MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Who are you


__ADS_3

Tentu saja kini Mariam menjadi lebih sibuk mengurusi segala keperluan Keenan,dia harus mengikutinya kemana pun Keenan pergi,dia juga harus mencari tahu dan mengingat apa yang disukai dan tidak disukai oleh Keenan.


Meskipun Mariam kurang menyukai pekerjaan nya kini,namun tetap harus ia jalani dengan profesional.


Keenan bahkan sampai menyewa seorang bodyguard perempuan agar Mariam merasa nyaman dan tidak risih saat mereka harus bepergian ke luar kota, Mariam akan membuat berbagai alasan ketika tugas mengharuskan nya untuk ikut Keenan ke luar kota hingga berhari hari, namun setelah adanya bodyguard perempuan yang menyertai mereka, Mariam tidak bisa beralasan lagi.


"Pesankan tiket untuk ke Bali hari ini juga!Kita harus mengejar klien pagi pagi sebelum dia berangkat ke luar negeri!"Kata Keenan memberi perintah kepada Mariam, sesuai keinginan Mariam, jika pada jam kerja mereka selalu bersikap profesional selayaknya atasan dan bawahan,tak pernah sedikitpun Keenan bersikap seolah mereka ada hubungan spesial,jika pun Keenan kerap tidak bisa menahan diri untuk menggoda Mariam dengan sekedar menatap nya saja pun, Mariam akan marah dengan tidak menyapanya sama sekali.


"Baik Bos!apa ada yang lain nya lagi ya harus saya siapkan!?"Jawab Mariam sambil mengambilnya iPad nya untuk memesan tiket secara online.


"Tidak usah menyiapkan apapun,kita beli saja keperluan kita disana nanti!"Kata Keenan sambil berkutat dihadapan laptop nya.


"Tolong saja carikan informasi tentang klien yang akan kita temui besok!Aku akan kirim kan profil nya segera!"


"Baik Bos!Apa anda ingin makan sekarang? ingin makan diluar atau saya pesankan saja!?"Mariam selalu memperhatikan segala sesuatu nya untuk Keenan, itu adalah sebagai bentuk kredibilitas nya sebagai seorang sekretaris sehingga Keenan menjadi semakin kagum kepada Mariam, pekerjaan nya bagus, dia hangat, nyaman diajak bicara, pintar dan selalu mempunyai solusi ketika Keenan memiliki masalah dalam hal apapun.


"Kita makan diluar saja, kamu yang pilih tempat nya!"Jawab Keenan sambil melirik ke arah jam tangan yang ia kenakan, memang sudah waktunya jam makan siang,itu artinya kini ia bebas bersikap santai dengan Mariam.


Sejak Mariam bekerja sebagai sekretaris nya,pola hidupnya kini menjadi teratur, makan nya teratur, tidur nya nyenyak, dan dia selalu merasa happy,beban seberat apapun terasa ringan ketika ada Mariam di sisinya.


Sore ini mereka harus berangkat ke Bali untuk menandatangani kontrak kerja dengan seorang warga negara Belanda yang tinggal di Bali,ia baru saja kehilangan istri nya yang merupakan penduduk lokal dan ingin membangun sebuah resort impian istrinya di tanah kelahirannya di Bali.


Sudah sekian banyak para kontraktor yang mengajukan diri untuk bekerja sama dengan nya selalu ia tolak dengan alasan ide mereka tidak sesuai dengan impian istrinya.


Keenan ikut mengajukan kontrak kerjasama dengan Pria Belanda yang bernama Tuan Mark itu.


Tuan Mark ingin memberi kesempatan kepada Keenan untuk menyampaikan ide nya, untuk itu Keenan menyuruh Mariam untuk menyelidiki latar belakang klien nya yang sulit ini secara detail,namun ia akan segera berangkat ke Belanda siang harinya, untuk itu Keenan dan Mariam tidak boleh terlambat.


Dengan kepintaran nya, Mariam memutar otak bagaimana agar Tuan Mark itu tertarik dan mau menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan Keenan,bukan mencari latar belakang tentang Tuan Mark, Mariam malah mencari secara detail siapa sebenarnya istri dari Tuan Mark yang baru saja meninggal itu.


"Bos, kemungkinan besar seperti inilah resort impian Nyonya Windu,dia baru saja meninggal dan Tuan Mark ingin mewujudkan impian istrinya itu untuk mengenang nya!"Kata Mariam sambil memperlihatkan replika gambar desain resort berkonsep alam.


Mereka baru saja sampai, namun Mariam begitu bergerak cepat mencari informasi yang akan memudahkan Keenan untuk mendapatkan tender nya kali ini.


"Bagaimana kamu dapat berpikiran seperti itu?!"Tanya Keenan sambil melepaskan dasi yang ia pakai untuk sekedar menghilangkan penat setelah perjalanan nya.


"Dari info yang saya dapatkan,ternyata Nyonya Windu itu sangat menyukai bunga dan ia seorang Pecinta alam, juga berkali-kali dia mendapatkan penghargaan dari pemerintah karena jasanya yang sangat giat melestarikan kebudayaan Bali,jadi saya rasa konsep seperti inilah pasti yang sangat di impikan Nyonya Windu,jika kita memberikan sentuhan budaya Belanda sedikit disini, disini,dan disini,Tuan Mark pasti tidak akan lagi banyak berpikir untuk menandatangani kontrak dengan perusahaan kita!"Kata Mariam mempresentasikan ide nya kepada Keenan di depan laptop nya.


Keenan tak menjawab Mariam,dia malah memandang Mariam penuh kekaguman, Deny nya mengembang disudut bibirnya,jika saja diperbolehkan ia ingin sekali memeluk perempuan dihadapan nya kini, tapi jika itu ia lakukan, Mariam pasti akan membunuhnya.


"Bagaimana menurutmu Bos!? Bos,bos,bos??"Mariam melambai-lambai kan tangan nya didepan wajah Keenan yang tengah menatapnya dari tadi.


Keenan pun tersadar,

__ADS_1


"you are so genius!Aku semakin menyukai kamu, Mariam!"Goda Keenan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Mariam.


"Jangan coba-coba,Mr.Keenan, jauhkan negatif thinking mu itu, atau aku akan membunuhmu!"Kata Mariam sambil mendorong kepala Keenan agar menjauhi nya.


Bukan nya takut, Keenan malah semakin ingin menggoda Mariam.


"Kalau gitu,ayo kita segera menikah Mar!biar kita semakin bebas melakukan apapun berdua!"Kata Keenan semakin membuat Mariam gusar.


"Gak mau! jangan mimpi kamu ya!"Jawab Mariam ketus,ia segera menutup laptopnya dan berlalu ke arah dapur guna menghilangkan Keenan yang terus menerus menggoda nya.


Mereka memang sengaja tidak menyewa hotel karena Keenan memiliki Villa di Bali.


Mereka akan tinggal disana untuk beberapa hari sampai urusan mereka di Bali selesai.


"Aku serius Mar! Ayolah,apa sebenarnya alasan kamu terus menolak Aku?Aku tampan, kaya dan rajin solat, apalagi Satria juga menyukai ku, bahkan dialah yang menyarankan ku untuk segera melamar kamu!"Kata Keenan sambil mengikuti Mariam ke dapur,ia ingin menyiapkan makanan untuk makan malam.


Bukan sesuatu yang aneh memang jika Keenan sering menjadikan Satria alasan, Keenan dan Satria memang dekat satu sama lain, mereka seperti sudah bersekutu agar Mariam mau menikah dengan Keenan, bahkan Satria lebih sering menghubungi Keenan daripada kepada Ibunya,dari Satria lah Keenan tahu apa yang disukai atau tidak disukai Mariam.


Namun sampai saat ini Mariam masih belum membuka hatinya untuk Keenan, entah kenapa sepertinya Mariam masih ragu, Mariam selalu merasa belum mengenal sepenuhnya tentang Keenan, meskipun kini dia sudah menjadi sekertaris nya, namun Mariam masih ingin menikmati posisi nya saat ini.


Kini sedikit demi sedikit Mariam jadi tahu baik dan buruk nya dari seorang Keenan Kim.


"Aku hanya masih ingin menikmati kesendirian ku Ken,Aku masih ingin mengenal mu lebih jauh lagi, kurasa masih belum waktunya saja Ken,Aku mohon jangan mendesak ku terus!"Kata Mariam sambil menatap Ken sekilas lalu kembali mencari sesuatu di dalam kulkas.


Terdengar suara ponsel berdering,dan itu adalah milik Keenan.


Ia pun pergi ke balkon untuk menerima telepon yang entah dari siapa.


Tak lama ia kembali ke dapur menghampiri Mariam yang sedang mengocok telur,dia pun menyentuh bahu Mariam dengan refleks.


"Mar!"


"Berhenti menyentuh ku seenaknya seperti itu Ken!Aku tidak suka!jika kamu terus begitu, jangan harap Aku masih mau menjadi sekertaris mu!"


"oke, sorry! Aku gak sengaja!kita harus bersiap sekarang,Mr Mark mengubah jadwal keberangkatan nya malam ini,dia memberi kita waktu 30 menit untuk menemui nya terlebih dahulu!"Kata Keenan sambil menarik tangan Mariam agar bergegas.


"Tunggu sebentar,Aku harus mengambil laptop ku dulu untuk persentase!"Kata mati sambil berlari ke arah kamar nya ,tak lama ia pun keluar dan sudah berganti kerudung.


Sedangkan Keenan menyuruh para ajudannya nya ini tinggal dan hanya meminta satu produk untuk menjadi sopirnya saja.


"Cepatlah Mar!kita bisa terlambat!"


"Dia tidak ikut?!"Tanya Mariam sambil menunjuk bodyguard wanita yang tengah berdiri waspada didepan pintu.

__ADS_1


"Tidak perlu! biarkan saja mereka istirahat!kita tak akan lama!"Jawa'Keenan sambil menarik Mariam agar segera naik mobil.


Mobil pun membawa mereka melesat begitu cepat agar sampai ke tempat tujuan dengan aman dan tepat waktu.


Meski begitu mereka tetap terlambat beberapa menit karena jalanan yang padat.


Tuan Mark tidak begitu senang, begitu Keenan datang dia hanya mengacuhkan nya sambil menatap lahan kosong yang terhampar luas yang akan dijadikan resort impikan nya.


"Bagaimana you bisa menangani proyek ini dengan profesional, di pertemuan pertama kita saja you sudah terlambat!"Singgung Tuan Mark dengan sinis.


"Sorry Mr.saya terjebak macet tadi,semoga Anda tidak marah dan tetap memberi kesempatan kepada saya!"Kata Lee memohon maaf dengan membungkuk kan badan nya.


Mariam datang belakangan dengan terengah-engah sambil membawa sesuatu ditangan nya.


"Mohon maaf Mr, ini ada sedikit oleh oleh untuk anda!"Kata Mariam sambil menyodorkan sebuah kotak berisi makanan khas Bali.


"Kau berniat menyogok ku?!"Mr Mark masih terlihat sinis,dia pandai berbahasa Indonesia meskipun dengan logat Belanda yang kental.


"Bukan Mr, dalam perjalanan kesini tadi saya melihat ada pedagang yang menjual makanan itu, saya pikir mungkin Anda suka ,jika tidak suka anda boleh membuang nya atau memberikan nya kepada orang lain! mohonlah maaf sekali, itulah yang membuat kami terlambat sepuluh menit barusan!"Kata Mariam.


Mr Mark sangat tersentuh dengan perhatian Mariam,kata kata itu sama persis dengan apa yang dikatakan mendiang istrinya dulu, waktu pertama mereka bertemu.


Mr Mark membuka kotak makanan tersebut,dan betapa ia sangat terkejut bagaimana perempuan ini bisa tahu makanan kesukaan nya.


Mr Mark sepertinya mulai tertarik.


"Kemari!mendekatkan lah!"Kata Mr Mark menyuruh Mariam naik ke tempat nya berdiri yang lebih tinggi dari tempat Mariam dan Keenan berpijak.


Keenan kurang menyetujui nya,dari raut wajahnya terlihat jika Keenan takut terjadi sesuatu kepada Mariam.


Mariam naik mendekati Tuan Mark, sedangkan Keenan masih diam di bawah memperhatikan mereka sambil memegang laptop yang Mariam bawa.


"Apa yang kamu pikirkan tentang lahan kosong didepan mu itu!?"Tuan Mark sepertinya sedang meminta pendapat kepada Mariam tentang konsep resort yang akan ia bangun.


Mariam menatap lurus ke depan.


"Aku ingin menjadikan tempat ini indah dipandang mata, nyaman saat ditinggali,bunga bunga bermekaran,dan orang akan lebih mencintai alam , sepertinya mereka yang tinggal disini akan betah berlama-lama karena aroma alam yang khas."


Ucap Mariam sambil membayangkan pemandangan yang terhampar jika resort itu sudah terealisasi.


Kembali Tuan Mark terkaget kaget, bagaimana ucapan perempuan ini bisa sama dengan ucapan yang dikatakan oleh mendiang istrinya.


"who are you?!"

__ADS_1


Mr Mark menatap Mariam dengan tajam, Keenan yang khawatir, akhirnya naik menghampiri mereka.


__ADS_2