
"Mau kemana kak?!"Tanya Fatimah begitu melihat Juna sudah rapi malam ini.
"Lho kamu kok belum siap sih, Sayang!Mamah kan ajak kita makan malam! Ayo berangkat!"Kata Juna sambil mencubit pipi Fatimah yang gemoy.
"Kita?!Kakak aja kali,Aku mah enggak tuh!"Jawab Fatimah agak cemberut.
"Sayang,ya sama aja,kita kan satu, dimana ada Aku ya berarti harus ada Kamu!"
Juna memeluk Fatimah manja.
"Gak ah, Mamah pasti ada yang mau diomongin sama Kak Juna tanpa ada Aku,jadi buat apa Aku ikut,takut merusak suasana!"
"Kamu kok gitu sih ngomong nya! Ayolah kita makan diluar bareng bareng Sayang!"
Rayu Juna.
"Aku gak usah lah Kak!Gak apa apa,Kakak berangkat aja sendiri,Aku tunggu dirumah aja,oke! lagipula Fat lagi males keluar rumah malam ini, dingin!"
Fatimah bersikukuh gak mau ikut, meskipun ia merasa ada feeling yang gak enak tentang ajakan mertua nya malam ini,Dia tak mengajak nya serta.
"Pokoknya Aku gak mau pergi jika kamu gak ikut!"Juna mulai terlihat kesal.
"Sayang,,,,"
Fatimah mulai cemas, seperti nya Juna tidak main main dengan ucapan, dia kembali membuka jaketnya dan duduk sambil menekan tombol ponselnya, berniat menghubungi sang Mamah untuk membatalkan pertemuan mereka.
Gak mau semakin runyam nantinya, Fatimah segera menahan tangan Juna dan memeluk nya langsung.
"Oke oke!Ayo kita pergi!Aku ikut tapi nunggu di mobil aja ya?!"
Kata Fatimah sambil mengambil ponsel Juna dari tangannya agar tidak membatalkan pertemuan dengan Ibunya.
"Kok di mobil sih, Kamu ikut aja makan bareng sama Mamah!"Rajuk Juna.
"Sayang,Aku yakin Mamah ada yang diomongin sama kamu tanpa Aku harus tahu!"
"Ya udah kamu duduk di meja lain aja ya!?"
"Iya,iya!Ayo berangkat, nanti Mamah kamu marah jika kita datang terlambat!"
***
"Hai, Sayang!Ayo duduk disini!"
Sapa Nyonya Liana begitu Juna menghampiri nya di meja makan di sebuah cafe ternama.
"Maaf Juna terlambat Mah!"Kata Juna sambil menarik kursi kosong dengan wajah nya yang terlihat bingung,kok ada orang lain yang ikut gabung di meja mereka.
"Ini adalah Tante Lusi Jun,kamu masih ingat kan sahabat Mamah dari zaman dulu,dan kamu pasti terkejut kan siapa yang ikut sama Tante Lusi!?"Nyonya Liana begitu antusias mempertemukan Juna dengan Sindy.
__ADS_1
"Oh, kalau gak salah kamu Sindy kan?!"Tanya Juna agak ragu,dia ingat jika perempuan ini pernah bertemu dengan nya saat di luar.
"Hai,Kak Juna,apa kabar?!"Sapa Sindy sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Juna.
"Sindy ini pernah ketemu Aku waktu Aku belajar di luar negeri Mam,Aku sering bantu Dia,jika Dia sedang kesulitan!"Kata Juna menceritakan bagaimana dia bisa mengenal Sindy.
"Bukannya kalian pernah bersama,,?"Nyonya Liana merasa aneh kenapa Juna tidak bilang jika Sindy adalah mantan kekasih nya dulu.
"Dia hanya adik kelas ku Mah, kenal juga cuma sebentar,Aku keburu pulang ke Tanah Air,iya kan Sin?!"Juna ingin Sindy memperkuat pernyataan nya.
"A, i i ya,,,!"
Sindy terlihat gugup karena sudah berbohong kepada Mamah nya, yang sebenarnya adalah Dia sudah lama nge Fans berat kepada Juna dan begitu tahu Mamah nya adalah sahabat dari Ibunya Juna ,Dia langsung melobi kepada Mamah nya agar Dia dekat dengan Juna.
"Oh gitu?!Jun ,Sindy ini selain Cantik, pintar, sukses,masih single lagi, katanya dia nungguin kamu lho,dan satu lagi, Dia pasti bisa langsung ngasih keturunan buat kamu!"Nyonya Liana berkata demikian tanpa menyentuh perasaan Fatimah,menantu yang awalnya paling ia sayangi.
"Maksud Mama apa ya ngomong kayak gitu?! Mamah tahu kan Aku sudah punya Fatimah!"Juna agak sedikit meradang kali ini.
"Juna , Juna! Dengerin Tante! Kamu itu butuh seorang penerus,dan Sindy gak keberatan kok dijadikan yang kedua!tapi jika kamu mau melepaskan Istri kamu, tentu saja itu lebih baik!Iya kan Sin?!"
Sindy hanya mengangguk penuh antusias.
"Jadi ini tujuan Mamah ngajakin aku makan malam?!Juna kecewa sama Mamah!"Juna terlihat sangat marah,ia berdiri berniat meninggalkan cafe tersebut.
"Jun, dengerin Mamah dulu! Memang nya kamu mau terus terusan mempertahankan Fatimah yang mandul itu?! kamu mau seumur hidup kamu gak punya keturunan kalau terus-terusan sama dia!?"Nyonya Liana membentak Arjuna dan menahan tangan nya agar tidak pergi.
"Bukan Fatimah yang mandul Mah,tapi Juna!puas Mamah sekarang?!memang nya Sindy masih mau sama Aku yang gak bisa ngasih keturunan?Enggak kan Tante!?"
"Apa maksud kamu Juna?! Kamu jangan mengada-ada ya?!"Nyonya Liana terlihat tidak percaya kepada puteranya,dia pikir Juna hanya membuat alasan palsu agar tidak bersama Sindy.
"Aku serius Mah! kemarin aku habis periksa ke dokter, berniat membuat program hamil, tapi Dokter Mira mengatakan yang sesungguhnya,jika ternyata Aku yang bermasalah selama ini, Fatimah baik baik saja!"Juna meyakinkan Ibu nya jika apa yang dikatakan nya adalah benar adanya.
Nyonya Liana menatap Juna lekat lekat, seakan Dia tetap tidak mempercayai perkataan puteranya itu.
"Juna benar benar kecewa sama Mamah,jika Fatimah tahu tentang ini,dia pasti akan sangat sedih, jangan pernah cari Juna lagi!"
Kata Juna sambil bersiap pergi dari sana.
"Kak! Sindy gak masalah apapun kondisi kak Juna saat ini! pokok nya Sindy mau nikah sama Kak Juna!"Kini giliran Sindy yang berusaha menahan Juna.
"Sorry Sin!Aku gak minat sama Kamu!"Juna pun segera pergi dari tempat itu dan menemui Istrinya yang dari tadi memperhatikan nya dari kejauhan.
"Ayo Sayang, Kita pergi dari sini!"
Kata Juna menyambar tangan Fatimah untuk segera jalan.
Fatimah yang menggunakan masker segera mengimbangi langkah Juna yang berjalan begitu cepat setengah berlari.
"Jun!Juna! tunggu!Mamah minta maaf!"Teriak Nyonya Liana berniat mengejar Juna yang semakin menjauh.
__ADS_1
"Jeng gimana dong sama Sindy! Aku takut dia kembali kambuh jika keinginan tidak terkabul!"Tante Lusi menghadang langkah Nyonya Liana karena Sindy terus merajuk.
"Sorry Jeng!Gara gara Aku ngikutin Jeng Lusi,Juna jadi marah sama Aku!Aku permisi dulu ya!"Nyonya Liana pun segera pergi dari
tempat itu meninggalkan Tante Lusy dan Anaknya Sindy yang terlihat uring-uringan kepada Mamah nya, ternyata Dia memiliki penyakit Bipolar sejak kecil.
"Tenang Sayang, Mamah akan lakukan segala cara agar Juna mau nikah sama Kamu,bila perlu kita jebak Dia dan kita akan pisah kan Dia dari istrinya yang kampungan itu!"Tante Lusi yang selalu memanjakan Sindy itu rela melakukan apapun demi Putri nya meskipun dengan cara yang kotor.
**
"Mamah benar-benar minta maaf Jun! maksud Mamah gak gitu!Tante Lusi yang maksa Mamah agar mempertemukan kamu sama anaknya Sindy itu!Kamu jangan marah sama Mamah ya, please!"
Nyonya Liana segera menyusul Juna ke apartemen nya dan terlihat dia dan Fatimah sedang berbenah, entah mau pergi kemana mereka karena kali ini.
Juna sama sekali tidak merespon Mamah nya, Dia tetap sibuk mengepak pakaian nya ke dalam koper.
"Kalian mau kemana?!mau liburan lagi?!"Tanya Nyonya Liana berharap Juna mau menjawab nya.
"Enggak Mah,kita mau pergi ke Singapura,dan berniat menetap disana!"Fatimah yang menjawab pertanyaan Nyonya Liana dengan senyum nya yang khas membuat hati Mamah mertua nya itu semakin merasa bersalah.
"Apa?! Kalian mau ninggalin Mamah sendiri?! Kalau gitu Mamah ikut!"
"Mah!Juna sudah dewasa! dan biarkan Juna melangkah sendiri,membuat keputusan sendiri tanpa bayang bayang dari Mamah terus!"Sanggah Juna.
"Sayang! jangan ngomong kayak gitu sama Mamah kamu!"bisik Fatimah.
"Kamu sudah berani sekarang ya,sama Mamah! pasti kamu kan yang hasut Juna agar benci sama Aku!Aku yang melahirkan Dia!Dan Aku lebih berhak atas Anak ku!"Nyonya Liana berniat menampar Fatimah namun dicegah oleh Juna segera.
"Mamah ini apa apaan sih! harusnya Mamah minta maaf sama Fatimah!Mamah yang salah tapi malah Mamah yang marah marah!"
Bela Juna.
"Tapi gara gara kamu membela Dia,kamu jadi kurang ajar sama Mamah!"
Nyonya Liana tetap tidak merasa bersalah.
"Justru Fatimah yang selalu menasehati Aku agar Aku tidak benci sama Mamah,dia tahu rencana Mamah dari awal tapi Dia tidak sama sekali menceritakan nya kepada ku! hingga Dokter bilang ternyata Aku yang akan susah punya Anak,dia tetap pada pendiriannya untuk tetap bersama ku! harus nya Mamah bersyukur punya menantu yang Soleha seperti Dia!"
"Maafin Fatimah Mah!kita ke Singapura juga karena saran dari Dokter Mira untuk pergi berobat kesana!jika Mamah mau ikut, Fatimah akan dengan senang hati mengajak Mamah kesana!"Kata Fatimah dengan lemah lembut dan penuh kesopanan.
Nyonya Liana menangis sambil terduduk di sofa.
Ia merasa malu dengan menantu nya yang satu ini.
Fatimah menghampiri nya,lalu memeluk nya hangat, Nyonya Liana pun menangis di pelukan Fatimah.
Juna pun menarik nafasnya panjang, bagaimana pun Dia adalah Ibunya yang selama ini selalu mencintainya.
Apapun yang Dia lakukan adalah bukti cinta nya yang begitu dalam,
__ADS_1
meskipun kadang dengan langkah nya yang salah.