adalah istrinya dan ia berhak penuh atas tubuhnya,dia halal melakukan apa saja terhadap Mariam.
Wira semakin dekat dengan tubuh Mariam yang mentok di depan kulkas dan Mariam tidak bisa lagi kabur dari nya.
Mariam terlihat meringis ketakutan, sedangkan Wira mendekat kan terus wajahnya ke wajah Mariam.
"Kenapa kau memakai bajuku tanpa izin,Hemm?!"Tanya Wira sambil memainkan ujung rambut panjang Mariam.
"aku,aku,sudah kirim WA kok tapi gak dibaca kayaknya!"Jawab Mariam dengan begitu gugup nya.
"Benarkah?!Kamu sengaja ya mau goda aku?!"Kata Wira sambil mencengkram kedua lengan Mariam.
"Nggak kok! nggak!Aku ketiduran dan belum sempat ganti baju lagi,aku gak nyadar kalau ternyata A Wira sudah ,,pu pulang!"Bantah Mariam sambil menggelengkan kepala nya dengan cepat.
__ADS_1
Wira semakin ingin menggoda nya,Mariam terlihat lucu dan menggemaskan, usianya memang bukan ABG lagi,namun karena badan nya yang mungil dan seperti nya dia belum pernah berpacaran dia masih terlihat lugu dan polos.
"Coba lihat dirimu, Mariam! Ya ampun!apa ini?! bahkan kamu tidak memakai pakaian dalam?!kamu yang biasanya tertutup,dan apa ini?! paha kamu, rambut kamu,apalagi coba kalau bukan mau menggodaku?!"Goda Wira sambil memutar mutar tubuh Mariam.
"Apaan sih?!ahhh,mana!A Wira bawain baju baju aku nggak?!"Kata Mariam sambil mendorong tubuh Wira agar agak menjauh darinya.
"Bawa,tuh di dalam koper!sana cepetan ganti baju malah takut aku melihat kamu kayak gitu?!"Kata Wira.
"Takut apaan?! emang aku kuntilanak apa?!"Jawab Mariam sambil cemberut.
"'Emangnya kamu gak takut aku makan, apa?!sini,aku gemes liat kamu kayak gitu!pengen aku terkam?!"Kata Wira sambil mendekati terus Mariam.
Mariam segera berkelit dan bergegas lari mengambil koper yang ditunjukkan Wira.
Wira tertawa terbahak bahak
menertawakan kelakuan istri mudanya itu.
Ia duduk di sofa sambil menyesali tindakan nya barusan,kenapa ia malah melepaskan istri nya itu dan tidak memenuhi keinginan nya ya g selama ini terpendam,tapi kenapa ia selalu tidak berani melakukan apa apa kepada Mariam meskipun sebenarnya ia ingin.
"Akhhhh!!"Terdengar jeritan dari dalam kamar.
Wira tersenyum kecil seperti sudah mengetahui apa yang terjadi pada Mariam.
Mariam keluar dari kamarnya sambil marah marah.
"A !!!!A Wira kenapa bawa baju baju seperti ini buat Mariam,Ya Allah A!!masa Mariam harus pake baju baju kayak gini sih!A Wira dosa tahu nyuruh Aku pakai baju kayak ginian!"Teriak Mariam sambil melempar kan baju baju seksi,baju tidur yang minim dan beberapa lingerie ke arah Suaminya.
"Itu kan buat dipake dirumah Yam,Aa bilang kan kamu jangan dulu keluar rumah untuk saat ini,masa iya sih kamu keluar pake baju kayak gitu!"Jawab Wira sambil cengengesan.
Wira sengaja ingin mengerjai Mariam dan membeli baju baju tidur yang seksi.
"Wahh,Bagus dong!! tambah Seneng aku ngeliat nya!"Kata Wira sambil tersenyum lebar,dia sedang membereskan belanja an nya di kulkas.
"Ihh,A Wira!!Gak tahu yah, pokok nya aku mau baju baju aku Sekarang juga!!"Teriak Mariam,ia semakin kesal karena Wira terus mengejeknya.
"Ini kan sudah malem Neng,pake aja baju yang ada,besok Aa pasti beliin baju yang Neng Iyam inginkan!Udah ah,Aa laper nih,mau bantuin gak?!Aa mau masak!"
"Ihh,Ogah!!Masak aja sendiri!!"
Kata Mariam sambil masuk lagi ke dalam kamarnya.
Wira tertawa dan ia memulai memasak beberapa makanan untuk ia dan Mariam makan malam.
Mariam memilih baju yang agak sopan untuk ia pakai makan ini bajunya yang kemarin ternyata belum kering benar dan masih lembab.
Ia masih kesal dengan kelakuan Suaminya hari ini.
Tapi ia mendengar suara berisik di dapur, rupanya Wira sedang masak dan Mariam tak enak hati jika membiarkan nya masak sendirian.
Akhirnya Mariam keluar menuju dapur dan menghampiri Wira yang sedang sibuk membuat makanan.
"Kenapa gak pesan aja sih,A?!Aa pasti capek kan?!Sudah sini biar Iyam bantu!"
"Gak usah!Kamu duduk Aja disitu!sebentar lagi selesai kok!"Jawab Wira tanpa menoleh ke arah Mariam.
__ADS_1
"Ya sudah!!"Kata Mariam sambil duduk di kursi meja makan memperhatikan Wira yang sedang berkutat di depan kompor.
"Ini dia makanan nya sudah siap! semoga saja kamu suka! Makanlah,biar kamu sehat dan anak kita juga sehat!"Kata Wira sambil menyodorkan makanan kepada Mariam.
"Waww!! kelihatannya enak!"Kata Mariam dengan sumringah.
Wira memasak steik,kentang goreng dan sayuran segar juga salad buah.
"Aku gak nyangka kalau A Wira Ternyata pintar memasak juga!"Kata Mariam sambil menyuapkan makanan ke dalam mulut nya.
"Aku memang suka memasak dari dulu,tapi sudah lama aku tidak melakukan nya.Jadi maaf ya,jika rasanya aneh atau kurang enak!"Kata Wira.
"Enak kok!Enak!Serius!ini enak banget!"
Kata Mariam sambil lahap menghabiskan makanan nya.
Padahal menurut Wira rasanya biasa biasa saja,tapi sepertinya Mariam begitu menyukai masakan nya.
"Kamu tuh laper apa doyan sih!?Pelan pelan aja dong makan nya nanti kamu keselek lagi!"Kata Wira sambil membetulkan anak rambut Mariam yang menghalangi wajahnya.
"Dua dua nya A,aku laper banget, soalnya tadi siang aku cuma makan mie instan!"
"Lah,aku kan suruh kamu pesan makanan Via online, sayang!!"
"Sayang?!Kamu panggil aku apa A,, Sayang?!"
"Emang gak mau yah,kamu dipanggil seperti itu?!"
"Aneh aja sih kedengaran nya!"Jawab Mariam Ketus,dia membereskan piring bekas makan mereka berdua dan hendak mencuci nya,tapi tangannya di cekal oleh Wira.
"Biar aku saja,kamu istirahat saja!"Kata Wira sambil mengambil piring dari tangan Mariam.
"Kok gitu sih A,Masa kamu yang ngerjain semuanya,aku kan jadi gak enak!"
"Udah gak apa apa, kamu duduk aja didepan TV,biar aku yang beresin semuanya!"
Wira memaksa,dan akhirnya Mariam hanya duduk manis di depan TV.
"Tumben kamu gak mual dan muntah setelah makan Neng?!"Kata Wira yang menghampiri Mariam yang sedang duduk di Sofa.
"Iya, ya!kok aku gak mual mual?!"Kata Mariam,ia merasa aneh karena kali ini dia tidak merasa mual dan ingin muntah setelah makan, padahal tadi ia makan lumayan banyak.
"Bagus dong! Berarti tuh Dede Bayi emang pengen dimasakin sama papah nya, mulai sekarang aku akan masakin buat kamu terus,biar kamu gak mual dan muntah lagi setelah makan!"
Kata Wira sambil mengelus elus perut Mariam.
"Nih makan buahnya ,biar kamu tambah kuat dan sehat!"Kata Wira sambil mengupas kan buah mangga untuk Mariam.
"Makasih A,,!Kata Mariam sambil tersenyum.
Baru kali ini Wira melihat senyuman tulus dari Mariam, membuat jantung nya berdegup begitu kencang.
Dia memalingkan wajahnya agar dia dapat menahan diri,pesona Mariam semakin membuatnya tak bisa menahan gelora asmara yang mengaduk aduk kan perasaannya.
Kapan hal itu terjadi,
__ADS_1
Tuhan tolong beri aku kekuatan!
Batin Wira.