
"Dia adalah,,,"
Keenan ingin menjawab pertanyaan Tuan Mark kepada Mariam tadi,dia ingin mengatakan jika Mariam adalah calon istrinya,namun Mariam segera memotong pembicaraan Keenan.
Sepertinya Keenan sedang dibakar api cemburu,Mr Mark terlihat tertarik dengan kepintaran Mariam,padahal si mister hanya merasa jika jiwa Mariam satu jiwa dengan mendiang istri tercintanya.
"Nama saya Mariam Tuan,dan saya adalah sekertaris dari Tuan Keenan!"
Mariam segera memotong jawaban Keenan.
"Sekertaris Anda sangat hebat tuan Keenan,sepertinya Aku cukup terkesan dengan pengajuan kalian!"Kata Mr Mark sambil turun dari ke bawah di bantu pengawalnya.
"Batalkan penerbangan ku malam ini!"Perintah Tuan Mark kepada para ajudan nya.
Kemudian ia mengajak Keenan dan Mariam untuk berkeliling untuk meninjau tempat yang akan dibangun Resort tersebut.
"Saya yakin resort anda akan berhasil Mr,Tempat ini memang sangat cocok ,saya berani berinvestasi besar untuk ini!"Kata Keenan penuh keyakinan.
"Aku pun berharap seperti itu Tuan Keenan,jika saja istriku masih ada ,dia pasti akan senang bertemu dengan sekertaris Anda ini!Aku mengundang kalian untuk makan malam nanti di resto milik ku,Aku harap semuanya berjalan sesuai keinginan mendiang Istriku!" Kata Tuan Mark,sambil menjabat tangan Keenan,mereka pun pergi dari tempat itu dan tinggal menunggu keputusan nanti malam.
...****************...
"Aku ingin dia yang menangani proyek ku ini,dari sekian kontraktor yang mengajukan desain nya hanya sekertaris Anda ini yang membuatku puas dan Aku yakin jika resort ku ini akan membuat mendiang istriku bahagia di alam sana."Kata Tuan Mark disela sela acara jamuan makan malamnya untuk proses penandatanganan kontrak kerja dengan perusahaan Keenan.
Setelah mereka sepakat, akhirnya Tuan Mark bersedia menandatangani kontrak tersebut, bukan main senangnya Keenan, Tuan Mark juga mengungkapkan kekagumannya kepada Mariam dan Dia pun menawarkan pekerjaan kepada Mariam sebagai sekertaris nya dengan gajih lebih tinggi dari Keenan, tentu saja hal itu membuat Keenan sedikit cemas.
"Saya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Mariam sendiri Mr, dia berhak memilih dengan siapa ia ingin bekerja!"Jawab Keenan begitu Tuan Mark meminta Mariam secara langsung kepada Keenan sebagai Bos nya saat ini.
Dia menatap Mariam dengan rasa was-was,jujur Keenan takut jika Mariam bersedia untuk bekerja dengan duda bule yang masih terlihat segar itu.
Begitu juga Tuan Mark,dia menatap Mariam dengan penuh pengharapan,dia ingin betul Mariam bekerja untuk nya, pasti akan sangat menyenangkan.
"Sayang nya saya sudah terikat kontrak kerja dengan Tuan Keenan Mr,dan saya tidak bisa meninggalkan putera saya jauh jauh,jika bekerja dengan Anda, tentu saja Saya harus siap ikut kemanapun anda pergi bukan?!"Jawab Mariam mencari alasan yang sangat tepat.
"Putera?!"Tuan Mark tidak menyangka jika ternyata Mariam sudah memiliki putra.
"Ya,saya sudah memiliki seorang putera, Mr!dan saya tidak ingin terpisah jauh dari nya!"
__ADS_1
"yaah,Aku tidak bisa memaksa juga, meskipun aku sangat ingin kamu menjadi sekertaris ku, namun jika kamu sudah merasa tidak nyaman bekerja dengan Tuan Keenan, tangan ku selalu terbuka untuk kamu, Miss Mariam!"Meskipun ada rasa kekecewaan yang mendalam,namun Tuan Mark sungguh terpesona dengan sikap dewasa dan kebijaksanaan dari diri perempuan bercadar ini, selain pintar dia juga begitu mampu membuat orang percaya dan tersihir bahkan hanya dengan mendengar perkataan nya saja.
Keenan merasa begitu lega kini, ternyata Mariam tidak akan meninggalkan nya, sedikit senyum nya yang tersembunyi tersungging dari bibirnya, semoga penolakan Mariam tak membuat Tuan Mark berubah pikiran tentang kontrak kerja mereka.
"Ini adalah kontrak kerjasama kita Tuan Keenan, silahkan Anda pelajari dan jika setuju kita segera tandatangani bersama!"Kata Tuan Mark sambil menyodorkan sebuah berkas kepada Keenan.
Keenan membacanya dengan begitu seksama, setelah semua nya dirasa cocok mereka pun akhirnya sepakat untuk menandatangani kontrak kerja bersama.
Keenan begitu senang dan berterima kasih kepada Mariam,jika tanpa kepandaian nya,Tuan Mark belum tentu mau bekerja sama dengan perusahaan nya.
"Aku sudah mentransfer bonus ke rekening kamu,Aku juga sudah mentransfer uang ke rekening Satria untuk kebutuhan nya sebagai bonus tambahan,dan Aku akan mentraktir mu apapun yang kamu inginkan selama disini, sebelum kita kembali ke Ibukota,kamu boleh belanja sepuasnya besok!"Kata Keenan sebagai bentuk apresiasi karena Mariam sudah memberi keberuntungan besar untuk perusahaan nya.
"Terimakasih Bos! tidak perlu berlebihan seperti itu sebenarnya, Aku senang bisa membantu!"Kata Mariam merendah.
"Itu tidak seberapa,kamu boleh minta apapun kepada ku karena aku sedang senang hari ini!"
"Apa kamu benar benar merelakan ku tadisaat Tuan Mark menawari ku bekerja untuk nya?jujur Aku sedikit kecewa, tidak sedikit pun kamu mencegah nya tadi!"Baru kali ini Mariam berani mengungkapkan perasaan nya, meskipun itu bukan ungkapan cinta,tapi mampu membuat Keenan berada terbang ke atas nirwana.
"Bahkan tadi aku sempat tak bisa bernafas,Mar!Aku takut kamu meninggalkan ku dan memilih si Mark bule itu, tapi untungnya ternyata kamu gak bisa jauh jauh dariku kan?!alih alih Satria kamu jadikan alasan!"Goda Keenan.
Mata Mariam melotot ke arah Keenan,dia menendang kaki Keenan karena kesal dan malu.
*Apa benar yang dikatakan Keenan,jika sebenarnya dia tidak bisa jauh dari Bos nya itu?*
Batin Mariam merenungi candaan Keenan tadi.
"Aww!wohohoho!Kamu tidak usah berbohong lagi Mar! katakan saja jika iya!"Teriak Keenan berpura-pura kesakitan, padahal bukan ras sakit yang ia rasakan ketika ditendang Mariam tadi,tapi rasa berbunga bunga yang terasa bermekaran disekitar nya.
Tak lama terdengar suara ponsel Keenan berdering.
Keenan dengan masih senyuman nya yang merekah pergi untuk mengangkat panggilan telepon nya.
"Kamu masih di Bali?!"Terdengar suara perempuan berbicara dengan Keenan dengan berbahasa Korea.
"Ya,Aku masih ada pekerjaan disini!"Jawab Keenan dalam bahasa yang sama dengan nya.
"Apa bisnis mu disana berhasil?!kapan kamu kembali ke Korea,Aku sangat merindukan mu!"Kata perempuan itu dengan manja, mereka terdengar begitu akrab.
__ADS_1
"Tentu saja berhasil karena bantuan seseorang! Aku belum ada planning bepergian ke luar negeri, pekerjaan ku disini sangat banyak!"Jawab Keenan begitu datar,nada bicara nya biasa saja, tidak seperti perempuan itu.
"Siapa? sekertaris baru kamu itu? sepertinya kamu serius menyukai nya,iya kan Ken?!"
Keenan terdiam,dia tak menjawab perempuan itu.
"Kamu tega ya!lalu bagaimana dengan ku!Aku lebih dulu mencintai mu!dari dulu sampai sekarang aku selalu mencintaimu,Aku sudah banyak berkorban untuk mu! tapi kamu tak pernah memperdulikan ku!"Teriak perempuan itu sambil menangis.
"Hanna, Please!Kita sudah sering membahas ini! kamu adalah sahabat terbaik ku selama nya, tolong jangan merusak persahabatan kita dengan pikiran mu itu!"
"Aku benci kamu Keenan Kim!"Kata perempuan yang bernama Hanna itu,dia pun memutuskan panggilan telepon nya dengan kasar, terdengar rasa kecewa yang begitu dalam terdengar dari nada ucapan nya yang terakhir tadi.
Keenan membuang nafas nya kasar,dia melemparkan ponselnya ke atas kasur,lalu merebahkan tubuhnya nya disana,tak lama ia bangkit dan mengetik di aplikasi WA nya,dan mencari nama Mariam.
*Apa kamu sudah tidur?!*
Terkirim namun belum ada tanda centang biru,lama dia menunggu tak kunjung ada jawaban.
'Mungkin dia benar benar sudah beristirahat!'
Ucapnya sambil menatap langit-langit.
Ia berusaha memejamkan matanya, namun selalu terbayang bayang sosok Mariam saat menendang nya tadi,ia terkekeh sambil berguling-guling di atas kasur nya yang empuk, sungguh tingkah seseorang bisa menjadi gila jika saat merasakan jatuh cinta.
...----------------...
Hanna sangat marah saat tahu Keenan pergi ke Bali bersama sekertaris nya.
Ia mendengar desas desus jika Keenan sedang gencar mengejar seorang perempuan lagi, sepertinya kini ia benar benar serius,dia menyuruh seseorang untuk menyelidiki perempuan itu,dan ternyata dia menjadi sekertaris Keenan sendiri kini.
Hanna semakin marah begitu tahu Keenan begitu menyukai sekertaris nya itu,dia tak akan membiarkan hubungan mereka semakin berlanjut dan Hanna berniat memisahkan mereka.
Hanna berpikir dia lebih berhak memiliki Keenan.
Dia mengenal Keenan dari kecil,dan Keenan adalah cinta pertama nya, Hanna selalu memimpikan hidup bersama Keenan selama nya.
"Siapkan keberangkatan ku segera ke Indonesia, kemungkinan Aku akan tinggal agak lama disana!"
__ADS_1
Perintah Hanna kepada sekertaris nya.