MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Ember bocor kompor meleduk


__ADS_3

"Assalamu'alaikum!!"


"Waalaikum salam,, Tuan?! Nyonya?!den Arsyad!!!


Ma,mari masuk!Tuan Wira masih di kantor,,apa perlu saya telpon?!"


Bi Inah sangat terkejut kedatangan orangtuanya Tuan nya itu,bisa berabe nanti kalau mereka melihat Non Mariam,batin nya.


"Gak usah Bi,Kami hanya mampir kok ,gak lama! Irsyad ingin tahu kediaman Wira,jadi kita mengantarnya sambil lewat!"Kata Bu Halimah pura pura,mata nya berpencar ke seluruh penjuru rumah, seperti mencari sesuatu.


"Sofi kemana Bi?!"Tanya Pak Wijaya.


"Kata nya ke Bali,Tuan!Satu Minggu,baru dua hari perginya!"Jawab Bi Inah,dia terlihat gugup.


"Wahhh,wangi apa ini?Kamu lagi masak,Bi?!"Kata Bu Halimah sambil menuju ke arah dapur.


Bi Inah semakin salah tingkah,soalnya Mariam sedang asyik memasak untuk makan malam.


"Wahh ada siapa ini?! pegawai baru ya Bi?!"Tanya Bu Halimah saat melihat seseorang sedang memasak.


"Euhh anu ,Nyah, dia ,dia,,,"


"Dia Mariam Bukde!yang tadi Irsyad cerita kan itu!"Jawab Irsyad memotong jawaban Bi Inah yang terlihat ketakutan.


"Mariam itu siapa B!?"Bu Halimah Mendesak Bi Inah yang pasti tahu sesuatu.


Sedangkan Mariam hanya tertunduk dan diam,dia takut salah bicara,dasar Irsyad kompor!batin Mariam.


"Anu Nyah,dia,dia , istrinya Tuan Wira!"Jawab Bi Inah ragu.


"Istri?!istri bagaimana maksudnya, Sofi gimana?!Mereka cerai?!"Tanya Bu Halimah penuh selidik.


"Assalamu'alaikum!!"


Sepertinya Wira sudah pulang dari kantornya, tidak seperti biasanya dia pulang cepat.


"Waalaikum salam!"Jawab Semua orang yang sudah siap mengadilinya.


"Mamah?!Papah?!"


Wira terlihat sangat terkejut,dia mendekati Mariam yang sedang menunduk ketakutan.


"Apa yang kalian lakukan pada Mariam?!Kalian menyakiti nya?!"Hardik Wira sambil meraih Mariam agar lebih dekat padanya.


"Tidak!kami baru saja sampai,kami hanya bertanya kenapa ada perempuan asing di rumahmu?!Ada yang ingin kau jelaskan,anak nakal?!"Kata Bu Halimah sambil menjewer telinga putera satu satunya itu.


"Aduh mah,sakit!Ampun mah!"Teriak Wira sambil memegang Telinga nya yang memerah.


"Ayo duduk dan jelaskan, Wira!Untuk apa kamu menyembunyikannya wanita lain dirumahmu?!"Kata Pak Wijaya tak kalah geram dengan kelakuan putra nya itu.


"Lo kan pasti biang keroknya?!Dasar ember bocor!"Cibir Wira kepada Irsyad yang malah asyik mencicipi masakan Mariam.


Mereka pun akhirnya duduk di ruang keluarga guna mendengar kan penjelasan Wira.


"Dia Mariam Mah,Pah,Istri Wira,kami baru menikah satu bulan yang lalu,dan dia tengah mengandung sekarang!"Jelas Wira.Terpaksa dia harus membohongi kedua orang tuanya, sebenarnya mereka kan baru menikah sekitar dua Minggu lalu.


"Apa?!hamil?!"Teriak kedua orangtuanya Wira, Irsyad sampai tersedak makanan nya mendengar penjelasan Wira.


"Gila,cepet amat!"Gumam Irsyad,


"ya Allah dari sekian banyak nya perempuan kenapa harus Mariam?!Dia yang sudah mencuri hatiku ternyata adalah istri saudara ku sendiri!"Batin Irsyad penuh kesedihan.


"Bagaimana dengan Sofi,Apa dia tahu?!terus kenapa kamu gak bilang sama Mamah Papah, bahkan waktu itu kamu menolak saat mau dikenal kan dengan anak temen mamah!"


"Dia perempuan pilihan Sofi mah!Wira gak bisa menolak nya!"


"Apa?!Kok bisa?!"

__ADS_1


Bu Halimah dan Suami nya makin tak habis pikir,apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka.


Mereka memandang Mariam dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Mamah jangan melihat dia seperti itu dong!dia kan jadi ketakutan!"Kata Wira.


"Makan malam lah bersama kami,Bu,pak,Saya sudah memasak banyak!"Kata Mariam, akhirnya ia pun buka suara.


"I iya tentu saja,Nak!Kami ingin mencicipi masakan mu!"Kata Bu Halimah gugup,ia masih tak percaya ia akan segera menimang Cucu.


" Baiklah kalau begitu,saya permisi dulu ke dapur,mau menyelesaikan masakan saya dulu!"Kata Mariam sambil berdiri dan ia pun beranjak menuju dapur.


"Wira, istrimu itu kan sedang hamil,jangan biarkan dia kerja seperti itu dong,nanti dia kelelahan,gimana?!"Kata Bu Halimah khawatir dengan keadaan menantu barunya itu yang tengah mengandung buah hati keturunan nya.


"Dia sendiri yang mau mah,kalau aku larang dia suka marah marah gak jelas,ya sudah aku biarkan saja."Jawab Wira.


"Gimana ceritanya sih, Sofi itu sampai mengizinkan kamu menikah lagi,setahu Papah dia kan anti banget poligami!"Kata Pak Wijaya penasaran.


"Iya Mamah heran deh?!Terus dimana kalian bertemu dengan Mariam itu?!"


"Wira juga gak ngerti Mah,terjadi begitu saja,Kalau Sofi yang minta, Wira gak bisa nolak kan?!"Wira jelas berbohong,dan tak mungkin kan dia mengatakan yang sebenarnya,kalau Sofi terpaksa menyuruh nya menikahi Mariam karena tak sengaja Mereka menanam benih janin di rahim Mariam,dan pernikahan mereka bersifat hanya sementara.


"Tapi kenapa kamu gak bilang sama kita?!"


"Ya malu lah mah,Wira menolak mentah mentah saat mamah mengusulkan Wira menikah lagi,dan sekarang malah Wira sudah menikah lagi!"


"Makanya nurut sama orang tua sekali kali!"Kata Pak Wijaya.


"Jadi mamah papah gak marah?!"


"Ya nggak lah,justru mamah seneng mau punya cucu,tapi mamah juga mau tahu siapa Mariam itu sebenarnya!"


"Dia hanya orang biasa Mah,dia guru mengaji dan guru honorer,Aku dan Sofi ketemu dia saat dia sedang kuliah!"Jawab Wira berbohong lagi.


Bu Halimah dan Pak Wijaya hanya manggut-manggut.


Sementara itu di dapur..


Mariam hanya menoleh tanpa menjawab nya.


"Apa waktu itu kamu sudah menikah dengannya?!"Tanya Irsyad masih penasaran.


"Setelah itu,saya baru bertemu dengan A Wira dan teh Sofi."Jawab Mariam seperlunya.


"Kok kamu mau sih jadi istri kedua?! Padahal aku masih lajang dan sudah siap menikah!"Kata Irsyad mencari celah.


"Sayang!!Kamu masih belum selesai,biar Bi Inah yang kerjakan,kamu istirahat ,ya,nanti kamu kecapean lagi!"


Kata Wira yang tiba tiba masuk ke dapur dan ia dengan sengaja menabrak bahu Irsyad padahal tak menghalangi jalan nya.


Wira memeluk Mariam dari belakang,dia membisikkan sesuatu ke telinga Mariam.


"Bersikap lah manis di depan mereka,aku tak ingin mereka tahu yang sebenarnya!"bisik Wira.


Mariam menghentikan aktifitas dan mencuci tangannya,,


Wira masih menempel dipunggung nya mengikuti gerakan Mariam.Ia sengaja melakukan nya di depan Irsyad untuk menegaskan bahwa Mariam benar benar miliknya seorang.


Irsyad memutar bolanya sebal, mulut nya berdecak mengeluarkan suara,ia pun pergi ke ruang keluarga menemui Bukde dan Pakde nya.


***


"Masakan mu enak!Wira pasti makin gemuk kalau punya istri pintar masak seperti kamu!"Puji Bu Halimah.


"Alhamdulillah kalau Ibu Suka,,"Kata Mariam sambil menahan perutnya yang terasa mual dan ingin muntah setelah di isi barusan.


"Ajak dia ke rumah Mamah kapan kapan Wir,atau besok besok kita belanja bareng ya,Mamah ingin belanja peralatan bayi secepatnya!"Kata Bu Halimah begitu antusias,dia masih menikmati makanan nya.

__ADS_1


Mariam menutup mulut dengan tangan kanan nya, sepertinya ia sudah tak bisa menahan lagi rasa mual dan ingin muntah.


Segera ia berdiri dan berlari menuju kamarnya.


"Istri mu seperti nya Mual, Wir?!Tanya Pak Wijaya.


"Iya Pah kasihan dia, setiap habis makan langsung dimuntahkan lagi!Wira susul dia dulu ya?!"Kata Wira sambil beranjak menyusul Mariam ke kamarnya.


Setelah Wira pergi, ponselnya yang tertinggal di meja makan berdering,Pak Wijaya melihat Ponsel putra nya tersebut.


"Sofi ,Mam!"Kata Pak Wijaya sambil menyodorkan ponsel itu kepada istrinya.


"Biarkan saja,toh Wira nya juga gak ada!"


Jawab By Halimah cuek.


"Angkat lah Mam, katakan saja yang sebenarnya!"Kata Suami nya.


"Iya Bukde,kita ingin tahu reaksi Sofi melihat kita ada disini!"Jawab Irsyad si kompor meledug


Akhirnya dengan ragu Bu Halimah mengangkat ponsel itu.


"Hallo,,!"


"Hallo Sayang kamu lagi ngapain?!"Sapa Sofi,dia belum sadar siapa yang mengangkat ponsel Suaminya.


"Ini Mamah Sof!"Jawab Bu Halimah.


"Mamah?!Mas Wira mana mah?!"Tanya Sofi,dia agak terkejut mendengar suara mertua nya itu.


"Wira sedang mengurus Mariam,dia mual dan muntah terus!Katanya kamu lagi di Bali Sof,kapan balik?!"Tanya Bu Halimah basa basi.


"Sekitar 5 harian lagi mah,mamah dan papah apa kabar,maaf ya,kalian pasti terkejut karena ada Mariam di rumah, kalian pasti senang kan mendengar Mas Wira akan punya anak meski bukan aku yang mengandung!"Kata Sofi.


"Tapi itu kan maunya kamu Sof,Sudahlah tidak usah dibahas,yang penting kalian harus akur, semuanya akan baik baik saja!"Kata Bu Halimah.


"Iya Mah,Sofi gak apa apa kok, lagipula Mariam sudah berjanji akan menyerahkan anak itu kepada aku mah,jika sudah lahir!"


"Maksud kamu apa,Sofi?!Bukankah kalian akan mengurus nya sama sama?!"Bu Halimah agak terkejut dan heran dengan perkataan Sofi barusan,apa maksud nya anak nya akan diserahkan kepada Sofi,jangan jangan Mariam akan dibuang setelah melahirkan bayinya.


"Iya Mah,tentu saja kami akan merawat bayi itu sama sama,maksud Sofi,Mariam tidak keberatan kalau aku ikut merawatnya Anaknya,Sudah dulu ya,Mah,aku masih ada syuting saat ini, Dah Mah!"Kata Sofi sambil buru buru menutup sambungan telepon nya.


Irsyad nampak curiga, pasti ada sesuatu dibalik pernikahan Wira dengan Mariam,mengapa Sofi dengan enteng nya menyuruh Wira menikah lagi padahal ia tahu betul sifat perempuan ular seperti Sofi yang hanya menginginkan harta milik saudara nya itu


Pernikahan diam diam Wira menimbulkan banyak tanya di benak Irsyad.


Tentu saja Irsyad tak akan tinggal diam begitu saja, apalagi jika Mariam yang menjadi korbannya, meskipun Wira saudara nya sendiri,ia tak segan segan membuat perhitungan dengan nya jika terbukti ada udang di balik pernikahan mereka.


Karena sudah larut Mereka pun pamit pulang.


"Jaga dia baik baik,Wira!jika Sofi kembali, Mamah sarankan sebaiknya Mariam tinggal saja dirumah Mamah biar dia kami yang jaga!"


"Gak apa apa Mah,teh Sofi baik kok sama Iyam, lagipula dia jarang ada dirumah, kasihan A Wira gak ada yang urus!"Jawab Mariam,berpura pura peduli kepada Suami nya.


Bu Halimah tersenyum hangat, sepertinya Mariam wanita yang baik dan Sholehah, semoga saja bisa membuat hidup Putera nya lebih baik lagi.


"Ya sudah, Mamah pulang dulu ya, Mamah akan sering sering datang mengunjungi kamu,jaga kesehatan dan harus banyak makan ,ya,biar cucu Mamah tumbuh sehat dan kuat!Sad ,ayo anterin lagi Bukde dan Pakde mu pulang!"Kata Bu Halimah sambil memeluk hangat Mariam.


"Iya Bukde,Ayo!"


"Wir,aku pamit dulu ya,Jaga Mariam baik baik, jika tidak, aku yang akan menjaga nya, menggantikan mu!"Bisik Irsyad sambil berpura pura memeluk saudara nya itu.


Wajah Wira berubah suram, kedua tangan nya mengepal,ia menahan diri agar tak memukul wajah Saudara nya itu yang selalu saja ikut campur masalah pribadi nya.


******


Bersambung,,,,

__ADS_1


Ditunggu Komen nya dong


Like and Vote


__ADS_2