
"Dasar perempuan murahan!pelakor!Jangan harap kamu bisa merebut Fikri dari ku!Dia adalah milik ku dan Aku tidak ingin melihat kamu dekat dekat dengan dia!"
Tiba tiba saja kerudung Bibah di tarik dari arah samping oleh Sonia,dan hijabnya itu hampir terlepas,semua orang melihat keributan itu dan tubuh Bibah pun oleng hampir tersungkur,seseorang menangkapnya,dan menutupi wajahnya dengan jaket milik nya.
"Sonia,hentikan!apa apaan Kamu!lepaskan Bibah dan minta maaf kepadanya sekarang juga!"Fikri yang masih berada di belakang Bibah melihat kejadian itu,Fikri langsung menangkap Bibah dan menutupi kepalanya karena kerudungnya hampir terlepas akibat di tarik Sonia.
"Fikri,,!"
Sonia kaget Fikri sudah berada dihadapannya kini.
"Mohon maaf ini adalah rumah sakit!dan kalian tidak boleh membuat keributan disini!"Seorang Security menghampiri mereka.
"Iya,maaf Pak maaf!"Kata Fikri.
Dia langsung membawa Bibah ke tempat duduk di taman dan menyeret Sonia.
"Kamu tuh apa apaan sih!bikin malu saja!belum puas kamu membuat berantakan hidup ku dan kini kamu malah menyerang Bibah!dia tidak tahu apa apa!"Bentak Fikri sambil mendorong tubuhnya agar menjauh.
"Fik!Aku takut dia merebut kamu dariku,makanya aku langsung emosi saat melihat kamu ngobrol sama dia!"Kata Sonia sambil merengek.
"Dia sudah menikah dengan orang lain!puas kamu!?
Bib,kamu gak apa apa kan?!"
Tanya Fikri kepada Bibah yang terlihat sudah rapih kembali.
"Nggak!Aku nggak apa apa kok!Mbak,tolong jaga emosi Mbak!Mbak kan lagi hamil,kasian nanti bayinya kaget lho denger mbak marah marah gitu!"Kata Bibah sambil berdiri dan berniat segera pergi,dia terlalu lama di luar dan takut terjadi apa apa kepada mertuanya.
"Kamu tuh apaan sih!Sok nasehatin Aku!"Sonia malah nyolot.
"Hei,Sonia!benar kata Bibah seharusnya kamu lebih menjaga emosi kamu!meskipun anak itu bukan anak Aku, tapi aku tetap khawatir bila terjadi sesuatu padanya!"Kata Fikri seperti sengaja berkata demikian di hadapan Bibah,dia ingin menegaskan jika dia terpaksa menikahi Sonia karena kasihan.
"Bukan anak Kamu Kak?!maksudnya!?"Bibah mulai penasaran.
"Ya sebenarnya Sonia hamil oleh sahabatku,namun dia tidak mau bertanggung jawab dan pergi gitu aja,karena kasihan Aku menikahi Sonia!"
Fikri menjelaskan semuanya.
"Kamu apaan sih,ngasih tahu dia yang sebenarnya!dulu kamu sangat mencintaiku kan Fik!"Teriak Sonia.
__ADS_1
"Itu dulu Sonia!sekarang nggak!setelah kamu berkhianat dan selingkuh dengan sahabatku sendiri!sekarang aku mencintai Bibah tapi kamu merusak segalanya!"Teriak Fikri pula membuat Bibah tertegun mendengarnya.
"Akhhh!Aku benci kamu!dulu dia sangat hangat dan baik kepadaku!tapi setelah ketemu kamu dia berubah dan semakin membenci Aku!"Sonia kembali mengamuk dan memukuli Bibah lagi.
"Sonia hentiakan!Sonia!"Fikri berusaha melerai namun Sonia dengan brutalnya menyerang Bibah.
Bibah tidak bisa melawan karena melihat kondisi Sonia yang tengah hamil,dia hanya melindungi kepalanya dengan kedua tangan nya.
"Bibah?!Heii!lepaskan dia!"Roy yang baru saja tiba bersama Mariam dan fatimah yang berniat menjenguk Bu Rita,mereka kaget melihat orang ribut ribut di taman depan rumah sakit dan setelah mereka lihat ternyata dia adalah Bibah.
"Fikri apa yang terjadi!?"Tanya Mariam yang melihat Fikri sedang sibuk melerai perempuan yang kemarin datang menggagalkan pernikahan adiknya.
"Maaf kan Kami Mbak!Sonia memang selalu berulah!"Kata Fikri terlihat sangat malu.
"Bawa dia pergi menjauh dari Istriku!dan urus Istrimu itu!jangan sampai Aku yang akan bertindak!"Roy terlihat sangat marah mendapati Bibah sedang di sakiti orang lain.
Fikri malah balik menatap Roy,bukan nya Fikri marah karena Roy marah kepada Sonia,tapi dia sedikit kesal ternyata Bibah kini sudah menjadi milik orang lain yang ada di hadapan nya kini.
"Roy,bawa Bibah dan Fatimah masuk!Aku ingin bicara dulu dengan Fikri!"Kata Mariam.
Roy pun mengangguk dan menggandeng Bibah menuju ruangan tempat Ibunya dirawat di ikuti Fatimah.
Mariam menyuruh Fikri dan Sonia duduk setelah dia lebih tenang.
Sonia malah menunduk tak menjawab.
"Dia cemburu buta Teh,katanya takut Bibah merebutku darinya!padahal Aku sudah jelaskan jika Bibah sudah menikah!"Fikri yang menjawab dengan kesal.
"Iya,kamu tidak usah khwatir,Bibah kan tidak jadi menikah dengan Suami kamu dan dia juga tidak akan mungkin merebutnya dari kamu!Kamu juga harus menjaga emosi kamu ,kamu kan lagi hamil,kalau terjadi apa apa sama bayi kamu gimana?!"Mariam mencoba memberi nasihat.
"Aku gak peduli!tak ada yang menginginkan bayi ini!tidak Ayah nya, tidak Fikri,apalagi keluargaku!Fikri juga sekarang membenciku dan dia malah bilang mencintai si Bibah itu!Aku lebih baik mati!Hwa hwa hwa!"Emosi Sonia masih meluap luap,dia menangis histeris sambil memukuli perutnya yang buncit.
"Kamu jangan begitu!apapun yang terjadi Fikri sekarang adalah Suami kamu!dia pasti akan menjaga dan merawat kamu dan bayi kamu itu,Fikri adalah Pria yang baik,jadi buatlah dia mencintai kamu lagi!jangan bersikap seperti ini,iya kan Fik!"Kata Mariam berusaha meyakinkan Fikri lagi.
Fikri tidak menjawab,berat rasanya menerima Sonia dan bayinya kini,perasaan nya sudah berubah penuh dengan kekecewaan.
"Fik ,apa pun yang terjadi kepada kita sudah menjadi ketentuan ilahi,Teteh yakin kamu lebih Faham tentang itu.
Teteh justru salut sama kamu,karena kamu sudah dengan berani dan ikhlas menolong Sonia,dan sekarang kamu harus belajar lagi dan mencoba lagi untuk lebih ikhlas menerima semuanya.
__ADS_1
Meskipun dengan kamu menutupi nya itu juga tidak dibenarkan dan Teteh sekeluarga pun sempat kecewa sama Kamu!Tapi Teteh yakin,semuanya sudah diatur oleh Allah,dan insyaAllah ini adalah yang terbaik buat semuanya!"
Mariam memberi masukan panjang lebar,dan mulai membuat Fikri membuka kembali pikiran nya yang sedang kalut.
"Astagfirullah!Iya Teh,makasih karena sudah mengingatkan Fikri,dan sekali lagi Fikri minta Maaf atas semua yang terjadi,juga atas perlakuan Sonia kepada Bibah,Fikri akan mencoba menerima semuanya,dan mulai lagi kehidupan baru dari nol,doakan Fikri ya Teh!"
Fikri kini merasa lebih tenang dan nyaman setelah ngobrol dengan calon Kakak iparnya yang gagal itu.
Mariam tersenyum hangat.
"Kita sama sama saling mendoakan yah,oh iya!bagaimana keadaan Ibu kamu sekarang?!"Tanya Mariam dia ingat jika ibunya Fikri juga sedang dirawat.
"Ibu menanyakn Bibah terus Teh,sepertinya dia merasa bersalah dan kecewa kepada Fikri karena tidak jadi memiliki menantu yang spesial seperti Bibah!"Jawaban Fikri membuat Sonia kembali cemberut.
"Semua orang bisa jadi spesial Fik,jika kita asah dengan didikan agama yang baik,dan tidak ada Manusia yang sempurna ,bukan?!jadi selalu lah melihat kebaikannya dari setiap orang!Teteh mau nengok dulu mertuanya Bibah,nanti Teteh akan ajak Bibah untuk menjenguk Ibu kamu,ya!"
Kata Bibah sambil berdiri dan ia pun pamit.
"Iya,Teh,makasih sebelum nya!"
"Assalamualaikum,jaga Sonia dengan baik Fik,pahala menanti mu jika kamu menerimanya dengan penuh keikhlasan!"
"Waalaikumsalam,iya Teh!Fikri akan berusaha!"
Jawab Fikri sambil ikut berdiri dan dia pun pergi menuju ruangan tempat Ibunya di rawat.
**
"Ibu sudah diperbolehkan pulang besok!Agar lebih aman dan aku pun akan lebih tenang, kita rawat Ibu saja di rumah!Kamu gak keberatan kan Bib?!"Kata Roy,setelah dia bertemu Dokter dan mengusulkan agar Ibunya di rawaj jalan saja,dia tidak ingin terjadi sesuatu lagi kepada Ibu dan Istri kecilnya itu.
Sudah berulang kali kedua orang yang paling ia cintai itu berada dalam bahaya.
"Tentu saja tidak Kak!Jika itu yang terbaik untuk Ibu,tentu Aku dengan senang akan merawatnya di rumah!"Jawab Bibah.
"Maafkan Aku ya,Aku tidak bisa menjaga kamu dengan benar,Aku janji kejadian seperti itu tidak akan terulang kembali!Aku akan lebih ekstra menjaga kamu dan Ibu!"Kata Roy kepada Bibah,mereka tengah duduk di ruang tunggu,sementara Mariam dan Fatimah sedang mengobrol dengan Ibunya.
"Tidak apa apa Kak!Bukan salah Kak Roy,kok!Aku bisa jaga diri ku sendiri,Kakak gak perlu khawatir!"Jawab Bibah sambil tersenyum manis,membuat berdebar hati Roy,dia menatap intens Istri kecilnya itu.
"Terimakasih kamu sudah hadir dalam hidup ku dan memberikan cahaya terang!I Love You Habibah!"Kata Roy sambil memeluk hangat tubuh mungil Habibah.
__ADS_1
Ini adalah pertama kali nya Roy mengungkapkan isi hatinya setelah selama ini dia selalu menutupi apapun perasaan nya kepada siapapun,dan Bibah adalah satu satunya perempuan yang mampu menggoyahkan dinding es di dalam dirinya.
***