MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Suami pengganti


__ADS_3

"Tenang Roy!Beri kesempatan Dokter untuk menjelaskan semuanya!"Kata Bima sambil menarik tangan Roy agar sedikit menjauh dan lebih tenang.


"Harap tenang Pak,ini Rumah sakit!kondisi Bu Rita sudah mulai stabil,kita akan segera memindahkan nya ke ruang rawat!"Kata Dokter itu menjelaskan


"Alhamdulillah,tuh kan Roy! Lo denger sendiri,Ibu kamu sudah melewati masa kritis nya!"Kata Juna menenangkan Roy.


"Alhamdulillah terimaksih Pak Doker!apa kita bisa melihat nya ke dalam!?"Bibah terlihat begitu senabg,anak kecil itu terlihat lebih dewasa dari anak anak seumurannya.


Bibah dapat mengimbangi Roy yang usianya jauh diatasnya,dia juga selalu mampu membuat perasaan Roy begitu tenang,nyaman dan adem.


"Nanti ya,setelah pasien dipindahkan baru boleh di tengok,tapi kalian tetap harus tenang dan menjaga agar Bu Rita tidak banyak pikiran,dan perasaan nya harus selalu bahagia,agar kondisinya tidak kritis lagi!"Jawab Dokte itu,lalu ia pun pamit.


"Nah Roy,Ibu kamu sudah baikan,karena ini sudah malam,Aku dan Juna pulang dulu ya?!Kalau ada apa apa kamu jangan sungkan untuk menghubungi kita ,Oke!?"Kata Bima pamit,ia sangat lelah dan ingin beristirahat,ditambah dia sudah kangen seharian ini belum menghubungi Mariam dan Puteranya.


"Oke!Makasih ya Roy!Jun!Maaf Aku selalu merepotkan kalian!"Kata Roy sambil memeluk keduanya.


"Kamu jangan sungkan!kita adalah keluarga sekarang!"Kata Juna"-


Setelah Bu Rita di pindahkan lagi ke ruang rawat inap,Bibah dan Roy pun masuk untuk melihat kondisinya dan menungguinya.


"Roy!Kamu baik baik saja!?Kamu gak apa apa kan Nak Bibah?!"Tanya Bu Rita dengan suara yang pelan,dia sudah mendengar jika Roy sudah menikah dengan Bibah,gadis kecil yang ia temui waktu itu,dan Bu Rita sungguh senang dan bersyukur,Allah sudah menngabulkan Doanya,dia menginginkan megue hanantu seperti Bibah.


"Bibah gak apa apa Bu!Justru Bibah mau minta maaf,gara gara Bibah Ibu hampir celaka!"Kata Bibah sambil memeluk Bu Rita dan menangis di pelukannyan.


"Sutt!Ini bukan salah kamu,Nak!Ibu gak apa apa kok!Kamu jangan sedih ya!Ibu sudah baik baik saja!"Kata Bu Rita sambil mengelus punggung Bibah.


"Maafkan Roy,Mom!Roy gak bisa jagain Mom!terus kami juga minta maaf,nikah gak bilang dulu dan gak minta restu dari Mom,semuanya terjadi begitu saja Mom!"Kata Roy,dia merasa sangat bersalah.


"Gak perlu minta maaf,Roy!Mom sangat senang bahkan,mendengar kamu menikahi Bibah dari Papah kamu!Semuanya terjadi karena kehendak Allah,Bibah adalah hadiah terindah yang Allah kasih untuk Mom!Mom semakin semangat menjalani hidup dan ingin cepat sembuh!"Kata Bu Rita sambil memegang tangan Bibah dan Roy dan menyatukannya di atas dadanya sendiri,dia tersenyum bahagia ke arah keduanya.


"Ibu tenang saja!Bibah akan jagain Ibu mulai sekarang!dan Ibu tak akan merasa kesepian lagi!setelah kondisi Ibu semakin baik!Kita pulang sama sama ya,dan Bibah kan rawat Ibu di rumah kita!"

__ADS_1


Kata Bibah dengan tulus,membuat Roy semakin yakin apa yang dikatakan Ibunya adalah benar,Bibah adalah bidadari yang sengaja Tuhan kirim untuknya juga Ibunya.


**


Warna oranye di langit bagian Timur adalah tanda pagi sudah mulai menyingsing,dan matahari sepertinya sudah mulai menggeliat bersiap menyinari semesta tanpa lelah.


"Bib,kamu gak apa apa Kak Roy tinggal dulu!Aku harus ke kantor dan nanti siang baru kembali sambil membawa baju ganti buat kamu!"Kata Roy kepada Bibah yang sudah sibuk mengurus Ibunya.


"Gak apa apa Kak!pergi aja!Biar Ibu aku yang jagain,kamu santai aja kerja nya!"Jawab Bibah sambil menyeka tubuh Bu Rita.


"Makasih Bib,kamu benar benar malaikat tak bersayap yang Tuhan kirim untuk kami!"Puji Roy membuat pipi Bibah merona karena merasa tersanjung dengan pujian Roy barusan.


"Aku berangkat dulu ya,ini pake aja untuk kebutuhan Kamu dan Ibu!"Kata Roy sambil memberikan kartu ATM kepada Bibah.


"Kamu juga jangan lupa makan,ya!"Kata Roy sambil mengusap kepala istri kecilnya itu.


Semua nya terasa mimpi saja bagi keduanya.


Hidupnya yang kaku dan sepi kini terasa berwarna,dia juga kini semakin dekat dengan Ibunya dan di beri kesempatan untuk mengurusnya.


Meskipun hubungan nya dengan Papahnya semakin renggang ,bahkan Papahnya kini malah membencinya,tapi Bibah bilang dia tetap harus berbuat baik kepada Papahnya itu meskipun sudah tidak dianggap anak lagi.


**


"Mah,Bibah keluar dulu ya sebentar,mau cari makan!Mamah mau di beliin apa?!"Tanya Bibah setelah ia selesai merawat Bu Rita pagi ini.


"Mamah mau makan baso tahu sama jus mangga aja,kamu tolong beliin di depan ya!?"


Jawab Bu Rita.


"Iya Mah,sebentar ya Bibah cari dulu!"Kata Bibah sambil keluar dan mencari makanan.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan di luar,Bibah pun berniat masuk kembali,namun langkahnya terhenti setelah seseorang menghalangi jalannya.


"Bibah!Kamu juga disini?!"


Ternyata Bibah harus berpapasan dengan Fikri yang Ibunya juga berada di rumah sakit yang sama.


"I iya,,Ibu mertuaku di rawat disini!"Jawab Bibah seperlunya,dia masih merasa risih bertemu dengan Fikri.


"Ibu mertua?!Apa maksudmu?!"


Fikri yang tidak tahu jika pernikahan Bibah tidak dibatalkan meskipun dengan calon mempelai Pria pengganti,yaitu Roy.


"Iya,Kak!setelah kita tidak jadi menikah dan Keluarga Kak Fikri pulang,seseorang menawarkan diri untuk menikahi Bibah,dan Kami pun menikah hari itu juga!"Jawab Bibah.


"Begitukah?!Sekali lagi aku minta maaf Bib!Aku tidak bermaksud membohongi kamu dan keluarga besar kamu!Ibu ku juga dirawat disini,Bib!"Kata Fikri mencoba mencari simpati Bibah,jujur dia sudah terlanjur jatuh hati kepada gadis ini,dan dia sangat menyesal pernikahan nya gagal gara gara kehadiran Sonia,perempuan di masalalu nya yang ternyata masih membayanginya di masa depan.


Dan kini semuanya sudah terlambat baginya,Bibah sudah jadi milik orang lain.


"Oh!bagaimana keadaan nya sekarang?!"Tanya Bibah berbasa basi.


"Dia sudah membaik dan terus menanyakan mu,jika kamu tidak keberatan aku mohon temui dia sebentar saja!"Kata Fikri dengan wajah memelas.


"InsyaAllah,nanti Bibah minta izin dulu sama Suami Bibah ya,Bibah permisi,Assalamualaikum!"Jawab Bibah,ia pun pamit kepada Fikri.


"Waalikumsalam!Tolong di usahakan secepatnya ya Bib!Semoga saja dengan kamu menenuinya membuat kondisi Ibuku lebih baik!"Kata Fikri setengah memaksa.


Bibah hanya mengangguk dan ia pun berlalu pergi meninggalkan Fikri.


"Dasar perempuan murahan!pelakor!Jangan harap kamu bisa merebut Fikri dari ku!Dia adalah milik ku dan Aku tidak ingin melihat kamu dekat dekat dengan dia!"


Tiba tiba saja kerudung Bibah di tarik dari arah samping oleh Sonia,dan hijabnya itu hampir terlepas,semua orang melihat keributan itu dan tubuh Bibah pun oleng hampir tersungkur,seseorang menangkapnya,dan menutupi wajahnya dengan jaket milik nya.

__ADS_1


__ADS_2