
Malam yang cerah,tapi tak secerah perasaan Fatimah kali ini.
Dia berdiri di depan pintu yang menghadap balkon di apartemen miliknya.
Tiba tiba saja tubuh nya terasa menghangat karena pelukan seseorang.
Juna dengan manjanya memeluk nya dari belakang sambil menciumi lehernya yang terbuka.
"Kamu kenapa sayang? akhir-akhir ini kamu kok murung terus,ada masalah? Minggu depan kita ke Hawaii, gimana?!"
Rayu Juna dengan gaya khasnya yang pecicilan dan gak bisa diam.
"Males ah!Ibu kamu bilang kerjaan kita cuma menghambur hamburkan uang saja! kapan mau punya bayi nya!?"Jawab Fatimah dengan ketus nya sambil menepis tangan Juna dan melangkah menuju tempat tidur mereka.
"Oh jadi karena itu kamu sedih?! kamu gak usah engerin perkataan Mamah Sayang!Aku lebih suka kita berdua saja seperti ini!"
Rayu Juna sambil mengikuti langkah istrinya dan tak berhenti mencumbu nya.
"Tapi faktanya Mamah kamu benar kan?!kita sudah hampir 2 tahun menikah dan Aku belum hamil juga Kak! bahkan Kakak kakakku semuanya punya anak banyak!lah Aku?!"
Nada bicara Fatimah mulai meninggi,matanya berkaca-kaca , nafas nya terdengar berat menahan agar tidak menangis.
"Hei,Sayang!lalu apa masalah nya jika kita tidak punya anak!?Kita masih muda, waktu kita masih panjang, bahkan jika kita ditakdirkan untuk berdua saja,Aku sama sekali tidak keberatan!"Juna meraih tangan Fatimah lalu menciumi nya mesra.
"Sekarang aja kamu ngomong gitu,Kak!lama lama kamu juga pasti akan menuntut seperti Ibu kamu! Pokoknya segera kita pergi ke Dokter untuk melakukan program hamil!"
Tegas Fatimah.
"Kamu harus percaya sama Aku,Sayang! Kita bisa terus bersama saja, bagiku itu sudah cukup! Oke jika itu mau kamu, besok kita temui Dokter spesialis yang biasa menangani Teh Iyam!Tapi kamu jangan sedih lagi ,oke!"
Juna berusaha menenangkan Istrinya yang masih saja merajuk.
Ya memang benar, akhir akhir ini setiap kali bertemu,Mamahnya selalu saja menyinggung tentang Anak di depan Fatimah,jadi wajar saja jika Fatimah merasa tertekan.
Tapi harus bagaimana lagi, memang Tuhan belum kasih kepercayaan kepada mereka berdua.
Lagipula Juna tidak begitu terburu-buru menginginkan seorang bayi, Dia lebih suka menghabiskan waktu berdua saja dengan Istrinya tanpa ada gangguan dari siapa pun.
"Santai saja Fat! tidak usah terburu-buru, pasrah kan saja semuanya kepada Allah, jangan lupa berdoa dan terus berikhtiar, yang terpenting kamu harus happy terus,jika kamu banyak pikiran terus kayak gitu, gimana mau berhasil program hamil nya!"Nasihat Mariam kepada Fatimah, begitu Adiknya itu curhat betapa ia terbebani dengan sindiran sindiran yang sering dilontarkan Mertua nya.
__ADS_1
"Tuh dengerin Sayang!Teh Iyam itu lebih berpengalaman dalam urusan seperti ini! kamu harus banyak belajar sama Dia!
Aku nya juga kan jadi bingung harus gimana!Aku mah santai aja mau dikasih atau pun enggak, pokoknya Aku tetap padamu Sayang! Please jangan tinggalin Aku,ya!?"Juna yang tak tahu malu,tak mengenal tempat,di depan siapa pun,ia terus saja bermanja-manja kepada Istrinya.
"Sayang!malu ih!ada Teh Iyam juga!"Fatimah melotot ke arah Juna yang hanya cengengesan.
"Ya udah! sebaiknya kalian konsultasi dulu pada Dokter, berikhtiar itu perlu, selain kalian harus bersabar dan terus berdoa, sisanya bertawakal lah kepada Allah,dan Fat!kamu harus lebih fokus kepada kesehatan mental kamu, sering lah berdzikir dan mengaji,agar hati kamu lebih tenang!"Ucap Mariam,tak henti-hentinya memberikan masukan positif kepada Adiknya itu.
"Iya Teh! Terima kasih sudah memberi masukan! Fatimah jauh lebih tenang sekarang! Fatimah yakin, Allah pasti lebih tahu yang terbaik untuk kita berdua, Kalau gitu Fat pamit dulu ya!kita mau langsung ke klinik aja!"
Kata Fatimah sambil memeluk Kakaknya yang tengah hamil muda lagi.
"Nah gitu dong!Ini baru Fatimah yang kuat yang selama ini Teteh kenal! Ujian akan selalu datang kepada setiap hambanya yang beriman, sayang! ingat itu!kamu harus siap menghadapi apapun keputusan yang Allah berikan kepada mu!"Marian begitu bijak menyejukkan hati siapa saja yang mendengar nya,dia mengelus hangat punggung Adik nya dan Fatimah pun mengangguk penuh keyakinan kini.
Sebenarnya ada satu yang lebih mengganjal yang membuat Fatimah begitu resah.
Tanpa sengaja Dia mendengar percakapan Ibu mertua nya dengan salah seorang teman sosialitanya saat mereka mengadakan arisan tempo hari,teman Ibu mertua nya itu menawarkan Putrinya untuk dinikahkan dengan Juna, agar Juna cepat memiliki anak meski dari wanita lain.
Meskipun Ibu mertua nya itu tidak mengiyakan tawaran Teman nya itu,tapi Dia juga tidak menolaknya.
Remuk redam langsung hati Fatimah saat mendengar obrolan Mertua nya itu.
Sejak saat itu, Fatimah selalu murung dan dirundung kesedihan yang mendalam,Ia begitu takut kehilangan Juna dan Fatimah sangat takut jika apa yang di omongkan Mertua nya itu menjadi kenyataan,Dia takut Juna menikah lagi agar cepat mempunyai keturunan seperti Bima yang sudah mau memiliki dua Anak bersama Mariam.
Tapi Fatimah tidak menceritakan kekhawatiran nya kepada siapa pun termasuk Juna, Dia tidak ingin hubungan antara Juna dan Ibunya menjadi buruk, jika Juna tahu Ibunya memiliki rencana seperti itu,Juna pasti akan sangat marah dan membenci Ibunya.
Fatimah tidak ingin semua itu terjadi, Juna tetap harus menghormati Ibu kandungnya sendiri.
"Kondisi kandungan Ibu Fatimah baik baik saja, sudah sangat siap dibuahi dan tidak ada masalah sama sekali, namun mohon maaf saya harus sampai kan ini,ada masalah dengan Pak Arjuna,Saya tidak katakan jika Anda mandul, banyak sekali kemungkinan Anda bisa memiliki Anak,namun kalian harus butuh kesabaran yang ekstra.
Asal saja kalian mau rutin kesini mengikuti terapi agar bisa cepat hamil, Saya yakin usaha tak akan pernah mengkhianati hasil, semua nya bisa saja terjadi!"
Dokter kandungan itu menjelaskan secara gamblang tentang kondisi sesungguhnya yang terjadi kepada Juna.
Fatimah yang mengerti maksud dari Dokter tersebut segera menguasai keadaan dan menyanggupi apa yang disarankan Dokter tersebut.
"Baik Dok,Kami mengerti dan Kami yakin semua nya akan baik baik saja, Saya dan Suami saya akan melakukan apa yang Dokter katakan, Terimakasih atas sarannya!"
Fatimah yang tak ingin melihat Juna bersedih setelah mengetahui hasil pemeriksaan tadi, segera mengajak nya pulang dan menenangkan nya bahwa mereka akan baik baik saja meski tanpa kehadiran seorang Anak.
__ADS_1
"Sayang kamu gak akan ninggalin Aku kan,Aku,,,"
"Sutttt!Kak Juna jangan berpikiran macam-macam! seperti yang tadi Kak Juna katakan kepada Fatimah, kita akan tetap bersama apapun keadaan nya, lagipula Dokter bilang tidak ada yang tidak mungkin, peluang kita masih besar,asal kita tetap sabar dan terus berikhtiar, semua nya bisa saja terjadi bukan?!"
Kata Fatimah sambil mengelus lembut pipi Arjuna yang tak pernah luntur ketampanan nya itu.
Kini Juna yang dirundung kesedihan.
**
"Jeng,gimana? kapan Sindy akan bertemu dengan Juna?tahu gak Jeng, ternyata Juna itu mantan nya Sindy saat mereka kuliah di luar negeri bareng bareng lho!Sindy yang cerita sama Aku!"
Obrolan itu kembali terjadi begitu para Tante Tante sosialita itu bertemu.
"Masa sih Jeng!kok Juna gak pernah cerita ya ?! berarti mereka udah kenal dekat ya?! lalu kenapa mereka sampai putus,Sindy itu kan cantik, pintar, terkenal lagi!"Puji Mamahnya Juna.
"Sindy bilang sih Juna ninggalin Dia begitu aja saat pulang ke Tanah Air,eh tahu tahu Juna udah nikah aja , begitu kata nya Jeng,dan Sindy masih berharap bisa ketemu sama Juna,dia sampai sakit sakit-sakitan lho Jeng, mohon mohon agar bisa ketemu Juna!"
"Aduhh!Si Juna itu ya!Aku jadi gak enak deh sama Sindy!ya udah, sebagai permintaan maaf ku karena kelakuan Juna,besok malam kita makan malam bareng ya di cafe biasa, kamu ajak Sindy dan Aku akan bujuk Juna agar bisa datang!"
"Beneran Jeng?!Aduh makasih banget lho! Sindy pasti senang denger nya!Janji ya Juna bakalan datang!?"
"Iya ,iya Aku janji,Juna pasti dateng!"
*
*
*
Author mau minta maaf atas ketidak nyamanan kalian karena menunggu terlalu lama Author tidak Up.
Ada realita yang membuat Author harus berhenti sejenak menulis dan fokus dulu dengan kehidupan Author yang lagi ribet.
Kali ini Author akan berusaha membagi waktu dengan kalian dan semoga kalian tetap setia menjadi reader qu yang paling ciamik!!
I Miss u All😘😍
Selalu minta dukungan nya ya🤩🤗
__ADS_1