
"Aku sudah memerintahkan anak buah ku untuk periksa CCTV di setiap sudut jalan!"Kata Bima setelah mereka berkumpul untuk mencari keberadaan Mariam.
Fatimah tak henti-hentinya menangis,ia takut sesuatu terjadi kepada Kakak nya itu.
"Hiks Hiks hiks, kenapa tak henti hentinya Kakak ku selalu dalam bahaya?!"Kata Fatimah sambil terus menangis.
"Kamu harus tenang Fat,kita doakan semoga Mariam baik baik saja!"Kata Irsyad berusaha menenangkan Fatimah.
"Bos! seseorang seperti nya sudah menculik Nona Mariam!Ini lihat lah,orangnya tertangkap oleh CCTV saat ia membawa Nona Mariam!"Kata salah seorang bodyguard Bima.
Dia menyodorkan tablet nya dan memperlihatkan di rekaman CCTV yang berhasil ia dapat kan.
"Lagi lagi Wira!"Kata Bima setelah ia melihat hasil dari rekaman itu, ia yakin pria yang membekap Mariam lalu membawa nya Pergi adalah Wira.
"Tapi kemana dia membawa nya?!"tanya Irsyad bingung.
Semua orang terdiam seperti nya sedang berpikir keras.
"Coba Kakak telepon Wira!"Kata Fatima.
"Ah,iya!kenapa tak terpikirkan dari tadi!"Kata Irsyad.
"Biar aku saja,aku yakin ini ada hubungannya denganku!"Sela Bima,dia yakin Wira sengaja menculik Mariam ada hubungan nya dengan kacaunya perusahaan yang sengaja ia lumpuhkan.
Lama Wira tidak mengangkat teleponnya.
"Nah tersambung!"Seru Bima girang saat telepon nya mulai terhubung.
"Wira!!! dimana Mariam?"Teriak Bima.
"Aku akan segera melepaskan nya,tapi dengan satu syarat,kau harus memulihkan kembali perusahaan ku!"
Kata Wira dengan santainya.
"oke!itu gampang, tapi katakan dulu posisimu sekarang!"Kata Bima sambil memberi aba aba kepada anak buahnya agar melacak Wira dari ponsel yang ia gunakan.
"Tidak!sebelum kau berhasil membuat perusahaan ku kembali normal, Mariam akan aman bersama ku!tapi jika kau lapor Polisi,jangan harap Mariam akan kembali dalam keadaan selamat!"Ancam Wira.
"Tidak!Kakak!hiks hiks! Teh Mariam!!"Teriak Fatimah dengan histeris,ia tak bisa membayangkan jika Mariam akan hilang selamanya.
"Aku ingin melihat dulu bahwa Mariam baik baik saja, setelah itu aku akan memulihkan kembali perusahaan mu!"
Bima berusaha bernegosiasi dan mengulur waktu agar dapat melacak posisi Wira sekarang.
"Dapet Bos!"Bisik anak buah Bima sambil menunjuk kan layar iPad nya.
"Fatimah!!"Teriak Mariam lewat ponsel Wira,
Wira sengaja menyuruh Mariam bersuara agar Bima percaya bahwa Mariam ada dalam genggaman nya.
"Teh!?Teteh baik baik saja kan?!"Teriak Fatimah sambil merebut ponsel dari tangan Bima.
"Fat!tolong bantu keluar teteh dari sini!"Teriak Mariam.
"Tut Tut Tut...
Sambungan telepon nya sengaja dimatikan oleh Wira.
Wira menatap Mariam dengan tajam.
"Bahkan kamu sudah menganggap ku seorang monster,maka itulah diriku sekarang,Mariam!"
Kata Wira dengan tegas,lalu ia membekap mulut Mariam menggunakan lakban,agar ia tidak berisik dengan berteriak minta tolong.
Wira meninggalkan Mariam sendirian di dalam gudang tempat penyimpanan barang ekspor miliknya, ia mencari minuman, lalu Wira menyulut rokok nya dan menyesapnya sekedar menenangkan pikiran nya yang sangat kalut.
**
Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 3 dini hari.
Bima sedang menyusun rencana untuk penyelamatan Mariam,semua pengawal pribadi nya ia kerahkan, sesegera mungkin Mariam harus segera di selamat kan.
__ADS_1
"Mereka berada di daerah ini, Bos!seperti nya itu adalah gudang tempat penyimpanan barang milik Wira!"Kata Rio sambil menunjuk kan google map.
"Apa tidak sebaiknya kita lapor polisi saja?!"Tanya Irsyad menyela Bima yang sedang menyusun strategi.
"Aku rasa bukan ide yang baik, sudah berkali kali aku melaporkan perbuatan Wira kepada polisi,tapi entah lah, seperti nya dia kebal hukum!"Jawab Bima dengan raut wajah penuh kekecewaan.
"Ayah Wira punya banyak koneksi di sana,aku yakin dengan mudah ia dapat keluar dari permasalahan apapun!"
Kata Irsyad, tentu saja ia tahu banyak tentang Wira, dirinya dan Wira kan saudara sepupu.
"Seharusnya tidak begitu bukan?!"
Bima membuang nafas nya dengan kasar.
Begitu juga Irsyad,ia tahu betul bagaimana Wira tumbuh dengan penuh didikan yang manja dan seenaknya dari orangtuanya, pantas jika sekarang sikapnya jadi seperti itu.
Irsyad sempat senang saat Wira begitu banyak berubah setelah ia menikah dengan Mariam, bahkan ia mengalah, dengan ikhlas ia merelakan Mariam untuk Wira meskipun Mariam adalah cinta pertama nya,dan Irsyad mulai mencintai Fatimah kini.
Namun apa yang terjadi?
perubahan Wira hanya sebentar, kehadiran Sofi di sisi Wira begitu berpengaruh bagi kehidupan nya,sisi gelap Wira kembali muncul,
ambisius,kejam dan egois.
"Sebaiknya kita berangkat sekarang,aku takut ,Wira bertindak lebih jauh dan semakin membahayakan Mariam!"Kata Bima.
"Aku ikut!Ayo kita segera berangkat!"Kata Fatimah,ia begitu bersemangat,ia takut hal buruk terjadi kepada Mariam.
"Sebaiknya gak usah,Fat!Kamu tunggu saja disini,biar aku dan Bima yang mencari Mariam, oke??Kamu harus istirahat!"Bujuk Irsyad, ia sengaja mencegah Fatimah ikut mencari Mariam Karena takut ia kelelahan.
" Istirahat bagaimana?! Kakak pikir aku akan bisa tenang saat kakak ku sendiri dalam bahaya! Pokoknya aku harus ikut!"Teriak Fatimah sambil kembali menangis.
Emosi nya meledak ledak,dia tidak terima Mariam terus-menerus diperlakukan Wira seperti itu.
"Baiklah, kamu boleh ikut,ayo,pake jaket kamu!"Kata Irsyad.
Mereka segera melesat ke tempat dimana Wira menyekap Mariam.
Semua para bodyguard Bima berpencar mengambil posisi dengan senjata lengkap mereka, begitu juga Bima dan Irsyad, sedangkan Fatimah menunggu di dalam mobil saja.
Namun sayangnya,
Satu persatu pintu gudang tersebut sudah mereka dobrak,tapi hasilnya nihil.
Hingga sampai mereka di titik dimana terakhir Mariam di sekap, Mariam ternyata sudah tidak ada di sana.
Hanya gulungan tali bekas mengikat nya yang tergeletak di sana juga kursi yang sudah rusak.
Tak jauh dari situ tergeletak juga sebuah balok kayu yang cukup besar yang sedikit ada bercak darahnya yang tercecer.
"Kemungkinan Nona Mariam sudah melarikan diri, Bos!"Kata ketua regu pengawal setelah memeriksa situasi di area tersebut.
"Cari terus petunjuk,ke arah mana dia berlari!"Perintah Bima sambil mereka semua terus berusaha mencari di sana.
"Bim, ada sedikit bercak darah yang tercecer, sepertinya ini milik Wira yang mengejar Mariam, ayo kita ikuti!"Kata Roy
Bima segera memerintahkan para pengawal nya untuk menyusuri kemana arah darah yang tercecer itu,dan ternyata mengarah ke area perkampungan yang terdapat di belakang komplek gudang tersebut yang dibatasi benteng yang cukup tinggi namun masih bisa dilewati orang dewasa.
Disana mereka mulai kehilangan jejak.
Matahari mulai menyingsing,
perkampungan yang lumayan padat penduduk dan tak mungkin untuk mereka terus melakukan pencarian dan menggedor satu persatu pintu warga sepagi itu.
Bima menarik mundur kembali para pengawal nya dan melakukan briefing ulang.
"Sebaiknya kamu bawa Fatimah pulang dulu,aku dan yang lain nya akan terus mencari Mariam menyusuri perkampungan itu!"Kata Bima kepada Irsyad.
Irsyad mengangguk dan melirik ke arah Fatimah yang terlihat kelelahan.
Fatimah terlihat enggan pergi sebelum menemukan kakak nya,namun Irsyad terus membujuknya dan Bima meyakinkan nya bahwa ia tak akan berhenti mencari sampai Mariam ditemukan.
__ADS_1
Akhirnya Irsyad berhasil membujuk Fatimah untuk pulang ke kontrakan nya, sedangkan Bima dan para pengawal nya melanjutkan kembali pencarian Mariam
Roy kembali ke perusahaan untuk meng handle
pekerjaan Bima.
Bima sudah berusaha menghubungi ponsel Wira,namun tidak pernah aktif.
"Jika Wira masih ada di area sini, mobilnya pun pasti ada di sekitar sini,tidak mungkin kan dia membawa Mariam ke sini dengan berjalan kaki!tapi tidak ada mobil terlihat tadi di area gudang ,jadi kemungkinan besar Wira sudah pergi,lalu bagaimana dengan Mariam?dimana dia sekarang?!Apa Wira membawanya ke tempat lain atau ia lari sendiri dan Wira membiarkan nya begitu saja?!"
Bima berpikir keras di dalam mobilnya untuk berisik sejenak,ia memikirkan kemungkinan kemungkinan yang terjadi, sedangkan para pengawal nya masih berpencar mengobrak abrik perkampungan di daerah situ.
***
Wira tak kunjung masuk ke dalam ruangan dimana Mariam di sekap.
Mariam berpikir ada kemungkinan Wira pergi dahulu dan ini waktunya untuk berusaha melepaskan diri.
Ternyata mudah sekali melepaskan tali yang mengikat tangan nya, setelah ia membuka lakban di mulutnya,dengan cepat Mariam melepaskan tali yang mengikat kakinya juga,namun setelah ia berhasil melepaskan tali tersebut, Wira masuk namun seperti nya dalam keadaan habis bangun tidur dan terlihat masih mengantuk.
Dengan reflek Mariam mengangkat kursi itu dan membanting kan nya ke arah Wira dengan cukup keras,Wira yang belum siap terhuyung dan hilang keseimbangan,Mariam mengambil kayu balok yang berserakan dan memukul kepala Wira bertubi tubi,hingga Wira tersungkur.
Mariam mengambil pisau lipat yang terlihat gagang nya menyelip di saku Wira,ia melukai tangan Wira kemudian sekuat tenaga berlari karena Wira berusaha bangkit untuk menangkap nya.
Darah mengucur dari tangan Wira yang terluka.
Mariam dengan sekuat tenaga berlari ke belakang gudang menerobos semak belukar, bahkan ia mampu naik ke benteng pembatas saking takutnya,ia tak pedulikan apapun lagi yang penting lari sejauh mungkin,hal yang paling ia takut kan adalah, Wira melecehkan dirinya dan menyentuh tubuhnya dan membayangkan nya saja sudah sangat menjijikkan.
Adzan subuh terdengar berkumandang dengan begitu jelas,
Mariam terus berlari dengan bertelanjang kaki,
sejauh mata memandang, terlihat berderet rumah rumah penduduk yang sederhana namun terlihat berdempetan.
lampu lampu dihalaman terlihat menerangi sepanjang jalan setapak yang ia lalui.
Terlihat geliat aktivitas di dalam rumah saat mereka mendengar adzan berkumandang.
Kakinya terasa perih karena tak memakai alas kaki,ia terus berjalan sambil sesekali menengok ke belakang.
Matanya menangkap kubah sebuah mesjid, tenggorokan terasa kering, lutut nya mulai lemas dan nafasnya sudah mulai habis.
Semakin dekat ia menuju gerbang sebuah mesjid sederhana,
mata seorang Muadzin yang tadi adzan mengumandangkan adzan subuh menangkap sosok Mariam dari kaca jendela mesjid,ia berniat melaksanakan shalat sunat Qobliyah subuh namun curiga dengan sosok seseorang seperti ninja yang berjalan terseok seok,lalu terlihat ambruk di depan gerbang mesjid.
Pria tersebut berlari ke depan dan segera menghampiri sosok tersebut, terlihat juga beberapa warga yang hendak melaksanakan shalat subuh berjamaah mulai berdatangan ke area mesjid.
"Astaghfirullah!!siapa dia?!"
Kata mereka sambil memburu tubuh Mariam yang sudah ambruk.
Beberapa Ibu-ibu terlihat mengangkat tubuh Mariam ke dalam mesjid dan memberinya pertolongan, tubuhnya diangkat dan ditempatkan di area mesjid yang sudah ditutupi mihrab,para ibu itu membuka cadar Mariam dan memberinya kayu putih di hidungnya, setelah sadar mereka memberinya minum.
Mariam menangis tersedu di pelukan seorang wanita paruh baya,ia senang akhirnya bisa bebas dari sekapan Wira.
Sedangkan Wira, lukanya yang cukup dalam ditambah kepala nya yang sakit akibat dipukul balok kayu oleh Mariam tadi,di balik tembok pembatas tubuhnya sulit digerakkan,ia berhenti sejenak, berniat menaiki tembok tersebut namun sakit di kepala nya semakin menjadi, akhirnya ia hanya terduduk di balik tembok tersebut.
Sadar pasti Bima akan segera datang,ia berjalan menuju mobilnya dan segera pergi dari situ, membiarkan Mariam dalam pelarian nya, setelah ia melihat beberapa mobil masuk ke area gudang nya yang ia yakini adalah rombongan Bima dan para pengawal nya yang datang untuk mencari nya,Wira segera meninggalkan area itu dan pergi sejauh mungkin.
Tindakan nya kali ini pun tak membuahkan hasil apa apa,gara gara Mariam berhasil melarikan diri.
bersambung,,
Aduh maaf maaf maaf banget aku telah mulu up nya, ternyata jaringan di daerah ku sedang ada pemulihan🥲
Aku sedih like nya menurun,
😭😭
Dukungan kalian para readers ku yang ciamik sangat aku butuhkan.
__ADS_1
Komen juga ya yang banyak biar author selalu semangat mengeluarkan ide ide nya🥰🥰