
"Hari ini Umi pulang Sayang,tapi agak malam kayak nya,kamu baik baik disana Sayang,daaah!"
Mariam menutup ponselnya setelah puas VC dengan Satria, Dia mulai merasa kangen dengan putera kesayangan nya itu, biasa nya mereka tak pernah berpisah,kini berpisah dua hari saja satu hari sudah merasa kangen.
Meeting terakhir hari ini diadakan di restoran Korea yang memang makanan favorit nya Ken.
Kali ini hanya tinggal menandatangani kontrak saja,dan meeting pun akan berakhir hari ini.
Mariam malas bertemu dengan Ken, Pria mesum itu sering kali menatap Mariam dengan tatapan nakal nya,dan membuat Mariam merasa risih tentu saja.
Akhirnya urusan pekerjaan pun berakhir setelah jam makan siang.
Setelah itu Mariam Free melakukan apapun, Dia ingin sekali mengelilingi kapal tersebut sampai semua seluk beluknya Ia jambangi.
Juna tidak bisa ikut dan dia memilih beristirahat di kamarnya sambil ber VC ria dengan Istrinya, Fatimah.
Takut tersesat,Ia mengajak salah satu ABK perempuan untuk menjadi tour guide nya.
Mariam menyusuri setiap lorong nya dan berbagai tempat yang begitu megah dan indah,tak henti hentinya Ia berdecak kagum,mengakui kemegahan kapal milik Ken itu,dan Mariam Belum menyadari jika Sang pemilik mengikuti nya dari belakang.
"Mbak tempat ini untuk apa? Kok aneh banget, seperti ada seseorang yang sengaja menyiapkan surprise untuk seseorang! sungguh sweet dan romantis banget! tempat ini udah ada yang booking ya Mbak?!"
Tanya Mariam sambil melihat lihat sekeliling,Dia rasa tempat ini adalah bagian terindah dari kapal itu, siapapun pasti akan terkesan jika di beri surprise yang begitu romantis seperti ini.
Tak ada jawaban dari belakang.
"Mbak?kok diam aja?Mbak capek ya?!Mbak,Mbak?"
Mariam mencari cari sosok tour guide yang sedari tadi menemani nya,dia tak nampak mengikuti nya sampai ke tempat ini.
Saat Mariam kembali berbalik, malah terlihat sesosok yang tak ingin Ia lihat,dia menghampiri nya dan semakin mendekat.
Mariam mundur beberapa langkah berniat untuk segera pergi,guna menghindari Pria menyebalkan yang selalu membuat tekanan darah nya naik,Keenan Kim.
Namun kakinya tersandung sesuatu dan Ia hampir kembali jatuh ke dalam air, dengan cekatan tangan Ken meraih tangan Mariam.
Mata mereka beradu pandang, segera Mariam melengos menghindari tatapan tajam sang Casanova.
"Ayo, merengek lah, memohon kepadaku agar aku menyelamatkan mu!"Batin Ken begitu percaya diri.
"Lepas kan tangan ku jika kamu tak berniat menariknya! lebih baik aku mati tenggelam daripada terus menerus berpegangan tangan dengan mu!"
Sungguh ucapan Mariam diluar dugaan Ken, Dia tak menyangka jika Mariam malah akan berkata seperti itu.
Benar saja,Mariam melonggarkan pegangan tangannya,jika saja Ken ingin membunuhnya, dengan mudah Mariam akan terjatuh seketika.
Tatapan mata Mariam sungguh membuat jantung nya berdebar begitu kencang,tak rela jika Ken harus kehilangan perempuan yang satu ini, meski Dia sangat menyebalkan tapi sejak bertemu dengan nya, hidupnya terasa menjadi lebih berwarna.
Sungguh bodoh jika dia sampai melepaskan genggaman tangannya,Ia berjanji pada hatinya,tak akan melepaskan nya sampai kapanpun.
__ADS_1
Mariam menutup matanya,tanpa pikir panjang lagi, dia melepaskan genggaman tangannya dari tangan Ken, jujur saja,Ia tak kuat lagi menopang tubuhnya agar tetap tidak jatuh.
Tapi tidak,Ken segera mempererat pegangan tangannya lalu menarik Mariam ke atas.
"Kau pikir aku seorang psicho dan akan membiarkan mu tenggelam?!Aku belum mendapatkan ucapan terimakasih karena kemarin menolong seseorang yang tercebur ke lautan!"Sindir Ken sambil mendudukkan Mariam di kursi yang sudah dia sediakan.
"Duduklah!Aku sengaja menyiapkan semua ini untuk mu! indah bukan?! Kamu suka?!"
Mariam diam saja,dia masih shock karena hampir terjatuh tadi.
"Minumlah!Kamu pasti haus setelah berjalan mengelilingi kapalku!Atau mau ku suapi!?"
Kata Ken usil,Dia mengasongkan gelas berisi minuman ke wajah Mariam.
"Aku bisa sendiri!"Tolak Mariam,Ia takut jika Ken sudah mencampur minuman itu dengan apapun yang membahayakan nya.
"Tenang saja!Aku tidak mencampurkan apapun ke dalam minuman mu!Aku tidak sejahat itu!"Ken seperti dapat membaca pikiran Mariam.
Terlihat tangan Mariam yang masih bergetar, sepertinya Ia masih ketakutan karena hampir jatuh lagi ke dalam lautan tadi.
"Hei, maafkan Aku karena sudah membuatmu ketakutan!tenanglah, Aku tak akan menyakiti mu, Aku masih waras untuk membiarkan seseorang tenggelam!"Ucap Ken sambil hendak kembali menggenggam tangan Mariam, maksud hati ingin menenangkan nya, namun segera Mariam menarik tangannya agar tidak tersentuh.
"Jangan asal menyentuhku!"kata Mariam dengan tegas.
"Baiklah, baiklah! kalau gitu minumlah, agar kamu lebih tenang!"Ucap Ken lagi sambil menatap Mariam dan menyeruput lemon tea hangat kesukaan nya.
Mariam pun ikut menyeruput minuman miliknya,akh! terasa begitu menyegarkan.
Kata itu terucap begitu saja, seorang Keenan Kim yang angkuh dan sombong mau menurunkan harga dirinya untuk seorang Mariam.
"Saya juga berterimakasih karena Anda sudah menolong saya kemarin, Saya juga mohon maaf jika ada sikap saya yang kurang berkenan, terimakasih atas jamuan nya,Saya permisi Tuan Keenan!"Kata Mariam,dia berdiri lalu pergi begitu saja meninggalkan Keenan dengan surprise nya yang luar biasa,tapi tetap Mariam tidak terkesan dengan semua itu.
Ken terdiam sambil melongo menatap punggung Mariam yang semakin jauh.
"Akhh! Sialan!"
"Prangg!"
Ken kesal dengan sikap Mariam yang tak kunjung manis terhadap nya.
Dia menarik taplak meja yang menghiasi meja tempat Ia menyiapkan kejutan untuk Mariam.
Semua makanan dan minuman diatasnya tumpah dan pecah seketika,Ken murka,Ia bingung harus bersikap bagaimana lagi.
"Dengan cara halus tidak bisa!masa Aku harus melakukan pemaksaan kepada perempuan sombong itu!Jika itu mau mu Nona Mariam!Tunggu langkah yang aku akan ambil selanjutnya,akan ku pastikan kau menjadi milikku,argggh!"
Ken menendang kursi dan meja dihadapan nya.
****
__ADS_1
"Tuan Juna!Bisa kita bertemu,ada yang ingin aku bicarakan dengan Anda!"
Ken segera menghubungi Juna begitu mereka kembali dari berlayar.
"Tentu saja Mr.Ken, kapan Kita bertemu?!"Juna sangat menghormati Ken sebagai relasi nya, Dia tak mungkin menolak setiap ajakan yang diajukan Ken.
Sejak saat itu, Ken benar benar kesulitan menghubungi Mariam, Dia selalu menghindarinya dan menjaga jarak.
Entah karena sebab apa Mariam terlihat begitu tidak menyukainya, kali ini jurus Ken adalah mendekati Juna, orang terdekat Mariam.
Mereka bertemu di sebuah Cafe milik Ken sendiri.
"Maaf Tuan Juna,saya mengganggu waktu istirahat Anda, yang ingin Saya bicarakan bukanlah tentang pekerjaan, maka nya saya mengajak Anda bertemu malam malam!"Kata Ken membuka mengutarakan maksud pertemuan mereka.
"It's oke,Mr.Ken! kebetulan Saya lagi Free dan ingin cari angin tadi, makanya Saya senang Anda mengajak saya keluar, Istri Saya sedang ada acara dengan keluarganya!"Jawab Juna.
"Panggil saja Aku Ken jika sedang di luar kerjaan,dan Aku akan memanggil mu Juna saja,agar lebih akrab,apa boleh?!"Ken berusaha mengakrabi Juna.
"Tentu saja Ken,itu lebih baik!"Jawab Juna dengan senyuman nya yang lebar, mereka berdua mengangkat gelas mereka lalu cheers, tanda nya mereka sudah menjadi teman kini.
"Aku tidak menyangka jika Mariam itu adalah bekas kakak ipar kamu, kalian terlihat begitu akrab!"Ken sengaja membuka pembicaraan tentang Mariam.
"Ya, setelah Kakak ku meninggal dia sudah ku anggap seperti Kakak ku sendiri,ada yang lebih lucu lagi,kamu pasti tidak akan percaya,Kak Mariam dan Istri ku adalah kakak beradik."Juna menceritakan tentang keluarga nya.
"Oh,ya?!Aku benar benar tidak menyangka!"
"hahaha!"
Mereka tertawa bersama dan kini mereka semakin akrab saja.
"Aku tahu kamu tertarik kepada Kak Mariam,dan sejujurnya Aku sempat ragu jika kamu benar benar menyukai nya!"Kata Juna, dia begitu to the poin, dari awal Juna tahu apa tujuan Ken mengajak nya bertemu.
Glekk!
Si Juna ternyata menyadari nya.
Batin Ken.
"Aku tidak bisa melarang siapapun untuk mendekati nya, termasuk kamu,Ken!Aku yakin Kamu orang yang baik, tapi Kak Mariam adalah wanita yang terhormat, meskipun Dia seorang janda,tapi dia sangat menjaga harga dirinya sebagai seorang perempuan yang taat kepada agamanya!"Ken meneguk minuman nya kembali sebelum melanjutkan perkataannya tentang Mariam.
Dan Ken mendengarkan nya dengan seksama.
"Nih,Aku beritahu kamu ya, karena sekarang kita adalah teman,Kak Mariam hanya akan menerima seorang Pria jika Pria itu harus lebih baik dari mendiang Kakak ku, Bima, dalam hal apapun! Agamanya, kebaikan nya, pokok nya segala-galanya,Kak Mariam pasti akan luluh kalau ada Pria seperti itu!Jika kamu hanya main main,lebih baik kamu mundur saja!Dia adalah sosok perempuan yang teguh pendiriannya!"
Kata Juna setengah berbisik.
Ken hanya tertegun,Dia cukup tertampar dengan ucapan Juna,dia seperti mengatakan jika dirinya tidak cocok dengan Mariam.
*Gila! sulit sekali mendapatkan perempuan itu,Si Juna ini juga sama saja!Aku jadi penasaran seberapa hebat mantan suaminya itu!*
__ADS_1
Batin Ken sambil menghabiskan minuman miliknya.