
"Sahh!"
teriak semua saksi di pernikahan Mariam dan Bima yang dilaksanakan secara khidmat di mesjid Al-Hikmah yang terletak di area pesantren milik Kiai Misbah.
Bima dan Mariam berada di tempat terpisah,
Bima berada di mesjid Al-Hikmah mengucapkan ikrar suci pernikahan bersama dengan para pria yang lain, sedang kan Mariam berada di area pesantren yang di khususkan untuk para akhwat saja.
Mereka belum di pertemukan sampai acara selesai nanti.
Para tamu pun dipisahkan antara Ikhwan dan akhwat dan mereka datang silih berganti ikut memberikan selamat atas pernikahan mereka.
Bima langsung memboyong Mariam ke kediaman nya setelah acara resepsi selesai.
Sebenarnya Bu Liana menawarkan untuk pulang kerumahnya dulu ,namun Bima menolak karena ingin lebih membuat Mariam nyaman.
Mariam berdiri di depan balkon, menghirup udara segar setelah seharian bersalaman dengan para tamu undangan dan badannya terasa sangat lelah.
"Mungkin Bima sudah selesai mandi,kini giliran ku,,"gumam Mariam sambil bergegas masuk kembali ke dalam kamar, lagipula hari sudah semakin larut.
"Aww!!"
Teriak Mariam begitu masuk ke dalam kamar nya dan dia melihat Bima bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk saja sepinggang dengan rambut yang basah, terlihat jelas bagian dadanya yang berotot membuat Mariam terpekik.
Bima yang terkejut malah ikut berteriak,dia lupa jika sekarang dia tidak tinggal sendiri di kamarnya itu.
Untuk selanjutnya Bima tertawa dan malah menarik tubuh Mariam yang masih terbungkus gaun pengantin lengkap dengan segala asesorisnya hingga wajahnya terbenam di dada berotot Bima.
Mariam begitu gugup,
Jantung nya berdegup kencang, sedangkan Bima malah terus menggoda nya,dia terkekeh lucu melihat sikap kikuk dari Mariam.
"Aku mau mandi dulu,,ih!Awas Bim! lepaskan aku!"Kata sambil meronta ronta.
"Heii, sekarang aku Suami mu! meskipun Aku lebih muda darimu, jangan panggil aku dengan sebutan nama ku langsung begitu dong!"Protes Bima sambil mencengkram erat lengan Mariam.Bima tak henti-hentinya menggoda Mariam yang masih terlihat malu malu.
"Kamu mau dipanggil apa emang,Aa,Abang ,Mas,atau,,"
"Sayang! panggil aku dengan sebutan sayang, lalu aku akan melepaskan mu!"Bisik Bima di telinga Mariam.
Mariam malah terdiam, bibir nya begitu sulit mengucapkan kata itu saking malunya.
"Ayolah,katakan Sayang!"Goda Bima terus sambil terus mendekatkan bibirnya diwajah Mariam yang semakin merunduk menahan malu.Padahal wajahnya masih ditutupi oleh cadar dari tadi.
"Katanya mau mandi,Atau mau aku mandiin?!"Tak henti hentinya Bima terus menggoda Mariam dengan wajah cengengesan nya.
Mariam memukul dada Bima,sambil matanya melotot.
"Aku bisa sendiri!Awas ahh,lepasin aku, Sayang!"Kata Mariam dengan intonasi yang di buat buat ketika menyebut kata Sayang.
"Nah gitu dong sayang!kamu lucu banget sih, gemesin deh!"Kata Bima sambil mencubit kedua pipi Mariam.
Mariam malah berlari ke arah kamar mandi dan langsung menutup pintu dengan keras.
Bima menertawakan tingkah istrinya itu yang masih malu malu dihadapan nya.
**
__ADS_1
Sudah hampir 30 menit lebih Mariam tidak keluar keluar juga dari kamar mandi.
Bima yang sudah bersiap di tempat tidur sambil memeriksa ponselnya mulai sedikit resah.
"Sayang?!Kamu ngapain sih di dalam,kok lama banget!"Teriak Bima.
"Bim, Aku gak bawa baju ganti,,,!"Balas Mariam.
"Terus,,?!"Pancing Bima.
"Bisa tolong bawain kesini gak,yang mana aja deh!"Teriak Mariam.
"Dimana emang?!"tanya Bima.
"Di koper aku , Bim, Tolong cariin, Ya?!"
Bima tersenyum licik, terbersit langsung rencana jahil dipikirannya.
"Aku gak bisa buka koper nya sayang!pake kode gitu sih,jadi susah!"Teriak Bima berbohong, padahal dia tidak menyentuh kopernya sama sekali.
"Kamu keluar aja deh,ambil sendiri!"Kata Bima.
"Tapi kamu nya keluar dulu, atuh,Aku malu Bim!"
"Ya ampun, Mar,pake malu segala,ya udah iya,iya!Aku keluar sekarang!"Kata Bima sambil berpura pura membuka pintu lalu menutup nya kembali, padahal ia bersembunyi di balik lemari pakaian nya.
Mariam terlihat mengeluarkan kepala nya dulu dari pintu kamar mandi, setelah dirasa aman dan Bima tidak ada di situ,ia pun keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja.
Mariam mengendap ngendap berjalan dari kamar mandi lalu bergegas mengunci pintu kamar agar Bima tidak masuk dulu selama ia berganti pakaian, rupanya ia belum siap menyerah dirinya secara utuh kepada Bima karena masih belum terbiasa dengan kehadiran sosok pria disampingnya.
Bahkan baginya, bisa bersama satu kamar dengan Bima yang dulu diam diam adalah artis idola nya terasa bagaikan mimpi.
Ia masih menggunakan handuk saja selutut dan bagian dadanya terbuka lebar.
kulit nya yang putih mulus terlihat sehalus sutra.
Rambutnya yang basah tergerai hitam pekat terlihat begitu indah.
"Kamu Pakai ini aja dulu malam ini,ini hadiah dari Mamah buat kamu!"Kata Bima yang tiba-tiba muncul di belakang Mariam dan membuat jantung Mariam terasa mau copot.
Ditangan nya membawa baju tidur yang seksi berwarna merah terang.
"Bima! Kenapa kamu ada disini?Aku kan sudah nyuruh Kamu keluar dulu!"Seru Mariam sambil kedua tangannya menutupi dadanya karena malu.
Mariam mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak.
Sedangkan Bima malah maju terus mendekatinya.
"Kenapa harus keluar,ini kan kamar aku!"Jawab Bima cuek.
"Tapi aku kan malu Bim! please tutup mata kamu,dan keluar lah sebentar!"Kata Mariam sambil terus mundur hingga tubuh nya mentok di sisi ranjang.
"Kenapa mesti malu sih,kita kan udah suami istri, Mar!kamu lupa ya,kalau tadi aku sudah mengucapkan ijab kabul di depan penghulu!"Goda Bima sambil terus mendesak Mariam hingga ia terjatuh duduk di tepi ranjang.
"Tapi Bim,Aku,aku,,!"
"Kenapa?!Aku berhak kan menatap kamu seperti ini,Aku ngerti kok,kalau kamu masih belum siap!Tapi izinkan malam ini aku menikmati pemandangan indah ini, baru saat ini aku melihat bidadari ayang begitu sempurna dan terlihat jelas di depan mataku,,Aku mencintaimu Mariam!"
__ADS_1
Ucap Bima begitu mendalam,ia menyibak kan anak rambut di wajah Mariam, dengan lembut ia mengecup kening perempuan yang sudah halal ia sentuh kini.
Bulu kuduk kedua nya terasa merinding.
Dada mereka bergemuruh dan detak jantung nya pun berdegup begitu kencang.
Jemari Bima menelusuri wajah Mariam yang terlihat memerah, perlahan bibirnya maju mengecup bibir Mariam yang terlihat ranum, wajahnya Mariam terlihat begitu cantik meski tanpa polesan.
Mariam akhirnya hanya bisa diam membiarkan Bima menelusuri wajahnya.
Dan saat keduanya sudah mulai terhanyut dan pikiran mereka sudah sama sama terbang di awang Awang,tiba tiba terdengar suara orang mengetuk pintu kamar mereka.
"Den,,Maaf!Den Bima!Den Juna ada diluar, pengen ketemu Non Mariam katanya!"
Terdengar suara Bi Iis memanggil Bima,dia adalah Art yang bekerja dirumahnya.
Bima terlihat tidak menggubris panggilan Art nya dan terus saja melancarkan aksinya yang sedang berusaha merayu Mariam dengan sentuhan sentuhan mautnya.
Namun Mariam merasa tak nyaman dan langsung mendorong tubuh Bima agar sedikit menjauh darinya.
"Temui duku adikmu,aku akan berpakaian dulu,lalu akan menyusulnmmu keluar!"Kata Mariam sambil menahan tangan Bima agar tak terus menyosor tubuhnya.
"Ahh, biarkan saja,dia emang sengaja mau mengganggu malam pertama kita, Sayang!"Kata Bima sambil terus bergelayut manja.
"Kak!!KakBima!"
Tok tok tok!
Terdengar Arjuna memanggil manggil nya dari luar kamar.
"Ah,Sialan tuh anak! ganggu banget!"
Gumam Bima dengan penuh kekesalan karena usaha nya hancur begitu saja gara gara adik nya yang menyebalkan.
Dengan terpaksa,ia keluar dari kamar menemui Arjuna, kemudian dengan segera menutup kembali pintu kamar nya rapat rapat.
"Apa an sih Lo!Ganggu banget!Lo tahu ini jam berapa?!Udah tahu ini malam pertama gue,Lo malah maksa mau nemuin istri gue sekarang,pergi Gak sekarang!?"Kata Bima sambil melotot dan mendorong tubuh Adiknya.
"Aku mau ada perlu sama kakak ipar, kak! please bentar aja!ini penting!"Kata Arjuna terlihat serius.
"Kan bisa besok Jun!udah tadi gak dateng pas gue kawin,eh sekarang pas gue udah hampir berhasil usaha, Lo ganggu gue!bener bener yah,Lo!"Bima masih sangat kesal dengan adiknya itu.
"Ada apa,Jun!Kamu mau ketemu Aku?!"Kata Mariam yang baru keluar dari kamarnya dan sudah berpakaian tertutup kembali.
"Iya, Maaf Kak,aku ganggu malam pertama kalian!Dan maaf aku tadi gak keburu Dateng ke acara pernikahan kalian,aku baru balik dari Jogja dan ternyata syuting nya baru beres tadi sore!"Kata Arjuna sambil mencibir ke arah kakak nya.
"Ya udah,kalau cuma mau ngucapin maaf ,gue Maaf in kok!udah buruan sana pulang!"Usir Bima kesal,dia mendorong tubuh Adiknya ke arah pintu keluar.
"Aku mau ada yang di omongin dengan Kak Mariam,,!"
Kata Arjuna sambil menahan tubuh agar tak bergeming dari tempatnya berdiri.
"Udah ,besok aja lagi!"Kata Bima sambil terus mendorong tubuh Arjuna.
"Ini tentang Fatimah!Tadi siang aku bertemu dengan nya di Jogja,dan dia terlihat sedang kesulitan!"
****
__ADS_1
bersambung..