
Pagi ini seperti biasanya Bima bersiap pergi ke kantor,dia sedang menikmati sarapan nya ditemani sang istri yang dengan setia melayani nya.
"Den,Pak Rio sudah menunggu di depan!"
Kata Bi Ijah memberitahukan.
"ohh,suruh masuk aja Bi, sekalian dia ikut sarapan, boleh kan Sayang?!"Ba meminta persetujuan dulu Mariam.
Mariam yang sudah selesai sarapan nya mengangguk sambil tersenyum, kemudian memakai kembali cadarnya.
"Bima,,Aku kangen banget?!Kamu kemana aja sih,kok susah banget dihubungi,kamu mengganti nomor mu,ya?!"Seorang perempuan cantik yang memakai baju mini berhambur langsung memeluk Bima, Mariam yang sedang menyiapkan makanan untuk Rio sangat terkejut melihat nya dan langsung menatap ke arah Fio meminta penjelasan.
"Aku bertemu dengan Tyas diluar, sumpah!Aku gak tau kalau dia ngikutin aku!"Kata Rio sambil mengacungkan dua jari tangan nya.
Bima pun tak kalah terkejutnya dengan kedatangan Tyas yang tiba tiba.
Dia adalah mantan kekasih nya dulu, mereka sudah hampir menikah namun gagal Karena Tyas kepergok selingkuh dengan sahabat Bima sendiri dan Tyas memilih menikah dengan nya yang seorang pengusaha sukses,waktu itu Bima masih menjadi artis terkenal dan keluarga Tyas menganggap nya tidak memiliki masa depan.
"Tyas, tolong lepaskan!kamu gak boleh seperti ini,kita bukan mahrom! perkenalkan dia adalah Istriku,Mariam namanya."
Bima langsung menjauh dari Tyas dan segera mendekati Istrinya yng terlihat shock.
"Sayang,dia adalah Tyas,Aku, dia dan Suaminya, kami dulu adalah sahabat,dan sekarang kita tidak pernah bertemu lagi." Bima menjelaskan agar Mariam tidak salah Faham.
Mariam hanya bilang Oo lalu ia mendekati Tyas untuk berjabat tangan.
Tyas malah memandang Mariam dengan tatapan aneh,
"Ih,, ini istri kamu,Bim?gak salah?"Tyas seperti memandang rendah Mariam.
"Memang nya kenapa?dia cantik,baik, Solehah lagi dan yang pasti setia!"Sindir Bima.
"Kamu kok ngomong nya gitu sih,kamu masih marah ya sama aku?!"Rengek Tyas dengan suara mendesah manja, membuat Bima jijik mendengar.
"Oh ya,Andre mana?dia masih di LA?!"Tanya Bima mengalihkan pembicaraan.
Raut wajah Tyas langsung berubah sedih, tapi sangat jelas terlihat kalau itu hanya akting saja.
"Hik hiks hiks! dia meninggal kan ku di LA Bim,dia pergi ke inggris dan mnyuruh ku balik kesini sendiri!"Kata Tyas sambil berpura-pura menangis.
"Kok bisa ?!"sebenarnya Bima tidak terlalu terkejut,dari awal dia sudah menyangka hal ini pasti akan terjadi, menginginkan Sifat keduanya yang sama sama masih suka hura hura.
"Ya,kamu tahu lah Sifat dia yang pemarah,dia sering mengusir ku jika dia lagi marah!dan kali ini dia benar benar sudah menceraikan ku!"Jawab Tyas sambil terisak.
"Bim,aku tinggal disini sama kamu ya?! Mamah dan Papah aku bangkrut dan dia juga mengusir aku begitu mereka tahu aku berpisah dari Andre.Aku gak tahu harus kemana!"Rengek Tyas dengan wajah memelas.
"Gak bisa dong Tyas!Ini adalah rumah Istriku,dan aku gak suka ada orang asing yang tinggal bersama kami!"Tegas Bima.
__ADS_1
"Please Bim,Aku harus tinggal dimana lagi?!masa kamu tega sih?!lagian rumah ini bukan
nya rumah yang akan kamu hadiah kan untuk ku ya?!"Tyas tak berhenti berusaha mengambil hati Bima,dia tak peduli walaupun Bima sudah beristri.
"Ya Ampun!itu cerita lama Tyas,sebelum kamu memutuskan memilih Andre dan menikah dengan nya, sekarang hubungan kita sudah berakhir,aku sudah menikah dan sangat mencintai Istriku,jadi tolong jangan ganggu aku lagi, sekarang silahkan keluar dari rumahku ini!"
Mariam hanya mendengar kan mereka dan berusaha tak ikut campur.
Tyas diam ambigu, dulu memang salahnya, Andai saja dari dulu ia tahu jika Bima adalah seorang ahli waris konglomerat,dia pasti tak akan meninggalkan nya.
"Sayang Aku pergi ke kantor dulu ,nanti kita makan siang di luar, kamu gak usah masak, nanti aku jemput ya! "Kata Bima sambil mengecup kening Mariam.
Mariam yang masih kaget dengan kehadiran Tyas hanya bisa menggangguk dengan mata yang nanar.
Faham suasana istrinya tidak baik, Bima segera memeluk istrinya itu untuk menenangkan nya.
"Jangan khawatir sayang, Dia bukan siapa siapa, semua nya akan baik baik saja! "Kata Bima sambil mengelus punggung Mariam dalam pelukan nya.
"Aku percaya kok sama kamu! "Bisik Mariam.
"Aku akan ikut kamu ke kantor, biar kita ngobrol lebih leluasa!"Kata Tyas keukeuh.
"Tidak!Aku ada rapat, sibuk! Aku akan menyuruh satpam untuk mengusir mu jika Kamu terus terusan mengikuti ku!"
"Pak Mul!!! "Teriak Bima memanggil satpam yamg menjaga rumahnya.
"Seret dia keluar dan jangan biar kan dia masuk lagi!jika dia datang terus,usir saja dia!"perintah Bima sambil menunjuk ke arah Tyas.
"Kamu apa apaan sih, Bim?!Lepas kan! Aku bisa keluar sendiri! "Teriak Tyas,dia langsung berontak saat Satpam Bima menyeret nya keluar .
"Ingat ya, Bim! Aku akan terus berusaha mendapatkan mu kembali, Aku akan melakukan apapun agar kamu berpisah dengan nya dan kita bisa kembali lagi bersama! "Teriak Tyas sambil terus diseret keluar.
"Sayang,,,! "Mariam terlihat cemas mendengar ancaman Tyas.
"Kita minta saja perlindungan dari Allah, ya!jangan cemas sayang, kamu dan aku selama nya, Please jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi, oke?! "Kata Bima sambil menatap Mariam penuh keyakinan.
Mariam mengangguk lalu memeluk lagi Bima dengan erat, seakan dua takut kehilangan nya.
"Aku berangkat sekarang ya, sebentar lagi ada rapat penting, dan Rok tidak bisa mengganti kan ku,setelah selesai, aku akan jemput kamu, kamu bersiap ya, kita akan jalan jalan! "
"Baiklah, kamu hati hati ya?! jangan nakal! "
Jawab Mariam.
"Hahaha! Kamu cemburu ya!? Nggak kok sayang!ngapain aku nakal, kalau sudah punya Bidadari yang sempurna di hati aku! "
"Ahh, gombal!sudah sana berangkat! katanya ada rapat!"
__ADS_1
"Iya, iya, Assalamualaikum! "
"Waalaikum salam, Fii Amanillah, Sayang! "
Kata Mariam sambil melambaikan tangannya.
***
"Sialan!Si Bima sudah berubah! sia sia saja gue ningggalin si Andre yang sudah kere!
Argggh!! Apa yang harus Gue lakukan sekarang?! Berpikir Tyas, ayo berpikir!"
Gerutu Tyas begitu ia di usir dari rumah Bima.
"Hmhh,kenapa gak terpikir olehku sih dari tadi?!
Gabriel,, hahaha Gue akan pakai Gabriel sebagai senjata!Gue harus segera menemui Om Danu dan tante Liana,Gue yakin mereka akan membantu Gue untuk segera mendapatkan Bima kembali.
Huh!Gue gak mau kehilangan tambang emas gue!Jika perlu Gue akan singkirkan wanita kampungan itu, pokoknya apapun harus Gue lakukan,dan Gue harus bertindak cepat!"
Dengan tergesa gesa Tyas melajukan mobilnya,dia menuju ke tempat Tuan Danu dan Nyonya Liana berada.
Rahasia besar akan segera dia ungkapkan demi mendapatkan kembali Bima ke dalam pelukannya.
Nyawa Mariam pun kini sedang dalam bahaya,dia beniat menyingkirkan semua orang yang dianggap nya menghalangi jalan nya.
Dia mencari tahu latar belakang Mariam,dan Tyas semakin senang begitu tahu ternyata Mariam adalah mantan istri dari Wira.
Tyas mengenal Wira sebagai teman semasa dia kuliah,dan sepengetahuan nya Wira baru saja keluar dari penjara.
Dia akan mendesak Wira untuk kembali mendapatkan Mariam.
Pikiran liciknya begitu banyak ide yang bermunculan dan jalan menjadi Nyonya Bima semakin terbuka lebar baginya.
Tidak ada yang tahu jalan hidup seseorang,tak ada yang bisa menebak bagaimana kita menjalani hidup ke depan nya.
Semuanya berharap ingin kebahagiaan, jika jalan menuju itu ternyata dirasa begitu sulit,dan kita begitu bersabar dan bertawakal menjalani nya,maka tunggu lah keajaiban Ilahi,hadiah terbesar darinya,jika tidak diberikan di dunia maka di akhirat, Syurga menanti bagi hamba hamba nya yang pandai bersyukur dan bersabar.
Sekelumit cerita dari karyaku ini,
mohon maaf jika begitu banyak kekurangan dan mungkin cerita yang terlalu di buat buat,
kisah ini bukan aku dapat kan dari sinetron di televisi,tapi hasil reset dalam kehidupan sehari hari para perindu kata
"BAHAGIA".
Tunggu terus kelanjutan nya ya, mohon maaf jika kadang telat Up
__ADS_1
karena suatu hal hrus aku selesai di dunia nyata ku🥰🤗🙏