MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Skandal


__ADS_3

Pagi ini Wira terlihat sumringah,tentu saja bukan tanpa sebab.


Dia merasa memiliki rumah tangga yang seutuhnya bersama Mariam.


Pagi ini pun ia disuguhkan sarapan yang istimewa bagi nya, nasi goreng kesukaan nya dan rasanya sangat enak.


Kali ini pun Mariam duduk sarapan dengan nya, setelah mengenalnya lebih dekat,Wira semakin kagum dengan sosok perempuan satu ini.


"Pantas saja Irsyad tergila gila padanya!Aku tak akan melepas nya,Irsyad!"Batin Wira.


Bi Inah yang melihat perubahan dari Tuannya nya pun ikut tersenyum bahagia.


"Ingat yam, hari ini kamu jangan terlalu capek!Kalau Mamah datang ngajak ngajak dia ngapain, bilang aku gak bolehin dia kemana mana hari ini,Ya Bi?!"


"Iya Den!"Jawab Bi Inah.


"Rasyid senang dapat Hp Baru,Umi bilang terimaksih katanya!"Kata Mariam sambil menghabiskan sarapan nya.


"Hemm, besok aku kirim motor,agar keluarga mu gak susah kesana kemari!"


Kata Wira dengan enteng.


"Gak usah seperti itu,A,Jangan berlebihan!"Tolak Mariam,dia merasa gak enak terus merepotkan Wira.


"Gak apa apa,cuman motor doang!itu sudah kewajiban ku ,kan!apa kata orang nanti?!kamu punya suami kaya raya,tapi keluarga mu masih aja kesusahan,nanti aku di cap suami pelit lagi!Aku bahkan berniat membangun rumah kalian agar lebih nyaman ditinggali!"Jawab Wira.


"Apaan Sih!Gak usah sampai seperti itu juga kali!Nanti Aku dicap cewek matre lagi, sekarang saja aku sudah dicap pelakor, padahal semua terjadi bukan karena kemauan ku!"Jawab Mariam Ketus.


"Haha,siapa yang bilang kamu pelakor?!"


"Tetangga ku dikampung! Fatimah bilang banyak tetangga yang gosipin aku,meski mereka tahu yang sebenarnya terjadi apa, kasihan,umi!"


"Ya sudah Ajak aja semua keluarga mu pindah kesini!"Kata Wira.


"Apaan Sih makin parah aja idenya!Gak usah ya,udah deh A,gak usah sok perhatian sama Aku,sama keluarga aku,toh setelah anak lahir,hubungan kita pun akan berakhir!"


"Kalau aku mau terus gimana, maksudku, Aku ingin kamu yang mengurus anak kita selamanya!"Kata Wira sambil menatap Mariam penuh pengharapan.


"Stop membuat lelucon A,kita sama sama tahu A Wira milik siapa,Aku memang khawatir tentang masa depan anak ini,aku pun berharap kalau aku bisa mengurusnya,tapi bagaimana dengan teh Sofi??


dan Iyam tahu di hati A Wira hanya ada teh Sofi kan, Aku hanya memohon semoga kalian benar benar dapat menjaga amanat yang Allah kasih kepada kalian ini ,meski tanpa aku,ibu kandung nya!"Kata Mariam begitu panjang lebar.


Mata nya berkaca kaca menahan airmatanya agar tidak tumpah.


Ia berlari ke kamarnya,dan Mariam pun tak dapat lagi membendung air mata nya,ia menangis sejadi jadinya.


Wira tertegun,ia mulai dilanda kebingungan kini.


Haruskah ia mempertahankan Sofi yang jelas jelas berbeda dengan Mariam?!


Atau haruskah ia melepaskan Sofi dan menjalin rumah tangga yang seutuhnya dengan Mariam?!


Atau jalani saja dengan kedua nya?!


Tapi tak mungkin setelah anak itu lahir Sofi pasti akan segera mengusir Mariam.


"Ahhh,Pusing aku!"Kata Wira sambil berjalan menuju kamar Mariam.


"Aku mau berangkat ke kantor,tapi aku gak bisa pergi kalau melihat kamu masih menangis!"Kata Wira,Mariam duduk di sofa dikamarnya sambil memainkan bantal.


"Aku tahu ini berat bagimu,tapi kita tak pernah tahu bagaimana hidup kita ke depan nya bukan?!aku hanya ingin menjalaninya saja saat ini,dan aku berharap kita mempunyai kenangan yang indah bersama, meskipun itu hanya untuk sementara


Aku tahu ini tak adil bagimu kamu merasa dimanfaatkan,jadi Mariam, manfaatkan lah aku sesuka hatimu,Aku memang sangat mencintai Sofi, tapi aku juga ingin hidup bahagia , Mariam!Dan kamu pun berhak untuk bahagia,, lakukan saja apa kata hatimu,,,aku berangkat dulu ya?!"Kata Wira sambil mengelus bahu Mariam.Dia pun berangkat ke kantornya.


"A,,tunggu!!"


Teriak Mariam.

__ADS_1


Wira pun berbalik ke arah Mariam.


Mariam berjalan menghampiri nya ia meraih tangan kanan Wira lalu menciumnya.


"Aku antar sampai ke depan!"Kata Mariam sambil memandang sendu suaminya itu.


Apapun kondisinya dia memang lah suaminya dan dia harus berbuat baik padanya.begitu pikir Mariam.


Wira tersenyum,dia menarik tubuh Mariam kepelukannya,,


Mariam diam tak berontak.


"Terimakasih telah hadir dalam kehidupan ku Mariam,Kadang aku berpikir,Tuhan sengaja mengirim mu dan anak itu untuk ku,dan aku merasa kini hidupku lebih bermakna!"


Mariam membalas pelukan Wira,


"Berangkat lah A,nanti kamu terlambat!"Kata Mariam.


"Bagaimana Aku akan berangkat,kamu memeluk ku dengan erat!"Goda Wira.


Mariam pun melepaskan pelukannya dan dia pun tersipu malu.


"Aku gak apa apa kok gak berangkat kerja,kalau kamu mau meluk aku terus!"Goda Wira lagi sambil mendekati Mariam lagi.


"Ihh!!"Kata Mariam,dia memukul punggung Wira dengan keras,ia pun berlalu menuju pintu dan membukanya untuk Wira.


"Aww!!"teriak Wira kesakitan,tapi ia tertawa senang melihat tingkah Mariam yang malu malu, lucu menurut nya.


"Aku akan pulang cepat!"


Kata Wira sambil melambaikan tangan nya dan ia berangkat ke kantor.


Mariam membuang nafas nya kasar.


Dia mengusap perut nya yang masih datar.


***


"Bos,,Apa Anda sudah melihat berita hari ini?!"Kata Asisten Wira yang bernama Doni.


"Kenapa memang nya?!"Wira balik bertanya, akhir akhir ini ia sibuk mengurus Mariam dan tidak pernah sama sekali melihat berita apapun.


"Ini baru saja di rilis dan Anda langsung menjadi tranding topik, Bos!" Kata Doni sambil memperlihatkan Tabletnya.


Sebuah akun gosip memasang Foto dirinya saat bersama Mariam di bazar tempo hari,


Sontak membuat para netizen bertanya tanya Siapa sosok Wanita bercadar yang sedang bersama nya saat itu.


Secara Wira adalah seorang pengusaha muda dan konglomerat yang sering disorot media ditambah istri nya juga adalah seorang Artis yang cukup terkenal.


"Sial! Usut tuntas akun itu dan segera hapus berita nya sebelum menyebar lebih luas!"


"Siap Bos! Bagaimana dengan Istri anda Bos?!"Kata Doni.


Namun tak lama, Sofi menelepon nya.


"Ya,Hallo!?"


"Sayang apa apaan ini?!Jadi gitu ya,Aku udah kasih kepercayaan sama kamu,kamu malah enak enak kan ya,sama dia!"Seperti nya Sofi Sudah melihat berita tentang suami nya,dan ia langsung meradang.


Ia bingung bagaimana cara menjelaskan kepada para awak media yang sudah pasti akan bertanya tentang urusan rumah tangganya.


"Aku hanya mengajak nya jalan jalan sayang!Gak lebih,,Kamu yang bilang kalau harus jagain dia kan?!"kilah Wira.


"Kalau udah sampai ke media gini kan jadi berabe,aduh kamu sih gak hati hati!udah tahu punya istri terkenal,udah! kalian jangan keluar dulu bareng bareng!"Gerutu Sofi.


"Ya udah kalau ada wartawan gak usah di ladeni sayang!Kabur aja!"Kaya Wira

__ADS_1


"Gak bisa Sayang!Aku akan bilang kalau dia adik sepupu kamu!"Jawab Sofi.


"Terserah deh,aku gak mau ya kalau ada wartawan yang ngejar ngejar aku!"Jawab Wira.


***


"Udah deh Sof,jangan panik kayak gitu!justru berita ini mencuat akan semakin menguntungkan buat kamu,kita sama sama tahu kan,saat ini Netizen lebih suka sensasi daripada prestasi bukan!"


Kata Mario, maneger nya Sofi.


"Iya juga sih, tapi aku takut rahasiaku terbongkar Mario!"


"Semakin banyak rahasia,akan semakin banyak job buat kami,Sof! lihat saja nanti,akan banyak tawaran buat kamu agar tampil di beberapa stasiun TV untuk wawancara,kan bagus itu!"


Sofi terlihat berpikir sedang menimbang perkataan sang Manager.


"Udah deh,percaya sama Gue,biar semuanya gue yang atur!"Kata Mario.


lagi.


"Terserah deh!tapi laki gue gak suka dibawa bawa!"Jawab Sofi yang sedang gila karir,dia sudah tak memikirkan lagi privasi keluarga nya.


"Tenang aja! Beres pokok nya!"


*****


"A,,Kok banyak Wartawan sih didepan rumah kita?!"Kata Mariam,dia segera menelpon Wira, setelah melihat orang bergerombol di depan rumah nya,dan ternyata mereka adalah wartawan.


"Kamu jangan keluar!diam di rumah dan jangan menampakan diri!"


"Iya ,,A!"


Mariam heran kenapa Wartawan banyak berkumpul dirumah nya, Sofi kan lagi gak ada dirumah.


Sampai sore hari para wartawan itu masih bertahan di depan rumah Wira.


Sebagian dari mereka menunggu Wira didepan perusahaan nya.Itu masih di akali, dia bisa keluar dari perusahaan nya tanpa diketahui para wartawan yang penasaran tentang sosok wanita bercadar yang bersama nya tempo hari, yaitu Mariam.


Karena Khawatir dengan kondisi Mariam, Wira pun segera meluncur ke rumahnya.


Para Wartawan masih berkerumun di depan rumah nya menunggu seseorang keluar dari kediaman Wira.


Melihat mobil Wira yang datang,mereka langsung menyerbu nya dan memberondong dengan berbagai pertanyaan.


Wira yang sudah mempersiapkan segalanya,ia keluar dari mobil dikawal oleh beberapa bodyguard nya dan langsung mengusir mereka.


"Kalian sudah mengganggu Privasi ku!Jika kalian tidak pergi juga dari sini,aku akan menuntut kalian semua!"Teriak Wira garang dan dingin,kacamata hitam bertengger tak ia lepaskan, pesona nya yang tampan meski usianya sudah berkepala empat, memang selalu menjadi sorotan para awak media.


Dengan desakan para bodyguard nya akhirnya para wartawan itu pun pergi dengan hasil yang nihil.Tak satupun berita tentang Wira dan Wanita barunya berhasil mereka kulik, tentu saja mereka tak menyerah.


Sebagian dari mereka bertahan mengintai rumah Wira, berharap seseorang keluar dan mereka mendapatkan berita yang cetar membahana untuk bahan gosip mereka.


"Kamu tidak apa apa kan Yam?!"Tanya Wira yang mendapati Mariam sedang berada diruang bacanya.


"Nggak kok,gak apa apa! Emang ada apa sih A?!Kok banyak Wartawan tadi?!"Tanya Mariam penasaran.


"Kamu gak lihat berita hari ini?!"Tanya Wira sambil menatap Mariam yang semakin mempesona di matanya setiap kali ia memandang mata istri mudanya itu .


"IYam gak suka nonton TV,Aku lebih suka membaca, emang nya ada apa sih A?!"


"Ya sudah! Sebaiknya kamu memang jangan terlalu lihat berita,pokok nya untuk saat ini,kamu jangan keluar dulu,ya!"Kata Wira sambil duduk disamping Mariam .


"Kamu sudah makan?!Aku bawakan Bakso kesukaan kamu,mau makan bareng?!"Tanya Wira mengalihkan pembicaraan.


Mariam mengangguk lalu mereka pun pergi ke dapur dan makan bakso bersama sama.


Sementara itu Irsyad yang melihat berita tentang Mariam dan Wira terlihat sangat terganggu.

__ADS_1


"Kamu pasti sangat tidak nyaman Mariam,Sofi akan sengaja mengeksploitasi kamu agar namanya semakin naik.Aku Benar benar penasaran dan aku yakin ada yang tidak beres yang Wira dan Sofi rencana kan kepada kamu, Mariam, kamu pasti sedang dimanfaatkan oleh Mereka.Aku harus segera mencari tahu!"Kata Irsyad,dia bangkit dari kursi kerjanya dan mencari tahu alamat rumah Mariam dari kampus tempat nya berkuliah dulu.


__ADS_2