
Doni memergoki Bima sedang berbelanja di swalayan, dia belanja banyak banget,yang Doni heran adalah kenapa seorang artis ternama seperti Bima Reksa berbelanja sendiri keperluan rumah nya bahkan seperti nya kebanyakan belanjaan nya adalah keperluan perempuan.
Karena Curiga dan penasaran Doni berinisiatif untuk mengikuti Bima diam diam.
Tapi dia ketahuan Wira dan Wira langsung mengikuti Doni.
Wira dan Doni berada cukup jauh dari mobil Bima yang berhenti di pekarangan sebuah villa di kawasan Elite dan cukup tersembunyi.
Dibantu beberapa penjaganya,Bima terlihat mengangkut berbagai belanjaan nya ke dalam Villa tersebut.
Villa mewah tersebut terlihat sepi, untuk apa Bima belanja begitu banyak, seperti akan mengadakan sebuah pesta saja.
Setelah Bima masuk ke dalam dan tidak terlihat,Wira memerintahkan melumpuhkan semua penjaga yang ada secara diam diam, setelah itu Wira memilih menunggu Bima keluar,ia berharap Bima keluar bersama seseorang yang ia cari.
Wira segera bersiap di posisi setelah melihat Bima keluar kira kira setelah satu jam Bima di dalam.
"Angkat tangan!Katakan dimana kamu menyembunyikannya Mariam,atau aku akan lapor polisi dan media kalau kamu sudah melarikan istri orang!"
Tiba tiba Wira menodongkan senjata nya di kepala Bima,saat Bima hendak memasuki mobilnya.
Bima mengangkat kedua tangan nya dan berputar kearah suara yang mengancam nya.
"Wira,,!"Kata Bima dengan Santai nya.
"Apa maksudnya nih, pake nodong nodong pake senjata segala,,?"Bima berpura pura bodoh dan tidak mengerti.
"Kamu gak usah pura pura,Bima! Cepat tunjukan di mana Mariam dan aku akan melupakan bahwa kamu telah menculik istriku!"
"Maaf Tuan Wira!tapi aku benar benar tidak mengerti maksud anda!istri yang mana ya?!Sofi?! emangnya dia kemana?! Kabur?"Bima berusaha mengecoh Wira.
"Berhenti berbicara omong kosong,Bima!Atau aku tak segan segan akan melenyapkan mu saat ini juga,tak akan yang menolongmu Bima!semua penjaga mu sudah di lumpuh kan oleh pasukan ku!"Teriak Wira sambil terus menodongkan senjata nya.
"Wauw!!Kau sungguh malaikat pencabut nyawa ,ya??begitu tak berharga nyawa seseorang dimata mu! istri kamu yang hilang,kok aku yang di ancem ancem sih ?!"Bima berusaha tetap tenang dan mengulur waktu.
"Banyak omong kamu,,!Bugh!!"Wira memukul Bima menggunakan ujung pistol nya hingga pelipis Bima berdarah.
lalu dia mencengkram tubuh Bima lalu kembali menodongkan senjata nya.
"Mariam!!! Keluar!!Atau aku habisi malaikat penyelamat kamu ini! Ayo keluar!Aku hitung sampai lima!
satu,,,dua,,,tiga,,, empat,,Li,,ma!
Dorr!dor!dor!!"
Karena Mariam tak kunjung keluar,Wira menembak kan peluru ke atas, bermaksud menakuti Mariam.
Bima tak bergeming,dia berharap Mariam jangan terpancing dan jangan sampai dia menyerahkan diri kepada Wira.
Mariam dan Bi Inah yang mengintip dari jendela kamar mulai resah.
"Jangan keluar Non,bahaya!"
Kata Bi Inah.
"Tapi kita tidak mungkin membiarkan Bima jadi korban Bi!"Jawab Mariam panik.
__ADS_1
"Aku harus segera keluar!"Kata Mariam,tanpa berpikir lagi ia berlari menuju pintu keluar.
"Non,Non! jangan Non!"
Teriak Bi Inah berusaha mencegahnya.
"Jika kau tidak keluar,maka akan ku pecahkan kepala laki laki ini sekarang juga,Mariam!"
Teriak Wira, dia terdengar serius dengan ancaman nya.
Namun tiba tiba Bi Inah berlari menubruk Wira dan bersimpuh di kakinya sambil menangis.
"Ini semua salah Bibi Den!Bibi yang meminta bantuan Den Bima, Karena Kondisi Non Mariam yang kritis!"
"Oh,Bagus Kau juga sudah berani berkhianat,Ya!?Dia adalah istriku,Bi! kenapa tidak menghubungi ku dan malah meminta bantuan orang lain!"
"Bibi sudah berkali kali menghubungi Aden juga Pak Doni, tapi sulit untuk menghubungi kalian! Sedangkan Non Mariam sudah sangat kritis!Janin nya harus diangkat Den,dan dia memilih untuk mempertahankan nya!"
Kata Bi Inah,dia tak berhenti menangis memohon agar Wira mengerti.
"Dimana dia sekarang!?"Wira berbalik menodongkan senjatanya ke arah Bi Inah, sedangkan Bima di pegang Doni dalam kondisi parah berlumuran darah karena disiksa.
"lepaskan mereka!aku yang kamu inginkan bukan?!"
Mariam berjalan mendekati Wira dengan mata yang tajam.
Mulut nya komat Kamit berdoa meminta perlindungan kepada Allah,SWT.
Dia meminta yang terbaik untuk semuanya dan minta di beri kekuatan.
"Kau berani lari dengan pria lain?!dasar perempuan *******!"Teriak Wira sambil mendorong tubuh Bi Inah dan bersiap menampar Mariam.
Tubuh nya terasa panas saat bersentuhan dengan tangan Mariam.
segera ia menepis kan tangan nya melepaskan diri dari cengkeraman Mariam.
"Ada yang aneh dengan Wira!"Batin Mariam.
Namun bisikan bisikan ke dalam kepalanya begitu berdengung berputar putar membuat Wira kehilangan fokus nya.
"Bunuh dia!bunuh dia!"Bisikan bisikan itu begitu terasa nyata di telinga Wira.
Naluri nya bertentangan dengan kerja otak nya.
Dia begitu Frustasi mana yang harus pilih, naluri nya atau otaknya.
"Akhh!!!
Wira berteriak histeris sambil memegang kepalanya,satu tangan nya yang memegang senjata menarik pelatuknya ke arah sembarangan, mata nya terasa kabur dan tembakannya tidak terkendali.
Mariam Shock,tubuhnya merunduk memeluk Bi Inah sambil menutup kedua telinganya.
Doni melepaskan cengkraman nya kepada Bima dan mengamankan Wira yang semakin tak terkendali.
Beberapa mobil polisi yang sedangkan berpatroli berdatangan karema mendengar kegaduhan di area itu,
__ADS_1
"Angkat tangan! turunkan Senjata kalian dan segera serah diri!"
Teriak para polisi itu sambil mengacungkan senjata mereka.
Wira dan para anteknya segera diamankan oleh polisi, sedangkan Marian yang sudah tak sadar kan diri sedang dipegang oleh Bima dan Bi Inah yang sama sama terluka, terlihat darah segar mengalir dari bawah rok Mariam.
Bi Inah begitu panik,
"Den Bima!Non Mariam,Ya Allah Gusti,beri kekuatan kepada Non Mariam!"Teriak Bi Inah sambil menangis histeris.
Ambulan yang baru tiba segera mengangkut Mariam dan Bima ke rumah sakit terdekat.
Sepanjang perjalanan Bi Inah tak berhenti menangis dan berdoa,
Mariam segera dipasangkan oksigen sedangkan Bima segera di obati luka lukanya oleh para tim medis.
Sesampainya dirumah sakit kondisi Mariam sudah sangat kritis.
Wira yang juga terluka akibat amukan dirinya sendiri ternyata dirawat dirumah sakit yang sama.
Dia melihat Mariam di bawa ke ruang operasi dan segera menyusul nya kesana.
"Dokter apa yang terjadi padanya?!"
"Maaf Bapak siapa nya pasien?!"Tanya salah satu Dokter.
"Dia Suami nya Dok!"Jawab Bi inah dengan lirih.
"Maaf Pak!Janin yang dikandung Bu Mariam sudah tidak bernafas lagi,kita harus segera melakukan operasi untuk mengeluarkan nya,jika tidak nyawa Bu Mariam dalam bahaya!"
"Tidak,tidak!itu tidak boleh terjadi, selamat kan anak ku, bagaimana pun caranya!cepat Dokter!kau tidak boleh mengeluarkan nya!"
Teriak Wira histeris,dia mencengkram kerah baju dokter itu, sehingga dokter itu terbatuk batuk karena sesak.
Beberapa polisi yang menjaga Wira segera mengamankan dan membawa Wira keluar dari ruang operasi.
Operasi harus tetap dilakukan karena janin yang dikandung Mariam sudah tidak ada detak jantung nya lagi, ditambah kondisi Mariam yang sudah tidak memungkinkan lagi dan harus segera ditangani.
Bima dan Bi Inah menunggu dengan sabar di depan ruang operasi, Sedangkan Wira diperiksa polisi terkait tindakan nya.
Bima dan Bi Inah juga sudah memberikan keterangan terkait tindakan Wira Kepada Mariam.
Bima memberikan bukti bukti dan hasil Visum kekerasan yang dilakukan nya kepada Mariam.
Tapi sayang, bukan Wiranata Kusumah namanya,jika ia tidak mampu menutupi kasus nya dengan mudah,ia dinyatakan dalam keadaan tidak sadar dan defresi dan hanya akan melakukan pengobatan kejiwaan oleh psikiater nya.
Entah lah, begitulah nilai keadilan bagi seorang Mariam,wanita yang tertindas dan lemah.
Tapi tidak sampai disitu.
Sofi mendengar kabar tentang Bayi Wira yang gagal dilahirkan Mariam,dia belum puas jika tidak melenyapkan Mariam dengan tangan nya sendiri.
Ambisinya untuk Wira tak pernah padam dan dia yakin Wira sudah jatuh hati kepada Mariam dan selama Mariam hidup,Wira pasti akan terus berusaha mendapatkan nya.
Itu yang dikhawatirkan Sofi.
__ADS_1
"Malam ini kosongkan jadwal ku Mario!Ada sesuatu yang harus aku urus!"
Kata Sofi berbicara kepada Manager nya lewat telepon,ia bersiap pergi, menggunakan sarung tangan sweater Hoodie yang menutupi kepala nya.