
Keenan berdiri di depan ruangan dimana Hanna dirawat.
Hanna baru saja sadar dari koma dan kata suster dia ingin menemui Keenan.
Terdengar suara Isak tangis seseorang di dalam, Keenan cukup khawatir, meskipun Hanna sudah jahat dan hampir mencelakai Mariam,dia tetap lah sahabat nya dan Keenan tak tega jika harus menelantarkan nya begitu saja.
Dengan cepat Keenan masuk ke dalam, ternyata disana sudah ada Mariam yang tengah berpelukan dengan Hanna, entah apa yang sedang terjadi, seperti nya mereka sudah berbaikan.
"Ken,Aku minta maaf atas apa yang sudah Aku lakukan pada Mariam,aku khilaf dan cinta sudah membutakan mataku, tidak seharusnya aku berbuat sejauh itu,dan aku sadar cinta memang tidak bisa dipaksakan!Dan untuk menebus dosa dosa ku aku siap menghadapi proses hukum yang memang sudah seharusnya aku terima!"Tangis Hanna pun kembali pecah begitu Keenan datang.
"Sebaiknya kamu fokus saja pada kesembuhan mu dulu Han, Aku sudah memaafkan mu kok,jadi kamu tidak perlu berpikiran macam-macam dulu untuk sekarang!"
Kata Mariam.
"Aku semakin malu karena kebaikan hati mu itu, Mariam! pantas saja Keenan begitu tergila gila padamu,kamu memang pantas untuk diperjuangkan!"Sanjung Hanna.
"Memang sudah seharusnya setiap manusia bersikap seperti itu,kan?!Kamu masih harus banyak belajar bagaimana cara menghargai nyawa seseorang, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Mariam tidak selamat, seumur hidupku rasanya Aku tidak akan bisa memaafkannya mu!"Ucap Keenan,dia marah kepada Hanna karena begitu takut kehilangan Mariam.
"Ken! sudah lah!kamu tidak lihat dia masih sangat kesakitan seperti itu?!"Sela Mariam,dia tak ingin membuat Hanna semakin sedih.
Tangis Hanna kembali pecah,dia tahu Keenan pasti akan sangat membencinya kini.
Tiba tiba saja datang pihak kepolisian untuk memeriksa Hanna sebagai tersangka utama penabrakan yang terjadi, ternyata proses hukum masih berlanjut meskipun Mariam sudah memaafkan nya.
"Pak, apa tidak bisa proses hukumnya dihentikan saja,kami sepakat untuk berdamai dan saya yakin Nona Hanna sudah mendapatkan pelajaran dari kejadian ini,dia sangat menyesal dan saya sudah memaafkan nya!"Kata Mariam kepada penyidik yang sedang melakukan interogasi.
"Saya mengerti Bu,tapi karena berkas perkaranya sudah masuk BAP,jadi mau tidak mau hukum harus tetap berlanjut,namun tentu saja akan ada keringanan sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati antara kedua belah pihak!"Jawab polisi tersebut,tak lama mereka pun pamit, mengingat kondisi Hanna yang masih terbaring tak berdaya.
"Aku tidak keberatan Mariam, ini sudah menjadi konsekuensi yang harus aku terima,aku sudah bertindak terlalu jauh dan aku harus mendapatkan hukuman sesuai dengan apa yang aku perbuat! sekali lagi aku mohon maaf,dan aku berjanji tidak akan menggangu kalian lagi,aku sudah merelakan Keenan untuk hidup bahagia dengan orang yang benar-benar ia cintai!"Ucap Hanna tulus.
Mariam mengelus pundak Hanna.
__ADS_1
"Saya sangat salut kepadamu Hanna, kamu sangat berbesar hati untuk mengakui kesalahan dan rela melepaskan apa yang sangat kamu inginkan, tidak semua orang mampu melakukan hal seperti itu?"puji Mariam memberikan dukungan moril,dia yakin tak hanya fisik nya yang terluka,tapi hati Hanna juga sangat terluka, merelakan seseorang yang amat sangat dicintai adalah bukan sesuatu yang mudah, namun Mariam yakin, Hanna pasti akan mendapatkan pengganti Keenan yang lebih cocok untuk nya.
"Aku tidak keberatan jika kalian segera naik pelaminan, Aku yakin Keenan sudah tidak sabar untuk segera menikah dengan mu, Mariam!"Goda Hanna sambil melirik ke arah Keenan yang terlihat sedang bermain dengan ponselnya.
Keenan yang dari tadi hanya mendengar kan mereka,berdehem, kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.
"Tentu tidak akan lama lagi,Aku takut ada pengganggu lagi yang berusaha memisahkan ku darinya!"Ucapan Keenan masih saja menyindir nyindir Hanna.
"Ya ampun Keenan,Lo masih dendam sama Gue!Terus Lo harus ngelihat Gue mati gitu baru Lo puas?!Maafin Gue kenapa!?Mariam juga udah maafin Gue,Lo masih aja ngenes sama Gue!Aw Aw Aw!"Kata Hanna yang langsung memegang kepala nya karena merasa kesakitan.
"Makanya jangan marah marah dulu!masa orang minta maaf sambil teriak teriak gitu!pantes lah Gue gak percaya!"Balas Keenan malah terus memarahi Hanna.
"Sayang, sudah dong! biarkan Hanna istirahat,kita keluar dulu yuk!"Mariam melerai mereka.
"Apa?! Sayang?!bisa kamu ucapkan sekali lag!?kamu panggil aku apa barusan?!ya ampun, rasanya nyeseh banget di dadaku ini!"Goda Keenan, memang baru kali ini Mariam memanggil nya begitu,rasa berbunga bunga begitu mendebarkan di dada Keenan,ia tak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.
"Apaan sih!Aku keceplosan! Astaghfirullah!"Mariam begitu malu,dia segera menutup wajahnya dengan kedua tangan nya,lalu berlari keluar dari ruangan Hanna.
"Aku pergi dulu ya Han,kamu cepat sembuh,ya!biar bisa datang ke pernikahan ku!"Kata Keenan pamit,Hanna hanya mengangguk menyimpan perasaan nya dalam dalam,kini ia harus belajar mengubur rasa cinta nya untuk Keenan dan harus memulai membuka hatinya untuk orang lain.
"Mar,tunggu Mar!"Teriak Keenan,ia mengejar Mariam yang hendak keluar dari pintu rumah sakit.
"Ya, kenapa?!"Jawab Mariam berpura-pura tidak mengerti.
"Bisa antar aku ke suatu tempat? bentar aja!"
Kata Keenan.
"Tapi aku sudah janji hari ini mau bertemu Satria di pesantren!"Jawab Mariam.
"Kita pergi bersama,tapi sebelumnya kita mampir dulu ke suatu tempat ya!"Keenan setengah memaksa.
__ADS_1
Mariam mengangguk,ia pun segera berlalu meninggalkan Keenan, sedangkan Keenan berjalan di belakangnya.
"Untuk apa kita kesini?!"tanya Mariam ketika Keenan menghentikan mobilnya di sebuah toko perhiasan yang cukup ternama.
"Jangan menolak,Aku mohon! Aku ingin kamu memilih perhiasan untuk mas kawin kita nanti!"Jawab Keenan sambil memarkirkan mobilnya.
"Memang nya kapan kita akan menikah!?"Goda Mariam.
"Kita ke pesantren sekarang, meminta tanggal bagus untuk menikah!"Jawab Keenan lagi cukup gelagapan,ia tak ingin lagi menunda pernikahan yang sudah ia impikan selama ini bersama Mariam.
"Memang nya siapa yang ingin menikah dengan mu?!"Mariam masih belum berhenti menggoda Keenan.
"Mariam! please! Kamu ingin aku mati berdiri?!"Keenan kesal karena Mariam seakan terus ingin memojokkan nya.
Mariam tertawa sambil keluar dari mobil.
"Ayo pilih lah!mana yang kamu suka!?"
Kata Keenan sambil meminta petugas toko mengeluarkan koleksi terbaik mereka.
Meskipun sebenarnya enggan, namun Mariam tahu ia tak bisa lagi mengelak dari keinginan Keenan yang satu ini, akhirnya dia pun memilih satu set perhiasan yang bermotif sederhana namun terlihat elegan dan ternyata harga nya sangat Funtastic, Mariam sempat berubah pikiran setelah tahu harganya, namun Keenan segera membayar tanpa ada lagi penolakan.
"Sebenarnya kamu tidak akan pernah sebanding dengan apapun Mar,juga perasaan ku tidak akan pernah bisa setara dengan takaran apapun,namun ini adalah sebuah bentuk tanda kesungguhan dan rasa penghormatan ku kepada wanita yang paling istimewa yang ingin aku per istri,jadi aku ingin berikan yang terbaik di hari pernikahan kita nanti!"
Kata Keenan memberi penjelasan.
"Aku tahu Ken,tapi sebaik baik nya perempuan adalah yang tidak meminta mahar berlebihan kepada calon pasangan nya!"Jawab Mariam.
"Aku tahu kamu adalah perempuan Sholeha yang tidak akan memberatkan ku dalam hal apapun, tapi berikan aku kesempatan untuk memberikan sesuatu yang terbaik untukmu!"
"Baiklah, sebagai tambahan nya aku ingin meminta seperangkat alat sholat dan juga Aku ingin kamu membacakan surat Ar Rahman sebagai mahar di hari pernikahan kita nanti,,,"
__ADS_1