MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Calon menantu


__ADS_3

Irsyad mendengar percakapan Bu Halimah dan Sofi di telepon,Bahwa Marian sudah kabur dengan pria lain dan dia kehilangan bayinya.


Sebelumnya juga Bu Halimah sempat cerita jika Mariam sedang berada di rumah orang tua nya yang sedang sakit dan Bu Halimah sempat minta antar kepada Irsyad untuk menengok orang tua Mariam.


Namun Irsyad merasa ada yang janggal,Dia tidak melihat Mariam berada di rumah nya.


Meski pun Fatima selalu mengusirnya,tapi entah kenapa dia ketagihan oleh nasi goreng pedas buatan adik dari Mariam itu dan ia suka mendengarkan ocehan nya saat dia marah marah.


Oleh sebab itu saat Bu Halimah bilang Mariam sedang ada dirumah ibunya, Irsyad merasa aneh karena dia baru saja dari sana tapi tak melihat Mariam.


Merasa ada yang janggal,ditambah munculnya berita berita yang beredar yang berkaitan dengan Mariam, Irsyad segera melakukan penyelidikan,dan ia pun memberitahukan kepada Fatimah rasanya Mariam sedang ada masalah dengan Suaminya.


Umi Salamah yang merasa tidak tenang dan selalu bermimpi buruk tentang Mariam, menyuruh Fatimah menyusul Mariam dan mencari tahu kabar yang sebenarnya tentang Puteri sulungnya itu.


Irsyad mendapatkan kabar dari pengawal suruhan nya bahwa telah terjadi kerusuhan dan Mariam dirawat di sebuah rumah sakit karena keguguran.


"Kak Mariam!"


Teriak Fatimah,


Dia dan Irsyad melihat Mariam di dorong seseorang pria di atas kursi roda di lobi rumah sakit.


Fatimah berlari menuju Mariam.


"Kakak apa yang terjadi,Kak?!"


Fatimah terlihat begitu Khawatir.


"Fatimah!!"Mariam langsung memeluk adiknya dan ia pun menangis tersedu di dalam pelukan nya.


"Maaf anda siapa ya?!"Tanya Irsyad kepada Bima yang memakai masker.


"Saya Bima,saya hanya berusaha menolong Bu Mariam dari kekerasan yang dilakukan mantan suami nya!"


Jawab Bima sambil mengajak Irsyad berjabat tangan.


"Mantan suami?!"Kata Fatimah dan Irsyad berbarengan.


"Iya,,mantan suaminya,Tuan Wiranata Kusumah!Dia baru saja menjatuhkan talak tiga kepada Mariam karena ia keguguran,dan mohon maaf,kondisi Bu Mariam saat ini masih sangat lemah,kita harus segera memindahkan nya ke rumah sakit yang lebih bagus!"Jawab Bima.


"Baiklah,Ayo kak!kita lanjutkan nanti ngobrolnya.Kak Irsyad aku ikut ka Mariam ya?!"


Irsyad mengangguk.


"Aku akan menyusul kalian dari belakang!"Jawab Irsyad.


Fatimah pun ikut ke dalam mobil Bima untuk memindahkan Mariam ke rumah sakit lain, sedangkan Irsyad menggunakan mobilnya sendiri berniat mengikuti mereka.


"Syad!Kamu disini?!sedang apa?!"Tiba tiba Bu Halimah menyapanya,dia hendak pulang bersama Wira dan Sofi.


"Eh,Buk de?! Irsyad Sudah menengok teman yang sakit,Buk de sedang apa disini?!"


"Sama Bukde juga,Tuh Wira juga ada disini!"Kata Bu Halimah sambil menunjuk Wira yang muncul dari ruang rawat.


Irsyad yang sudah tahu segalanya merasa gedeg saat melihat Wira,Dia menghampiri Wira dan tanpa ampun langsung meninju wajah nya.


"Bughh!"


"Irsyad!Apa apa an kamu!?"Teriak Bu Halimah,dia terkejut dengan tindakan Irsyad yang tiba tiba.

__ADS_1


"Manusia iblis!"Maki Irsyad.


"Buk de tahu?!dia sudah menyiksa Mariam hingga keguguran,dan aku bersyukur kau sudah menjatuhkan talak Kepadanya,berarti di sudah bebas dari manusia iblis seperti kalian!"


Irsyad begitu emosi.


"Wanita itu sudah berselingkuh Irsyad!"Bela Bu Halimah sambil memegang putra nya.


"Buk de percaya?! Itu hanya akal akalan wanita iblis seperti dia saja!Mariam adalah wanita terhormat yang sangat menjaga kehormatan nya!tapi sudahlah!kalian memang cocok,wanita Iblis dan laki laki iblis!!"kata Irsyad sambil menunjuk ke arah Sofi


"Sialan Kau!kau selalu saja ikut campur!Kau menyukai dia kan?!ambil tuh bekas ku, Irsyad !!Hahaha!"


"Brengsek Kau Wira!kau pikir kau akan lolos begitu saja hah?!"


"Mohon maaf pak!ini rumah sakit!kalian tidak boleh membuat keributan disini!"


tegur security mengingat kan mereka.


Dengan masih menyimpan banyak kemarahan kepada Wira, Irsyad pergi untuk menyusul Fatimah ke rumah sakit.


"Apa benar apa yang dikatakan Irsyad,Wir?!"Tanya Bu Halimah dengan wajah penuh kekecewaan.


"Mah!Mamah tidak lihat wajah Sofi?!ini semua kerjaan perempuan itu Mah!"Rengek Sofi sambil memperlihatkan wajahnya yang terluka.


Tapi Bu Halimah tidak menggubris Sofi.


Dari dulu ia tahu sifat menantu nya yang selalu licik.


"Mamah kecewa sama kamu Wira!Mamah pikir kamu sudah berubah setelah bertemu Mariam, nyatanya kamu semakin menjadi!Mamah merasa gagal mendidik kamu!"


Kata Bu Halimah dengan rasa kecewa yang begitu dalam dia meninggal kan Wira begitu saja.


"Mah!!Mamah!! Dengar kan dulu penjelasan ku!!"


***


Mariam menceritakan semua perbuatan Wira kepada nya dengan berurai air mata.


Fatimah begitu marah mendengar kakaknya diperlakukan tidak adil seperti itu.


"Aku bahkan sudah melapor kan nya ke polisi,tapi tidak ada tindakan tegas terhadap nya, entah lah dia begitu licin seperti ular!"Kata Bima.


"Saya sungguh berterima kasih kepada kakak,jika tidak ada kakak,mungkin Kak Mariam tidak akan tertolong!"Kata Fatimah sambil menatap sendu kepada kakak nya yang sudah mulai tertidur,sekujur badan nya penuh luka lebam,ia Kembali terisak menangisi nasib kakaknya yang naas.


***


"Apa umi tahu tentang teteh, Fat?!"Tanya Mariam,hari ini Mariam akan keluar dari rumah sakit, kondisi nya sudah membaik dan ia diperbolehkan untuk pulang.


"Tahu, Teh! Fatimah tidak bisa menyembunyikan nya dari Umi, Mobil yang waktu itu dikasih sama kita sudah dikembalikan lagi,kecuali motor dan rumah, mereka bilang tidak usah!"Kata Fatimah sambil membereskan barang barang Mariam.


"Apa rencana teteh sekarang?Apa kita akan pulang saja?!"Tanya Fatima kemudian.


"Teteh belum tahu, bagaimana menurut mu?! kalau pulang ke rumah pun, Teteh takut malah jadi beban Umi,orang orang dikampung pasti menggunjing kan Teteh!"


Kata Mariam.


.


"Umi juga bilang begitu,Umi bilang jiwa teteh takut kembali terguncang jika pulang, para tetangga pasti bakalan riweuh! sebaiknya teteh nenangin diri dulu deh, tapi kemana ya?!"

__ADS_1


"Teteh mau kerja aja kayak nya!hutang teteh banyak sama Bima,,"Bisik Mariam.


"Tapi kayak nya Bima itu baik deh teh,dia gak bakalan minta uang nya kembali!"Kata Fatimah ws utang budi,Fat!gak enak, lagipula tidak sedikit juga uang yang dia keluarkan,Teteh juga sudah berjanji akan segera mengembalikan nya."


"Emang nya berapa teh?!Apa kita sanggup membayar nya?!"Tanya Fatimah.


"Gak tau juga sih Fat,teteh juga bingung!


Oy ,iya,,ngomong ngomong kamu dan Irsyad,,,?"Mariam baru ingat ingin menanyakan hubungan adiknya dengan Irsyad, mereka terlihat begitu dekat.


Fatimah terlihat malu malu menjawab perihal hubungan nya dengan Irsyad.


"Kak Irsyad berniat melamar Aku , kak,itu juga kalau kakak izinin.."


Jawab Fatimah sambil menunduk malu.


Mariam tersenyum, kemudian ia meraih tangan adiknya itu.


"Fat,, siapa pun pilihan mu,kakak ikut senang,tapi sebaiknya kita jangan terburu-buru, bukan nya teteh gak suka hubungan mu dengan Irsyad,tapi kita harus berkaca dari pengalaman Teteh,kita harus tahu dulu seperti apa Irsyad itu!"


Kata Mariam,dia begitu trauma pada pernikahan nya dengan Wira yang berujung nestapa,ia tidak ingin adiknya bernasib sama.


"Fatimah tahu Kak,kita minta petunjuk saja sama Allah,pasti Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita!"Jawab Fatimah.


Mariam mengangguk, lalu mereka berjalan ke lobi rumah sakit,menunggu Irsyad menjemput mereka.


****


"Bim,Kapan sih kamu akan mengikuti keinginan Papah?!Apa susah nya sih kamu tinggalin dunia keartisan kamu itu, lalu segera jalankan perusahaan keluarga kita!Papah udah capek,pengen istirahat,sudah saat nya dong kamu yang ambil alih!"


Kata Tuan Danu kepada Bima.


Sudah sejak lama Tuan Danu meminta Bima segera mengambil alih perusahaan nya, tapi karena ia masih senang di dunia entertainment,Bima selalu berusaha mengelak dari permintaan papahnya itu.


Ternyata Bima Adalah pewaris dari perusahaan paling ternama dan terbesar ditanah air dan mancanegara, bahkan perusahaan Keluarga Bima jauh diatas perusahaan milik Wira.


"Gak tahu deh Pah,Bima rasanya masih pengen bebas dan seneng seneng, kalau di perusahaan kan Bima gak bisa gerak,males ah!"


Jawab Bima seenaknya saja.


"Bim!Denger!Kalau kamu mau mengganti kan papah di perusahaan, Papah akan mengabulkan tiga permintaan kamu!"


Rayu Pak Danu.


"Tiga permintaan?!Wahh kaya Aladin aja!"


Bima malah berceloteh.


"Papah serius! sudah waktunya kamu membuat keputusan Bim, sebelum papah berubah pikiran dan memberikan semua aset papah kepada adikmu!"


"Iya deh iya!Tapi tiga permintaan,jangan lupa,Pah!"


"Oke! Besok di acara ulang tahun perusahaan kita,papah akan kenalkan kamu ke publik sebagai CEO baru,awas jangan sampai gak datang!Kalau gak datang, seumur hidup kau bukan anak ku lagi,Bima Reksa Diningrat!Dan ingat! besok sekalian kamu harus konferensi pers,bahwa kamu mundur dari dunia Entertainment!kamu mengerti?!"


"Iya,Pah,iya! Besok aku akan datang,Kok!


Eh,,tapi sekarang aku harus pergi dulu pah!temenku pulang dari rumah sakit dan aku harus menjemput nya!"Kata Bima sambil berlari keluar dari ruangan kerja Papah nya.


"Temen Siapa, Cewek?!"Teriak Pak Danu penasaran.

__ADS_1


"Iya, calon menantu Pah!"Gurau Bima sambil terus berlari lari kecil.


Bima lupa hari ini Mariam di pulang dari rumah sakit,dan ia ingin menjemput nya.


__ADS_2