
"Tyas, untuk apa kamu datang kesin!?bukan kah kamu tinggal di luar negeri dan sudah menikah?!"Nyonya Liana terlihat tidak suka dengan kedatangan Tyas ke rumah nya.
"Sebentar aja Tante! sebentar saja!Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting yang harus Tante ketahui, please izinkan aku masuk!"
Tyas memohon dengan sangat ketika Nyonya Liana terang terangan menolak nya berkunjung.
Dari awal Bima dulu pacaran dengan Tyas Nyonya Liana dan Suami nya tidak menyukai Tyas yang materialistis dan gaya hidup nya yang mewah.
"Kita sudah tidak ada urusannya ya!Maaf Saya sedang sibuk!"
Nyonya Liana tetap menolak kedatangan Tyas,dia segera masuk ke dalam rumah,dia baru saja datang dari acara arisan bersama teman temannya.
"Tante! Gabriel adalah anak kandung Bima!"Teriak Tyas,sambil memegang pagar besi yang menjadi gerbang rumah tersebut.
Nyonya Liana menghentikan langkahnya dan tidak jadi masuk ke dalam.
Dia menghampiri Tyas yang masih berdiri di luar gerbang.
"Kamu jangan asal ngomong ya! bagaimana kalau media dengar!"
Kata Nyonya Liana sambil membuka kaca mata hitam nya.
"Ayo kita bicara Tante!"Akhirnya Tyas mempunyai kesempatan untuk membujuk Mamah nya Bima.
"Sebentar saja!Aku ada keperluan lain sebentar lagi!"Kata Nyonya Liana sambil memberi isyarat kepada satpam untuk membuka kan pintu gerbangnya.
"Apa maksud ucapan mu tadi?!dan siapa Gabriel?!"Nyonya Liana tidak sabar dan langsung mencecar Tyas.
"Sebelumnya saya minta maaf Tante!Saya baru mengatakan nya sekarang dan maaf saya sudah menyembunyikan kebenaran ini dari kalian.
Gabriel adalah anak saya dari Bima ,Tante.
Ketika Saya menikah dengan Andre, sebenarnya saya sudah hamil oleh Bima.
karena Saya lebih ingin menikah dengan Andre saya menutupi kehamilan saya dan bilang kepada Andre kalau Gabriel adalah anaknlya."
Kata Tyas dengan se sendu mungkin.
"Kamu jangan mengada ada ya,Tante tahu sifat kamu! Kemarin Bima telpon dan mengatakan kamu datang lagi dan mengganggu Bima dan Mariam.Kamu pikir Tante mudah di bodohi,apa buktinya kalau kamu punya anak dari Bima?!"Kata Nyonya Liana begitu tegas.
"Kita bisa lakukan tes DNA Tante!"
"Dimana anak itu sekarang?!"
"Ada sama Momy dan Dady aku,Tan, sekarang dia berusia 2 tahun."
"Lalu kenapa sekarang kamu beritahu kami?!Apa Suamimu tahu kalau dia bukan anak nya? Lalu dia menyingkirkan kan mu dan sekarang kamu meminta belas kasihan Bima, begitu?!"
Tyas diam tak dapat menjawab,air mata buaya nya mengalir berusaha menarik simpati orang tua Bima.
"Saya pikir Dia harus tahu siapa anak kandung nya Tante,Dan Saya sangat menyesal sudah menyembunyikan nya dari kalian selama ini!"
"Baiklah,kita lakukan dulu Tes DNA, jika ternyata benar dia adalah Anak Bima,kami akan mengurus nya!"
"Tapi Tante,Bima belum tahu tentang Gabriel,Saya berniat memberitahu nya jika nanti hasil tes DNA nya sudah keluar."kata Tyas.
"Ya, sebaiknya begitu,aku gak mau bikin kehebohan,dan ingat Tyas kamu jangan macam macam,aku gak mau rumah tangga anak ku hancur gara gara kamu, sekarang silahkan tinggalkan tempat ini!"Usir nyonya Liana.
'Tahan Tyas tahan, setelah semuanya ada dalam genggaman mu,kita singkirkan nenek lampir satu ini juga, menyebalkan!awas saja nanti,semua kekayaan mu akan jatuh ke tangan anak ku!'Tyas ngedumel di dalam hatinya.
****
__ADS_1
"Mau beli apa lagi Bi,gak usah sungkan, ambil aja!gak apa apa kok!"
Mariam sedang berbelanja di sebuah supermarket ditemani Bi Ijah.
Mereka masih asik memilih kebutuhan rumah dan kebutuhan pribadi mereka.seveb
"Mariam!Kebetulan sekali kita bertemu disini!Kamu sedang belanja?!"
Tiba tiba saja Wira muncul dan menyapanya.
Mariam mundur sambil berpegangan kepada Bi ijah.
"Siapa dia Non?!"Bisik Bi Ijah.
"Mantan Suamiku Bi!"
Jawab Mariam sambil terus mundur.
"Jangan takut Mar,Aku gak bakalan nyakitin kamu,Pleace kasih aku waktu buat bicara sama kamu,sebentar aja!"Wira memohon dengan sangat.
"Maaf,Suamiku,sudah menunggu!"Tolak Mariam,sambil langsung menelpon Bima,namun sepertinya dia sedang sibuk dan tidak mengangkat teleponnya.
Wira juga mendengar kabar tentang pernikahan Mariam dan Bima,dia pun mengerti mengapa Mariam seperti menghindari nya.
"Mar, sebentar saja!Aku janji tidak akan berbuat macam-macam!"
Mariam berhenti,dia tahu Wira tak akan berhenti mengejar nya.
Dia berdiri berjauhan dengan Wira sambil memegang tangan Bi Ijah.
"Mar, aku benar benar minta maaf atas apa yang Aku lakukan di masa lalu, aku sungguh menyesal dan aku berharap kamu selalu bahagia dengan Bima!"Kata Wira, sepertinya dia tulus dengan perkataan nya.
Permisi, Assalamualaikum!"
Jawab Mariam dan dia langsung meninggalkan tempat itu tanpa menoleh ke arah Wira.
Wira hanya terdiam Ambigu.
Dia sadar,dia pantas diperlukan lebih dari itu oleh Mariam,dulu dia sudah sangat menyakitinya.
****
"Dapatkan perempuan itu kembali Wir,maka Aku akan mudah mendapatkan Bima,lalu aku akan menguasai seluruh hartanya dan Kita bagi dua nanti, bagaimana penawaran ku sangat menguntungkan bukan?!"
Kata Tyas begitu dia menemui Wira di rumah orangtuanya.
Perusahaan Wira hancur,Sofi meninggalkan nya,semua asetnya habis di jual dan dia harus mulai lagi usaha dari nol.
Wira hanya diam mendengarkan, kehidupan di penjara membuat nya sadar,dan kini ia berusaha membenahi diri dan menjadi orang yang lebih baik lagi.
Tawaran Tyas tak lagi menarik untuknya, tapi dia ingin tahu rencana apa yang akan di lancarkan lagi oleh Tyas untuk menghancurkan rumah tangga Mariam,jadi dia akan berpura pura mau bekerja sama dengan nya.
"Seyakin apa kmu bisa mendapatkan Bima?!"Tanya Wira.
"Aku sudah bilang jika Gabriel adalah anak kandung Bima dan Aku,kepada Nyonya Liana,dan dia sudah setuju melakukan Tes DNA,aku yakin dia menginginkan keturunan dari Bima,dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi,jika mereka menginginkan Gabriel,maka Bima harus mau menikahiku.Bagaimana, brilian bukan?!"
"Boleh juga!"Jawab Wira sambil manggut-manggut dan berpikir.
"Jadi kamu mau bekerja sama dengan ku untuk menghancurkan dulu rumah tangga Bima dan mantan istri mu itu?!"
"Apa yang harus aku lakukan?!"Tanya Wira pura pura tidak mengerti.
__ADS_1
"Pokoknya Lakukan apa saja agar Bima dan Perempuan itu berpisah,masa gitu aja gak bisa sih!"
"Iya ,iya!Aku akan coba!"
"God!Aku janji aku akan membagi hasilnya dengan mu nanti!"
Wira sepertinya tidak terlalu menanggapi tawaran dari Tyas,dia tidak ongin lagi membuat Mariam sengsara,dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk benar benar kembali ke kejalan yang benar.
****
"Bos,ada yang ingin bertemu dengan mu diluar!"Kata Rio memberitahu Bima yang sedang sibuk di depan laptop nya.
"Siapa?!suruh saja masuk!"Jawab Bima tanpa menoleh ke arah Rio.
"Assalamualaikum Bim,Apa kabar?!"
ternyata Wira sengaja datang menemui Bima dikantornya.
"Kamu?!Untuk apa kamu menemuiku?kapan kamu keluar dari penjara?!"Bima lumayan terkejut dengan kedatangan Wira.
"Sekitar dua minggu yang lalu.Ada yang harus aku bicarakan dengan mu,ini penting!
Kamu tenang saja ,aku tidak ada niatan jahat kepada kamu atau pun Mariam!"Kata Wira sambil tersenyum.
"Baiklah, mengenai Apa!?
Oh ya, duduk lah dulu,kamu mau minum apa?"
Bima berusaha tidak terpancing,dia tetap memperlakukan Wira dengan baik, bagaimana pun dia seorang tamu yang harus di muliakan.
"Apa saja , terima kasih!
kamu baik sekali Bima, meskipun aku dulu adalah musuhmu,tapi percayalah, sekarang aku sudah berubah, doakan saja semoga Aku Istiqomah dengan hijrah ku ini!"
"Amiin!Kita saling mendoakan, baiklah,apa yang ingin kamu katakan?!"Tanya Bima langsung kepada inti nya.
"pertama tama aku ingin minta maaf,tadi pagi aku bertemu dengan Mariam di supermarket dan aku memaksanya untuk bicara, hanya sebentar saja kok,aku hanya minta maaf kepadanya,dan dia langsung pulang!"
"Ya,aku tahu!tadi Mariam langsung menelpon ku dan memberitahu kan jika tadi dia bertemu dengan mu, aku tidak masalah sebenarnya, tapi lain kali sebaiknya jika mau berbicara harus bersama ku, Aku takut luka lama Mariam terungkit lagi dan aku tidak ingin di bersedih!"
Kata Bima
"Ya, Aku faham, sekali lagi aku mohon maaf!"
Bima pun mengangguk tanda sudah memaafkan Wira.
"Apa Tyas menemui mu?!"Tanya Wira.
"Bagaimana kamu tahu?!"Bima balik bertanya.
"Dia juga menemuiku tadi?!"Kata Wira.
"Benarkah?! apa maksudmu?!"Bima terlihat sangat terkejut,dia merubah posisi duduk nya dari santai, sekarang terlihat lebih tegang.
"Seperti nya dia berniat menghancurkan rumah tangga kalian,dia menyuruh ku untuk mengambil lagi Mariam darimu, dan dia akan merebut mu, dia juga memiliki senjata yang sangat ampuh!kamu harus berhati hati!"Wira
membeberkan semua niat busuk Tyas.
"Untuk apa kamu memberitahukan nya kepada ku?!"Bima tidak yakin dengan Wira.
"Aku hanya ingin menebus semua kesalahanku di masa lalu,aku sadar tidak akan mudah bagimu untuk percaya, tapi aku sudah mengingatkan mu, selanjutnya terserah kamu saja!"Kata Wira sambil berdiri untuk berpamitan.
__ADS_1