
"Siapa Kau?! Jangan ikut campur!mundur atau kau akan mati dikeroyok!"Ancam kerua Feng motor itu sambil mengacungkan senjata tajam.
"Kalian yang harus pergi sebelum Polisi datang!Aku sudah menghubungi Polisi begitu tadi melihat kalian membuat onar!"
Teriak Pria misterius itu tanpa membuka Helm nya.
"Oh ya?!Uhh takut!Hahahaha!Kau pikir Aku percaya!Aku tidak takut kepada siapa pun! Serahkan perempuan itu dan pergilah!Atau mau ikut bersenang senang bersama kami?!Ayolah kita pesta sampai pagi!Hahaha!"Kata mereka sambil tertawa tawa.
"Langkahi mayat ku kalau begitu!"
Kata Pria itu tak mengenal rasa takut, meskipun dia hanya sendiri sedangkan lawan ada sekitar 10 orang.
"Oh nantangin kamu ya!?Hajar dia!!"Terikat Ketua Mereka dan Pria tersebut pun di serang oleh beberapa orang dari mereka.
Namun dengan mudah Pria misterius itu mengalahkan mereka satu persatu,hingga janya tersisa ketua nya saja.
"Ayo maju!Atau kau takut terluka seperti mereka!Ah,cemen banget si Lo!"Ledek Pria tersebut sambil masih memasang kuda-kuda.
"Kurang ajar! rasakan ini!"Ketua Geng itu menusuk Pria tersebut dengan senjata tajam, Pria tersebut menangkis nya dan menendang lawan nya hingga tersungkur,dengan mudah Pria tersebut melumpuhkan lawan nya karena seperti nya mereka sedang berada dalam pengaruh alkohol.
Tak berapa lama Polisi yang sedang berpatroli pun tiba di lokasi, mereka semua diringkus dan di giring ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Anda tidak apa apa Nona!?"Tanya salah satu petugas Polisi yang melihat Bibah sedang duduk ketakutan bersembunyi di balik motor Pria yang menolong nya.
Bibah hanya mengangguk pelan, seperti dia shock karena hampir menjadi korban pelecehan.
"Tangan Anda seperti nya terluka, sebaiknya segera ke dokter untuk diobati!"Kata Polisi kepada Pria yang menolong Bibah, begitu melihat darah mengucur dari balik jaketnya, seperti dia terkena goresan senjata tajam tadi.
"Hanya sedikit,Saya tidak apa apa!"Jawab nya singkat.
"Baik kalau begitu,terima kasih karena sudah membantu pihak kepolisian dalam menangkap para Geng motor yang selalu membuat onar di daerah sini.
Nona apa mau kami antar?!"Tanya Pak polisi itu kepada Bibah.
"Biar Saya saja yang antar Pak! Silahkan Bapak segera bawa mereka saja ke kantor Polisi!"Kata Pria itu.
"Baik kalau begitu, sekali lagi terimakasih! Segera kalian pulang, selamat malam!"
"Baik pak! selamat malam!"
"Dimana rumah mu!?Ayo aku antar pulang!"Kata Pria itu kepada Bibah yang masih melongo aja.
"Aku kost di sebelah sana!Gak jauh kok!"Jawab Bibah agak gugup.
"Ini sudah malam! Kenapa kamu jalan sendirian?! Untung Aku lewat tadi, kalau gak ada yang nolong gimana coba?!"
Omel Pria itu.
__ADS_1
"Aku baru pulang kerja, motor aku mogok!gak ada taksi, handphone ku mati pula!"Jawab Bibah.
"Ya sudah,ayo naik!Aku antar kamu pulang sekarang!"Bu
***
"Berhenti disini aja Kak!Itu kost an Aku!"Kata Bibah begitu sampai didepan kost an nya.
Pria itu kemudian menghentikan motornya, lalu Bibah pun turun.
"Makasih banyak Kak karena udah nolongin Aku terus udah repot repot mau nganterin Aku pulang! Nama ku Bibah, nama Kakak siapa?!"Tanya Bibah begitu ia turun.
Pria itu tak bergeming dan tak sedikit pun menampak kan wajahnya kepada Bibah,dia tetap memakai Helmnya.
"Lain kali jangan pulang malam sendirian lagi! permisi,aku pulang dulu!"Kata Pria itu sambil menghidupkan kembali motor nya lalu pergi begitu saja tanpa memberi tahukan namanya kepada Bibah.
"Eh,Kak! tunggu!"Teriak Bibah.
Dia sungguh penasaran siapa Pria yang sudah menjadi pahlawan untuk nya itu.
Tapi Pria itu sudah pergi jauh meninggalkan nya tanpa jejak.
Bibah pun akhirnya masuk ke kost nya dengan sejuta rasa penasaran.
Dia merasa lega dan beruntung karena dapat lolos dari para Geng motor yang berniat jahat kepadanya,tapi dia juga dilanda rasa penasaran yang begitu besar,siapa sebetulnya sosok yang sudah menyelamatkan nya tadi, semoga saja dia dapat bertemu lagi dengan nya, karena Bibah sudah berhutang nyawa kepada Pria itu dan ada janji yang harus ia tepati.
**
Tapi banyak yang harus ia kerjakan untuk persiapan Bos nya yang akan berangkat ke luar kota.
Tumben pagi ini Roy tak banyak menegurnya padahal Bibah masuk terlambat,dia terkesan cuek aja dengan wajah kaku nya, biasa dia akan segera menghardik Bibah jika Bibah melakukan sedikitpun kesalahan saja, apalagi jika sampai terlambat masuk,tapi tidak pagi ini.
"Bib,muka kamu kenapa?! loyo gitu!kayak yang kurang tidur! Kamu sakit?!"Tanya Juna yang sedang menyisir berkas diruangannya dibantu Bibah.
"Nggak kok Kak!Bibah gak apa apa kok!"Jawab Bibah ,dia tidak memberi tahukan tentang apa yang hampir menimpanya semalaman,dia takut Kakak nya itu cemas.
"Beneran gak apa apa!? jangan maksain kalau sakit! istirahatkan saja dulu!"Ucap Juna lagi.
"Beneran Gak apa apa!"
"Jangan bohong kamu! Barusan kenalan Kak Bima di kepolisian telpon, katanya semalam kamu hampir jadi korban pelecehan para Geng motor,apa itu benar Bibah?!"
Kata Bima yang tiba tiba muncul dibelakangnya nya.
"Apa? Benarkah itu Bibah?!"Juna ikut terkejut mendengar ucapan Abang nya itu.
" I- iya Kak!"Jawab Bibah gugup,dia tak menyangka jika Kakak iparnya itu bisa tahu tentang apa yang menimpa nya semalam.
__ADS_1
"Ya ampun Bibah! Kenapa kamu gak telpon Kakak!Kak Bima sudah bilang berkali-kali,buat apa kamu harus ngekost segala!Kamu bisa tinggal di rumah Kakak, atau tinggal sama Umi kamu!Kamu malah bersikeras untuk tinggal sendiri! kalau terjadi apa apa sama kamu gimana coba!Kalau Umi kamu dan Teteh kamu tahu, mereka pasti akan shock banget Bibah!"
Omel Bima.
Bibah menangis begitu dimarahi Bima.
"Maaf Kak!Bibah nyesel banget!"
"Roy! Kanu juga ngapain nyuruh Bibah kerja lembur segala! Harus nya kamu juga bertanggung jawab mengantarkan dia pulang! Kamu malah membiarkan nya pulang sendiri malam malam! gimana sih kamu!"Bina berbalik memarahi Roy.
"Maaf!"
"Maaf!Maaf !Maaf saja tidak bisa merubah segalanya! seharusnya kejadian seperti itu tidak terjadi jika kalian tidak keras kepala dan susah dibilangin!"Bima benar benar marah kepada keduanya.
"Untung nya kamu gak apa-apa Bib?!"Tanya Juna.
"Alhamdulillah Nggak Kak!Aku ditolong seseorang yang kebetulan lewat naik motor!"Jawab Bibah.
"Segera kamu pindah dari kost an kamu itu!Atau kamu gak usah kerja aja sekalian!dan jangan kerja lagi sampai larut malam!"
Tegas Bima , Kemudian dia keluar dari ruangan Juna dan sepertinya dia masih kesal.
"Iya Kak! sekali lagi Maaf!"
Jawab Bibah.
"Ya sudah!kamu dengerin apa kata Kak Bima! Sebaiknya kamu memang tinggal sama kita Aja,di rumah Umi kamu lebih deket ke kantor malah! Ngomong ngomong siapa yang menolong kamu?kita harus berterima kasih banyak kepada nya!"Tanya Juna.
"Itu dia Bibah juga gak tahu kak!dia tidak menyebutkan namanya dan tidak membuka Helm nya saat menolong Bibah!Bibah juga penasaran siapa dia sebenarnya!"Kata Bibah.
"Coba cari tahu Roy! periksa setiap CCTV di daerah itu, mudah mudahan saja ada petunjuk!"perintah Juna sambil melirik ke arah Roy yang dari tadi hanya diam saja.
"Tangan Lo kenapa Roy!?Berdarah gitu!"Tanya Juna yang tiba matanya menangkap tangan juna yang dibungkus perban tapi masih terlihat darah nya.
"Ah gak apa apa!Hanya luka sedikit terkena pisau saat memasak tadi pagi!"Jawab Roy terlihat gugup.
Bibah menatap Roy dengan penuh rasa curiga.
Kenapa bisa kebetulan tangan Roy terluka?tangannya sama persis dengan tangan Pria yang semalam menolong nya.
"Apa jangan-jangan,,,,?!"
Batin Bibah penuh banyak pertanyaan.
Dia menatap Roy penuh selidik.
Roy hanya memicingkan matanya, berpura pura tidak melihat Bibah lalu berlalu meninggalkan ruangan Juna.
__ADS_1