
Pagi ini Arjuna sudah diributkan oleh ibunya untuk segera pulang ke rumah, padahal baru malam tadi ia tidak pulang karena asyik bersenang senang dengan teman teman nya yang lama tak bertemu dengan nya.
"Sebelum makan siang Kamu harus ada di rumah Juna, Temen Papah kamu ingin bertemu dengan mu dan membawa putrinya Salma,kamu ingat kan Salma kan,Anaknya Om Tio, teman kamu dari kecil?!"
Nyonya Liana mengomel lewat sambungan telepon.
"Oh, Salma,cewek manja itu?! Emangnya dia mau apa mah ketemu sama Juna?!"Kata Juna yang baru bangun tidur dan di samping ada seorang wanita bayaran, padahal matahari sudah naik sepenggelah.
"Pokoknya kamu harus pulang,jika tidak mamah akan menyuruh Kakak mu untuk menyeret mu kembali ke LA dan tak akan pernah pulang lagi ke indo! Kamu mau?!"Ancam Nyonya Liana dengan tegas.
"Iya mah iya!aduh bawel banget,baru juga Juna pulang,sudah di omel melulu!"Gerutu Arjuna.
"Buruan!Nanti keburu Papah mu marah!"Teriak Nyonya Liana dan Arjuna segera menutup ponselnya.
Dengan malas Arjuna segera bangun dan memakai kembali pakaiannya yang berserakan dilantai, setelah semua yang dipakai nya lengkap,ia meninggal kan uang 10 lembar diatas meja dan ia pun keluar dari hotel tersebut meninggal kan perempuan bayaran nya itu yang masih terlelap tidur.
Kepala Arjuna terasa agak pening, mungkin akibat minuman keras yang banyak ia minum semalam, kebiasaan nya hura hura dan minum minum juga main perempuan tak bisa ia tinggalkan apalagi di LA,di negara yang lebih bebas dari tanah airnya.
Arjuna berniat membeli minuman dingin sekedar untuk menghilangkan pengar nya,ia menghentikan mobil sport keluaran terbaru milik kakak nya di depan sebuah mini market.
Namun ia dikagetkan seseorang saat ia berniat untuk kembali meneruskan perjalanan pulang nya.
Seorang wanita bercadar memaksa menumpang di dalam mobilnya dan meminta nya untuk segera membawa nya pergi dari tempat itu karena sedang di kejar seseorang.
Mariam,
Ya, ternyata pria yang Mariam sangka seorang warga negara Korea adalah Arjuna,adik tirinya Bima.
Allah menakdirkan Arjuna untuk membawanya bertemu seseorang yang sudah sangat frustasi mencari nya keberadaan nya pasca di culik oleh Wira.
***
Mariam tak dapat menolak saat Arjuna membawa nya masuk ke dalam rumah megah milik orang tuanya itu.
Ternyata semua orang sudah menunggu kedatangan Arjuna karena ada seorang gadis yang ingin bertemu dengan nya, Salma, teman semasa kecilnya yang merupakan anak dari sahabat Papah nya sendiri.
Dari dulu Om Tio sangat ingin anak nya Salma dijodohkan dengan Arjuna, bukan karena mereka dekat sedari kecil, tapi Arjuna adalah seorang anak konglomerat yang kekayaannya orang tua nya tidak akan habis tujuh turunan.
"Haii semua, sudah lama menunggu,ya?!
Maaf aku sedikit terlambat,Aku harus menjemput dulu seseorang,,!"
Sapa Arjuna ,dia sudah berteriak dari arah ruang tamu, semua orang menengok ke arahnya.
Ternyata Bima juga sudah berada di situ.
"Seseorang siapa Jun?!"Tanya Nyonya Liana, karena dia hanya melihat Arjuna datang sendiri, sedangkan Mariam masih berdiri di ambang pintu.
"Calon mantu mamah!
Heii, ayo masuk , jangan malu malu!Ayoo!"Kata Arjuna sambil menarik tangan Mariam,namun Mariam segera menghempaskan nya.
Dengan ragu dan malu tentu saja,Mariam mengikuti Arjuna dan berdiri di belakang pemuda tersebut.
"Kenalkan Mah,Pah!Ini adalah calon mantu kalian!"Kata Arjuna sengaja berkata demikian di depan Salma dan Papah nya,karena Arjuna tahu untuk apa mereka datang ke rumah nya.
Arjuna menarik narik Mariam yang terus terusan bersembunyi di balik tubuhnya, Mariam pun tidak sadar jika dihadapan adalah Bima,Bos nya dikantor yang naksir abis Kepada nya.
Mata Bima terbelalak melihat siapa yang dibawa Adiknya itu,begitu pula semua orang.
Pak Danu dan Nyonya Liana masih ragu siapa wanita bercadar yang dibawa Arjuna.
Dia langsung berdiri sambil terperangah,
__ADS_1
tapi belum sempat dia meyakinkan rasa penasaran nya, keributan terjadi dari mulut Salma.
"Juna!Apa apaan ini?! Aku nunggu kamu 2 tahun dan kamu malah bilang wanita ninja ini adalah pacarmu?!
Pah!!Salma gak terima diperlakukan seperti ini!!"
Teriak Salma sambil berdiri dan merajuk kepada Papah nya.
"Danu,Apa benar yang dikatakan Arjuna?!"Pak Tio langsung menyerang Pak Danu dengan pertanyaan seperti itu.
Belum juga Pak Danu menjawab pertanyaan sahabat nya, Arjuna langsung menyambar agar papah tak buka suara.
"Salma,sayang,aku selalu menganggap mu sebagai adik,tak lebih dari itu,jadi aku berhak dong, memilih siapapun yang akan menjadi pendamping hidup ku!"Jawab Arjuna dengan enteng.
"Aku benci sama kamu Juna!"
Teriak Salma sambil menangis dan berlari keluar rumah mereka.
"Aku tak terima putri ku dipermalukan seperti ini,Danu! lupakan aku sebagai sahabat mu sampai kalian datang ke rumah ku dan meminta maaf!"Tegas Pak Tio, kemudian ia menyusul Puteri nya.
Mariam masih tertunduk dan masih belum sadar kemana Arjuna membawa nya.
"Mariam !! Bagaimana kamu bisa bersama adik ku!!? Apa kamu baik baik saja!"
Kata Bima sambil menghampiri Mariam,dia terkejut sekaligus senang karena ternyata Mariam yang ia cari beberapa hari ini datang langsung kepada nya menghilangkan rasa cemas dan rasa rindunya yang mendalam.
Tuhan benar benar mengabulkan doa nya tadi malam.
Mendengar seseorang menyebut namanya,Mariam langsung mengangkat wajahnya dan menatap sumber suara.
"Bimaa!!"
Seru Mariam sambil menangis,rasa takut nya kini benar benar hilang, ternyata rencana Allah tak pernah bisa di duga oleh siapapun, Allah sengaja mengirimkan Arjuna untuk membawanya kepada orang yang selalu ada dalam doa nya setiap saat.
"Apa kamu baik baik saja?!"Tanya Bima akhirnya.
Mariam hanya mengangguk sambil terisak.
Pak Danu dan Nyonya Liana hanya menonton drama yang sangat mengharukan itu.
Sedangkan Arjuna dilanda kebingungan dengan apa yang terjadi di hadapan nya.
"Aku sudah mencari mu kemana mana,tapi begitu sulit menemukan mu,kamu sembunyi dimana beberapa hari ini?!"Tanya Bima lagi.
"Tunggu, tunggu,tunggu! Sebenarnya ada apa ini, kenapa kalian bisa saling mengenal?!"Tanya Arjuna sambil melihat ke arah Bima dan Mariam bergantian.
Bima malah menjewer telinga Arjuna dan menariknya.
"Seenaknya saja kamu bilang dia calon istri mu hah?!Coba kamu berkaca,apa penampilan mu itu sepadan dengan penampilan Mariam ku,hah?!"Kata Bima sambil menarik keras telinga adik nya yang pecicilan itu.
"Aduh aduh!Sakit!
Mariam ku?!Apa maksud nya itu?!"Tanya Arjuna sambil memegang telinga nya yang masih sakit.
"Sayang, kamu pasti capek,kan?!
Bim,kamu jangan banyak tanya dulu dong sama Mariam!Sudah syukur dia sudah selamat sekarang, biarkan dia makan dulu!
Ayo ,sayang,duduklah disini!"
Nyonya Liana memapah Mariam agar duduk di meja makan.
Nyonya Liana mengambil kan makanan untuk Mariam dan mempersilahkan Mariam untuk makan.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun makan bersama dengan ketenangan, meskipun sejuta pertanyaan ingin mereka utarakan segera kepada Mariam, bagaimana dia bisa datang ke rumah bersama Arjuna padahal Bima sudah sangat lelah mencari nya.
***
"Mariam adalah sekertaris Kakak mu,Jun!Kamu malah seenaknya bilang dia adalah calon istri mu!"Kata Pak Danu.
"Aku tidak bilang calon istri tadi,aku bilang calon mantu kalian,bisa jadi kan dia calon mantu kalian tapi dari Kak Bima!"Elak Arjuna, sebenarnya dia agak kecewa jika ternyata wanita yang ia temukan tadi dijalan adalah wanita yang dicintai kakaknya sendiri,dia sedikit berharap itu tidak terjadi.
"Kamu kok bisa sih ketemu sama Mariam dan membawa nya ke rumah kita!"
Tanya Nyonya Liana setelah mereka bersantai di ruang keluarga.
"Cerita nya panjang Tuan ,Nyonya!Saya sedang di kejar kejar seseorang,lalu saya masuk ke mobil Arjuna dan meminta nya untuk menolong saya dengan membawa saya pergi bersama nya,tapi setelah saya terlepas dari masalah saya tadi, Arjuna meminta bantuan saya untuk ikut ke sini karena tidak ingin dijodohkan katanya."Mariam menjelaskan dengan panjang lebar.
"Siapa yang mengejar mu itu? Wira?"Tanya Nyonya Liana.
"Bukan, Nyonya!Dia orang lain yang mengejar ngejar saya!"Jawab Mariam.
"Lagipula Wira sudah ditangkap polisi karena kasus kasus nya selama ini,mah!"Kata Bima.
"Dasar bocah tengik!Kamu pikir kita bakalan percaya jika kamu punya calon istri bercadar seperti Mariam,kamu lihat penampilan kamu sekarang,jangan kan wanita seperti Mariam, wanita manapun pasti akan berpikir panjang untuk menjadi pacarnya!"Kata Pak Danu meledak putera bungsunya yang berpenampilan urakan menurut nya.
"Tapi bukti nya Salma tergila gila sama Aku,Pah!"Jawab Arjuna tak mau kalah.
"Nah itu tahu,cuma Salma yang mau sama kamu,kamu malah bikin dia marah tadi!"
"Om Tio hanya ngincer harta kita aja Pah!masa Papah gak tahu sih!Lagian Juna gak suka sama Salma!"Kata Arjuna begitu blak blak kan dan ceplas ceplos.
"Sudah sudah,nanti saja bahas tentang Juna nya ,Pah!
Mariam pasti lelah,kamu istirahat saja dulu di kamar tamu ,ya?!"
Kata Nyonya Liana sambil tersenyum hangat kepada Mariam.
"Bim,Ayo antar Mariam ke kamar tamu, biarkan dia istirahat dahulu,dia pasti sangat kelelahan, Mamah akan panggil Dokter untuk periksa kondisi dia!"Nyonya Liana menyuruh Bima mengantarkan Mariam ke ruang tamu.
Sedangkan Bima sedang asyik menatap Mariam sambil tersenyum bahagia,dia masih tidak menyangka wanita yang sangat ia rindukan kini berada di depan mata.
"Bim!Bima!"
Seru nyonya Liana membuyarkan pikiran Bima yang terhanyut menatap bidadari dihadapan nya.
"Ah,i iya ,Mah! Kenapa Mah?!"Bima sangat terkejut Mamanya memanggil manggil nama nya.
Nyonya Liana sampai geleng geleng kepala melihat putra sulung nya yang sedang di mabuk asmara itu, sedangkan Arjuna cengengesan melihat Abang nya yang terlihat malu malu kedapatan sedang menatap Mariam.
"Antarkan Mariam ke kamar Tamu!"Nyonya Liana mengulang ucapan nya tadi.
"Gak usah!Saya harus segera menemui adik saya,Kok! dia pasti sangat cemas karena saya belum juga pulang!"Tolak Mariam dengan sopan,dia sangat risih jika harus berlama lama di rumah seorang pria.
"Aku sudah memanggil Fatimah untuk datang kesini,,"Kata Bima.
Ting tong,
suara bel terdengar.
"Nah itu pasti dia!"Kata Bima sambil berdiri untuk membukakan pintu.
"Teh Mariaamm!"Teriak Fatimah sambil berhambur memeluk kakaknya itu.
Arjuna terlihat terkesima melihat Fatimah.
"Satu bidadari lagi menghampiri ku di hari yang sama!Ck CK CK!Ini pasti takdir ku,tak dapat kakaknya, adik nya pun tak apa!"Gumam Arjuna dengan mata nya yang jelalatan.
__ADS_1