MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Hamil


__ADS_3

Baim malah diam sambil cemberut.


"Mungkin Baim masih butuh waktu untuk menerimaku sebagai Ayah barunya,aku tidak apa apa jika harus menunggu sampai anak anak siap."


Kata Sahrul terdengar lesu.


Dia tidak ingin memaksakan kehendak nya dan mengorbankan kebahagian Anak anak.


Semua orang terdiam melihat sikap Baim yang diluar dugaan.


"Ya udah gak apa apa kalau Baim gak mau Om Alul jadi Ayah Baim,tapi boleh kan kalau Om Alul jadi temen baim sama Amira?!"Kata Sahrul berusaha bebesar hati,meski hatinya sedikit kecewa karena keinginan nya masih harus tertunda.


Baim menatap Sahrul dengan penuh pengharapan yang besar.


Baim tak iingin melihat Bundanya sedih lagi,dan dia pun sangat merindukan pelukan hangat dari seorang Ayah,bermain bersama,mengantar dan menjemputnya sekolah dan banyak lagi yang ingin dia lakukan dan semua itu sudah lama tidak ia dapatkan dari Ayah kandungnya.


"Baim gak mau!Gak mau jauh dari Om Alul!Baim senang jika Om Alul mau tinggal sama Baim disini,mengantar Baim sekolah,bermain bola,pokoknya banyak deh,!mau kan Om nemenin Baim bermain?!"


Kata Baim begitu lirih,membuat semua orang yang mendengarnya begitu sedih juga ikut tenggelam dalam kebahagiaan Baim karena sudah menemukan sosok Ayah pengganti.


Semuanya merasa lega mendengar jawaban polos seorang anak kecil yang terdengar menggelitik di telinga mereka,betapa Baim sangat menginginkan Sahrul menjadi Ayahnya,setelah sebelumnya semua orang di buat kaget dengan penolakan Baim yang dikira semua orang Baim gak setuju dengan keinginan Ibunya.


"Tentu saja Om mau sayang!"Jawab Sahrul sambil memeluk calon anak sambungnya itu penuh kasih sayang.


Semua orang akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengar jawaban Baim yang terdengar begitu mendambakan sosok seorang Ayah,dan Sahrul dirasa sangat cocok untuk kembali membangun sebuah biduk rumah tangga bersama Asma.


Mereka pun akhirnya sepakat untuk segera melangsungkan upacara pernikahan Asma dan Sahrul yang akan dilangsungkan secara sederhana saja ,satu minggu lagi.


"Semoga kami bahagia selamanya!dunia dan akhirat!Amiin yra."


Batin Mariam sambil menatap ke arah keluarganya yang sedang bercengkrama,mereka terlihat begitu bahagia meski kadang ujian datang menimpa setiap Insan.


Tak berapa lama beredar kabar tentang penangkapan Mantan Suami Asma,dia terbukti bersalah sudah menerima suap bersama Istrinya.


Asma berusaha menutupi kabar buruk iti dari Ibrahim dan Amira agar mereka tidak sedih,bagaimana pun dia tetap Ayah mereka,meski sekarang sudah hadir diantara mereka sosok ayah baru yang begitu menyayangi mereka,dan sudah seperti ayah yang sesungguhnya bagi anak anak Asma,tapi Sahrul dan Asma tidak ingin jika anak anak sampai membenci Ayah kandung nya sendiri.


**


"Yang!Boleh gak Aku minta tolong sesuatu!?"Tanya Mariam sambil mengelus rambut Suaminya yang tengah bermanja manja di pangkuan nya sebelum mereka tidur.


"Apapun Sayang!Kamu kok sungkan gitu sih?!"


Jawab Bima sambil tangan nya tak berhenti diam menggerayangi tubuh kekasih halal nya itu.


"Habibah ingin kuliah sambil bekerja,apa kamu bisa membantunya agar dapat bekerja di perusahaan kamu ,Yang?!dia bilang mau kerja apa aja!"


"Itu masalah gampang,Sayang!Aku akan bilang sama Roy untuk mencari posisi yang kosong untuk Habibah magang!"


"Alhamdulillah kalau begitu!Terimakasih Sayangku!kamu selalu dapat diandalkan!"


Kata Mariam ,dia senang karena Suaminya itu selalu saja ada saat keluarganya membutuhkan apapun.


"Iya dong!Aku juga senang dapat membantu siapapun,apa lagi itu adalah keluarga kita.tapi semuanya gak ada yang gratis!"Jawab Bima dengan tatapan menggoda.


"Apa maksud kamu ih!?"Mariam berpura pura tidak mengerti,padahal ia Faham jika Bima sedang menggodanya.


"Emhh,Aku ingin Satria punya Dede lagi!Aku rasa dia sudah cukup besar Sayang!Jika Allah kasih aku pengen punya seorang Princes yang cantik kayak kamu!"Kata Bima sambil menatap Istrinya dan memainkan rambut Mariam yang tergerai indah.


Mariam tersenyum sambil mengangguk tanda setuju,ia balik menatap Suaminya itu dan tangan nya mulai bergerak menggoda.

__ADS_1


Dia mengecup hangat bibir Bima dan memulai aksinya yang selalu membuat Bima ketagihan lagi dan lagi.


***


"Bib,kenapa kamu gak tinggal sama Teteh aja sih disini?!Rumah Teteh kan masih banyak kamar kosong yang bisa kamu tinggali,kamu malah mau kost!"Kata Mariam kepada Adiknya Habibah yang baru lulus SMA dan sekarang ia berniat kuliah sambil magang di perusahaan milik Bima.


"Gak mau Teh Ah,makasih!Bibah ingin belajar mandiri,lagipula Bibah kost nya juga di deket kantor A Bima ,deket rumah Teh Asma sama Umi kan?!Jadi Teteh gak perlu khawatir,Bibah bisa jaga diri kok!"


Jawab Habibah sambil menghabiskan sarapan nya,hari ini adalah hari pertama kerja dan hari terakhir menginap di rumah Kakak sulung nya itu.


"Kita berangkat bareng Bib!A Bima juga mau ke kantor dulu kok!mau ada rapat disana?!"Kata Bima.


"Memang nya A Bima gak pernah ke kantor?!"


Tanya Bibah penasaran sebenarnya apa kerjaan kakak iparnya itu sebagai pemilik perusahaan.


"Jarang sih!Aku lebih sering kerja dari rumah,karena di kantor sudah ada Juna dan Roy yang tangani!Direktur mah enak tinggal ongkang ongkang kaki aja,jadi A Bima punya banyak waktu buat Satria dan Bidadari ku ini!"


Jawab Bima sambil mencubit dagu Mariam.


"Ih apaan sih ,malu tahu sama Bibah!"Wajah Mariam terlihat merona.


"Yee,apaan sih,udah pada tua juga!kayak Abg aja!Kayak pengantin baru teruss!"ledek Bibah membuat keduanya tertawa.


"Gak mau ah!Bibah mau berangkat duluan pake motor aja!Bibah gak mau karyawan lain tahu jika Bibah adik A Bima,pokoknya nanti di kantor A Bima harus pura pura gak kenal sama Bibah,A Juna juga begitu!"Kata Bibah sambil meneguk Susunya yang tinggal sedikit.


"Iya deh iya!terserah kamu aja!Kamu temui Roy aja disana!dia yang akan menunjukan tempat kerja kamu!"


Jawab Bima.


"Oke deh!makasih ya Kakak ipar ku yang ganteng!Teh aku berangkat dulu ya,Assalamualaikum!dah Satria!"Habibah pamit sambil mengucek ngucek rambut keponakan nya itu.


Jawab mereka berdua sambil geleng geleng kepala.


"Adik kamu yang satu itu kok lebih mirip kamu banget,Yang!"Kata Baim sambil memberikan Satria ke pangkuan Ibunya,setelah dari tadi nempel terus di pangkuan nya.


"Masa sih!?gak apa apa Yang,dia kan adik aku!"


Kata Mariam sambil menyuapi Satria sarapan.


"Uo uo uo!"


Tiba tiba saja perut Mariam terasa mual dan ingin muntah.


"Kamu kenapa Yang?!masuk angin?!"


Tanya Bima terlihat khawatir.


"Uo uo !"


Mariam malah terus seperti ingin muntah dan memberikan Satria kembali kepada Bima dan dia langsung berlari menuju kamar mandi terdekat di ikuti Bima yang khawatir.


"Bii !Tolong ambilkan kayu putih dan teh hangat ya!"Teriak Bima sambil menggendong Satria.


"Iya Den!"Dengan segera Bibi mengambilkan kayu putih dan membuat teh panas untuk majikan nya.


"Ini Den!"Kata Bibi sambil mengambil alih Satria ke pangkuan nya.


"Makasih Bi,titip Satria dulu yah!?Aku akan bawa dulu Mariam ke rumahsakit.

__ADS_1


"Jangan jangan Neng Mariam hamil lagi Den!"Tebak Bibi,soalnya ciri ciri Mariam seperti yang sedang hamil.


"Beneran Sayang?!"


Bima begitu antusias mendengar tebakan Bibi.


"Gak tahu Sayang!Aku baru telat satu minggu!"


Jawab Mariam yang terlihat pucat dan lesu.


"Ya sudah,ayo kita ke rumah sakit sekarang!"


****


"Pagi Pak!Saya mau bertemu dengan Pak Roy!"


Kata Habibah kepada petugas keamanan begitu sampai di kantor Kakak iparnya.


"Itu dia Pak Roy, Neng!"Jawab Pak Satpam itu sambil menunjuk seorang Pria seumuran Kakak iparnya yang tengah berjalan menuju lift.


"Pak!Pak!tunggu Pak!Pak Roy,ya?!Perkenalkan Saya Habibah,saya di suruh Pak Bima untuk menemui Bapak!"


Sapa Habibah setelah berhasil mengejar Roy,orang kepercayaan Bima.


Roy menatap Habibah dari ujung kaki sampai ke ujung kepala,


"Anak kecil begini mau kerja apa coba?!"


Batin Roy.


"Ikuti Aku!"


Jawabnya datar dengan wajahnya yang kaku dan dingin.


"Sombong banget sih!"Gumam Habibah.


"Apa kamu bilang?!"Rupanya Roy mendengar gumaman Habibah.


"Ah tidak!tidak!tidak ada Pak!maaf!"


Habibah cukup kaget ternyata Pak Roy mendengar ucapan nya.


"Jangan macam macam kamu!meskipun kamu Adik Bos,tak berarti dihadapanku!tunjukan saja kemampuanmu,baru Aku akan menempatkan mu di posisi yang sesuai dengan kemampuan mu!Untuk sementara kamu akan bekerja magang selama 3 bulan sebagai OB!"


Kata Roy begitu galak dan tegas,dia memang terkenal tak pandang bulu.


"Apa ?!OB?!"


Teriak Habibah.


"Iya!kenapa?!keberatan?!"


Bersambung..


Semuanya mohon dukungan nya ya,mampir juga ke karyaku yang lain.


-ROMANTIKA CINTA SANG MAFIA


-BLIND LOVE Gadis Cupu pemikat hati

__ADS_1


__ADS_2