
"Bugh!"
"Akan ku habisi kau!tak akan ku biarkan kau merebut Asma dan anak anakku!"
"Bugh!"
Sahrul membalas pukulan nya,dan terjadilah saling baku hantam diantara Sahrul dan mantan Suami Asma.
"Kalian hentikan!"Teriak Asma sambil menggendong Amira yang menangis ketakutan.
"Aku bilang hentikan!kalian gak liat Amira sampai ketakukan begini!?"
Sahrul melirik ke arah Amira yang menangis histeris karena ketakutan,sedangkan mantan Suami Asma tak berhenti menyerang Sahrul.
"Ayah!!berhenti,jangan pukul Om Alul!"
Teriak Ibrahim dari seberang jalan,dia berlari menghampiri Ayah dan bundanya yang terlihat sedang ribut bersama Sahrul.
Baim baru sja pulang sekolah dan dia langsung ingin menghampiri Bundanya begitu melihat mereka di seberang jalan,dia takut Ayahnya akan menyakiti lagi Bundanya.
Tiba tiba datang sebuah mobil dengan kecepatan cukup tinggi dan sudah sangat dekat dengan tubuh Ibrahim.
"Baim!!Awas!"
Teriak Asma,dia memejamkan matanya karena tak sanggup melihat Baim tertabrak mobil.
"Ckitttt!"
Kericuhan pun terjadi dijalan raya sampai terjadi kemacetan dadakan.
Semua orang berhamburan ke jalan ingin mengetahui apa yang sudah terjadi.
Asma sangat syock hingga tak berani membuka matanya,dia masih duduk bejongkok dan tak membuka matanya sambil tak lepas memeluk erat puteri keduanya.
"Bunda,,,,"
Terdengar suara Baim memanggil namanya.
Perlahan Asma membuka matanya,dan melihat Baim ada di hadapan dalam kondisi baik baik saja.
"Baim!Kamu baik baik saja nak!"Teriak Asma sambil berhambur memeluk anaknya itu.
"Om Alul Umi,,,!"
Kata Baim sambil menunjuk ke arah jalan yang masih ramai.
Asma melihat ke arah jalan yang ditunjukan Baim,dan benar saja,rupanya pada saat Baim sudah hampir tertabrak mobil tadi,dengan cepat Sahrul berlari ke arah nya dan mendorong tubuh Baim hingga terpental ke sisi jalan dan alhasil Sahrul lah yang akhirnya harus tertabrak mobil itu.
"Cepat panggil ambulan!"Tedengar suara seseorang berteriak.
__ADS_1
Akhirnya Sahrul di larikan ke rumah sakit ,
Untungnya kondisi nya tidak terlalu parah,hanya luka luka di bagian tangan dan kakinya,namun tangan kirinya sepertinya patah akibat menahan tubuhnya agar tidak terkena badan mobil.
Baim yang terliihat shock juga segera ditangani dokter untuk memulihkan trauma nya,dia tak berhenti menangis di pangkuan Bima yang langsung datang begitu mendengar kabar itu.
Ibrahim sepertinya marah kepada Ayahnya,dia tak mau sedikitmu saat Ayah kandungnya mencoba menenangkan nya,dia terus nempel kepada Bima dan terus memeluk Bima saja.
"Bagaimana kondisi Sahrul sekarang As?!"Tanya Mariam yang baru saja datang setelah menitipkan Satria dan Amira kepada Fatimah dan Juna.
"Alhamdulillah tangan nya sudah selesai di operasi dan sekarang kondisinya sudah semakin membaik,,"
Jawab Asma.
"Ya Allah untung Baim gak kenapa kenapa,kamu gimana sih,bukan Bapak nya yang nyelamatin Anak nya ,ini malah orang lain!Kalau terjadi sesuatu sama Baim gimana coba,lihat dia sekarang,sampai ketakutan seperti itu,ini semua gara gara kamu!!"
Asma yang sudah kesal kepada Mantan Suaminya itu menumpahkan kekesalan.
"Kamu kok jadi nyalahin aku sih!"
Bukan nya sadar dia malah balik nyolot kepada Asma.
"Ya kalau kamu tak datang dan tak membuat ribut seperti tadi semua ini tak akan terjadi,Baim takut kamu akan menyakitiku lagi,tahu kamu?!"
"Pokoknya Aku tak akan menbiarkan laki laki itu merebut anak anak dari ku,silahkan saja jika kamu mau menikah lagi dengan nya ,tapi ingat!Aku akan mengambil anak anak dari mu!"
"Itu tidak akan pernah terjadi!lagipula anak anak kalian tidak akan mau ikut dengan mu karena sikap kamu yang seperti ini,hak asuh anak akan tetap jatuh kepada Asma,dan satu lagi!Jaga sikap kamu!Jangan pernah temui lagi anak anak jika kamu belum bisa berubah!"Ancam Bima.
"Kamu jangan ikut campur urusan keluarga ku terus!Aku tidak takut sedikit pun kepadamu!"
"Dasar tak tahu malu!Kau bukan keluarg ku lagi!kau tahu itu!Asma adalah adik ku jadi apa yang menjadi urusan nya akan menjadi urusan ku,apalagi jika mendapat gangguan dari orang seperti mu,bukan saja Aku,tapi polisi juga akan ikut campur!"
Ancam Bima ,dia tak habis pikir dengan Pria satu ini.
Tiba tiba seorang perempuan datang dan menarik mantan Suami Asma.
"Kang!kamu kemana aja sih!Kamu bilang mau kerja!tapi kamu masih disini!Ayo, kita harus segera pergi,polisi tadi datang ke rumah!"
Kata perempuan yang ternyata adalah istri barunya.
"Polisi apa maksudmu!Aku tidak bisa pergi!Anak ku mengalami kecelakaan!"Bantah mantan suami Asma sambil menepis tangan Istrinya.
"Kamu mau ditangkap?!kita dilaporkan korupsi dan polisi akan segera menangkap kita!Ayo kita pergi sekarang!"
"Kita?!Kamu yang melakukannya,Aku tidak pernah melakukan nya!"
"Tapi bukti buktinya mengarah kepada kita!dan kamu juga ikut menikmati uang itu kan!"
Mereka terlihat ribut didalam rumah sakit,kemudian satpam mengusir mereka karena mereka mengganggu ketertiban umum,dan entah pergi kemana lagi mereka setelah itu.
__ADS_1
Kondisi Sahrul sudah semakin membaik pasca tangan kiri nya di operasi karena patah tulang.
Begitu juga Ibrahim,dia sudah semakin tenang dan terlihat tak mau jauh jauh dari Sahrul.
"Terimakasih karena kamu sudah menyelamatkan Baim,Rul!Semoga kamu cepat pulih,dan Teteh sarankan kalian segera menikah saja jika kalian sudah merasa saling cocok,tidak baik juga ditunda tunda,takut timbul fitnah nanti!"
Kata Mariam saat menengok Sahrul dirumah sakit,dan hari ini kata Dokter dia sudah boleh pulang.
"Iya teh,Aku juga niat nya begitu,waktu kemarin aku melihat Asma sedang bersama mantan Suaminya itu,aku berniat memberi kejutan Asma dengan melamarnya di taman yang sama,eh malah kejadian begini!"
Jawab Sahrul sambil nyengir.
"Benarkah begitu?!Aduh maaf ya A,jadi gagal deh!"Kata Asma terlihat kecewa.
"Gak apa apa As,sekarang aja deh,mumpung ada Teh Iyam sebagai wali kamu,lagipula sepertinya Teh Iyam juga sudah merestui hubungan kita.
Asma!mau kah kamu menikah dengan ku?!"
Tiba tiba saja Sahrul mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari saku bajunya dan melamar Asma saat itu juga di rumah sakit.
Asma terdiam sambil menunduk malu malu.
"Jawab saja As!Umi,Teteh,dan Mas Bima juga anak anak akan ikut bahagia jika kamu bahagia!"
Kata Mariam.
"Memang nya A Sahrul benar benar mau menerima Asma dengan tiga orang anak yang masih kecil?!"Asma terlihat masih ragu untuk move on,meski tidak bisa di pungkiri jika dia juga sudah tertarik kepada sosok Sahrul yang mampu mengambil hati anak anaknya pasca di tinggalkan Ayah mereka,Anak anak cenderung manja kepada dirinya selama ini.
"Kamu masih ragu As? Aa benar benar sudah jatuh hati kepadamu,juga kepada anak anak kamu,Aa sudah menganggap mereka seperti anak Aa sendiri dan insyaAllah kita akan besarkan mereka bersama sama!"
"Kalau begitu baiklah,Asma mau menikah dengan A Sahrul!"Jawab Asma dengan sedikit malu malu.
"Alhamdulillah,terima kasih As,Aa tak sabar ingin memberitahu Ibrahim,dia pasti senang mendengar kabar ini!"
"Alhamdulillaah!selamat ya As,semoga niat baik kalian di ridhoi oleh Allah dan selalu dipermudah!Jadi kapan kalian akan melangsungkan acara pernikahan nya?!"Kata Mariam ikut senang.
"Lebih cepat lebih baik,Teh!Kapan hari yang baik menurut Teteh?!sederhana saja,yang penting Sah dulu!"Sahrul menyerahkan segala persiapan pernikahan nyakepada Mariam.
"Baiklah kalau begitu,nanti kita berunding lagi sesampainya di rumah!"Kata Mariam.
**
Sesampainya di rumah ,Asma dan Sahrul mengutarakan niat baik mereka di hadapan keluarga besar Mariam,termasuk kepada Ibbrahim dan Amira ,meskipun mereka kurang mengerti tapi Asma dan Sahrul mencoba memberi penjelasan kepada Ibrahim dan Amira.
"Tapi Baim Gak mau!"
Kata Ibrahim tiba tiba.
"Lho,bukan nya selama ini Baim suka sama Om Alul,lagipula kalian terlihat sudah sangat dekat!memang nya Gak mau kenapa nak?!Coba kasih tahu Umi Iyam sayang!"
__ADS_1
Tanya Mariam,terlihat raut wajah yang tegang pada Asma dan Sahrul.