
Mariam di bawa ke sebuah rumah sederhana oleh perempuan paruh baya tadi dan seorang gadis kecil.
Mariam dipersilakan mandi dengan air hangat dan diberi pinjam baju ganti,ia pun di beri sarapan bubur dan dipersilakan beristirahat di rumahnya yang kecil namun begitu nyaman.
"Siapa nama mu Nak?!"
Tanya Ibu itu sambil memijit mijit kaki Mariam yang bengkak.
"Mariam, Bu,, terimakasih ya,Bu,sudah mau menolong Saya!"Ucap Mariam dengan tatapan sendu, ia masih tak percaya,bahwa akhirnya ia dapat terbebas dari cengkeraman Wira.
"Sama sama,Nak,sudah kewajiban kita harus saling tolong menolong bukan?panggil saja Ibu Umi Nur,dan ini adalah Putri bungsu Umi namanya Nuraeni!"kata Umi Nur sambil menunjuk ke arah gadis kecil yang sangat cantik.
"Nur selalu ingin punya kakak perempuan yang cantik seperti kak Mariam,Kakak mau kan jadi kakaknya Nur?!"Kata Nuraeni sambil mengelus elus tangan Mariam.
"Siapa yang tak mau punya adik cantik dan Sholehah seperti kamu,tentu saja kakak mau!kamu kelas berapa sekarang Nur?!"Kata Mariam sambil mencubit pipi Nuraeni yang chuby.
"Seharusnya sudah kelas 4 SD kak,tapi karena Nur sering sakit,Nur tertinggal kelas satu tahun ,jadi sekarang Nur masih kelas 3 SD!"Jawab Nur sambil menunduk.
"Sejak kecil Nur sering sakit,Nak,sampai sekarang pun begitu, sistem kekebalan tubuh nya bermasalah ,jadi sedikit sedikit sakit,sedikit sedikit sakit, makanya tubuh nya kecil begini."Kata Umi Nur sambil mengusap usap kepala Puteri kesayangannya nya.
"Assalamualaikum!Mi,aku lapar!"
Teriak seseorang dari teras.
"Umi sudah bikin bubur,ambil sendiri di dapur Bang!"Teriak Umi Nur.
"Dia putera pertama Umi,dia yang nemuin Nak Mariam tergeletak di depan mesjid setelah dia adzan subuh tadi!"Kata Umi Nur.
Mariam mengangguk sambil tersenyum.
"Sampaikan rasa terimakasih ku kepada nya Bu!"
"Kakak udah punya pacar belum?!Nur punya Abang ganteng lho,kalian pasti cocok kalau menikah!"Celoteh Nur.
,"Nur!!"
Umi Nur memotong celotehan Nur sambil menggelengkan kepalanya.
"Kak Mariam pasti capek Nur, biarkan dulu dia istirahat,ya!?
Istirahat lah dulu nak,nanti saja ceritanya!"
Kata umi Nur sambil menaikkan selimut sampai ke dada Mariam.
Mariam di izinkan beristirahat untuk sementara di kamar Nuraeni.
"Gimana,dia sudah baikan,Mi?!"Tanya Putera Umi Nur yang sedang bersiap berangkat kerja.
"Alhamdulillah, tapi dia masih sangat kelelahan dan belum bisa diajak bicara banyak!"Jawab Umi.
"Jadi dia belum cerita perihal kenapa dia sampai ada dia disini,Mi?!"
"Belum Nak!Kita biarkan dia istirahat saja dulu, kasihan!"
"Iya,Bu,nanti Pak RW ingin menemuinya,kalau dia sudah baikan!"
"Iya,nanti umi kasih tahu sama dia!"Kata Umi Nur sambil beres beres.
"Bang Arul,belum berangkat?!Abang tahu gak ?!Kak Mariam itu cantiiiik banget!Nur seneng banget kalau dia tinggal terus di rumah kita!"Celoteh Nur sambil memakai sepatu,ia bersiap untuk berangkat sekolah.
Sahrul,,
Ternyata seorang Muadzin yang menolong Mariam adalah Sahrul,ketua Divisi lapangan di perusahaan Bima.
Dia tinggal dikampung itu bersama Umi dan seorang adiknya, yaitu Nuraeni.
Setelah ayahnya meninggal dunia, Sahrul menjadi tulang punggung keluarga dan harus mengurus adiknya yang sakit sakitan.
Setiap Minggu nuraeni harus check up ke rumah sakit dam memakan biaya yang tidak sedikit.
Dia bekerja di perusahaan milik Bima sejak lulus SMA dan harus bekerja sambil kuliah,karena kerjanya yang bagus,tak lama dia diangkat jadi ketua Divisi.
"Mariam?!"
Sahrul mengerut kan dahinya,
__ADS_1
tidak mungkin kan Mariam yang ada di rumah nya adalah Mariam sekertaris Bos nya di kantor .
"Iya Bang,kakak bercadar yang Abang tolong itu namanya Mariam,dia cantik dan baik ,deh!"
Kata Nuraeni lagi,dia baru saja selesai memakai kedua sepatu nya.
Sahrul semakin penasaran.
"Ah yang benar kamu?!namanya Mariam!?"
Sahrul masih bertanya tanya ,apa mungkin Mariam yang sama yang baru saja ia kenal,jika saja benar,apa mungkin doanya di kabulkan Tuhan,dia jodoh yang sengaja Allah kirim untuk nya?!
cie ngarepp!
Batin Sahrul,dia tepok jidat sendiri.
Tapi yang namanya Mariam kan banyak.
batin nya lagi.
"Iya,namanya Mariam."Jawab Nuraeni.
Sahrul jadi penasaran ingin bertemu Mariam yang Nuraeni ceritakan,tapi dia harus ke kantor sekarang,ada rapat dadakan yang harus ia pimpin sebentar lagi.
Akhirnya Sahrul berangkat ke kantor dengan menggunakan motor cicilan nya sambil mengantarkan adiknya ke sekolah.
***
Sahrul ingin segera sampai di kantor,ia ingin memastikan apakah sekertaris Bos nya ada di sana atau tidak?!
Jika tidak ada, kemungkinan besar Mariam yang ada di rumah nya adalah benar benarp Mariam sekertaris Bosnya yang ia taksir.
Ternyata Mariam tidak ada di kantor karena memang Bos nya juga yaitu Pak Bima tidak di kantor hari ini, menurut Pak Roy,Pak Bima meninjau anak perusahaan yang lain hari ini,dan pastinya Mariam juga sedang bersama nya.
Tapi rasa penasaran Sahrul belum terpuaskan,ia masih berharap Mariam yang di rumahnya adalah Mariam sekertaris Bos nya itu.
***
"Bagaimana,apa masih belum ada kabar!?"
"Belum Bos,warga di kampung sudah kami tanya satu persatu dan mereka bilang tidak ada yang melihat wanita bercadar yang datang ke kampung mereka semalam!"kata bodyguard nya yang masih berada di kampung dimana Mariam menghilang.
"pokoknya cari sampai dapat, dia tak mungkin pergi jauh,aku yakin dia masih ada di daerah situ,cari secara diam diam,aku yakin Mariam takut kalau kalian adalah suruhan Wira,jika melihat yang mencurigakan, segera hubungi aku!"Tegas Wira.
"Siap Bos, laksanakan!"
Bima segera bersiap pergi ke perusahaan nya,dia harus tetap profesional dalam pekerjaan, apalagi dia baru saja menjabat sebagai pemimpin yang baru,ia tak ingin mengecewakan semua orang,terlebih orangtuanya.
"Bim,adik mu baru saja datang dari LA,kamu mampir ya ke rumah,kita makan siang bareng, Mama udah siapkan makanan kesukaan kalian!"kata nyonya Liana,dia menelepon putera sulungnya agar pulang ke rumah utama,adik nya Bima yang bersekolah di luar negeri pulang hari ini,dia bernama Arjuna.
"Jadwal ku padet mah,lihat nanti ya,aku sibuk banget soalnya!"jawab Bima,dia males menemui adik tirinya yang menyebalkan itu,Arjuna sengaja di kirim ke luar negeri karena sifat nya yang bandel,suka bikin ulah dan sering membuat papahnya jantungan.
"Gak ada tapi tapi!pokoknya kamu harus Dateng!kalau nggak,Mamah akan seret kamu buat pulang!"
Tegas Nyonya Liana,sambil menutup ponselnya,sulit sekali membuat Bima pulang ke rumah, apalagi untuk bertemu adiknya itu.
Bima memang bukan anak kandung nyonya Liana,Ibunya Bima meninggal karena sakit kanker yang ia derita ketika Bima masih duduk di kelas 4 SD,Papahnya lalu menikah dengan Liana,wanita sederhana yang merupakan karyawannya dahulu, mereka menikah beda Agama, Papah nya yang non Muslim sedangkan Nyonya Liana adalah seorang muslim dari lahir meskipun bukan seorang muslim yang taat.
Nyonya Liana s Bima seperti anak nya sendiri,tak pernah sekalipun ia memperlakukan Bima berbeda,meskipun setelah Arjuna lahir ,Liana tetap memperlakukan Bima dengan adil.
***
"Wow!!Apa kabar Abang ku tersayang ini?!Sombong sekali setelah menjadi pimpinan perusahaan,pake gak mau ketemu sama aku segala!"
sapa Arjuna kepada Bima yang datang nya sangat terlambat.
Dia memeluk Bima hangat,wajar saja dia pasti rindu kepada kakaknya yang hampir dua tahun tidak bertemu dan Bima tidak pernah sekalipun menghubungi nya.
Bima terlihat cuek saja,dingin seperti biasa dan tidak membalas pelukan adiknya itu.
"Aku akan menggantikan mu menjadi selebriti terkenal kak,kamu kan sudah mundur dari dunia hiburan, sekarang giliran ku,boleh kan?!"
Goda Arjuna sambil menepuk bahu kakak nya.
"Terserahlah!"Jawab Bima datar.
__ADS_1
"Bagaimana dengan investor dari China dan Singapura,kamu berhasil menaklukkan nya?!"Tanya Tuan Danu setelah Bima duduk.
"Pah, bisa kan jangan ngomongin dulu kerjaan,kita makan dulu,ya!?"Kata Nyonya Liana,sambil mengambil makanan untuk Bima.
"Baik,Sangat baik bahkan,aku beruntung memiliki sekertaris yang handal, mereka sangat menyukai persentase dari sekertaris ku,dan langsung tandatangani kontrak kerja nya!"
Jawab Bima.
"Perempuan bercadar itu?!Apa dia kekasihmu?!"Selidik Tuan Danu.
"Wah bagus dong,Bim! Apa dia sehebat itu,dia lulusan sekolah mana?!"Potong Nyonya Liana,ia sangat mengerti Bima yang paling tidak suka di campuri urusan pribadi nya.
"Universitas biasa saja,toh dia bukan orang berada seperti kita,tapi dia sangat pintar dan cekatan!"Jawab Bima sambil menyuap makanan nya.
"lalu kenapa dia tidak masuk hari ini?! bukankah kalian baru saja masuk perusahaan dan sekarang masa sudah libur lagi!"Pak Danu Memancing Bima agar mengatakan siapa sebenarnya Mariam, meskipun sebenarnya dia sudah tahu Mariam adalah seorang janda.
Bima malas menjawab pertanyaan Papah nya,dia pikir Papah nya sengaja mencari cari kesalahannya.
"Bakalan seru nih,aku pikir sekarang bukan aku saja yang akan menimbulkan masalah!"Sela Arjuna,sambil cengengesan.
"Jun!"
Nyonya Liana memberi kode kepada Arjuna agar tetap diam.
"Papah dengar kamu memutuskan kerja sama dengan perusahaan Wira,apa itu benar?Papahnya Wira menelepon Papah tadi pagi,dan dia meminta papah agar menasehati mu!dia Bilang Wira menghilang,dia bilang Sekertaris mu itu adalah mantan istri kedua Wira,apa itu betul?!"
Kata Tuan Danu mulai menyelidiki putera nya.
"Apalagi yang dikatakan Papah nya Wira?!"Bima masih enggan buka mulut.
"Dia bilang kau melarikan istri nya Wira!"
"Dan papah percaya?!"Bima menatap Papah nya tajam,ia berhenti makan dan suasana mulai memanas.
"Untuk itulah Papah ingin menanyakan nya kepada mu, Papah ingin tahu kebenaran nya! Dia terlihat wanita baik baik,dan kamu gak mungkin sampai berani melarikan istri orang!"Jawab Tuan Danu.
Bima menarik nafas nya dalam dalam.
Semua mata tertuju padanya,menunggu kata apa yang terucap dari bibir nya.
"Dia memang mantan istrinya Wira ,Pah!"
Bima pun menceritakan kemalangan yang terjadi kepada Mariam dan kenapa dia harus menikah dengan Wira yang pada akhirnya Mariam harus menerima perlakuan buruk dari Sofi dan Wira,sampai Mariam di talak tiga langsung oleh Wira karena bayi yang dikandungnya nya keguguran.
"Dan tadi malam dia menculik Mariam karena perusahaan nya bangkrut,dan dia pikir Bima melakukan nya gara gara Mariam!"
Bima Akhirnya mengatakan semuanya kepada keluarga nya.
"Astaga!! Kasihan sekali dia!"Kata Liana.
"Lalu apa hubungannya dengan mu, kenapa kamu selalu menolong nya,apa karena kasihan atau ada hal lain nya?!"Desak Pak Danu,ia ingin tahu perasaan putra nya kepada wanita bercadar itu.
"Aku juga tidak tahu Pah,dari awal aku bertemu dengan nya,aku tidak tahu kalau dia adalah istri kedua Wira, hingga pada saat dia hampir meregang nyawa karena di siksa Wira dan akhirnya keguguran,entah kenapa selalu aku yang menolong nya, secara kebetulan saja aku selalu ada disana, selalu saja begitu,kita selaku terhubung satu sama lain!"Jawab Bima.
"Kalian jodoh kali!"sela Arjuna nyeleneh.
"Lalu benar kamu sengaja menghancurkan perusahaan milik Wira karena wanita itu?"
Tuan Danu masih penasaran.
"Tidak juga, papah saja yang bodoh selama ini di tipu sama dia!papah tanya Roy kalau tidak percaya,Bima menemukan banyak kecurangan selama dia bekerja sama dengan kita! Sudah lama dia memanfaatkan perusahaan kita dan dia mendapatkan untung yang banyak sedangkan perusahaan kita tidak mendapatkan apa apa!"Kata Bima sambil menunjukkan hasil temuan nya.
"Brengsek! kenapa kita bisa kecolongan!"Tuan Danu terlihat sangat marah setelah melihat bukti bukti kecurangan dari pihak Wira.
"Papah terlalu percaya kepada Wira!"Jawab Bima.
***
Bersambung..
Bagaimana kisah Mariam selanjutnya ya,
Terus ikuti karya ku ya,,
dukung terus dengan memberi like,komen dan Voteš„°
__ADS_1