
Ken menatap Mariam begitu intens,senyumnya menyeringai penuh kemenangan terpampang jelas di wajahnya,Ia benar benar tidak menyangka jika akhirnya Dia pun mendapatkan Mariam secara cuma cuma.
Tidak begitu dengan Mariam,kekecewaan terlihat jelas dari matanya yang ia sembunyikan dengan menunduk,saat ia mendengar nama Ken disebutkan ,tak sedikit pun ia ingin menatapnya.
Andai Ia bisa menolak,tentu saja dia akan menolak langsung jika ternyata pria itu adalah Ken.
Apa yang membuat Mariam tidak suka Ken?
Ken berasal dari luar negeri,Mariam pikir pergaulan nya pasti bebas,Agamanya kurang,Mariam belum pernah melihatnya Sholat.
Dia juga pasti tukang hura hura,Mariam dapat menebaknya dari sikapnya yang serampangan.
Mariam juga tidak suka sikap Ken yang pemaksa dan suka seenaknya,Dia sama sekali bukan Pria idaman nya,sangat jauh berbeda dengan Bima.
Tapi kenapa Kiai Mus dengan mudah nya menyerahkan Mariam kepada Ken?
Sebagai orang yang dituakan,Kiai Mus pasti sudah tahu sifat asli Ken.
Mungkin dia lebih tahu yang terbaik untuk keduanya,mudah mudahan saja ini keputusan yang terbaik yang akan diridhoi Allah SWT.
Begitulah,Mariam menggerutu di dalam hatinya.
"Bagaimana kalian berdua,apakah kalian mau menerima untuk ber ta'aruf,Nak Ken bagaimana dengan Mu?!"Tanya Kiai Mus memecah keheningan,dia juga berusaha memutus mata nakal Ken yang terus memandangi Mariam.
"Ken?!"
Bisik Ibunya sambil menyenggol lengan Ken yang masih asyik menatap Mariam.
Kedua orang tua Ken hingga geleng geleng kepala melihat kelakuan putera nya itu,terlihat jelas jika Ken tertarik kepada Mariam,Nyonya Glory sangat bahagia,akhirnya dia akan mendapatkan menantu idaman.
"A,,i,,iya Pak Kiai?!"
Ken yang baru tersadar,menjawab Kiai Mus dengan tergagap.
Semua orang yang hadir menertawakan tingkah konyol Ken,membuat Mariam tambah malu saja.
"Belum juga melihat wajah nya kamu sudah begitu terpana,bagaimana kalau Mariam membuka cadarnya,pasti kamu pingsan Nak!"Ledek Umi Siti,diikuti tawa para hadirin.
Ken tersipu malu,ia menggaruk kepalanya meski tidak ada yang gatal.
"Bagaimana apa kalian mau untuk berta'aruf?!"Kiai Mus mengulang lagi pertanyaan nya.
"Kalau yang dimaksud Pak Kiai perempuan yang ada di dalam mimpiku adalah Mariam,jangankan untuk ta'aruf,menikah sekarang juga pun Aku bersedia Pak Kiai!"Jawab Ken mantap.
Terdengar kembali suara riuh menyoraki Ken,dia begitu to the point dan blak blak an.
__ADS_1
"Tapi saya tidak mau Tuan Ken!Anda jangan sembarangan ya!"Mariam keceplosan.
"Maksud saya sebaiknya kita ke tahap ta'aruf dulu,jangan langsung menikah!"Mariam meralat kembali ucapan nya.
"Baiklah kalau begitu,Abah beri kalian waktu untuk berta'aruf selama satu bulan saja,jika kalian merasa cocok,silahkan lanjutkan sampai ke pernikahan,namun jika kalian merasa tidak nyaman,kalian berhak membatalkan proses ta'aruf ini,Abah tidak ingin ada pemaksaan!"Ucap Kiai Mus,dia mengerti perasaan Mariam yang belum bisa menerima kehadiran seorang pria disisinya juga disisi Satria sampai saat ini.
Dia berharap dalam satu bulan Ken dapat merebut hati Mariam dan membuat Mariam yakin dengan pilihan nya.
"Kita setuju Pak Kiai!biarkan mereka saling mengenal satu sama lain terlebih dahulu,dan Ken juga harus bisa membuktikan jika dirinya layak untuk bersanding dengan Nak Mariam!"Nyonya Glory juga mengerti keraguan calon menantunya,Ia juga malu dengan sikap Ken yang serampangan dan suka malu malu in itu.
Akhirnya semuanya sepakat dengan keputusan yang diambil oleh Kiai Mus,cukup adil bagi Mariam,semoga ada keajaiban dan petunjuk dari Allah,dia hanya minta yang terbaik untuk nya juga untuk putera kesayangannya,Satria.
......................
Hujan rintik membasahi bumi tiada henti sedari pagi ini.
Sejak Satria memutuskan untuk mondok di pesantren Kiai Mus,Mariam semakin merasa kesepian,tak ada lagi gelak, tawa,dan canda lagi dari nya,dia benar benar kehilangan sosok anak yang ceria yang selalu menjadi penawar di setiap beratnya ujian kehidupan nya selama ini.
Tapi apa boleh buat,sebagai seorang Ibu ,Mariam hanya bisa mendukung apapun keputusan puteranya,selama itu demi kebaikan nya.
Sore ini selepas Ashar,,,
hujan baru saja reda,
Tadi Dia sengaja ingin melaksanakan sholat Asar di mesjid yang berada di luar.
Ia berniat sekalian mencari udara segar,pikirannya kini sedang mumet memikirkan Satria,ditambah lagi proses ta'aruf yang sedang ia jalani saat ini bersama Ken,membuat perasaan nya di Landa galau yang akut.
Semenjak pertemuan mereka di pesantren dua hari yang lalu,Dia dan Ken tidak ada kontak sama sekali,bahkan Ken yang biasanya sering nongol di perusahaan Juna,sekarang tak nampak batang hidung nya sedikit pun.
"Kenapa Kak Mariam mau menerima perjodohan ini?kita bahkan tidak mengenal Keenan dengan baik!"Kata Juna,begitu Mariam menceritakan tentang dirinya dan Ken.
Juna nampak tidak begitu setuju.
"Apa menurutmu dia bukan orang yang baik Jun?!"Mariam meminta pendapat mantan adik ipar nya itu.
"Entahlah Kak!melihat sikapnya selama ini,rasanya dia kurang cocok aja sama Kakak!Tapi gak tahu juga sih,Aku juga tidak terlalu tahu latar belakang dan keseharian nya,yang Aku tahu dia cukup tampan dan uang nya yang sangat banyak,itu saja,Kak!"
Pendapat Juna membuat Mariam semakin bingung, ia tak ingin salah mengambil langkah,tapi bagaimana jika Keenan benar benar jodohnya yang sengaja Allah kirim untuknya.
Entahlah,,
"Ya Allah berilah petunjuk mu!"Keluh Marian dalam batinnya.
Sebenarnya Mariam senang senang saja sih saat Ken tak ada, tak ada lagi yang mengganggunya,hanya saja dia semakin ragu untuk meneruskan hubungan yang masih abu abu seperti ini.
__ADS_1
*
Mariam baru saja melangkahkan kakinya untuk keluar meninggalkan mesjid itu,terdengar suara yang rasanya ia kenal di iringi suara gelak tawa seorang perempuan,penasaran, Mariam mendongak kan wajahnya untuk melihat apa yang sedang mereka lakukan.
Terlihat seorang gadis muda yang sedang duduk di atas kursi roda sedang dipakaikan sepatu oleh seorang teman pria nya,sungguh adegan yang sangat romantis.
Mariam segera menunduk karena merasa risih,ia pun memakai sandal talinya kembali untuk segera berlalu.
"Nah,selesai!Ayo kita berangkat!"Ucap Sang Pria sambil berdiri dan hendak mendorong kursi rodanya.
Tak sengaja matanya menangkap sosok Mariam,begitu juga Mariam yang hendak berjalan melewati mereka.
"Ken!?"Seru Mariam hanya dari dalam hatinya.
"Mariam!"Begitu juga Ken,dia hanya memanggil nama Mariam dari dalam hatinya.
Untuk sesaat mereka hanya saling menatap,kemudian mata Mariam beralih menuju gadis muda cantik diatas kursi roda itu,seakan bertanya ,siapa dia.
"Hai,Mar!Apa kabar?Kamu habis sholat juga!?"Tanya Ken sedikit gugup,dia takut Mariam salah paham.
Mariam hanya mengangguk sambil masih menatap gadis muda itu.
"Siapa dia,apa itu adik nya?!tapi kata Juna Ken itu anak tunggal!"Batin Mariam,ia tidak berani bertanya langsung.
"Siapa dia Kak?!"Tanya Gadis itu kepada Ken,tangan nya menggenggam erat tangan Ken.
"Ahh,Dia,,,dia,,teman Kakak!"Jawab Ken ragu,entah kenapa dia harus berbohong.
Mendengar jawaban Ken seperti itu,Mariam paham gadis itu teman spesial nya,tak ingin berlarut larut,Mariam pun hanya membungkuk sedikit,tanpa mengeluarkan kata apapun,ia pun segera pergi meninggal kan mereka.
"Mar!tunggu!"
Teriak Ken ketika Mariam hendak masuk ke dalam mobilnya.
Ia menarik tangan Mariam agar keluar lagi.
"Jangan sentuh Aku!"
Bentak Mariam dengan nada begitu sinis.
"Dengarkan aku dulu,Aku bisa jelaskan semuanya!"Kata Ken terlihat begitu ketakutan ,takut Mariam meninggalkan nya.
"Tidak perlu penjelasan apa apa lagi,semuanya sudah jelas!Kita tidak perlu melanjutkan hubungan kita lagi,Aku senang,akhirnya Aku terbebas dari pria seperti kamu,Tuan Keenan Kim!permisi!"
Kata Mariam tegas,ia segera masuk ke dalam Mobil nya dan tak memperdulikan seruan Ken yang terus memanggil namanya.
__ADS_1