MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Semoga


__ADS_3

"Argggh!Aku benci kalian semua!!"


Teriak Tyas, dia mengeluarkan pistol dari tas miliknya lalu menarik tangan Mariam dan menodongkan senjata nya di kepala Mariam sambil mencengkram nya.


"Ahhh!! Hentikan dia Bim!Pah!!Mariam Pah!mariam,,!"Nyonya Liana langsung pingsan melihat menantu nya di todong kan senjata seperti itu.


"Tyas turun kan senjata kamu!tolong jangan sakiti dia!"teriak Bima sambil perlahan mendekati nya.


"Mommy Mommy!"rengek Gabriel sambil


menangis.


"Tidak sebelum kamu men talak dia lalu menikah dengan ku malam ini juga!jika tidak,Aku akan menembak kepalanya di hadapan kalian semua,aku tidak akan ragu sedikitpun!"Ancam Tyas sambil terus mencengkram erat leher Mariam dengan satu tangan nya dan tangan yang lain menodongkan senjata.


"Jangan macam macam kamu Tyas! lepaskan dia!"Teriak Bima panik.


Wira berjalan perlahan ke belakang Tyas,dia berniat melumpuhkan Tyas secara diam diam.


Namun Tyas menyadari nya dan tanpa ampun langsung menembak bagian kakinya,Tyas terlihat lihai dalam menggunakan senjata api.


Semua orang terkejut dengan kenekadan Tyas, Andre segera mengamankan Gabriel juga Nyona Liana.


Wira pun terjatuh, kakinya yang kena tembak mengeluarkan banyak darah,ia tidak un segera beringsut agak menjauh.


Diam diam Tuan Danu memencet tombol darurat di ponsel nya yang langsung terhubung ke kantor polisi.


"Bima,segera buat keputusan,segera ceraikan dia atau aku pecahkan kepalanya sekarang juga!"


Tyas benar benar sudah kerasukan Iblis,dia sudah tidak takut dengan apapun, sepertinya dia terlanjur bertindak terlalu jauh dan sulit untuk berhenti.


"Aku akan ikuti apapun keinginan mu, Tyas!tapi lepaskan Mariam dulu!maka aku jan melakukan semua keinginan mu!"Bujuk Bima.


"Kau pikir aku bodoh! Lakukan apa yang ku minta, ceraikan dia sekarang juga,dan aku akan melepaskan nya!jika tidak,kau akan menyesal seumur hidup mu!"Tyas semakin serius dengan ancaman nya,dia semakin erat mencengkram leher Mariam dengan satu tangan nya dan senjata nya semakin menempel di kepala Mariam


Mariam berusaha setenang mungkin,dia sedang mencari waktu yang tepat dan pikiran Tyas teralih kan dan dia akan berusaha melepaskan diri sebisanya.


Bima terlihat sangat Frustasi,dia bingung harus bagaimana,dia tak ingin sampai Istri dan calon buah hatinya kenapa kenapa,tapi jika harus menceraikan nya,itu bukan juga yang ia inginkan.


"Ya Allah, hamba mohon pertolongan mu,La haula wala Quwwata ila billah!"


Batin Bima,dia sangat berharap keajaiban itu datang tepat pada waktunya saat ini juga.


Dia memejamkan matanya dan menghela nafas dalam dalam.


"Oke,oke! Aku ,Euh Aku,,Mariam,Aku ,Ce,,,"


"Angkat tangan! Turunkan segera senjata Anda!Anda sudah dikepung!"


Teriak salah seorang personil kepolisian, mereka benar benar tiba tepat pada waktunya, beberapa penembak jitu sudah bersiap di posisinya , anggota para medis pun segera menangani Wira dan nyonya Liana.

__ADS_1


Tyas terlihat terkejut melihat kedatangan Polisi.


Dia semakin panik dan semakin menyakiti Mariam.


Fokusnya mulai terganggu.


Mariam menggigit sekencang kencangnya lengan Tyas yang berada tepat di depan mulut nya.


"Akhhh!"Teriak Tyas kesakitan, tangan nya langsung terlepas dari leher Mariam.


Mariam tidak menyia nyiakan kesempatan itu,ia menginjak kaki Tyas sekuat tenaga lalu segera berlari ke arah Bima.


Dengan cepat Polisi segera meringkus Tyas yang tengah kesakitan.


Mereka juga segera mengamankan senjata api yang digunakan Tyas,lalu memborgol Tyas dan di bawa segera ke kantor polisi, seperti nya dia akan di hukum cukup berat.


Sedangkan Wira dilarikan ke rumah sakit karena harus segera dilakukan operasi untuk mengeluarkan peluru yan bersarang dikakinya.


Nyonya Liana sudah sadar dan segera memeluk menantu kesayangan nya itu.


Mariam pun segera mendapatkan perawatan dan pemeriksaan fisik juga psikis nya.


Mariam tak henti-hentinya memeluk Bima dan Ibu mertuanya,dia masih sangat trauma akibat kejadian tadi.


"Sayang, kamu akan baik baik saja! kamu sangat hebat tadi!"Kata Bima memberi semangat kepada Istrinya sambil mengusap kepalanya dan tak berhenti menciumi nya.


"Baik Pah,kalau gitu kita istirahat dulu ya Mah, Pah,,?!Mamah juga harus istirahat, jangan banyak pikiran, Mariam dan calon bayinya baik baik saja,kok!"


Semuanya berangsur membaik,saat hidup tak sesuai keinginan, karena sejatinya apa pun kehidupan kita pasti akan ada ujian.


Kehidupan yang kita pandang sangat menyenangkan, belum tentu itu baik adanya,saat satu masalah hilang,maka akan datang lagi kejutan yang menjelang.


****


"Mi,,,Iyam rasanya pengen rujak deh, Kayak nya seger banget!"


Rengek Mariam kepada Ibunya, padahal ini masih pagi buat makan rujak.


Kandungan Mariam sudah menginjak 3 bulan dan sedang masa masa nya mual dan muntah.


Ibunya sengaja tinggal di rumah Mariam untuk menjaganya ketika Suaminya pergi ngantor.


"Kalau gitu Umi cari dulu yah?!"Umi Salamah begitu perhatian kepada putrinya itu.


"Gak usah Mi,biar Bi ijah yang belikan! Mariam gak mau di tinggal sendiri!"Jawab Mariam,sejak kejadian Tyas waktu itu, kemana mana Mariam tidak pernah sendirian lagi,harus selalu ada yang menemani.


"Baiklah kalau begitu, kamu mau jalan jalan di taman kompleks?!kita cari udara segar!"Ajak Umi Salamah,Ia Faham, Mariam pasti sangat sumpek berdiam diri terus di rumah,dia dan calon bayi nya pun butuh refreshing.


Mariam mengangguk senang.

__ADS_1


"Mariam izin dulu sama Mas Bima,Ya Mi?!"


Kata Mariam sambil menelpon Bima yang sedang sibuk mengurus perusahaannya.


"Boleh dong Sayang, tapi kamu harus hati hati dan jangan kecapean,oke!nanti aku pulang pas waktu makan siang, aku kangen banget sama kamu!"Kata Bima di ujung telepon.


"Ya Ampun Sayang, kita kan baru aja ketemu tadi pagi,masa udah kangen lagi!"


Bima memang selalu manja kepada Istrinya, Mariam seperti memiliki bayi besar saja.


"Habis kamu ngangenin banget sih, gemes deh!"Goda Bima.


"Udah ah, aku berangkat dulu ya,Umi udah nungguin di bawah, Assalamualaikum Sayang!"


"Iya deh, sampai nanti sayang,,, waaliakumsalam!"


Mariam dan Ibunya pun pergi berjalan jalan tidak jauh dari rumah nya.


Di luar kompleks rumah Bima memang selalu banyak tukang jualan gerobak yang selalu menggugah selera.


Disana Mariam banyak sekali memborong aneka jajanan kesukaan nya.


Semenjak kehamilannya,Mariam selalu ingin makan terus,Meskipun terkadang setelah nya selalu ingin muntah dan terasa mual mual.


Saking kalapnya karena terus saja belanja jajanan, sampai tidak terasa Adzan Dzuhur pun berkumandang,dan itu berarti sudah waktunya makan siang.


"Astaghfirullah,Mi, sudah Dzuhur ternyata!


Sebentar lagi Mas Bima akan pulang,kita malah masih disini!"Kata Mariam sambil cekikikan menertawakan tingkah nya sendiri.


"Kamu sih gak berhenti belanja terus,lihat tangan kita sudah penuh dengan aneka jajanan,memangnya kamu mau habiskan!?"


Kata Umi Salamah sambil tersenyum.


"Umi sih kenapa gak ngingetin Iyam,mana ponsel Iyam tertinggal lagi di rumah!"Kata Mariam terlihat kebingungan.


"Ya sudah,kita pulang sekarang,ya?!Mau naik apa,Taksi aja ya biar cepat?!"


Mariam pun mengangguk sambil duduk di kursi tempat makan para pengunjung.


Sedangkan Umi Salamah berniat mencari Taksi untuk mereka pulang.


Tiba tiba seseorang menghampiri mereka,


"Assalamualaikum,Umi, Mariam, kalian sedang apa disini?!"


Mariam dam Ibunya bersamaan menengok ke arah suara,dan mereka terkejut begitu tahu siapa yang menyapa mereka.


"Irsya?!Kamu kok bisa ada disini?!"

__ADS_1


__ADS_2