MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Kecelakaan


__ADS_3

"Terimakasih karena sudah mengantarku pulang, selamat malam, Assalamualaikum!"


Kata Mariam pamit,ia turun dari mobil Keenan sambil menganggukkan kepalanya sopan.


Namun Keenan ikut turun dan mengejar Mariam, sepertinya ada pembicaraan yang belum terselesaikan.


"Tunggu Mar?!emmhh, apakah yang kamu katakan tadi didepan orang tua ku dan juga Hanna serius?!"Tanya nya dengan sedikit malu.


Ia ingin meyakinkan lagi perasaan Mariam terhadap nya.


"Apa aku terlihat bergurau?!Aku tidak pernah bermain main dengan perasaan ku sendiri,soal hubungan 0kita,kita jalani saja dulu, sebaiknya kita juga meminta petunjuk kepada Allah SWT dengan shalat istikharah agar lebih yakin!"Jawab Mariam mantap.


"Aku senang mendengar nya,aku hanya tak percaya dengan semua ini dan ingin segera menghalalkan mu,besok kita akan pergi ke pesantren menemui Satria untuk meminta restu darinya!"Ucap Keenan begitu bersemangat.


"Secepat itu?!"Tanya Mariam ragu.


"Kenapa harus ditunda terus, Aku takut kamu berubah pikiran!"Tegas Keenan.


Mariam membuang wajah nya karena malu,ia menyembunyikan senyum geli nya mendengar Keenan yang terdengar begitu bersemangat.


"Baiklah terserah kamu saja,Ini sudah malam, Aku masuk dulu ya?!"


Ucapnya pamit masuk. da


"Aku jemput besok pagi, ya?!Aku pulang dulu assalamualaikum!"Kata Keenan juga pamit,ia pun segera masuk ke dalam mobil nya lagi.


"waalaikum salam!"Jawab Mariam sambil menatap mobil Keenan hingga sudah agak menjauh, ia pun membuka kunci gerbang rumah nya untuk segera masuk.


Tanpa Mariam sadari bahaya sedang mengancam nyawanya.


Ia sangat terkejut ketika tiba-tiba muncul sorot lampu sebuah mobil yang menghampirinya semakin mendekat.


"Astaghfirullah!!Akhh!!"


Teriak Mariam ketakutan, dengan refleks tubuh nya loncat ke samping kanan agak menjauh sehingga mobil tersebut menabrak gerbang rumah nya tanpa mengenai tubuh Mariam.


"Brakkk!tiiiiiddd!"


Terlihat kepulan asap muncul dari bagian depan mobil mewah tersebut, Mariam yang ketakutan ditambah terkejut begitu syock melihat nya lalu jatuh pingsan.

__ADS_1


Tak lama muncul warga sekitar dan memberi pertolongan kepada Mariam, sebagai lagi memeriksa ke dalam mobil, lalu membawa mereka ke rumah sakit dan Mariam tidak tahu lagi apa yang terjadi.


...----------------...


"Kamu sudah bangun?!Kamu baik baik saja Sayang?! Tante sangat shock begitu mendengar kamu hampir celaka!"Kata Ibu nya Keenan sambil menggenggam hangat tangan Mariam.


Mariam terlihat bingung dan melihat sekeliling.


"Ini dimana?!"Tanya nya sambil masih mengumpulkan kesadaran.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar,Mar!Kamu berada di rumah sakit, semalam kamu hampir ditabrak, untungnya kamu masih sempat menghindar!"Keenan yang langsung menghampiri Mariam begitu lega melihat kondisi nya baik baik saja.


"Lalu orang yang berada di dalam mobilnya gimana?dia baik baik saja!?"Mariam malah menghawatirkan nasib orang yang hampir menabrak nya.


"Hanna terluka cukup parah, kepala terbentur dan sampai saat ini belum sadarkan diri!"Jawab Keenan.


"Hanna?!"


Mariam cukup terkejut dengan nama yang ia dengar.


Dia tidak menyangka jika orang yang hampir menabrak nya adalah Hanna.


A nya Keenan.


"Aku minta maaf karena tidak bisa menjaga mu Mar!"Sambung Keenan begitu lirih.


"Tidak perlu minta maaf, bukan kewajiban kamu untuk menjaga ku, karena kita belum halal untuk saling menjaga satu sama lain, Alhamdulillah atas izin Allah aku baik baik saja, meskipun aku sedih karena Hanna harus terluka parah karena kejadian ini!"Jawab Mariam.


"Ya ampun, kamu ini, Sayang!dia tuh jahat sama kamu! kamu hampir celaka gara gara dia,kamu masih saja menghawatirkan orang lain yang sudah mencelakai kamu!"Ibunya Keenan sampai geleng-geleng kepala.


Tak berapa lama datang Juna bersama Fatimah,Bibah,Roy,juga anggota keluarga Mariam yang lainnya, mereka segera datang ke rumah sakit begitu Keenan memberitahukan kejadian yang menimpa Kakak mereka itu.


"Teh,ya ampun!Teteh baik baik saja kan?apa ada yang luka?kok bisa sampai begini sih?!"Hambur Fatimah sambil memeluk Mariam.


"Aku gak apa apa,gak ada yang luka sama sekali, malahan sekarang sakit nya tuh karena pelukan kamu terlalu kencang,aw,aw!"Kata Mariam sambil meringis.


"Ah iya, maaf maaf!Fat khawatir banget sama Teh Iyam soalnya!"Kata Fatimah sambil melepaskan pelukannya diiringi tawa yang lainnya.


"Syukur Alhamdulillah Kakak bisa selamat, Allah selalu melindungi orang baik seperti Kakak!"Ucap Bibah sambil menggenggam tangan kakak nya hangat.

__ADS_1


Mereka berbincang lumayan lama , kemudian mereka pun pamit karena Mariam harus diperiksa lebih lanjut, takut nya ada luka dalam yang belum terdeteksi.


"Bagaimana dengan polisi,apa kamu sudah melaporkan orang yang mencelakai kakakku?!"Tanya Juna kepada Keenan, mereka terlihat berbincang berdua sebelum Juna pulang.


"Aku ingin nya begitu,tapi seperti yang kamu ketahui bagaimana sifat Mariam yang lembut dan selalu baik hati,dia tidak ingin memperpanjang masalah ini sampai ke ranah hukum, lagipula Hanna masih belum sadarkan diri,kita lihat saja nanti setelah dia bangun dari koma!"Jawab Keenan.


"Aku dengar Hanna itu adalah kekasih mu di masa lalu, atau siapa dia sebenarnya?! sampai sampai dia nekat mencelakakan Kakak ku seperti itu!Aku sudah sering katakan kepada mu untuk menjaga nya dengan benar!"Ucap Juna tegas,tentu saja Juna marah,Mariam hampir ditabrak oleh orang dekat Keenan,dia takut ke depan nya akan terjadi sesuatu yang lebih mengerikan lagi.


Dia sudah cukup melihat Mariam menderita selama hidup nya, bahkan kebahagiaan nya bersama Bima, Kakak nya Juna sendiri pun tidak berselang lama ,dan kini ia tidak mau melihat Mariam menderita terus apalagi sampai nyawa yang menjadi taruhannya.


"Aku benar benar minta maaf Jun, semua nya terjadi di luar kendali ku, Aku dan Mariam memutuskan untuk segera menikah, namun sepertinya Hanna keberatan dengan itu,dia adalah teman masa kecilku, tapi sudah sejak lama dia menaruh hati yang dalam terhadap ku,Aku tidak pernah membalas perasaan nya itu dan akhirnya dia nekad berbuat jahat kepada Mariam, untung nya Allah selalu melindungi wanita Sholehah seperti dia!Aku pun sangat merasa bersalah atas kejadian ini,Jun!"Kata Keenan, tersirat rasa penyesalan yang mendalam dari raut wajahnya, sambil menunduk dia mengatakan itu kepada Juna.


"Aku hanya ingin melihat dia bahagia,dia sudah seperti Kakak ku sendiri meskipun dia hanya kakak ipar ku,Aku hampir percaya kepada mu sepenuhnya Ken,tapi jujur aku sedikit ragu,Aku takut kejadian seperti ini terus terulang!"


Kata Juna begitu blak blak kan.


"Jangan pernah percaya kepada siapapun Jun,Aku hanya manusia biasa yang mencintai Mariam sepenuh hatiku,dia adalah mutiara bagiku, tentu aku ingin menjaga sepenuhnya, makanya Aku melamar dia segera mungkin, rencana nya hari ini aku akan menemui Satria untuk meminta izin, tapi kemungkinan akan ditunda hingga kondisi Mariam sudah membaik!"


"Lalu bagaimana perempuan itu?Jika dia sadar lalu kondisi kembali normal,apa kamu bisa menjamin dia tidak akan kembali mencelakai Kak Mariam!?"Juna terlihat begitu khawatir.


"Aku tidak tahu Jun!Aku tidak bisa mengendalikan orang lain seperti itu,tapi tentu saja aku akan membuat nya jera, polisi juga tetap akan memproses kasus ini meskipun Mariam tidak mau melanjutkan nya, karena sudah masuk unsur pidana!"


"Aku hanya ragu Kak Mariam masih mau menikah denganmu setelah kejadian ini!"


Ucap Juna , seperti nya dia masih kesal karena Keenan lah penyebab Mariam hampir ditabrak orang.


"Doakan saja yang terbaik untuk kami Jun,niatku baik untuk menikah dengannya, Aku yakin Allah lebih tahu yang terbaik untuk kami berdua!"Jawab Keenan begitu bijaksana.


Dia tersenyum ke arah Juna sambil menepuk bahunya,dia memaklumi jika Juna sangat mengkhawatirkan Mariam.


Juna pun merasa jika Keenan sudah berubah drastis,dia yang dulu kenal sangat arogan, urakan,liar, bahkan sangat nakal,kini terlihat sangat dewasa, bijaksana dan taat pada agama, semoga saja dia sudah benar benar berubah dan bisa menjadi jodoh yang terbaik untuk Mariam.


Batin Juna.


Dia pun pergi meninggalkan rumah sakit setelah panjang lebar menceramahi Keenan.


"Pak,pasien yang bernama Hanna bangun dan mencari orang yang bernama Keenan!"Kata seorang perawat memberitahukan kepada Keenan.


"Baik Sus,saya segera ke sama!"Ucap Keenan sambil bergegas ke ruangan tempat Hanna dirawat.

__ADS_1


__ADS_2