MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Lembaran baru, kehidupan baru


__ADS_3

"Aduh,,kak Irsyad bilang dia ada acara mendadak,kita disuruh naik taksi aja katanya,kita udah disewakan kos kosan sama dia,dan kita di suruh datang langsung aja teh!Gimana sih kak Irsyad ini!Gak bener banget,katanya mau jemput kita!"Gerutu Fatimah.


Irsyad sengaja menyewakan kos kos an untuk kakak beradik itu, karena mereka menolak untuk tinggal dirumah nya atau pun dirumah Bima.


Padahal sebagai seorang pengusaha,baik Irsyad ataupun Bima tentu saja tidak hanya memiliki satu tempat tinggal saja,tapi Mariam dan Fatimah bersikukuh ingin tinggal ditempat sewaan.Mereka tak ingin terus terusan berhutang budi pada siapa pun terlebih seorang Pria.


"Udah gak apa apa,kita naik taksi aja,dia kan lagi sibuk, belajar lah pengertian Fat!"Mariam yang selalu berpikir dewasa mencoba memberi adiknya nasihat.


"Ya, sudah!Ayo kita cari taksinya!"


Kata Fatimah sambil mengedarkan pandangannya mencari taksi.


"Ayo! Naiklah!"Tiba tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan mereka.


Fatimah dan Mariam malah diam dan saling berpandangan.


"Ya Ampun!Aku bukan orang jahat ,kali!Ayo, naik lah!"Teriak Bima dari dalam mobilnya.


"Ayo teh,kita naik!" Fatimah menyeret Mariam untuk masuk ke dalam Mobil Bima karena Mariam terlihat enggan dan ogah ogahan.


"Kita naik taksi aja Fat,,!"Bisik Mariam.


Dia merasa tak enak terus terusan merepotkan orang lain.


"Sudah!naik saja, kasian ka Bima sudah jauh jauh kesini!"Kata Fatimah sambil masuk ke dalam mobil tak menghiraukan Mariam yang masih terlihat galau


Dengan terpaksa Mariam pun akhirnya mau diantar Bima.


Dia tidak ada pilihan lain,selain terus terusan menerima bantuan pria tampan satu ini, meskipun dia enggan dan merasa risih.


"Kita ke alamat ini ya ,Kak!"Kata Fatima sambil menunjukan gogle map.


"Iya,,aku tahu!"Jawab Bima sambil tersenyum.


"Ya Allah ganteng banget sih,,!"Batin Fatimah.


"Kak boleh minta Foto,ya!"


Kata Fatimah sambil bergaya di belakang Bima,Bima pun sama saja,dia terlihat bergaya didepan kamera ponsel Fatimah.


"Fatimah!apa apaan ih,malu malu in aja,kamu mah!"Bisik Mariam sambil menarik narik tangan nya agar duduk.


"Aduh teh,diem deh, Kapan lagi coba,cuma foto doang! pasti temen temenku pada ngiri,hihi!"Oceh Fatimah sambil terus berSelfi ria bareng Bima yang duduk di depan bareng sopirnya.


"Fatimah,Ih!"


Bisik Mariam lagi tanpa di gubris adiknya tapi.


"Kamu boleh juga Kok kalau mau minta Foto!"Goda Bima sambil memasang wajah nya semanis mungkin ke arah Mariam.


Yang di goda malah cuek aja sambil melengos,


"Gak perlu!"


Jawab Mariam datar.


Fatimah terkekeh melihat Artis seganteng Bima begitu tak berkesan didepan Kakaknya.


***

__ADS_1


"Kok kakak bisa langsung tahu sih,kalau kiita Kos disini?kak Irsyad yang bilang?"Kata Fatimah,ia heran pria satu ini begitu Selalu tahu saja tentang Mereka.


"Kan aku yang pilih Kos an kalian disini! Suttth,jangan bilang kakak mu tapi,nanti dia pengen pindah lagi kalau tahu ini dari aku!"Bisik Bima, sementara itu Mariam sudah duluan turun.


"Sipp,aku suka kok! bagus dan nyaman banget kayaknya! makasih ya, Kakak ganteng!"Kata Fatih sambil ikut turun segera dari mobil menyusul Kakak nya.


"Kok bagus banget?! ini mah bukan kos kos an namanya atuh,satu rumah gini ini teh?!dari mana kita bisa bayarnya Fat!?"Bisik Mariam ketika mereka melihat lihat rumah sewaan mereka.


"Kak Irsyad bilang ini sudah yang paling murah,sudah di bayar kok,Kak!Aku pakai uang di tabungan kakak! Hehe!"


Mariam merasa tak percaya,rumah segede itu pasti sangat mahal,ia harus segera mencari kerja yang gaji nya besar.


"Gimana kalian suka?!"Tanya Bima setelah beres mengeluarkan barang-barang yang sengaja ia beli untuk keperluan Mariam dan Fatimah.


"Gak perlu seperti ini Bim,aku jadi semakin gak enak! Hutang ku saja belum aku bayar!"Kata Mariam.


"Iya juga ya,hutang mu semakin banyak,dan aku ingin segera kau melunasi nya!iya gak Fat?!"Canda Bima.


Fatimah terkekeh sambil membereskan belanjaan dari Bima dan dimasukkan ke dalam kulkas.


"Cariin teteh kerjaan juga dong Fat!tapi yang gaji nya besar,biar cepat bisa bayar utang tuh sama rentenir!"


Balas Mariam.


"Haha, rentenir!


Fat,besok Irsyad ajak kamu nggak ke salah satu acara ?!"Tanya Bima.


"Iya,,besok malam katanya,Kak Mariam juga harus ikut katanya,buat nemenin aku!"Jawab Fatimah.


"Iya lah,Teteh gak akan biarin kamu berduaan terus sama Irsyad,bahaya, entar yang ketiga nya syetan! tapi Fat ,kamu untuk sementara disini dulu kan nemenin teteh?!"


Mariam hanya menjawab "Oooh"


Bima melempar topinya sembarangan.


Lalu ia merebahkan badan nya di sofa dan memejamkan matanya.


"Hei, hei,kenapa tiduran disitu?!Pulang sana!tidur saja dirumah mu sendiri!"Teriak Mariam mengusir Bima.


"Sebentar saja,oke?!Aku lelah dan tidak ada waktu untuk pulang sekarang, sebentar lagi aku harus ke lokasi syuting, pleace,Bentar aja!"


Bima memohon dengan sangat.


"Aku gak suka ada pria yang berlama lama diam di tempat tinggalku, nanti bisa timbul fitnah,aku harap kamu bisa mengerti!"


Jawab Mariam tegas.


"Ya ampun,cuma sebentar juga!"


"Silahkan keluar dan terimakasih tumpangannya!"


"Kak! Bisa kesini sebentar, tolong ambilkan lampu yang di situ!"


Teriak Fatimah dari arah kamar mandi.


"Ya sebentar!"Jawab Mariam sambil melotot ke arah Bima,dan mempersilahkan Bima untuk segera keluar dari rumah itu.


Mariam segera menemui Fatimah di kamar mandi dan membantunya mengganti lampu.

__ADS_1


Setelah selesai, mereka kembali ke ruang tamu dan mendapati Bima masih disitu dan sedang tertidur dengan lelap.


"Ya ampun!bukan nya dia tadi sudah pulang?!"Gumam Mariam dengan


nada penuh kekesalan.


"Sudah biarkan saja dia kali ini,Teh! Kasihan kan dia,dia pasti capek banget, jadwal nya sudah padat ditambah lagi harus nganterin kita,disini juga kan Teteh gak sendiri!"


Bela Fatimah sambil mencegah Mariam yang hendak memukulnya pakai bantal sofa.


Dengan kesal Mariam melemparkan bantal itu ke arah adiknya,lalu pergi ke arah dapur dengan kesal.


"Siapa suruh dia nganterin kita,tadi juga Teteh udah nolak kan,kamu aja yang kecentilan pengen dianter sama artis terkenal,narsis banget sih,kamu!"Cibir Mariam.


Fatima malah menjulur kan lidah nya ke arah Kakaknya.


"Ayo bantu in Teteh beresin kamar!"


***


"Fat,Jangan lupa besok kalian kakak jemput yah, setelah shalat isya!"Kata Irsyad yang datang berkunjung sambil membawa banyak sekali bahan makanan.


"Iya, Kak!jadi kapan Aku sudah boleh magang di


kantor Kakak?!"Jawab Fatimah.


"Hari Senin aja, Besok temenin aku dulu ke acara ulang tahun perusahaan besar relasi Aku, besok pagi aku kirimin kalian semua keperluan buat ke acara itu!"


"Wira kira kira datang gak?!"Tanya Mariam.


"Kemungkinan besar iya,Mar!Soalnya dia juga pasti diundang,tapi justru ini kesempatan kamu buat nunjukin diri bahwa kamu kuat dan bisa meski tanpa dia!"Kata Irsyad memberi semangat.


"Buat apa aku datang, malu ah! Fatimah kan datang karena kamu,lalu aku sebagai apa?!kenal juga enggak sama yang punya acara,malah nanti aku dipermalukan lagi disana,Sofi juga kan pasti datang bareng Wira!"


Kata Mariam sambil merangkai bunga yang Bima bawa tadi.


"Gak apa apa ini acara bebas Kok!para Artis juga banyak yang datang,kamu bisa datang sebagai calon kakak ipar aku,kan!"


"Uhuk uhuk uhuk!"Fatimah yang sedang makan seblak bawa Irsyad sampai tersedak.


"Ya ampun Fat,santai dong,kok kamu terkejut gitu sih!Minum minum!"Kata Irsyad sambil memberi Fatimah minuman.


Mariam sampai geleng geleng kepala melihat kelakuan adiknya.


"Pokoknya Fatimah gak mau ikut kalau Teh Mariam gak Ikut!"Kata Fatimah setelah selesai ia minum.


"Iya deh Iya, tapi Teteh nunggu saja di luar!"Jawab Mariam.


"Kok diluar sih,emang nya teteh pembantu apa!?"


"Ya ampun,iya cerewet! terserah kamu aja lah!"Kata Mariam sambil berlalu ke dalam rumah, sedang kan Fatimah dan Irsyad masih ngobrol di kursi teras.


Sedangkan Bima sudah pergi satu jam yang lalu untuk berangkat Syuting terakhir nya,dia memutuskan untuk berhenti di dunia keartisan dan akan memenuhi janji kepada Papah nya.


Dia mulai tertarik di dunia Bisnis karena ingin melindungi seseorang, dia akan membalas kan dendam Mariam Kepada Wira.


Dan besok adalah awal dari segala ya.


Akan ada kejutan besar yang akan mengguncang dunia,semua orang belum tahu jika Bima adalah seorang pewaris dari perusahaan terbesar se Asia,bahkan Wira tak akan pernah menyangka bahwa bocah ingusan yang sudah menyelamatkan mantan istrinya itu adalah Relasinya yang seharusnya ia lobi agar mau menjadi partner nya di dunia bisnis.

__ADS_1


Dan besok Bima akan menjadi kan Mariam bagian terpenting dari perusahaannya nya.


__ADS_2