MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
jealous


__ADS_3

"Bos bagaimana ini?apa yang harus kita lakukan sekarang?!"Tanya salah satu Crew kepada Keenan yang juga tak kalah kebingungan.


"Bagaimana Ken?!Apa proses syuting mau kita tunda sampai besok saja?!"Tanya Hanna juga.


"Gak tahu deh Han,Aku bingung! bagaimana menurut kamu?!"Keenan balik bertanya, pikiran nya bleng saat ini,Ia celingukan mencari cari keberadaan Mariam,dia bahkan gal kelihatan batang hidungnya sama sekali.


"Kemana sih dia di saat begini?!"batin Keenan.


"Bagaimana Tuan Keenan?!kita lanjut sekarang atau kita tunda saja syuting nya?! Aku rasa kita harus membuang waktu dan tenaga kita untuk hari ini!"


Tuan Hyun sengaja memantik api perdebatan.


"Bukannya kamu yang menginginkan Aleta untuk jadi model iklan kamu? harus nya untuk hari ini semua kerugian kamu yang harus tanggung!"Sanggah Keenan tak mau kalah.


"Kamu yang tidak profesional Keenan! semua ini sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kamu sebagai Bos besar, bukan?"


"Kenapa Aku yang salah!kamu yang menginginkan dia menjadi model iklan nya dan menginginkan Mariam yang menangani iklan kamu!"


Mereka saling melempar kesalahan dengan perdebatan yang sengit.


"Lalu Aku harus menyalahkan siapa?"Dengan percaya diri Hyun tetap menyalahkan Keenan.


"Oke aku yang salah karena tidak profesional, Aku minta maaf dan syuting akan kita lanjutkan setelah mendapatkan model yang baru!"


"Aku akan menerima permintaan maaf mu jika kamu berlutut dihadapan ku sekarang!"


Semua orang terpana mendengar pernyataan Hyun.


Mereka semua berbisik bisik,


apa harus sampai seperti itu?


Masa Big Bos harus sampai berlutut?!itu sih sungguh keterlaluan!


bisik mereka.


Keenan tertegun, Hyun pasti sengaja ingin mempermalukan Keenan di depan para karyawan nya.


"Berlutut atau aku akan menuntut perusahaan kamu, Keenan!"Ancam Hyun.


"Tidak perlu sampai berlutut, lagipula ini sudah menjadi tanggung jawab saya,kita lanjutkan syuting hari ini, Anda pasti suka dengan model nya kali ini!"


Tiba tiba Mariam datang dengan membawa model baru bernama Haruka.


Semua orang bertepuk tangan karena Haruka datang tepat waktu.


"Ayo semuanya bersiap,bawa Nona Haruka untuk segera mengganti kostum nya!"Teriak Mariam tanpa memperdulikan pendapat Hyun atau siapapun.


Tanpa banyak basa-basi proses syuting pun segera dimulai tanpa hambatan apapun.


Semuanya berjalan dengan lancar hingga selesai, Tuan Hyun terlihat begitu puas dengan hasilnya.

__ADS_1


"Amazing! tidak salah Aku memilih kamu sebagai produser iklan ku!kamu memang sangat bisa diandalkan!Aku sangat suka dengan hasilnya dan aku yakin ini pasti akan berhasil!"


Puji Tuan Hyun sambil mendekati Mariam.


"Syukur Alhamdulillah jika Anda menyukai nya, semuanya juga tak akan berhasil tanpa kerja keras semua pihak, kita juga patut berterima kasih kepada Nona Haruka yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk kita di tengah jadwal nya yang sangat padat! Thank you very much,Miss Haruka!"


Kata Mariam sambil memeluk Haruka.


"Sama sama,Kakak! Haruka juga senang dapat bekerja sama dengan kalian,Tapi Haruka harus pamit segera, Haruka masih ada kerjaan di tempat lain!"


"Oke Haruka, sekali lagi Thanks, ya! Semoga ke depannya kita dapat bekerja sama lagi!"


Tambah Keenan sambil menjabat tangan Haruka.


"Tentu, dengan senang hati! bye bye semuanya!"


Kata Haruka sambil melambaikan kedua tangannya,ia pun pamit pergi setelah pekerjaan nya selesai.


Dari kejauhan Hanna yang sedang memantau acara tersebut terlihat mendengus kesal.


Dia tak menyangka jika perempuan kampung seperti Mariam mampu menyelesaikan masalah yang sengaja ia buat.


Ia pun kemudian melenggang pergi dengan perasaan yang dongkol.


Semua Crew terlihat sedang membereskan peralatan.


Keenan celingukan mencari keberadaan Maryam,


Namun ia tak melihat Maryam di manapun,


" Apa mungkin dia sudah pulang? ah rasanya tidak mungkin!"


Batin Kenan sambil terus mencari Maryam.hingga ke depan.


Akhirnya sosok yang ia cari pun akhirnya terlihat, namun dengan siapa Maryam tengah mengobrol? seperti seorang pria, namun siapa dia? biasanya Maryam tidak akan mengobrol dengan pria manapun berduaan seperti itu, apalagi dengan seorang pria asing.


tapi mereka terlihat sangat akrab,Mariam pun terlihat antusias ngobrol dengannya.


Keenan terus mendekati mereka, dan ternyata pria itu adalah Hyun.


Kenan semakin penasaran,apa yang sedang mereka lakukan dan apa yang sedang mereka perbincangkan, mereka terlihat sangat serius.


Terlihat Hyun mencoba meraih tangan Maryam namun Maryam berusaha menepisnya.


Keenan masih berdiri memperhatikan mereka,


kedua tangannya mengepal, matanya tak sedikitpun berkedip menatap mereka, giginya gemeletuk menahan amarah, Keenan terbakar api cemburu.


terlihat Hyun meninggalkan Maryam setelah mengusap bahunya, Keenan merasa aneh dengan sikap Maryam, biasanya dia sangat tegas dan tidak akan membiarkan pria manapun menyentuhnya.


Lalu kenapa Hyun bisa sedekat itu dengan Maryam dalam waktu yang si singkat, jujur ia sangat kecewa terhadap Mariam, segampang itu Mariam dekat dengan pria lain, bahkan dirinya pun tak pernah berani menyentuh Mariam meskipun sedikit.

__ADS_1


"Anda juga sudah mau pulang Pak?"


Tanya Mariam dengan polos nya setelah menyadari jika ternyata Keenan berada di belakang nya.


Keenan hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan Mariam, wajahnya cemberut menutupi kegundahan hatinya, ingin rasanya dia marah kepada Mariam, namun ia berusaha menahan diri.


Terlihat Hyun muncul kembali dengan membawa mobilnya,dua berhenti tepat di depan Mariam dan Keenan.


"Hari sudah sore Miss Mariam,ayo Aku antar pulang!"


kata Hyun penuh percaya diri,dia pun mengeluarkan jurus Andalannya, senyuman hangat penuh perhatian yang selalu membuat para wanita bertekuk lutut di hadapan nya.


"Dia akan pulang bersama ku!Masih ada kerjaan yang harus dilakukan nya bersama ku!"Sanggah Keenan sambil menarik lengan Mariam agar mendekat padanya.


"Ayolah Ken! jangan membuat dia terlalu lelah, lagipula Hanna pasti sudah menunggu kamu di apartemen milikmu,dia bilang kalian sudah janjian makan malam bareng di tempat mu,iya kan?Ayo Miss,kita pulang!kamu gak mau kan jadi pengganggu diantara mereka!?"


Oceh Hyun mengada ada.


Mariam menatap Keenan penuh tanda tanya.


Namun Keenan tak ingin kalah dari Hyun kali Ini.


Dia menarik tangan Mariam dan menyeretnya ke dalam mobil mewah milik nya,dia sendiri pun langsung masuk mobil kemudian mengendarai nya dengan kecepatan tinggi.


Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut mereka selama perjalanan, mereka sama-sama tenggelam dalam pikiran praduga mereka masing-masing.


Entah kemana Keenan akan membawa Mariam,dia berkendara tanpa tujuan, yang penting mereka harus menjauh dulu dari para pengganggu saat ini, begitu pikir Keenan.


"Turunkan Saya dimana saja,Saya bisa pesan taksi dari sini! Miss Hanna pasti sudah menunggu Anda kan?!"


Kata Mariam membuka percakapan.


Seperti nya Keenan sedang marah padanya, tatapan nya menakutkan,dia pun mengendarai mobilnya dengan setengah edan.


Bukan nya berhenti, Keenan malah semakin menjadi-jadi,dia mengemudi Dengan kecepatan tinggi dengan membelok belokan ke kanan ke kiri, sehingga membuat Mariam ketakutan.


Dia berpegangan begitu erat, matanya terpejam, lutut nya terasa lemas, dan kepala nya mulai terasa pusing, ingin rasanya ia muntah saat itu juga.


Jantung nya berdegup kencang saking takut nya, keringat nya pun bercucuran membasahi dahinya.


Sadar tindakan nya membuat Mariam sangat ketakutan, Keenan agak sedikit panik, dia menghentikan mobilnya di pinggiran kota, membuka Septy belt miliknya juga Septy belt yang digunakan Mariam,ia keluar dari mobilnya dan menarik Mariam juga agar keluar menghirup udara segar.


Mereka berdua berdiri di depan pagar besi di sebuah jembatan yang menghadap ke sungai di atas jalan raya yang sepi.


Mereka hanya sama sama memandang langit yang semakin gelap tanpa bintang yang menghiasi nya,hanya terlihat bulan sabit yang masih redup terlihat tergantung menemani setiap rasa yang tengah mereka berdua tahan.


Terdengar keduanya membuang nafas berat bersamaan,ada jarak diantara mereka.


Keenan melirik ke arah Wanita yang sangat sulit ia sentuh hatinya ini,


Mariam pun melirik ke arahnya, namun segera ia memalingkan wajahnya kembali ke atas langit.

__ADS_1


Mereka masih enggan membuka suara hati masing-masing yang sudah hampir meledak.


__ADS_2