MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
High heels yang berguna


__ADS_3

"Lepaskan!siapa kamu!?"Teriak Mariam panik,Siapa Pria brengsek yang berani menyentuh nya.


"Sutttt!diamlah Mar!"


Ternyata Pria itu adalah Wira, dia malah semakin berani berusaha menjamah bagian tubuh Mariam yang lain.


"Wira?!kamu mabuk!? lepaskan Aku!Atau Aku akan teriak biar orang orang datang mengeroyok mu!"


Mariam berusaha melepas diri dari pelukan Wira yang ternyata mabuk berat.


"Tenanglah Mar!sepi disini,gak akan ada orang yang tahu!"Wira malah semakin menyosori Mariam.


"Tapi Aku tidak mau! Allah maha melihat, istighfar Wira!"teriak Mariam Frustasi, Ia bingung harus bagaimana lagi.


Namun Wira malah semakin erat mengunci tubuh Mariam dan ingin menciuminya.


Mariam semakin kalap dan jijik dengan kelakuan Wira yang keterlaluan.


Mariam melepaskan high heels lalu dengan replek memukulkan nya ke kepala Wira dan tepat mengenai dahinya.


Darah segar mengalir dari dahi Wira,


Wira terlihat oleng dan,


Byurrr!


Wira jatuh ke dalam lautan dan karena dia sedang memeluk Mariam, Mariam ikut tertarik oleh nya , Mariam pun ikut jatuh tercebur.


"Ya Allah,Toloooong!"Teriak Mariam,dia tidak bisa berenang apalagi Wira sudah tak sadarkan diri karena luka di kepalanya.


***


Ken terlihat kalang kabut begitu Mariam lepas dari pandangan nya saat pesta masih berlangsung,satu perempuan saja bahkan Mariam kan berpenampilan berbeda dari yang lain,tapi Dia bisa sampai kehilangan jejaknya.


Ia segera menyuruh ajudannya untuk mengambil iPad nya yang langsung terhubung ke CCTV seluruh bagian kapal milik nya itu.


Dia terlihat mencari cari sosok perempuan bercadar itu di setiap sudut kapalnya itu.


Hingga ia menangkap sosok Mariam yang tengah berdiri di ujung dek paling atas,Ia tersenyum bahagia karena sudah menemukan perempuan yang sudah mencuri hatinya itu.


Namun wajahnya seketika terlihat menegang setelah Ia melihat sesosok Pria terseok Seok mendekatinya, sepertinya Ia sedang mabuk.


"Ikuti Aku ke dek atas!"Seru Ken kepada para penjaga nya,Ia berlari secepat mungkin, takut terjadi sesuatu kepada Mariam.


Dan benar saja,Dia melihat dari kejauhan Mariam sedang di goda oleh seorang Pria yang sedang mabuk berat,namun belum sampai Ken untuk menyelamatkan Mariam,Pria itu sudah jatuh bersamaan dengan Mariam yang ikut tertarik oleh nya.


"Suruh satu orang penyelam untuk menyelamatkan Pria itu,dan turunkan sekoci agar aku bisa naik!"Perintah Ken,dan tanpa pikir panjang lagi Ken segera menceburkan diri ke dalam lautan yang dingin guna menyelamatkan perempuan pujaan hatinya tanpa menggunakan pelampung atau apapun itu,Dia memang pandai berenang jadi tidak usah diragukan lagi kemampuannya di dalam lautan lepas sekalipun.


***


Mariam tersentak saat bangun dari pingsannya,Ia ingat sudah melukai


seseorang.

__ADS_1


Dia melihat sekeliling,ini bukan kamar nya.


Dilihat bajunya pun sudah ganti, Ia memang memakai kerudung, tapi bukan yang tadi Ia pakai.


Kamar siapa ini?!


Batin nya sambil ber ingsut bangun dan turun dari ranjang king size yang entah milik siapa.


Terdengar samar suara orang yang sedang ngobrol.


"Jun! Juna?!"


Mariam senang ternyata Juna ada disana, tapi kenapa ada si Ken juga.


"Kak!Kakak sudah baikan?!"Tanya Juna sambil menghampiri Mariam.


"Ini kamar siapa Jun!?"Bisik Mariam.


"Mr.Ken yang menolong Kakak, karena panik dia membawa Kakak ke kamarnya!"


"Apa?!"Teriak Mariam kaget, kenapa harus Dia sih yang menolongnya.


"Terus yang gantiin baju ku siapa?!"Mariam melotot ke arah Ken.


"Menurut mu siapa?!"Goda Ken sambil tersenyum menyeringai.


"Apa kamu bilang!?yang benar saja! cepat katakan siapa yang mengganti bajuku yang basah?!"Mariam langsung menyerang Ken dengan mendorong dada nya terus menerus.


Juna sampai geleng geleng kepala,Ken memang senang menggoda Kakak nya bahkan di saat seperti ini juga.


Kata Juna sambil menarik tangan Mariam.


"Kalau begitu kita harus segera menikah,tadi Aku sudah menyentuh mu, menggendong tubuh kamu yang berat dari dalam lautan ke atas kapal,Aku juga sudah tak sengaja melihat wajahmu!"Ken semakin semangat menggoda Mariam yang suka marah marah padanya.


"Apa?!Kau sengaja mengambil kesempatan dariku kan!"Mariam semakin meradang.


"Ya gimana ya?!masa aku harus menarik tubuh kamu tadi,agar tidak tersentuh,kan gak mungkin,dan ternyata kamu memang sangat cantik!"Bisik Ken menambah kemarahan Mariam semakin naik hingga ubun ubun.


"Kurang ajar kamu!"Teriak Mariam,dia menampar pipi Ken dengan begitu keras.


"Hei! bukan nya berterimakasih kamu malah menampar ku,berani kamu ya!Kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa hah?!"


Ken mulai meradang.


Belum pernah Ia diperlakukan seperti oleh perempuan manapun, biasanya ia akan di puja dan di puji, Mariam malah berani menampar nya.


"Hei,kalian berdua sudah lah! kalian seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar!"Juna berusaha melerai,Dia mulai jengah dengan kelakuan mereka berdua yang seperti Tom and Jerry.


"Enak saja!siapa juga yang mau jadi kekasih bar bar seperti dia!"Maki Ken kepada Mariam.


"Kau pikir Aku mau?!tak Sudi!"Balas Mariam.


"Heh, sudah, sudah! sebaiknya kita lihat kondisi Wira sekarang,kata penjaga dia juga sudah siuman!"Kata Juna kesal,dia segera berlalu meninggalkan dua sejoli yang sedang asyik saling ledek.

__ADS_1


"Apa saja yang kau lihat?!awas saja ya kalau kau berani macam macam!"Ancam Mariam tak kenal takut.


"Kau perempuan paling sombong yang pernah Aku kenal, lihat saja akan ku buat Kau menyesal!"Ken seakan lupa jika Mariam adalah wanita yang sedang ia incar,sifat sombong dan tak mau kalah nya keluar, Dia tak suka ada orang yang melawan nya apalagi seorang wanita.


Mariam meninggalkan Ken di kamarnya,ia segera menuju kamar Wira, Dia ingin melihat kondisinya, Ia khawatir karena Wira terluka gara gara dirinya.


"Bagaimana keadaan mu sekarang,Wira?!"Tanya Juna begitu melihat Wira sudah siuman.


Wira malah celingukan seperti sedang kebingungan, sesekali ia memegang kepalanya yang diperban, terasa perih, kepalanya juga terasa pening, Ia masih mengingat ngingat tentang apa yang terjadi.


"Kamu jatuh ke laut tadi, Wir! untung ada Ken yang menyelamatkan mu!"Juna menceritakan kronologis kejadian yang menimpa Wira.


Mariam masih terdiam,Ia masih enggan meminta maaf, Mariam marah dengan perlakuan Wira yang hampir melecehkan nya.


"Benarkah?! berarti saat Aku jatuh tadi, Aku mengingat semuanya,Jun! ingatan ku kembali!


Mar, sekali lagi Aku minta maaf,Aku tidak bisa menyelamatkan Bima dari kecelakaan itu, Kejauhan itu begitu membekas di pikiranku,Aku sangat merasa bersalah!"Ucap Wira.


"Syukur lah kalau kamu sudah mengingat semuanya kembali?! Apa kamu mengingat Mbak Sarah?!"Tanya Juna, Mariam masih terdiam ambigu.


"Ya, Dia adalah istriku,ya ampun!Aku ingat, Sarah sedang sakit, sebelum kecelakaan dia divonis kanker rahim stadium satu, bagaimana keadaan dia sekarang ya!?"Ucap Wira sambil mencari ponsel nya,dia berniat menelpon Sarah.


Tak lama terdengar suara dering ponsel seseorang,dan ternyata itu milik Wira, seseorang menelpon nya.


"Maaf dengan Tuan Wira?!"


"Iya saya sendiri,ini dengan siapa ya?!"


"Saya adalah Dokter yang menangani Istri Anda, Istri Anda harus segera di lakukan operasi,dan kami butuh izin anda untuk tindakan lebih lanjut!"


"Lakukan yang terbaik Dok!Aku akan segera kesana!"


Wira pun menutup sambungan telepon nya lalu memandang Juna penuh harapan.


"Jun Aku harus segera menemui Sarah! Bisa kah Aku pulang lebih dulu,Dia harus sering dioperasi!"Tanya Wira dengan wajah yang memelas.


"Tentu saja,dari sini Aku dan Kak Mariam yang akan atasi semuanya!Aku akan bicara pada Mr.Ken agar mengatur kepulangan mu!Aku doakan semoga Mbak Sarah baik baik saja!"Kata Juna memberi dukungan untuk Wira.


"Baik, terima kasih Jun!Mar, Doakan Sarah juga Ya!Maaf kan atas sikap ku selama ini!"


"Tentu,Aku doakan semoga dia cepat sembuh! kamu hati hati ya!"


Ucap Mariam,Dia sangat senang akhirnya Ingatan Wira akhirnya kembali juga,tahu gitu,Ia pukul kepala Wira paket high heels dari dulu.


Ken pun memulangkan Wira dengan menggunakan Speed boat milik nya, setelah tahu cerita yang sebenarnya, dia lega kini tidak memiliki saingan, sepertinya Wira akan berhenti mengejar Mariam.


Dendam dan amarah masih menggelayut di dada Mariam,Ia tak terima jika Ken sudah melihat wajahnya,juga sudah berani menyentuh nya, meskipun itu tidak disengaja dan demi menyelamatkan,tapi sangat terlihat jika Ken mengambil keuntungan dari nya.


Dasar Pria mesum,


Umpat Mariam.


Begitu juga dengan Ken, meskipun Ia sangat menyukai Mariam,tapi ia tidak suka jika harga dirinya di injak injak.

__ADS_1


Dia bersumpah akan memberi pelajaran kepada Mariam, apapun caranya, Mariam harus menjadi milik nya,mau atau pun tidak mau,Ken tidak peduli dengan perasaan Mariam.


__ADS_2