
Mariam tertidur didepan TV di pangkuan Wira.
Begitu juga Wira,karena kelelahan dan kekenyangan,mereka berdua sama sama tertidur di Sofa.
Wira terbangun karena merasa tengkuk nya sakit,sofa yang mereka tiduri sempit dan Wira merasa tak nyaman tidurnya.
Wira berinisiatif memindahkan Mariam ke kamar agar lebih nyaman tidurnya.
Ia menatap wajah istri muda nya itu yang begitu cantik dan bercahaya.
Ia berbaring disamping Mariam,dan mencium aroma rambutnya yang khas,begitu menenangkan.
Tak ingin perasaan nya itu semakin berlanjut,Wira pun kembali memejamkan matanya Sampai Mariam membangun kan nya ketika waktu sholat subuh.
Wira bergegas pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
Betapa ia merasa kini hidupnya lengkap setelah hadirnya Mariam dalam kehidupan nya.
Sosok Mariam yang mampu membimbing nya ke arah yang lebih baik.
Meskipun begitu banyak drama dan airmata yang harus di lalui,namun perlahan namun pasti hubungan nya dengan Mariam semakin menemukan titik terang dan penuh kejelasan.
"Maafkan Aku A, Iyam tahu ,kita adalah suami istri yang sah dan kita halal melakukan apapun,tapi untuk saat ini,Iyam masih belum siap memberikan hak A Wira sebagai Suami Iyam,Iyam ingin memperjelas dulu perasaan kita A,dan Iyam gak mau,Kita melakukan nya Karena nafsu belaka,Iyam ingin dicintai,begitu juga Iyam ingin mencintai dengan tulus.Lagipula dari awal pernikahan kita hanya karena anak yang Iyam kandung bukan?! Setelah perasaan kita sama sama jelas,maka Iyam ingin kita memperjelas status pernikahan kita A,A Wira mengerti kan maksud Mariam?!"
Begitu lah kira kira Perkataan Mariam semalam,dia tidak pernah menolak dirinya,hanya saja dia mencoba melindungi dirinya sendiri,ia hanya takut terluka.
"Aa ngerti kok Neng,tapi jika suatu saat Aa khilaf,maaf kan Aa ya?!"
Jawaban Wira Yang dibalas dengan tabokan dipunggung nya.
****
"Wangi bener A?!"
"Duduklah,ayo sarapan!
"Aa kan harus berangkat ke kantor,gak usah maksain buat masakin Iyam pagi pagi, harusnya kan Iyam yang urus Aa!"
"Udah !!gak apa apa!Aku suka melakukan semua nya untukmu ,,,"Jawab Wira sambil menata makanan di piring dengan senyuman nya yang khas.
Nasi goreng istimewa sudah terhidang di meja makan.
"Bismillahirrahmanirrahim,,,"
ucap Mariam sebelum melahap makanan nya.
"no no no!stop! Jangan dimakan!"Teriak Wira menghentikan Mariam yang sudah melahap makanan nya.
"kenapa?!"Tanya Mariam heran,dia tak berhenti mengunyah lagi lagi dan lagi meski sudah dilarang oleh Wira.
"Nasi goreng nya gak enak!Rasanya hambar!biar aku buatkan makanan lain,roti ya?!"Kata Wira sambil mengambil piring milik Mariam.
"Siapa bilang ini enak kok! seriusan,siniin piring aku ,jangan diambil!"Rengek Mariam seperti anak kecil yang cengeng karena makanan akan diambil.
Akhir Wira mengalah dan memberikan kembali piring milik Mariam dan dia menghabiskan nasi goreng buatan nya bahkan memakan pula milik nya karena Wira sendiri malas memakan nya , rasanya benar benar gak enak hambar.
'Dasar aneh,bawaan orok kali ya,bodo amat lah yang penting dia happy,'
Batin Wira sambil tercengang cengang melihat kelakuan istri muda nya itu.
Dan benar saja,anehnya jika Mariam makan masakan Wira meskipun tidak enak,dia tidak pernah mual dan muntah lagi setelah nya.
"Aku berangkat ke kantor dulu ya,Neng,,!"
Kata Wira,Mariam sedang asyik mencuci piring
__ADS_1
Wira memeluk Mariam dari belakang sambil mengelus elus perut Mariam.
"Anak Papah Jangan nakal,jagain Umi kamu,Ya Sayang!?"
"Gak nyambung banget sih A panggilan nya,masa Papah sama Umi!"Protes Mariam.
"Terus apa dong?!Mamah Papah atau Umi Abi?!"Goda Wira sambil mengendus endus aroma rambut Mariam yang membuatnya ketagihan.
"Apa aja deh asal jangan Tom and Garry aja!"Jawab Mariam asal,
"Jangan lupa bawain baju aku A,yang bener tapi, kerudung nya juga cadar ,ya,awas aja kalau kayak kemarin! Soal nya aku udah pesen banyak banget belanja online,terus gimana ngambil nya entar?!"
"Baju kamu ada tuh di koper satu nya lagi, Masalah paket, gampang,yang terima customer servis di bawah yang terima,nanti biar aku yang ambil!"
Kata Wira dengan entengnya.
"Apa?!jadi dari kemarin baju aku udah ada?!"
"Iya,emang sudah ada!"
"Ihh Apaan Sih!Sebel banget deh!!kamu tuh Ya!!"Teriak Mariam sambil mengejar Wira dan hendak memukuli nya menggunakan sapu lidi.
Wira lari terbirit-birit sambil tertawa puas sudah berhasil mengerjai Mariam dari kemarin.
Wira berlari menuju pintu keluar,,
"Daahhh,Aku berangkat,Ya, Assalamu'alaikum!!"
Teriak nya sambil menutup pintu dengan cepat.
Mariam sangat kesal tak dapat memukul Wira, Akhirnya dia menyerah kalah karena Wira sudah hilang di balik pintu.
Mariam pun memutuskan untuk membereskan apartemen dan membenahi barang barangnya.
****
"Aku ini istrinya!Tak ada yang lebih penting daripada aku!Kamu kayak pegawai baru aja sih Don!Masih tetap nyebelin dan gak pernah menghormati Aku!!"Bentak Sofi, marah.
Doni hanya diam dan menunduk.
Sofi tetap menerobos masuk ke dalam dan disana Wira benar benar sedang ada tamu penting.klien barunya dari luar negeri.
"Sof!Kamu apa apaan sih?!Kamu nggak lihat aku sedang ada tamu?!Don,apa yang terjadi?!"
"Maaf Bos!Bu Sofi memaksa masuk!"Kata Doni sambil menunduk sopan.
"Kita lanjutkan pembicaraan kita nanti ketika makan siang,saya permisi dulu Tuan Wiranata!"Kata Tamu Wira dengan memakai bahasa Inggris.
"Ya,saya mohon maaf Miss,Atas ketidak nyamanan ini! Don antar tamu kita sampai ke depan!Atur jadwal kembali dengan nya!"
"Siap,Bos!Mari Miss!"
Kata Doni sambil memberi jalan kepada tamu nya.
"Kamu keterlaluan Sof!Kamu ingin membuatku bangkrut hah!?"Bentak Wira sambil menatap tajam istrinya itu.
"Kamu yang keterlaluan Wiranata! Semalam kamu tidur dimana, kenapa gak ada kabar sama aku!?"
"Aku mencari Mariam dan gara gara kamu dia belum ketemu sekarang!"
Sengaja Wira berbohong agar Sofi terus menganggap Kalau Mariam masih menghilang agar di tak lagi mengganggu nya.
"Ya sudah lah Mas, biarkan saja dia!Kita bisa kembali membuat rencana bersama Karin!Biarkan Saja perempuan itu pergi!"
Kata Sofi dengan enteng nya.
__ADS_1
"Apa kamu bilang?!Jangan harap aku akan mengikuti semua keinginanmu Sofi!Kamu pikir aku tidak tahu?!dari awal kamu tidak pernah mencintai ku dan kamu hanya menginginkan harta ku saja dan rencana kamu yang ini pun hanya karena kamu ingin mengeruk harta ku dengan anak yang kamu titip kan pada rahim orang lain, kan?!"
"Lalu?!kalau kamu sudah tahu dari dulu, kenapa baru sekarang dipermasalahkan?!"
"Karena dulu aku dibutakan oleh cinta,tapi sekarang tidak Sofi!!Cinta ku padamu mulai Pudar Sofi!"
"Apa?!Kamu bilang apa?! Semudah itu?! Pasti ini gara gara perempuan itu bukan?!Aku akan temukan perempuan itu dan akan melenyapkan nya!Cam kan itu Wira!"
"Jangan salah kan orang lain! tingkah mu semakin membuat ku muak , Sofi!!dan aku tidak akan memberimu harta sepeserpun!Dan aku akan dengan mudah menghancurkan karir mu, Sofi!"Teriak Wira dengan begitu angkara murka.
Wajah nya merah padam dan matanya melotot begitu menakutkan.
Sofi terkejut dengan apa yang ia dengar.
Seperti nya Wira serius dengan ucapan nya.
Bahaya juga jika semua yang dikatakan nya itu benar benar terjadi .
"Sayang, sayang! Aku mohon maaf!Jangan kayak gitu dong Sayang! Aku bisa apa tanpa kamu! Please maafin aku!"
Kata Sofi cepat cepat merayu Wira lagi,Dia duduk dipangkuan Wira dan mencumbu nya tanpa tahu malu.
Biasanya jika sedang marah, Wira akan segera luluh dengan cumbuan nya dan akhirnya mereka akan bercinta dengan panas.
Sofi mencium bibir Wira dengan menggelayuti leher nya.
Tapi tidak kali ini, dengan kasar Wira menghempaskan tubuh Sofi.
"Menjauh dariku Sofi,aku harus segera menghadiri rapat!"Wira segera bangkit dari duduk nya dan menghampiri pintu keluar,dia sudah sangat jengah menghadapi Sofi.
"Baiklah Sayang,aku tunggu kamu nanti di rumah ya!Aku kangen sama kamu tahu!pokoknya aku bakal puasin kamu nanti malam,aku pergi dulu ya, muach!"
Kata Sofi dengan genit,Dia seperti mempunyai muka dua dan tak tahu malu , seperti tidak sadar ia sudah banyak melakukan kesalahan.
Akhirnya Wira bisa bernafas lega,Sofi kini sudah pergi dari kantornya.
Entah kenapa kini Wira merasa sudah mati rasa dengan Sofi.
Apa benar karena Mariam?!
Yang jelas kini Wira sadar Sofi tidak pantas ia pertahankan.
****
Wira berniat segera ke apartemen nya karena ia ingin segera bertemu dengan Mariam.
Tiba tiba sebuah mobil memotong jalan mobilnya dan Seseorang turun dari mobil tersebut dan menggedor pintu mobilnya memaksa dirinya agar
keluar.
Irsyad,
ternyata Irsyad yang sudah menghadangnya dan memaksa Wira untuk keluar dari mobilnya Tersebut.
"Kamu ada Apa lagi sih?!cari masalah Mulu sama gue!"Kata Wira sambil membanting pintu mobilnya.
Secara tiba-tiba Irsyad mencengkram kerah baju milik Wira, dia terlihat begitu marah.
"Katakan dimana kamu sembunyikan Mariam, Wiranata Kusuma!!"
***
Bersambung...
Komen dong sayang biar ramee..
__ADS_1
Like yang banyak dan Jangan lupa Vote ya ,biar Author semangat terus lanjutin karya nya😘😘😘🤗🤗