
"Gimana proyek nya lancar?!"Tanya Roy begitu Bima datang menghampirinya.
"Alhamdulillah,sesuai dengan rencana kita!Bagaimana kondisi perusahaan saat aku tidak ada!?"Bima balik bertanya.
"Aman kok!Hanya saja Bibah tiba tiba ingin mengundurkan diri,aku tidak tahu alasan nya!"
"Sepertinya dia akan segera menikah,dia baru saja bertaaruf dengan anak dari Guru nya saat di pesantren!"Bima mulai memancing Roy.
"Benarkah?!Aku tidak tahu!"Terlihat gurat kekecewaan terpancar dari wajah Roy,dia langsung menunduk menyembunyikan ekspresi wajahnya dari Bima,sahabatnya.
Entah kenapa hatinya begitu sakit saat mendengar Bibah akan segera menikah.
"Bagaimana hubungan mu dan Natali?"Pancing Bima lagi.
"Entahlah!Papah yang menginginkan pernikahan ini!Aku tidak bisa menolaknya,sedangkan Natali,Aku hanya menganggap dia sebagai sahabatku saja!"Jawab Roy dengan wajah yang sedih.
"Cinta akan datang karena terbiasa Bro!"
Kata Bima.
Roy hanya mengangkat bahunya,lalu membuang nafasnya kasar.
"Ada yang harus aku katakan tentang Bibah Roy!"Kata Bima akhirnya membuka percakapan inti.
"Apa ?!kenapa dia sakit?!Oh iya Aku sudah bawa ramuan khusus dari Cina agar dia tidak masuk angin karena kehujanan tadi!"
Kata Roy sambil mengeluarkan sebuah kotak dari tasnya.
"Bukan Roy!Kamu ingat kejadian yang hampir menimpa Bibah tempo hari dan kamu datang menyelamatkan nya?!"
"Iya,kenapa?!Sudahlah!Sudah kewajibanku menolong sesama apalagi dia adalah sekertarisku juga adik dari sahabatku ,tidak usah diperpanjang!"Roy masih belum Faham.
"Bukan begitu!dengarkan aku dulu Roy!Saat Bibah hampir putus asa karena dia tidak bisa melawan para Geng motor itu,dalam hati ia berdoa kepada Tuhan,minta pertolongan kepadanya,dan dia berjanji jika yang datang menolong nya adalah Pria,maka akan dijadikan calon suami nya,dan jika perempuan ,dia akan mengabulkan segala permintaannya.
kamu mengerti sampai sini Roy?!"Tanya Bima.
Roy malah menatap sahabatnya penuh tanya.
"Dalam agama kami,jika berjanji seperti itu,maka harus ditepati!Tapi seperti yang kamu tahu,Bibah dan kamu tidak mungkin menikah karena berbeda keyakinan!"
"Jadi apa yang harus aku lakukan?"Kembali Roy harus menelan kekecewaan,sejujurnya dia merasa senang jika janji Bibah bisa terwujud,tapi benar kata Bima,perbedaan memisahkan mereka,apalagi kini Bibah ataupun dirinya masing masing sudah memiliki calon pendamping yang menurut orangtua mereka cocok.
"Hanya kamu yang dapat menggugurkan Janji itu Roy,katakan saja kepada Bibah kalau kamu menolak dia karena kamu juga akan segera menikah dan karena kalian berbeda keyakinan,maka janji Bibah akan gugur dengan sendirinya,kecuali,,,"
"Kecuali apa Bim,,?!"Roy merasa penasaran kenapa Bima menghentikan ucapan nya.
"Kecuali memang Tuhan menakdirkan kalian bersama!Apa pun bisa terjadi bukan?!"
Kata Bima.
Roy mengulum senyumannya,senyum yang tak pernah dilihat Bima sebelumnya.
Bima yakin Roy sudah jatuh cinta kepada Bibah,tapi dia tak mampu dan tak bisa mengungkapkan nya karena kondisi yang tak memungkin kan.
"Baiklah jika begitu,Aku akan berbicara kepada Bibah besok!Ini sudah malam,Aku pamit dulu ya!Tolong berikan ini kepada Bibah!"
__ADS_1
Roy pun akhirnya pamit ,membawa hati yang teriris sembilu,cinta pertama yang baru saja ia rasakan tak bisa ia gapai karena perbedaan.
"Baiklah!Hati hati di jalan Roy!Terimakasih atas pengertian nya!"
"Its okey!memang sudah seharusnya begitu!"
Jawab Roy,ia tersenyum miris.
Bima tahu Roy sebenarnya Roy kecewa,tapi begitulah Cinta,tidak ada yang dapat menghalangi ketika cinta tumbuh begitu saja,hanya saja seseorang harus bisa mengendalikan perasaan nya ketika cinta lahir namun tidak dapat dipersatukan,kecuali oleh takdir.
***
"Bima sudah mengatakan semuanya,Aku sudah menggugurkan semua janjimu itu,kamu tidak usah terbebani lagi Bibah,semoga kamu bahagia dengan Pria pilihan kamu itu!"Kata Roy kepada Bibah,mereka sengaja berbicara di kantor agar lebih leluasa.
"Terimakasih Pak!Saya juga berharap Pak Roy segera menemukan calon istri yang sesuai dengan keinginan Pak Roy!"Kata Bibah tulus.
'Berarti berita tentang Pak Roy yang seorang Gay adalah Hoax,buktinya kata Kak Bima dia akan segera menikah!'batin Bibah.
"Kapan pernikahan kamu itu akan dilaksanakan?!"Tanya Roy,setelah mereka hanya saling diam dan suasana menjadi sangat canggung.
"Kalau tidak ada halangan sekitar satu bulan lagi!Nanti Pak Roy jangan lupa datang ya!Kalau Pak Roy kapan?!"
"Belum tahu,semuanya sudah diatur sama Papah ku dan keluarga calon istriku!"
Bibah hanya manggut manggut,entah kenapa dia merasa tidak rela jika Roy menikah dengan orang lain,tapi Bibah segera menepis segala perasaan yang ada untuk Roy,itu tidak boleh berlanjut,meskipun dalam lubuk hati yang paling dalam dia ingin Roy selalu ada dikala ia membutuhkan sandaran hidup.
"Munurutku kenapa kamu harus mengundurkan diri?setidak nya sampai pernikahan mu dilaksanakan dan aku juga belum menemukan pengganti dirimu,bagaimana Bibah,kamu mau kan tetep kerja disini sebentar aja lagi!"kata Roy setengah memohon.
"Baiklah,sampai perusahaan menemukan penggantiku!"Jawab Bibah.
***
"Bagaimana keputusan kalian?Apa kalian akan melanjutkan hubungan kalian ke jenjang pernikahan,atau bagaimana?!"Tanya Kiai Rosid kepada Bibah dan Fikri,mereka kembali mengadakan pertemuan keluarga setelah satu bulan masa ta'aruf mereka.
Bibah dan Fikri masih saling diam.
"Fik?Kok malah diam?!"
Ibu nya Fikri membuyarkan keheningan.
"A a iya Umi!"
"Kenapa kalian masih ragu?!apa kalian sudah melaksanakan shalat istikharah?!"Tanya Mariam ikut nimbrung,dia tahu adiknya masih dilanda kebimbangan tentang hubungan nya dengan Fikri.
"Apa waktu satu bulan yang Abah kasih masih kurang untuk kalian saling mengenal satu sama lain?"Tanya Kiai Rosid,Beliau juga merasa ada yang aneh dengan mereka berdua.
"Jika dirasa kalian tidak cocok,gak apa apa,jangan dipaksakan,atau mau ditambah lagi masa ta'aruf kalian?!"Tanya Kiai Rosid lagi.
"Bukan begitu Abah,hanya saja Bibah masih ada kebimbangan kepada Kak Fikri,selama satu Bulan masa taaruf kita,Kak Fikri tidak pernah sama sekali menghubungi Bibah ataupun keluarga Bibah,bahkan Kak Fikri belum pernah menemui Bibah ataupun kekuarga Bibah untuk sekedar mempererat tali kekeluargaan,Bibah ngerti jika Agama kita melarang sering bertemu untuk yang belum muhrim,tapi rasanya Kak Fikri selalu tidak ada waktu bahkan saat Bibah membutuhkan pertolongan nya.
Jadi yang harus ditanya apakah hubungan ini akan berlanjut atau tidak adalah Kak Fikri!
Bagaimana Kak?Bibah juga ingin mendengar nya langsung!"
Kata Bibah,dia memberanikan diri mengutarakan unek unek nya.
__ADS_1
"Nah Fik!Jawablah!Abah suka dengan sikap Bibah yang terbuka,dia ingin kejelasan dari kamu!"Kata Kiai Rosid kepada Puteranya.
"Kak Fikri minta maaf,Bibah!Memang benar Kak Fikri merasa bersalah karena tidak punya waktu untuk kita saling mengenal lebih jauh selama masa taaruf kemarin,sepulangnya dari Kairo,Kak Fikri sangat sibuk,banyak sekali tawaran untuk berdakwah dan mengisi seminar dari berbagai fakultas islam.
Kak Fikri berharap Bibah dapat mengerti keadaan Kak Fikri.
Dan Jika Bibah dan seluruh keluarga berkenan,Saya ingin menikahi Bibah secepatnya!"
Jawaban Fikri begitu meyakinkan.
"Alhamdulillah,akhirnya jawaban yang kita tunggu tunggu sudah kita dengar,lalu bagaimana dengan Bibah?Apakah mau menerima lamaran dari Fikri?!"Tanya Kiai Rosid kepada Bibah.
Tidak ada raut kebahagian di wajah Bibah yang selalu menundukan wajahnya.
Kini ia yang harus meredam perasaan bimbang yang ada pada dirinya sendiri,meyakinkan jika Fikri adalah calon Imam terbaik yang sudah Allah kirim untuknya.
"Bib!Jawablah!Kok malah bengong!"Bisik Asma.
"I iya,,,!"
"Alhamdulillah,Jadi semuanya sudah jelas,kita akan mengadakan acara pernikahan Bibah dan Fikri satu minggu lagi ,bagaimana?!"
Belum juga Bibah menyelesaikan jawaban nya,Kiai Rosid sudah memotong pembicaraanya,dan acara pernikahan Bibah dan Fikri sudah di tetapkan dan semua anggota keluarga sudah setuju,satu minggu lagi.
Satu minggu kemudian...
"Bib!Kamu kok kayak yang gak bahagia gitu sih di hari pernikahan kamu!senyum dong!"
Kata Mariam yang menghampiri Bibah di ruang rias.
Sejak diputuskan segera menikah,Bibah jadi sering mengurung diri dan terlihat murung.
Tak terlihat lagi sikapnya yang ceria dan bersahaja yang biasanya selalu ia tampilkan.
Pernah Mariam bertanya dan memberi saran,tapi Bibah tentu tidak memiliki kekuatan untuk menolak keinginan Uminya,Umi salamah sudah terlanjur bahagia akan berbesanan dengan Kiai Rosid.
"Semoga ini yang terbaik untuk Bibah ya Teh!Bibah akan berusaha ikhlas dan menerima semua keputusan Allah untuk Bibah!"Kata Bibah sambil menarik nafas dalam dalam.
"Bismillah..!"Ucapnya.
Mariam hanya mengangguk lalu memeluk adiknya itu,airmatanya tak terasa menetes,dia ikut merasakan apa yang Bibah rasakan.
Fikri ,Pria yang dari dulu Bibah idolakan,yang seharusnya Bibah merasa senang saat Fikri datang melamarnya,namun perasaan Bibah goyah ketika dia bertemu Roy,Pria beda agama yang usianya jauh diatasnya,namun mampu meluluhkan hati Bibah yang selalu ada di saat Bibah membutuhkan nya.
Calon pengantin Pria pun akhirnya sudah tiba di tempat diadakan akad nikah,yaitu kediaman Mariam yang kini ditempati oleh Uminya dan Bibah.
Akad akan segera dimulai dan Bibah masih belum boleh keluar dari ruang rias sampai saksi mengatakan Sah,namun Bibah masih bisa menyaksikan dan mendengarkan Fikri mengucapkan akad dari balik tirai.
"Saya nikah dan kawinkan engkau dengan Habibah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan Emas seberat 50 gram dibayar tunai!"
"Saya terima nikah nikah dan kawinnya Ha..."
"Tunggu!Batalkan pernikaha ini Fikri atau aku lebih baik mati!"
Tiba tiba seorang perempuan seusia Fikri datang dalam keadaan hamil dan dia membawa sebuah gunting yang diarahkan ke perutnya yang sudah terlihat membuncit.
__ADS_1
Sebagian tamu wanita dan pihak keluarga histeris karena kaget,semua orang bertanya tanya siapa perempuan tersebut dan apa hubungan nya dengan Fikri.