MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
lost


__ADS_3

Ternyata Doni sedang ada di luar kota,mewakili Wira untuk meninjau pembangunan cabang Mall baru.


ponsel Wira tidak aktif karena ternyata dia menjatuhkan nya dikamar mandi dan terendam didalam Bathtub saat mengguyur Mariam.


Pantas saja Bi Inah sulit menghubungi mereka untuk memberitahukan keadaan Mariam yang sedang terbaring dirumah sakit.


Bahkan hari ini Wira masih berbaring di rumah sakit karena kepalanya masih sangat pusing akibat mabuk semalam.


Sofi selalu ada disampingnya, bahkan ia sengaja memberikan obat tidur kepada Wira,agar Wira tak pergi kemanapun.


Bima menghubungi kakak nya yang bekerja di Rumah sakit Singapore, menceritakan kondisi Mariam,dan kata Kakak nya Mariam harus segera dibawa ke Singapore jika keduanya ingin selamat.


Bima masih berada dirumah sakit menuggui Mariam yang masih belum sadar juga.


Bi Inah pulang dulu ke apartemen untuk membawa baju ganti,dia sudah tidak lagi menghubungi Wira,Bi inah tak peduli lagi jika Tuan nya itu tak menemukan Mariam dimana pun,Bi Inah marah atas sikap Tuan nya itu.


***


"Sudah sadar?tenang, sekarang kamu aman,kamu ada dirumah sakit!"Kata Wira saat melihat Mariam sudah tersadar dan dia terlihat sangat ketakutan.


Mendengar suara pria di sisinya saat ia bangun,membuat Mariam semakin panik dan ketakutan,,


"Siapa kamu!?Dimana Bi Inah! pergi kamu!!"Teriak Mariam sambil ingin membuka infusan yang terpasang di tangan nya.


"Heii,heii! Tenang!Kamu sudah ada di rumah sakit!Bi Inah sedang membawakan baju ganti untukmu,apa kau ingat siapa aku?!"Tanya Bima sambil memegangi tangan Mariam agar dia diam.


Mariam mencuri pandang pria dihadapannya sedikit,ya,,dia ingat!dia adalah pria yang membuat Suaminya marah besar,gara gara dia dirinya dianiaya oleh suaminya sendiri.


"Kamu kan yang membuat aku jadi begini! gara gara kamu Suami ku marah dan menyiksaku!aku benci sama kamu!hiks hiks hiks!"Mariam menangis sejadi jadinya dan melampiaskan kemarahannya kepada Pria disampingnya.


Bima terdiam,membiarkan Mariam menumpahkan perasaan nya yang sudah pasti sangat kesakitan melebihi luka fisik yang ia terima.


Ingin dia memeluk Mariam, sekedar untuk menenangkan nya, tapi ia yakin Mariam akan menolak bahunya untuk tempat bersandar.


"Aku minta maaf karena akulah kamu menjadi seperti ini!"Bima mulai buka suara setelah Mariam terlihat lebih tenang.


Mariam hanya terdiam tak menyahutnya.


"Andai saja kita tidak terus dipertemukan, mungkin semua nya tak akan terjadi!Aku sungguh menyesal!"


"Sudah lah,bukan salah Anda juga Tuan,ini adalah takdir yang harus aku jalani! lalu bagaimana Anda bisa ada disini sekarang?!"Tanya Mariam tanpa melihat ke arah Bima.


"Bima,,namaku Bima,jangan panggil aku Tuan,panggil saja Bima!"


"Non!Sudah bangun?! Alhamdulillah hirobil'alamiiin,,,Ya Allah Gusti!!Bibi takut banget Non ga bangun lagi!"


Bi Inah yang baru datang mengambil baju ganti langsung memeluk Mariam,dia begitu senang melihat Mariam sudah sadar kembali.


"Bi,,"


Sambut Mariam dengan lirih.


"Apa A Wira tahu kalau Aku ada disini?"


Tanya Mariam,ia heran kenapa malah pria asing yang berada disampingnya saat ia bangun,bukan suami nya.

__ADS_1


Bi Inah malah melirik ke arah Bima, kemudian ia menggelengkan kepalanya.


"Ponsel Den Wira tidak aktif Non,Pa Doni sedang di luar kota, Nyonya dan Tuan sedang di luar negeri Non,untung ada Den Bima yang mau bantu untuk bawa Non ke rumah sakit,dia menunggui Non semalaman,jika tidak ada dia, mungkin nyawa Non tak akan tertolong."


jawab Bi Inah.


Mariam melirik ke arah Bima sambil terus memeluk Bi Inah.


Sebegitu marahkah suami nya hingga dia tak peduli lagi padanya meskipun kini dia berbaring di rumah sakit dalam keadaan penuh luka akibat perlakuan nya, bahkan bayi yang di idamkan Wira pun sedang dalam masa kritis.


Hilang semua rasa yang pernah Mariam simpan dalam dalam untuk Wira,yang tadinya ia berharap hubungan pernikahan nya akan membaik,ia bahkan sanggup bertahan menghadapi perlakuan kasar dari istri pertama nya, asalkan Wira tetap memilih nya untuk berusaha saling mencintai meski sesulit apapun keadaannya nya.


Tapi rasanya kini berbeda, kebencian kepada Suaminya itu rasanya sudah mulai timbul akibat perlakuan kasar yang sudah ia lakukan, padahal ia tak tak pernah sekalipun melakukan apapun yang dituduhkan oleh Wira.


Sakit hati Mariam akibat hilang nya kepercayaan Wira Kepada nya dan menganggap Mariam wanita murahan yang tidak punya etika.


***


"Bagaimana keadaan nya sekarang Dokter?!"Tanya Bima Kepada Dokter yang memeriksa Mariam.


"Sudah semakin membaik,lalu bagaimana apa kalian sudah memutuskannya?!"Tanya Dokter itu bertanya kepadanya Mariam.


Mariam kebingungan dengan pertanyaan Dokter dan Melih ke arah Bi Inah,Bi Inah malah melihat ke arah Bima.


"Duh,maaf Dok,saya belum sempat membicarakannya dengan istri saya, karena dia baru saja sadar!"Kata Bima sambil melirik ke arah Mariam.


"Istri ?!"Batin Mariam.


Mariam heran kenapa Bima menyebut kalau dirinya adalah istrinya,mungkin untuk memudahkan prosedur, pikir nya.


Seperti nya ada yang disembunyikan Bi Inah dan Bima dari dirinya mengenai kondisinya.


"Maaf Bu Mariam, dengan berat hati kita harus segera mengambil tindakan mu kita harus mengangkat janin yang ada di dalam rahim ibu,jika kita terus mempertahankan nya ,nyawa ibu ada dalam bahaya."Kata Dokter itu berusaha menjelaskan keadaan yang sebenarnya.


"Apa?!"Mariam terlihat sangat shock,dia memegangi perutnya.


"Bi,,!"Mariam merengek Kepada Bi Inah sambil menggelengkan kepalanya.


"Tenang,Non! semuanya akan baik baik saja,,"Bi Inah berusaha menenangkan kan Mariam,tapi dia juga tak bisa menahan tangisnya, mereka saling berpelukan sambil menangis.


"Rumah sakit di Singapura akan berusaha menangani kasus nya Dok,apa anda bisa merujuk nya kesana?!"Kata Bima, meskipun Mariam bukan siapa siapa baginya,tapi entah mengapa dia begitu ingin peduli padanya, bahkan ia sampai bolos syuting hari ini dan berpura pura sakit Kepada Manager nya.


"Jika itu memungkinkan,tentu saja!kita akan lakukan apapun yang terbaik,kita semua berharap semoga semua usaha kita akan berhasil,namun kita tetap harus siap dengan kondisi yang terburuk!"Jawab Dokter itu.


"Bagaimana, Apakah kamu siap jika kita harus Pergi ke Singapura, ini demi kebaikan mu juga calon bayi mu itu!"Tanya Bima Kepada Mariam.


Mariam terdiam kebingungan,tapi dia tak ada pilihan lain, akhirnya diapun mengangguk tanda setuju.


"Baik! secepatnya akan kami urus segala sesuatu nya,Bu Mariam harus segera mendapatkan penanganan khusus di Singapura!"Kata Dokter itu lagi.


"Baik,Terim kasih Dokter!"Jawab Bima sambil menjabat tangan Dokter tersebut.


Setelah semuanya selesai,Bima segera membawa Mariam ke kediaman nya yang tersembunyi,sambil menunggu dokumen dokumen keberangkatan Mariam dan Bi Inah selesai, seperti, paspor dan Visa.


Bi Inah memutus kan untuk menemani Mariam dan akan meninggalkan Wira yang sudah menjadi majikan nya selama bertahun tahun.

__ADS_1


Mariam dan Bi Inah menghilang tanpa jejak.


Dibantu Bima,Mariam sudah bertekad akan membesar kan anak yang ia kandung seorang diri.


Bima menghapus jejak terakhir mereka diapartemen juga di rumah sakit,dengan bantuan orang dalam, tak ada catatan apapun tentang Mariam di rumah sakit manapun.


Sedangkan kepada keluarga nya Mariam bilang harus mengikuti suami nya keluar negeri,setelah pamit,dia tak bisa lagi dihubungi.


****


"Wira!Mamah sekarang ada diapartemen tempat Mariam tinggal, Mamah baru pulang dari Turki dan langsung kesini, tapi dia nggak ada,gak ada siapa siapa disini! Dimana dia sekarang, Wir?!Mamah kangen ingin melihat nya!"


Bu Halimah tiba tiba menelpon Wira, padahal Wira pun baru saja akan ke apartemen Mariam setelah beberapa hari Sofi menahan nya di rumah nya sendiri.


Doni juga yang baru kembali dari luar kota menanyakan kenapa Apartemen nya kini sudah kosong.


Wira sangat tersentak mendengar kabar jika tak ada siapa pun di Apartemen itu, kemana Bi Inah dan Mariam.


Wira pun tak habis pikir,Kenapa dia bisa melupakan Mariam setelah kejadian ia menyiksanya tempo hari,dan dia malah mengikuti apapun yang dikatakan Sofi,Wira seperti tersihir, nalurinya tak dapat selaras dengan otaknya.


Apa sebenarnya yang dilakukan Sofi terhadap Wira?


**


"Mariam sedang pergi ke rumah orangtuanya Mah, Ibunya sakit!"Wira terpaksa membohongi Ibunya itu.


"Lho ,kamu kok gak ikut nengok sih?!"Kata ibunya.


"Sudah Mam,karena sibuk aku segera kembali sedangkan Mariam ingin menemani ibunya dulu disana!"


"Oh Gitu,ya sudah,,lain kali Mamah akan berkunjung ke rumah mereka!"


"I iya,Mah nanti Wira anter jika sudah tak sibuk!Mamah masih di apartemen?!"


"Nggak kok!Mamah Udah balik ke rumah!"


"Syukuran!"Batin Wira.


Ia pun segera pergi ke apartemen miliknya dan mencari tahu kemana Sebenarnya Mariam dan Bi Inah pergi.


Wira mengacak ngacak seisi Apartemen, semua barang Istri keduanya sudah tidak ada , begitu juga barang-barang milik Bi Inah.


"Sial!!Kemana mereka pergi?Kau ingin kabur dariku dan membawa Anak ku kabur Mariam!Awas saja kamu ya,jika ketemu!"Wira benar benar marah setelah memastikan dan memang benar Mariam dan Bi Inah sudah tidak ada disana.


Wira bertanya kepada Resepsionis Apartemen apakah mereka melihat Istrinya keluar, mereka hanya bilang beberapa hari yang lalu Nyonya Mariam di larikan ke rumah sakit dijemput oleh Ambulan.


Wira pun bertanya rumah sakit mana,dan salah satu dari mereka ada yang ingat dan menyebut kan nama salah satu rumah sakit.


Dengan segera Wira pergi ke rumah sakit tersebut dan mencari Pasien atas nama Mariam,namun hasilnya nihil,tak ada catatan apapun atas nama istrinya itu.


"Ini benar benar sungguh aneh!"


Batin Wira,


Siapa yang membawa istrinya ke rumah sakit,tak ada satu pun yang tahu saat ia bertanya.

__ADS_1


__ADS_2