
"Hallo A, maaf mengganggu,,,jika ada waktu, bisakah kita bertemu?!"Tanya Mariam.
Wira berpikir sejenak,dia harus mencari alasan kepada Sofi agar bisa keluar,dia begitu over protective setelah kecelakaan yang menimpa nya, bahkan pekerjaan kantor pun Doni yang menghandle nya sekarang.
"Kalau gak bisa juga gak apa apa kok!Aku hanya ingin meminta izin,boleh gak kalau Aku menengok Umi yang sedang sakit, dan,,,Aku ingin tinggal disana saja,A,,boleh gak?!"Tanya Mariam sedikit ragu.
"Baiklah kalau itu mau kamu ,aku benar benar minta maaf untuk sekarang tak ada waktu buat kamu, Sofi benar benar membutuhkan ku saat ini,,"
Kata Wira dengan lesu,ia merasa bersalah kepada Mariam dan rasa rindu yang tertahan begitu membuncah di dada nya, tapi untuk saat Sofi benar benar tak bisa ditinggal kan,Kakinya tidak dapat di gerakan, meskipun tidak cacat permanen, tapi sekarang dia hanya bisa duduk di kursi roda dan tak mau di tinggal Wira meskipun hanya sebentar.
"Aku akan mengantar mu,tunggu aku! Jangan pergi sebelum aku datang,oke?!"
Kata Wira,dia akan mencari alasan agar bisa menemui Mariam sebentar saja.
"Nggak usah A,Aku bisa pergi sendiri!"Tolak Mariam ia tidak ingin menyusahkan Wira dengan memaksa kan untuk menemui nya.
"Pokoknya tunggu Aku!!"
Kata Wira sambil menutup sambungan telepon nya.
Wira segera meminta Doni agar menelpon nya di hadapan Sofi dan meminta Wira untuk segera ke kantor dengan alasan ada suatu hal yang penting yang tidak bisa diwakilkan.
"Sayang,Aku pergi ke kantor dulu sebentar,ya! Doni bilang ada masalah yang harus aku selesaikan!"Kata Wira kepada Sofi,dia berusaha mencari alasan agar Sofi mengizinkannya dirinya keluar.
"Terus aku gimana Sayang?!Masa ditinggal sendirian,kalau aku mau ke toilet gimana?!"Rengek Sofi.
"Sama Bi Inah saja dulu ,ya?!aku sebentar doang kok!"
"Satu jam,gak lebih!dalam waktu satu jam kamu gak pulang,aku akan bunuh diri!"
"Apaan sih!kamu jangan ngancem aku kaya gitu dong!gimana kalau urusan ku selesai nya lama!"
"Pokoknya aku gak mau tahu,satu jam atau tidak sama sekali!"Anacm Mariam.
"Terserah kamu deh,pusing aku!!"
"Wira pun segera berangkat ke apartemen tempat Mariam tinggal
Dengan tergesa-gesa ia memasuki kamar apartemen nya dan mencari Mariam.
Namun kosong,Mariam tak ada dimana pun,
Sebuah pesan masuk lewat ponselnya.
"Gak usah nyusul Iyam,A,,Iyam gak apa apa kok pulang sendiri naik bis,,,"
kata Mariam lewat pesan WhatsApp nya.
W menelpon nya balik,namun ponsel milik Mariam Sudah tidak aktif.
Wira segera berlari keluar lagi dari apartemen nya menuju terminal Bis.
Dia mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi,dia takut Mariam keburu berangkat naik bis.
"Pa,Pa ,Pa!?Bis jurusan kota B sudah berangkat apa belum!"Tanya Wira kepada seorang juru parkir.
"Wah sudah Pa, baru saja!mungkin sekitar 10 menit yang lalu!"Kata juru parkir tersebut.
"Ya sudah pa, terima kasih ya!"Kata Wira sambil memberi uang 50 ribu kepada tukang parkir itu.
Wira pun segera tancap gas menyusul Bis yang ditumpangi Mariam.
Dan benar saja Bis itu masih belum terlalu jauh, dengan segera ia menyusulnya dan menyuruh Supir Bis itu berhenti.
Bis itu pun segera menepi setelah sadar ada mobil dibelakang yang mengikuti nya dan menyuruh nya untuk berhenti segera.
Wira segera keluar dari mobilnya dan naik ke dalam Bis tersebut,ia mengedarkan pandangannya ke arah Penumpang dan mencari sosok Mariam.
Ternyata Mariam duduk di kursi bagian tengah dan Wira segera menarik tangan nya.
"Maaf Pak, penumpang yang ini turun disini saja,,!"Kata Wira sambil menyodorkan uang 3 ratus ribu.
Wira pun turun kembali dari Bis tersebut sambil membawa Mariam, kemudian mereka pun masuk ke dalam mobil Wira dan melanjutkan perjalanan ke rumah Mariam dikampung nya.
"Aku kan sudah bilang tunggu aku, kenapa kamu pergi sendiri?!"Kata Wira sambil menatap Mariam, sedang kan Mariam hanya diam menunduk.
"Heii,Kamu marah padaku?!"Tanya Wira,dia menepikan mobil nya sebelum masuk ke jalan tol.
Mariam hanya menggeleng sambil membuang mukanya ke arah jendela, sebenarnya dia sedang menahan agar matanya tak mengeluarkan air mata.
Wira meraih tangan Mariam dan menggenggam nya.
__ADS_1
"Neng,Aa bener bener minta maaf,setelah Sofi kecelakaan,Aa bener bener sulit bernafas,dan sulit bergerak sama sekali,Sofi tak bisa berjalan dan sangat sensitif, bahkan aku sulit pergi ke kantor!"
Kata Wira berusaha memberikan penjelasan kepada Mariam.
"Iya,,Iyam tahu kok,gak apa apa,,!"Jawab Mariam tanpa melihat ke arah Wira sedikit pun
"Neng,,sini dong liat Aa,,!"
"Aku bilang Aku gak apa apa!Ayo segera lanjutkan lagi perjalanan nya kalau mau antar!"Kata Mariam ,nada suara nya sedikit meninggi.
"Neng,,,!"
Wira tahu, Mariam hanya berpura baik baik saja.
Wira meraih kepala Mariam dan membenamkan nya di dadanya.
Mariam pun menangis segukan di dada Wira,
Wira mengelus kepalanya dan sesekali mengecup pucuk kepala Mariam.
Tak ada lagi kata yang terucap, mereka sama sama tenggelam dalam perasaan mereka yang sulit digapai.
Setelah puas menumpahkan perasaan masing masing,Wira pun menghidupkan mesin mobilnya dan melanjutkan perjalanan menuju rumah Mariam.
Dia mengabaikan panggilan telepon dari Sofi yang sengaja ia nyalakan ponsel nya dalam mode silent, Wira sudah wanti wanti kepada Doni agar mengurus semuanya saat dia pergi.
"Umi kamu sakit?!"Tanya Wira memecah kesunyian.
Wira melihat Mariam semakin kurus saja,dia semakin diselimuti rasa bersalah.
"Iyaa,kata Fatimah penyakit lambung nya kambuh,mungkin dia rindu padaku karena sudah lama juga tidak bertemu,,"
Jawab Mariam.
"Ya sudah kamu sebaiknya tinggal saja dirumah Umi kamu dahulu, sampai semuanya membaik,akan aku usahakan mengunjungi mu secara rutin,pakai saja ATM yang aku berikan waktu itu untuk keperluan mu dan keluarga mu,jangan sungkan sungkan,,!Ayo kita beli dulu oleh oleh untuk Umi dan adik adikmu!"
Kata Wira sambil memarkir kan mobilnya di rest area dan mencari toko penjual oleh oleh.
****
"Itu rumah ku?!"Tanya Mariam heran melihat rumahnya yang sudah berubah menjadi lebih bagus, seperti nya baru selesai direnovasi.
Wira mengangguk sambil memarkir kan mobilnya di depan rumah Mariam,
Mariam mengangguk lalu turun dari mobil.
"Umiii!! Fatimah!! Rasyid?!"
Teriak Mariam dari luar pintu memanggil semua orang.
"Teh Iyam,,,, Teh Iyam?!Kak Fatimah!!!Teh Iyam datang!!Umii!!"Seru Rasyid yang sedang duduk di teras depan.
Fatimah yang sedang melayani pelanggan di kedai bakso yang rupanya baru mereka buka pun langsung menengok ke arah teriakan Rasyid dan melambaikan tangannya ke arah Mariam.
"Kakak!!"Seru Fatimah.
Mariam pun membalas melambaikan tangan nya.
"Umi dimana De?!"Tanya Mariam kepada Rasyid.
"Ada didalam teh,lagi istirahat!A Wira Ayo masuk!"Kata Rasyid sambil melambaikan tangan nya ke arah Wira.
Wira dan Mariam pun Segera masuk menemui Umi Salamah yang tengah berbaring di depan TV.
"Assalamu'alaikum Umi,Umi kenapa?kata Rasyid umi sakit?!"Tanya Mariam sambil memeluk Umi nya.
"Mariam?! kenapa kamu pulang Nak? Suami kamu mana?!"Umi Salamah terkejut putri yang ia rindukan ada didepan matanya.
"Assalamu'alaikum,Umi!Umi sakit apa?!"Sapa Wira sambil mencium tangan mertua nya.
"Nak Wira,,,,Umi gak sakit kok!hanya mag umi kambuh saja sedikit, sekarang Alhamdulillah sudah baikan.,"
Jawab Umi Salamah sambil tersenyum ke arah Wira.
"Bagaimana keadaannya Kakak?!"Tanya Fatimah yang bari selesai melayani pembeli.
"Alhamdulillah Baik!Kamu sejak kapan buka kedai Bakso,tahu aja kalau kakak emang paling doyan sama bakso,, "Kta Mariam.
"Baru juga seminggu!!Ya, Alhamdulillah lah ,,berkat Suami Kakak Yang kaya raya itu, kehidupan kita menjadi lebih baik!"Jawab Fatimah yang orang nya memang terkenal Suka nyablak dan ceplas ceplos.
"Fatimah,,!"Hardik Uminya.
__ADS_1
"Eh,Maaf kakak Ipar Aku harus melayani pembeli dulu,ya, dahh kak Mariam!"Kata Fatimah sambil bergegas menuju warung nya yang ramai oleh pembeli.
"Rasyid bantuin dulu Kak Mariam ya Teh! A Wira mau dibuatin Bakso dan minuman gak?!"Tanya Rasyid kepada Wira.
"Boleh , Aa laper banget nih!Tapi awas ya kalau gak enak!"Goda Wira.
"sipp!tenang aja ,dijamin bakso buatan Rasyid rasanya pasti endolita!!"Kata Rasyid sambil mengacungkan ibu jarinya.
Wira tertawa terkekeh.
"Mi, Mariam ingin tinggal disini dulu katanya,Wira titip dulu,ya! soal nya Sofi kecelakaan dan Wira gak mau ninggalin Mariam sendiri terus di apartemen,kalau disini kan dia pasti lebih happy karena dikelilingi oleh orang orang yang dicintai nya,,"Kata Wira mengutarakan maksud kedatangan nya.
"Ya gak apa apa,lebih baik begitu kan,,?umi seneng banget malahan,umi juga denger kabar tentang Neng Sofi, semoga dia lekas sembuh Nak,umi do'akan!"Kata Umi Salamah,dia beberapa bahagia mendengar putrinya akan tinggal bersama nya sekarang.
"Amiin,, Terim kasih Doa nya Mi,,,!"Kata Wira sambil tersenyum.
Sepertinya Wira sangat malas untuk Kembali.
Bukan nya langsung pulang,Wira malah bermain main bersama Rasyid.
"A,,ini sudah mau magrib lho!!nanti kemalaman dijalan lagi!"Kata Mariam mengingat kan Suaminya untuk segera kembali.
"Iya nanti sebentar lagi,,Aku mau pergi ke mesjid dulu bersama Rasyid!"Kata Wira.
Mariam tersenyum senang,
"Ya sudah,Baiklah,ini peci dan sarung nya A,,!"Kata Mariam sambil memberikan peci dan sarung milik mendiang Ayah nya dulu.
Sehabis Isya Wira dan Rasyid baru kembali dari mesjid.
"Kami di ajak ke rumah Mang Imran tadi Teh,dia banyak tanya sama A Wira!"Bisik Rasyid.
"Benarkah?!"Mariam keheranan,apa yang ditanyakan Mamang nya itu.
"Iya teh,dan Kak Wira membagi bagi kan uang kepada orang yang datang ke mesjid!"Kata Rasyid lagi.
Mariam terkejut dengan apa yang suami nya lakukan itu sekaligus senang.
Wira masuk ke kamar Mariam tanpa permisi.
Mariam sedang membereskan baju bajunya tanpa menggunakan hijab nya.
Wira langsung memeluk nya dari belakang.
"Aku sangat merindukanmu ku,,"Kata Wira sambil mengendus rambut Mariam yang wangi nya khas selaku ia sukai.
Mariam terdiam,
"Aa harus segera pulang,nanti teh Sofi nyari."Jawab Mariam sambil melanjutkan aktifitas nya.
"Jangan menyuruh ku pergi terus Neng, justru Aa ingin kamu menahan Aa agar tinggal."Kata Wira sambil menciumi leher jenjang Mariam.
"Tapi Teh Sofi membutuhkan Aa,,!"
"Tapi Aa ingin sama kamu!"Kata Wira sambil membalikkan tubuh Mariam agar menghadap nya.
Wira mulai membelai rambut Mariam dengan lembut dan mulai mengecup kening nya.
Untuk sesaat mata Mereka beradu pandang, kemudian bibir Wira mulai menyusuri pipi, hidung dan berakhir di bibir mungil Mariam.
Mariam ingin menolak,tapi kali ini naluri nya bertolakbelakang dengan keinginannya,ia tak mampu untuk berontak.
Mereka saling berpagut memadu kasih,
Tangan Wira mulai merambah membuka kancing baju tidur yang dikenakan Mariam.
"Tok tok tok!"
"A ,, A Wira!!Ada seseorang yang mencari Aa di depan!"
Suara Rasyid mengejutkan mereka.
Mariam segera membenahi pakaiannya lalu memakai lagi hijab dan Cadar nya, sedangkan Wira membuka pintu.
"Siapa?!"Tanya Wira dengan kesal.
"Gak tahu!"Jawab Rasyid sambil menggedik kan kedua bahunya.
"Boss!! Kenapa sulit sekali dihubungi!!Nyonya Sofi datang ke kantor dan ia mengamuk disana!dia tak mau pulang sampai anda datang!"
Ternyata Doni yang menyusul Wira.
__ADS_1
***.
bersambung