
"Kamu pasti lelah,ayo aku antar kan kamu pulang!"Kata Bima Kepada Mariam.
Pertemuan dengan investor China di lanjut dengan investor dari Singapura berjalan dengan lancar dan baru selesai sampai jam 9 malam.
"Nggak usah pak,saya sudah pesan taksi online!"Tolak Mariam.
"Rumah kita satu arah, Mariam, sudahlah!sekalian aja kita pulang bareng, sebagai tanda terima kasih hari ini kerja kamu bagus sekali! Ayolah jangan banyak protes!"kata Bima setengahnya memaksa.
Dia mendorong tubuh Mariam agar masuk ke dalam mobil dengan cepat.
Hening.
Tak ada kata terucap dari kedua nya.
Bibir Bima yang biasa manis penuh gombalan kepada para wanita selalu terasa kelu jika berhadapan dengan Mariam.
Mereka duduk bersebelahan di jok belakang.
Ponsel Bima terjatuh ke kolong jok dan dia pun membungkuk kan badannya untuk mengambil ponsel miliknya.
Sesuatu terlihat terjatuh dari saku nya.
Sebuah Al-Qur'an mini lengkap dengan terjemahannya.
"Astagfirullah!"
Seru Mariam sambil mengambil Al-Qur'an mini tersebut lalu menyentuh di atas kepalanya kemudian mencium nya.
"Maaf,aku tak sengaja menjatuhkan nya!"Kata Bima sambil mengambil Kitab Suci Alqur'an itu lalu meniru Mariam mencium nya kemudian memasukkan nya kembali ke dalam saku jas nya.
"Kenapa Anda membawa Kitab suci Agama ku?! bukan kah Anda seorang non Muslim?!"Tanya Mariam penasaran,buat apa Bima membawa bawa kitab suci Alquran di saku nya.
"Hehe,, Sebenarnya sudah lama aku mempelajari Kitab ini,,jadi aku selalu membawa nya kemana mana!"Jawab Bima sambil cengengesan, Sebenarnya ia malu Mariam tahu kalau ia masih belum bisa membacanya.
"Untuk apa kamu mempelajari nya?!"Tanya Mariam.
"Eum,untuk apa?Aku juga tidak tahu,sejak seseorang di masa kecilku yang beragama Muslim menyelamatkan ku dari penculikan, sepanjang kami bersembunyi, dia terus berdoa kepada Tuhannya, lantunan ayat suci dari kitab Al-Qur'an yang ia bacakan mencuri perhatian ku,sejak saat itu aku penasaran ingin mempelajari nya,,"Kenang Bima sambil membolak-balik kan Al-Qur'an mini tersebut,dia tersenyum mengingat kejadian di masa kecilnya.
"Penculikan?!Kamu pernah di culik?!"Mariam terlihat terkejut.
"Ya, waktu itu aku berusia 10 tahun,,aku diselamatkan seorang anak perempuan yang 2 tahun lebihkan tua dariku,ingin sekali aku bertemu lagi dengan nya namun sayang sampai saat ini aku belum juga menemukan nya!"Raut wajah Bima berubah sedih, kenangan itu begitu membekas di hati dan pikirannya nya, karena dialah Bima sedikit goyah dengan keyakinan, tapi dia belum memantapkan diri untuk menjadi seorang mualaf.
"Jika kamu ingin melakukan sesuatu karena seseorang,maka kamu hanya akan mendapatkan apa yang kamu inginkan saja, tapi jika kamu melakukan sesuatu karena apa yang kamu yakini,maka kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan dan juga akan mendapatkan apa yang kamu yakini,kamu mengerti maksud saya?!"Kata Mariam berusaha meluruskan niat Bima.
Bima terlihat berpikir, mencerna apa yang dikatakan Mariam
"Jadi maksud kamu jika Aku harus melakukan sesuatu itu harus dilakukan dengan ikhlas?!"Kata Bima memperjelas pemikiran nya.
"Tepat sekali!"Jawab Mariam sambil menjentikkan jari telunjuk nya.
Bima manggut manggut tanda memahami apa yang dijelaskan Mariam.
"Apa kamu mau membimbing ku untuk memperdalam ajaran Agama yang kamu yakini itu?!"Tanya Bima dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Lurus kan dulu niat mu, Agama bukanlah sesuatu yang bisa kamu gonta ganti begitu saja, apalagi hanya demi seorang perempuan!"
Jawab Mariam.
"Tapi aku sudah memikirkan hal ini dari 15 tahun yang lalu,dan aku selalu menunggu waktu yang tepat untuk menjadi seorang Muslim, bahkan keyakinan itu seperti sudah menyatu dengan jiwa ku,hati ku selalu bergetar setiap kali adzan berkumandang, tubuhku terasa bergerak sendiri ingin melakukan sholat,dan aku merasa Al-Qur'an Sudah berada di dalam dadaku!"Kata Bima dengan mata berkaca kaca meluapkan apa yang ia rasakan selama ini, baru kali ini Bima mengungkapkan keinginannya,dan Mariam adalah orang pertama yang mengetahuinya.
"Lalu apa lagi yang kamu tunggu?!"Tanya Mariam,baru kali ini ia berani menatap Bima
"Setelah aku meyakini sesuatu dengan segenap jiwa dan ragaku,aku pun pastinya harus bertanggung jawab atas semua itu,aku ingin setelah menjadi muslim,aku harus menjadi Muslim yang baik,dan aku harus mempersiapkan nya dahulu untuk semua itu, kesibukan ku kemarin di dunia entertainment yang sungguh menyita waktuku, membuat aku melupakan jati diriku sendiri,dan saat melihat mu,membuat aku ingat bahwa aku punya tujuan hidup yang belum aku capai,yaitu keyakinan ku untuk menjadi seorang Muslim,,apa kamu mau membimbingku?"
Tanya Bima penuh harap.
"Aku bukanlah orang yang tepat, sebaiknya kamu cari seorang ustadz yang benar benar bisa membimbing kamu,lagi pula kita bukan muhrim,jadi rasanya akan sangat terbatas bagi kita untuk berinteraksi?!"Jawab Mariam
Supir Bima yang mendengar kan percakapan mereka tersenyum bahagia mendengar ungkapan Tuannya itu.
"Apakah ada kesempatan bagiku agar kita bisa segera menjadi Muhrim?!"Tiba tiba saja pertanyaan Bima mengarah ke arah situ.
Mariam terlihat terkejut,dia hanya diam tak menjawab nya.
"Maaf jika saya sudah lancang! lupakan saja, anggap kamu tidak pernah mendengar nya!"Kata Bima,ia sadar ia memang bukan level Mariam dalam segi keimanan.
"Perceraian ku baru 3 bulan yang lalu,dalam ajaran agama ku itu berarti aku baru selesai melewati masa Iddah,Aku masih belum siap menerima seseorang dalam kehidupan ku,bukan nya aku trauma,tapi rasanya hatiku belum siap saja,tapi aku tidak pernah tahu kedepannya, sebaiknya kamu mantap kan dulu keyakinan mu, lalu masalah jodoh kita serahkan saja semuanya kepada yang maha kuasa!"Jawab Mariam,itu masuk akal.
Setelah apa yang dia lewati Selama ini, sudah pasti tak mudah baginya menjalin kembali hubungan yang baru, ditambah Bima yang belum jelas keyakinannya nya, Mariam pasti masih butuh kepastian.
"Aku mengerti,,santai saja, seperti apa yang kamu katakan aku akan mencari Ustadz untuk aku belajar agama Islam lebih dalam, terima kasih masukan nya,Mariam!"Kata Bima sambil tersenyum.
Mobil pun berhenti di depan rumah kontrakan Mariam.
Mariam terlihat membungkuk kan badan nya tanda berterima kasih karena sudah diantar pulang.
Mobil Bima pun kembali melaju, dengan sejuta kebahagiaan Karena sudah menemukan jati dirinya,Bima berniat mengikrarkan keyakinan baru nya itu segera.
Mariam terlihat berlari kecil menuju gerbang rumah kontrakan nya.
Saat ia ingin membuka nya, tiba tiba seseorang membekap mulutnya dengan sebuah kain,bau menyengat begitu menusuk kedalam rongga hidung nya.
gelap, hanya itu yang ia rasakan.
***
"Tolong!!
Tolong!!
Tolong!!"
Tangan Mariam Terikat di sebuah kursi, ruangan yang cukup luas tanpa ada barang satu pun terhampar dan terlihat hanya remang remang.
Mariam baru merasa bahwa ada seseorang di sudut ruangan itu.
Pria itu terbangun dari tidurnya dan mendekati Mariam dengan merayap.
__ADS_1
Wira terlihat hancur,mukanya kusut, rambutnya berantakan dan sorot matanya yang biasanya tajam,kini terlihat sayu tak berdaya.
"Mariam,aku mohon,bantu Aku,aku tidak ada niat jahat padamu kali ini,aku sudah bingung harus bagaimana!"
Wira berbicara dengan begitu lirih,dia bersujud dihadapan Mariam, memohon agar Mariam mendengar kan nya kali ini.
"Apa maksud semua ini?!"Teriak Mariam,dia sangat marah kali ini, entah sudah berapa kali Wira berusaha mencelakai nya lagi dan lagi.
Mariam sangat tidak mengerti dengan Wira yang berubah drastis, dia sempat hampir jatuh cinta kepada pria yang sudah beristri ini, dulu Wira begitu lembut dan memperlakukan nya bak Putri, tapi kini,Wira begitu ganas dan selalu membahayakan nya.
"Mar, Aku sudah hancur sekarang!Bima menutup perusahaan ku dan aku terancam bangkrut!ini semua kamu penyebab nya Mar, dan sekarang hanya kamu yang bisa menyelamatkan mu!"
Jawab Wira dengan wajah yang memelas.
"Aku?!Apa hubungan nya dengan ku?!Itu adalah akibat perbuatan kamu sendiri, kenapa aku yang disalahkan!"
Teriak Mariam lagi,dia tak habis mengerti dengan pikiran Wira yang selalu uang uang dan uang yang ia pikirkan.
"Pokok nya, kamu harus bilang sama Bima untuk menghentikan aksinya untuk balas dendam kepada ku gara gara ingin membela kamu,aku terancam bangkrut Mariam!
Aku sudah kehilangan kamu,kini kehilangan Sofi dan harus kehilangan perusahaan,aku lebih baik mati saja,Mariam!!"
"Ya ampun segitu doang?!Bukan nya inget sama dosa,malah mau nambah dosa lagi, emangnya kalau kamu mati semua masalah bisa selesai gitu?!Hahaha,tidak semudah itu! Ketika kamu mati,kamu akan tersadar jika masalah terbesar kamu adalah kehidupan setelah kematian,Tuan Wira!"
Mariam berusaha menjernihkan pikiran Wira yang sedang kalut.
Wira terlihat antusias mendengarkan Mariam.
"Setiap perbuatan yang kita lakukan, pasti akan ada balasan nya,baik ataupun buruk,tidak ada karma dalam Islam.
Jika kamu merasa hidup kamu hancur sekarang,bisa jadi Allah sengaja menegur kamu dengan semua itu, tinggal kamu mampu menerima atau tidak,Jangan menyalah kan orang lain atas apa yang kamu alami, segala yang terjadi kepada kamu adalah sudah ketentuan Allah yang harus kamu jalani, bertaubatlah lah,dan mulai semua nya dari awal,Wira!"
Wira terlihat menunduk, meresapi setiap perkataan Mariam yang memang benar adanya.
"Aku minta maaf,Mariam!Aku minta maaf!"Kata nya lirih.
"Minta maaflah kepada Allah, berusaha perbaiki dirimu dengan mendekatkan diri lagi kepada yang mahakuasa,Aku hanya manusia biasa seperti kamu,aku sudah memaafkan kamu sebelum kamu meminta maaf!"Jawab Mariam.
"Aku selalu mencintai mu Mariam,tapi kecintaan ku Kepada dunia selalu mengalah kan segalanya!"Wira berusaha.erai tangan Mariam,namun Mariam menggeser kan kursinya agar menjauh.
"Jangan pernah mencintai apapun melampaui rasa cinta kamu kepada Allah, Allah lebih mencintai hambanya melebihi apapun!lepaskan aku,dan Allah akan menolong mu keluar dari permasalahan mu!"Kata Mariam mencoba bernegosiasi dengan Wira agar mau melepaskan nya.
***
"Halo!Kak Bima!Teh Mariam kok belum pulang ini sudah hampir dini hari lho?!kalian masih dimana sih?!"
Fatimah sangat Khawatir kenapa kakak nya masih belum pulang jam 2 dini hari,dia bahkan sudah tertidur namun terbangun lagi karena kakak nya tak kunjung pulang.
"Apa?!Belum pulang katamu?!Aku sudah mengantar kan dia sekitar jam 10 tadi malam!aku yakin sudah mengantar nya sampai kontrakan kalian tadi!"Teriak Bima,dia sangat terkejut Fatimah menghubungi nya dini hari ini dan mengatakan kalau Mariam masih belum pulang.
"Astagfirullah,,,Teh Iyam kemana atuh!"
Fatimah mulai panik,dia menangis histeris.
__ADS_1
"Oke oke!kamu tenang,, sekarang Kamu hubungi Irsyad agar datang kesitu,aku dan beberapa pengawal ku akan segera datang kesitu juga,kita cari Mariam sama sama!"
"Hiks hiks hiks iya Kak!"Fatimah segera menutup telepon nya dan secepat nya menghubungi Irsyad.